Be Strong Girl

Be Strong Girl
Chapter 12


__ADS_3

"Bagaimana? Informasi apa saja yang kau dapatkan?" Tanya seorang pria hidung mancung dan bertubuh tinggi itu.


"Alin.Di sekolahnya selalu dibully, tidak memiliki teman, berjualan bunga dipinggir jalan, dan jika tidak ada mata pelajaran di kampusnya, ia mencuci piring di kafe Melorine. Tadi ia juga menemui wanita cantik kabarnya dia seorang model bernama Aldira Aditya" Papar orang kepercayaannya.


"Aldira? Itu bukannya adiknya Tusya? Ada apa Antara Alin, Dira, dan Tusya?" Batin tuan nya.


"Ada hubungan apa antara mereka?" Tanya tuan nya.


"Saya tidak tahu pasti tuan, tapi saya mendengar mereka memanggil tidak dengan nama masing-masing, melainkan dengan 'kakak' dan 'adik' tuan" Jawab orang kepercayaan.


"Sudah kuduga, rupanya mereka mempunyai hubungan darah? Pantas saja Tusya sewaktu bertemu dengan Alin merasa tidak nyaman dan raut wajahnya berubah seketika" Batin tuannya.


Apakah kalian sudah tahu orang ini? Ya, betul.


Cleon.


Cleon adzeyan adalah seorang Presdir di Perusahaan Vegetus Corp.Pasti nama itu tidak asing lagi ditelinga pembisnis Australia lainnya bahkan seluruh dunia.Disegani banyak orang, dan digilai banyak wanita karena sejuta ketampanannya.Patah hati wanita-wanita Aussie adalah ketika mengetahui Cleon mempunyai pacar seorang model cantik yang sudah Go Internasional.Natusya Bramasta Aditya, bernama panggung Natusya Aditya.Memiliki paras cantik dan body bak gitar spanyol membuat banyak para pria menyukai nya.


"Caritahu lebih dalam tentang gadis itu Mark, menyamar lah menjadi penjual bunga jalanan sepertinya" Titah Cleon pada Mark (orang kepercayaannya)


"Baik tuan, saya akan menyamar sebagai penjual bunga bersamanya" Jawab Mark.


Tok..Tok..


Suara ketukan pintu dari luar menghentikan percakapan antara tuan dan orang kepercayaan.


"Masuk!" Seru Cleon.


"Maaf tuan, satu setengah jam lagi ada meeting dengan Perusahaan Revazhar" Ucap seorang perempuan cantik memakai pakaian formal dan memegang beberapa berkas-berkas yang author tidak tahu apa isinya.

__ADS_1


"Tuan saya permisi" Ucap Mark pada Cleon.


"Ya" Jawab Cleon.


Setelah mendapat jawaban 'Ya' dari tuannya, Mark pamit dan meninggalkan ruangan kantor tuannya itu.Mark adalah satu-satunya orang yang diberi kepercayaan oleh Cleon, bukan karena Cleon hanya memiliki anak buah Mark saja - oh tentu tidak, seorang Presdir Cleon mempunyai orang-orangnya dimana-mana - tapi dia lebih mempercayai Mark.


"Baik tuan, saya hanya menyampaikan ini saja, saya permisi" Pamit perempuan cantik memakai pakaian formal yang ternyata adalah Sekretaris seorang Cleon Adzeyan.


"Baiklah, kau periksa lagi berkas-berkas untuk meeting nanti" Jawab Cleon.


"Baik tuan saya permisi" Ucap Sekretarisnya.


**


"Ampun! Tolong ampuni aku" Ucapku terus meminta ampun pada beberapa orang yang menyiksaku.


"Mampus! Percuma Lo meminta ampun, gak bakal berhenti gue nistain Lo!" Jawab salah satu mahasiswi yang menyiksaku.


Ya, aku sedang dibully lagi oleh mahasiswi bernama Millen, Raya dan dua orang mahasiswi lainnya yang kemarin ditolak Alan untuk membantu mengobati lukanya.Masalahnya cukup sepele - bahkan sangat sepele - hanya karena aku mengobati luka Alan kemarin.Hanya karena itu sekarang mereka membully ku, entahlah sebutan apa yang tepat untuk mereka yang sekarang sedang mengacak-acak rambutku dengan telur-telur busuk yang sudah mereka balurkan pada rambutku.


"Berani-beraninya kau mendekati Alan bahkan sampai mengobati lukanya!" Kelakar Millen padaku sembari membalurkan lagi telur busuk pada rambutku.


Entahlah rambutku Sekarang bagaimana, mungkin sudah tidak berbentuk lagi dan pastinya lengket, bau, dan sangat menjijikan.


"Sepertinya kurang ya Lin, nih gue tambahin pakek ini" Ucap Raya sembari menaburkan terigu pada rambutku dan mengenai mukaku dan - oh tidak, baju seragamku? bagaimana ini? - mereka terus mengacak-acak rambutku.


Rambutku acak-acakan, bau dan lengket. Bahkan jika ada orang yang mendekatiku pasti sudah muntah karena aroma rambutku yang sangat-sangat tidak mengenakan di hidung.


"Tolong berhenti" Rintihku pada mereka semua.

__ADS_1


"Berhentilah, aku minta maaf" Lanjutku


"Bunda..." Batinku


Memanggil nama bunda berharap bunda menolongku, tapi sangat tidak mungkin sekali - bahkan mustahil - untuk bunda bisa datang dan menolongku.Dengan menyebut bunda lah aku menguatkan diriku sendiri dari pahitnya dunia dan kekejaman dunia. Bahkan waktu itu bunda datang dalam mimpiku, bunda mengajakku untuk tinggal bersamanya.Entahlah itu dimana, yang ku ingat semuanya serba berwarna putih, bunda mengajakku untuk meninggalkan orang-orang yang tidak menyukaiku, dan hidup tenang dan damai berdua bersama bunda.


Aku sudah memikirkan bagaimana hidup berdua, hanya berdua dengan orang yang paling ku sayang didunia ini, bukannya aku tidak menyayangi papah, aku menyayangi papah, tapi papah selalu menyakitiku tidak seperti bunda Yura.


Tapi aku menolak ajakan bunda untuk tinggal bersamanya, karena aku pernah berjanji akan membanggakan bunda dan menjadi orang sukses.Mungkin jika sudah tercapai, aku akan menerima ajakan bunda.Tidak ada alasan untuk tidak menerima ajakan bunda, karena tidak ada orang yang ku sayangi melebihi bunda. Aku hanya ingin menunjukan pada bunda bahwa anak kecilnya ini bisa sukses dan membanggakannya walau bunda tidak bisa menyaksikannya langsung, dan supaya orang-orang tidak lagi merendahkan ku.


Air mataku mengalir dari tadi, tidak berkata apa-apa lagi pada mereka, aku hanya mengalirkan air mata dan merapatkan kedua mataku.Pasalnya, percuma saja aku memohon kepada mereka untuk berhenti, toh mereka tidak akan pernah berhenti.


Mereka terus mengacak-acak rambutku, membalurkan telur busuk pada seluruh tubuh ku dan sesekali menamparku.Tidak ada dosen, ibu kantin, atau mahasiswi-mahasiswa yang membantuku, sama sekali tidak ada.Mungkin tidak ada siapapun ya selain aku dan mereka - Millen, Raya, mahasiswi yang kemarin - entahlah siapa yang memberitahukan pada mereka bahwa aku mengobati Alan kemarin.


"Hey berhenti!"


Suara dari arah belakang mengagetkanku.Raya, Millen dan semua orang yang berada di sana langsung menengok ke arah suara, ku buka mataku lalu mengelap mataku yang terlumuri telur dengan tanganku lalu menengok ke arah sumber suara itu juga.


Seorang laki-laki tinggi dan bongsor berjalan mendekat ke arahku.


"A-alan" Ucap Millen dengan gugup


"Kalian jangan seenaknya menyiksa orang!" Ketus Alan pada mereka - Millen dan Raya.


Ada apa lagi dengan Alan? oh tidak jangan sampai setelah ini aku akan disiksa lagi oleh Alan.


"Bukankah kau juga membencinya?" Tanya Millen.


"Ya. Aku membencinya, tapi tidak berlebihan seperti ini bego!" Jawabnya dengan nada cuek dan seperti sedikit marah - oh tidak mungkin, aku salah menebaknya karena tidak mungkin seorang Alan Calvo Jenkins marah hanya gara-gara ada orang yang membully ku - bahkan dia juga sering membullyku.

__ADS_1


bersambung~


__ADS_2