
Alan mengarahkan pandangannya padaku dan menarik lenganku menjauhi kantin kampus.Dia terus menarikku, entahlah aku mau dibawa kemana.Menariknya dengan kasar lalu menghempaskan lenganku ketika kita sudah didepan pintu toilet.
"Masuk! Bersihkan tubuh dan rambutmu yang busuk itu! Merusak indra penciuman hidungku saja!" Ucapnya sembari menutup hidung mancungnya dengan tangan.
Aku segera masuk toilet untuk membersihkan telur-telur busuk yang menempel di tubuhku dan bahkan sudah bercampur dengan aroma tubuhku.
Aku membasahi rambutku yang sudah tak berbentuk dengan air kran wastafel kampus.Ku bilas dengan segera, karena sebentar lagi pelajaran akan segera dimulai.
"Oh tidak! Seragamku sudah kotor dan bau, bagaimana aku bisa mengikuti pelajaran? Jika aku memaksa mengikuti pelajaran, pasti dosen tidak mengijinkannya karena seragamku bau busuk dan pastinya sangat mengganggunya konsentrasi dalam belajar" Gumamku sembari terus membilas rambutku dengan air.
"Apa aku menjemurnya saja di atap kampus? Tapi aku tidak membawa baju lain! Ah bagaimana ini!" Gumamku kesal karena memikirkan masalah baju seragamku.
"Woyy bisu!! Lo ngapain di dalam! Lo nggak bunuh diri kan!!" Teriak seseorang dari luar pintu toilet yang sudah pasti itu Alan.Si mahasiswa yang paling menyebalkan.
Kini rambutku sudah bersih, meskipun baunya masih belum hilang karena aku tidak memainkan shampoo.Aku membuka pintu toilet dan yang kulihat pertama kali adalah mahasiswa bertubuh bongsor yang menggandengkan tasnya di satu bahunya dan pastinya lebih tinggi dariku.Aku menenggakan kepala ku untuk menatapnya.
"Lo kok masih tetap beraroma tidak mengenakan! Lo di dalam ngapain saja bisu!! Gue suruh Lo bersihin rambut bukan suruh ngelamun!" Cerocos ya seperti mbak-mbak yang menawarkan produk kecantikan.
"Aku tidak memakai sampo" Jawabku.
"Jorok banget si Lo! Tunggu disini!" Ucapnya lalu berjalan meninggalkan ku di depan toilet wanita hanya seorang.
Aku sekarang berada di depan westafel sedang membasahi rambutku lagi dengan air kran berharap aroma busuknya menghilang sedikit demi sedikit.Entahlah apa yang dilakukan Alan, aku tidak tahu.Mungkin dia sedang mengikuti pelajaran yang 5 menit lagi akan dimulai.
"Rasain! Berani-beraninya Alan bentak gue demi belain Lo! Jangan berani deketin Alan jika tidak mau berhadapan dengan Millen" Gumamnya sembari menatap kunci toilet yang ada di tangannya dengan senyum liciknya.
Aku mematikan kran wastafel dan berjalan untuk meninggalkan toilet.
"Kok ketutup! Perasaan tadi aku gak menutup pintu toiletnya deh! " Ucapku ketika di depan pintu toilet.
__ADS_1
Aku berjalan tiga langkah kedepan, menarik knop pintu toilet dan memutarnya.
"Lho! I-ini kenapa kok dikunci begini! Siapa yang mengunciku!" Panikku ketika memutar knop pintu tapi tidak terbuka juga.
Lalu aku menggedor-gedor pintu toilet dengan keras "Siapapun tolong aku!! Halo!! Ada orang nggak diluar?!" Ucapku sembari terus menggedor pintu toilet.
"Tolong aku!! Siapapun tolonglah aku!! Ku mohon!! Aku terkunci di dalam toilet!! Tolong aku!! Siapapun yang ada di luar!! Tolonglah aku!! Tolongg!! Aku terkunci di dalam kamar mandi!!" Teriak ku sembari terus menggedor pintu toilet.
"Ku mohon tolong aku!! Siapapun yang bisa mendengarku...tolong aku" Ucapku dengan nada berujung melirih.
Aku belum makan ataupun minum, tadi aku pergi ke kantin untuk makan.Karena kemarin Dira memberikan uang kepadaku dan itu lebih dari cukup untukku, tapi sebelum aku makan, Millen dan kawan-kawan nya mencegatku dan memecahkan telur ke kepalaku dan akhirnya aku tidak jadi untuk makan.Suaraku melemah, aku merosot ke bawah dan bersender di belakang pintu toilet.
Badanku lemas, dan tegaku hilang, aku jadi tidak bisa berteriak-teriak seperti tadi.Pasti sekarang wajahku pucat pasi, dan gawatnya aku tidak membawa lipstik ku.Lipstikku tertinggal di kelas bersama dengan tas ku.
Aku menggedor pintu toilet dengan sisa-sisa tenagaku yang masih ada.
Beberapa detik kemudian pintu kamar mandi terbuka.Mataku sudah buram, jadi aku tidak bisa melihat siapa orang yang menolongku.Dan kulihat orang itu berjongkok, dan pandangan ku menghitam seketika, setelah itu aku tidak tau apa-apa.
Kemudian orang itu segera berjongkok tepat di samping Alin.
"Heii!! Kamu kenapa?" Tanya orang itu sembari menepuk-nepuk pelan pipi Alin.
Tidak ada respon apapun dari yang ditanya, dengan segera orang itu membopong tubuh mungil Alin dan membawanya keluar dari toilet tersebut.
"Aku tidak tahu Ruangan UKS! Dimana Ruang an UKS nya?" Gumam orang itu sembari menengok kesana-kemari mencari letak ruang UKS.
Karena jam pelajaran sudah dimulai 10 menit yang lalu, jadi tidak ada mahasiswa ataupun mahasiswi yang berkeliaran di luar kelas.Kampusnya sepi, hanya ada orang di dalam kelas.
Orang itu berjalan mengelilingi kampus untuk mencari letak Ruang UKS di kampus Zervard sembari membopong tubuh Alin.
__ADS_1
Kebetulan ada dua mahasiswi yang sedang berjalan di depannya.Lalu orang itu menghampiri kedua mahasiswi.
"Maaf, boleh tanya? Ruang UKS dimana ya?" Tanya orang itu pada salah satu mahasiswi.
Kedua mahasiswi itu menengok ke arah sampingnya "Lurus saja setelah itu belok ke kiri.Nanti ada tulisan Ruangan UKS" Jelas salah satu mahasiswi itu sembari menunjukan petunjuk menuju Ruang UKS.
"Oke, Terimakasih!" Jawab orang itu.
Sedikit berlari kecil untuk segera sampai di Ruangan UKS sembari masih membopong tubuh Alin.
**
"Aku dimana?" Ucapku bangun dari bangsal sembari memijat keningku yang terasa sedikit pusing.
"Sudah sadar?" Tanya seseorang dari arah pintu.
"Ka-kamu siapa?" Tanyaku dengan wajah terkejut dan sedikit memundurkan tubuhku kebelakang.
"Tenang, aku bukan orang jahat" Jelasnya.
Lalu orang itu berjalan ke arahku, meletakan roti dan air mineral ke nakas yang berada di samping brankar yang ku duduki.Menarik kursi yang jaraknya agak jauh dari brankar ku lalu membawa kursi itu dan meletakkan nya tepat di samping brankar yang aku duduki.
Orang itu duduk di kursi yang tadi dia bawa lalu meraih roti dan air mineral "Minum dan makanlah!" Ucapnya sembari memberikan roti dan air mineral padaku.
Aku menatap air mineral, roti dan orang itu bergantian.Aku tidak tahu dia siapa dan dari mana asalnya, aku tidak mengenalinya, tapi kenapa dia bisa berada disini?.Entahlah aku pusing sendiri dengan pikiranku yang bertanya tanya tentang nya.
"Makanlah, aku orang baik" Ucapnya sembari tersenyum kepada ku ketika aku menatap kesembarang arah karena bertanya-tanya tentangnya.
Tidak mau tersinggung dengan sikapku, aku meraih botol air mineral dan roti yang ada ditangannya, lalu ku buka bungkus roti itu lalu memakannya.Tidak mau egois, aku memakan roti itu karena pasalnya perutku juga sedang lapar-laparnya.
__ADS_1
bersambung~