
Bel telah berbunyi tanda pelajaran sudah berakhir.
Aku memasukan buku-buku pelajaran yang telah digunakan kedalam tas.Lalu aku keluar dari kelas dan berjalan menuju Aster Florist mengambil bunga untukku jualkan dipinggiran kota.Uangnya aku gunakan untuk membayar kontrakan, kuliah, dan kebutuhan ku.
Aku tidak seberuntung anak-anak diluaran sana yang biaya kuliah ditanggung orangtuanya, disayangi orangtuanya, kebutuhan yang berkecukupan tanpa harus berjuang keras sendiri seperti ku.Tapi aku masih bersyukur pada Tuhan karena aku bisa kuliah, mempunyai tempat tinggal, dan masih bisa makan walau hanya dengan tempe dan tahu atau makanan cepat saji atau bahkan aku juga sering tidak makan setiap harinya.
Sekarang aku duduk di bangku pinggiran kota yang cukup terik, beruntung aku membawa topi di tas dan memakainya.Setidaknya bisa melindungi kepala ku dari teriknya matahari.
"Papah" Gumamku ketika melihat seseorang di kafe sebrang dengan kaca kafe yang disinari matahari.
"Ya, itu adalah papah aku yakin sekali" Gumamku memerhatikan intens ke arah kafe tersebut.
"Mbak!"
Aku terkejut ketika aku sedang memerhatikan ke arah papah tiba-tiba seseorang memanggil ku.Aku menengok ke sumber suara.
"Ehh, iya ada apa mbak?" Tanyaku pada orang yang sedang menatapku.
"Mbak jualan bunga kan?" Tanya orang itu dan mendapatkan anggukan kecil dariku.
"Saya beli yang ini ya mbak 2" Ucap orang itu menunjuk bunga mawar merah.
Aku mengikuti arah tangannya dan segera mengambil bunga itu lalu memberikan nya "Ini mbak! jadi 4,55 Dolar (setara dengan 50 ribu rupiah)" Ucap ku memberikan 2 buket bunga mawar merah.
Orang itu menerimanya dan memberikan beberapa Dollar Australia (AUD) dan Koin Sen kepadaku "Terimakasih" Ucapku setelah mengambil Dollar dan Koin itu.
**
"Wahh lumayan banyak juga ya yang membeli bunga" Ucap kak Seto setelah menghitung jumlah uang yang ku bawa.
"Alhamdulillah kak" Ucapku memberikan senyuman.
Kak Seto menghitung kembali uang yang ada di tangannya lalu memberikan beberapa lembar padaku "Ah terimakasih kak!" Ucapku menerima uang itu.
Kak Seto adalah pelayan bunga dan sekaligus orang kepercayaan pemilik toko bunga ini.
**
Kini aku berada di dalam supermarket.Aku mengambil makanan cepat saji dan satu kaleng minuman, karena sejak tadi aku belum makan ataupun minum.Itu memang rutinitas ku, aku hanya akan makan setelah sepulang menjual bunga dan mendapatkan uang.Aku hanya makan satu kali dalam sehari karena sebentar lagi ulangan dan aku harus membeli buku-buku paket dan melunasi uang semester yang belum ku bayar.
__ADS_1
Aku makan di depan supermarket itu karena jarak dari supermarket ke kontrakanku cukup jauh, sedangkan perutku sudah meronta-ronta meminta makanan.Tas sekolah yang ku bawa aku taruh di atas pahaku dan aku timpa dengan makanan yang tadi ku beli.Aku memakannya dengan lahap tanpa memperdulikan orang-orang yang melewati ku untuk berbelanja di supermarket dan melihat ku dengan tatapan mata aneh.
"Sial!gue ketemu Lo lagi! Lo ngapain disini?ngemis atau jadi gembel?" Ucap seseorang.
Aku yang mendengar suara disampingku langsung menenggakan kepala ku keatas.
Orang itu menatapku dengan tatapan devil dan meremehkan ku.Aku benar-benar tidak habis fikir, selalu saja aku bertemu dengannya.Aku tidak menghiraukan kata-kata nya yang selalu menyakitkan hatiku, dan jika aku berdebat dengannya pasti dia yang akan menang, jadi memutuskan untuk melanjutkan makan makanan ku.
"Kenapa Lo gak jawab! udah gapunya mulut atau tuli Lo!" Geram Alan karena tak mendapat jawaban dari ku.
Aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan
"Maaf" Lirihku lalu mendengak menatap wajah Alan.
Setelah mendapat jawaban dariku, Alan tersenyum smrik.Entahlah apa yang ia rencanakan, tapi senyumannya sukses membuat bulu kuduk ku berdiri.
"Belikan minuman" Ucapnya padaku sembari memberikan beberapa lembar uang.
Aku menerima uangnya lalu ia pergi begitu saja "Kau mau kemana?" Tanyaku dengan gugup karena aku berbicara dengannya selain kata 'maaf'.
"Mobilku disana!antarkan minumannya kesana, jangan coba-coba mengambil kembaliannya" Ancamnya padaku.
"Aduhh, aku lupa tadi dia bilang minuman apa ya?" Ucapku berpikir keras karena dihadapanku berjejer minuman-minuman dengan berbagai rasa dan berbagai merek.
Lalu aku asal menyambar minuman dengan rasa strawberry dan membayarnya.
Setelah keluar dari supermarket aku celingak-celinguk mencari mobil yang tadi ditunjukan olehnya.Nihil tidak ada satupun mobil yang terparkir disitu.
Tinnn...
Seseorang memberikan klakson.Aku yakin itu adalah Alan, aku segera menengok ke sumber suara dan ternyata ada satu mobil yang terparkir sangat jauh tapi aku bisa melihatnya karena lampu mobilnya menyala.
Aku berjalan menuju ke arah mobil itu.
Ketika sampai di depan mobil itu aku mengetuk kaca mobilnya tiga kali "tok, tok, tok"
Kaca mobil itu menurun dan tampaklah wajah..bukan Alan,tapi..seorang pria kira-kira berumur 30 tahunan.
Aku kaget ketika orang itu bukan Alan "Maafkan saya pak, sa–" Ucapanku terpotong.
__ADS_1
"Gue dibelakang!" Sela seorang di kursi belakang mobil yang tak lain adalah Alan.Ia menurunkan kaca mobil nya dan menyembulkan kepalanya keluar.
Aku langsung menyerahkan kresek yang berisi minuman sekaligus kembaliannya.
"Siapa yang nyuruh lo beli minuman strawberry?!" Tanyanya dengan nada tinggi dan menatapku dengan tajam.
Aku menghembuskan nafas kasar lalu menggeleng "Tidak ada"
"Lo tahu gue tidak suka minuman strawberry" Ucapnya lagi masih dengan menatapku.
"Tidak" Jawabku singkat.
"Sepertinya wanita ini sedang tuan kerjai"gumam sang supir yang hanya menjadi pendengar diantara pertengkaran mereka.
Karena pasalnya Alan sangat menyukai minuman dengan rasa Strawberry, bahkan dimansion, Alan mempunyai tanaman Strawberry.
"Kenapa Lo membeli minuman strawberry!" Tanyanya lagi.
"Karena aku tidak tahu minuman yang kau suka!aku asal mengambilnya saja dan aku menyukai minuman Strawberry" Jawabku dengan sejujurnya.
"Kenapa Lo gak nanya dulu bodoh!" Sentaknya padaku.
"Karena kamu tidak bilang padaku" Jawabku dengan jujur.
"Ohh,, sudah mulai berani menjawab ya" Ucapnya menaik-turunkan alisnya.Sungguh rasanya aku ingin sekali menam...tidak jadi, aku tahu dia siapa dan aku siapa.Aku hanya bisa menahan amarahku saja.
"Maaf.." Lirihku, berharap dia tidak melakukan hal yang menjengkelkan lagi.Tapi, bukan Alan jika tidak seperti itu, dia menyuruh ku membelikan minuman lagi dengan rasa yang berbeda.
Setelah sampai di supermarket tadi aku berjalan menuju bagian minuman "Rasa jeruk merek ****" Gumamku mencari minuman yang diminta oleh Alan.
Ketika aku akan mengambil minuman itu, seseorang berbarengan menyambar minuman itu dan ia duluan yang mengambilnya.
"Kak Seto!" Ucapku ketika mengetahui itu adalah Kak Seto.
"Alin!kamu ngapain disini?" Tanyanya padaku.
"Alin membeli minuman kak" Jawabku lalu mengambil minuman jeruk.
bersambung~
__ADS_1