
"Yasudah, kamu masih hafalkan dimana tempatnya?" Tanyanya.
"Masih bu, kan Alin sering kesini" Ucapku.
"Kamu kesini cuman kalau gak ada mata pelajaran di kampusmu" Jawab Bu Daisy.
"Haha iya bu, kalau begitu Alin mau kebelakang dulu ya bu" Pamitku padanya.
"Wah cuciannya banyak sekali, pasti tadi kafenya bu Daisy rame banget" Ucapku menatap piring-piring dan gelas kotor dihadapanku.
Aku mengikat rambutku kebelakang sebelum mencuci piring-piring dan gelas yang menumpuk.Aku mengambil satu piring dan aku mengambil sabun beserta spons lalu mencuci piring yang ada di tanganku.
Satu piring
Tiga piring
Lima piring
Sepuluh piring
Lima gelas
Lima belas gelas
Selesai.
Kini aku sudah mencuci semua piring dan gelas, ku usap keningku yang berkeringat memakai tanganku yang masih berlumur busa sisa mencuci piring tadi, setelah itu aku mencuci tanganku lalu aku berjalan.
Satu langkah
Brugg
Aku tidk bisa menyeimbangkan tubuhku, kepalaku pusing, badanku rasanya lemas karena aku belum makan sebutir nasi pun dari pagi.Setelah dari Aster Florist aku segera ke Kafe Melorine jadi aku lupa untuk membeli makanan, kaki ku kram karena terlalu lama berdiri untuk mencuci piring, akhirnya aku terjatuh, untungnya di sana tidak ada siapapun yang melihatku.
Aku berpegangan pada benda yang ada disana mencoba untuk bangkit.Akhirnya aku bisa berdiri kembali dan aku melihat ke arah kaca yang berada di samping westafel, kulihat mukaku yang pucat pasi, bibirku yang kering dan berwarna putih dan raut muka yang lemas terpampang jelas disana.Aku merogoh kantong bajuku mencari benda yang sering ku bawa kemana-mana.
"Untung aku membawanya" Gumamku menatap benda kecil dan panjang berwarna nude.
Aku mengoleskan benda itu pada bibirku dengan perlahan.
"Begini lebih baik" Gumamku menatap diriku melalui pantulan kaca dengan bibir berwarna nude sekarang.
"Setidaknya orang-orang tidak mengetahuinya" Batinku.
Aku berjalan meninggalkan dapur dengan langkah pelan sembari terus berpegang pada benda-benda yang bisa menolongku untuk menopang tubuh kecilku yang lemas ini.
Aku menemui bu Daisy untuk memberitahunya bahwa piring-piring nya sudah ku cuci dengan bersih.Tapi, sebelum aku bertemu dengannya aku menarik nafas dalam-dalam dan mengganti raut muka yang lemas menjadi ceria seperti biasanya.
__ADS_1
"Bu, piring-piring dan gelasnya sudah Alin bersihkan semua" Ucapku ketika dihadapan bu Daisy.
Bu Daisy yang tadinya sibuk memainkan ponselnya kini menengok ke arahku "sudah semua?" Tanyanya seperti tidak percaya.
"Iya bu" Jawabku.
"Semuanya?" Tanyanya lagi.
"Iya bu" Jawabku lagi dengan jawaban yang sama.
"Secepat ini?" Tanyanya lagi.
Aku hanya menjawab pertanyaan dari bu Daisy dengan anggukan kecil.
"Wah hebat kamu Al! padahal piring-piring dan gelasnya itu banyak banget loh! tapi kamu menyelesaikan nya dengan waktu setengah jam" Ucap bu Daisy mengukir senyum padaku.
"Kalau ibu yang mencucinya pasti bisa sampai dua jam Al!" Lanjutnya.
"Mungkin ibu cucinya sambil makan ayam goreng Upin-ipin kan bu? atau sambil main tiktok?" Batin Author.
"Yasudah kalau begitu Alin pamit ya bu" Ucapku.
"Eh iya, ini upahmu hari ini" Ucapnya merogoh kantung baju dan memberikan beberapa lembar uang kertas padaku.
"Ini kebanyak bu!" Ucapku.
"Terimakasih bu!" Ucapku padanya yang sudah berlalu dari hadapaku.
Setelah kepergian bu Daisy, ku duduk di kursi kafe untuk menunggunya kembali, entahlah dia sedang apa, tapi tadi dia bilang aku disuruh menunggunya disini.
Tak lama kemudian bu Daisy datang dengan membawa satu paper bag ditangan kananya dan satu kresek di tangan kirinya.
"Ini untukmu" Ucapnya memberikan paper bag dan kresek padaku.
Aku menerimanya "Apa ini bu?" Tanya ku.
"Itu makanan dan baju untukmu" Jawabnya.
"Terimakasih banyak bu! jika Alin sudah sukses kelak, Alin akan membalasnya" Ucapku dengan mata berkaca-kaca senang sekaligus terharu.
"Iya, Iya, ibu selalu mendoakan mu supaya kelak bisa menjadi orang yang sukses" Ucap bu Daisy lalu memelukku.
Aku membalas pelukannya "Terimakasih banyak ya bu"
"Sama-sama" Jawabnya.
"Alin pulang dulu ya bu! terimakasih atas semuanya" Ucapku memberikan senyuman.
__ADS_1
"Hati-hati" Ucapnya padaku.
Aku berjalan meninggalkan bu Daisy dan Kafe nya, aku berjalan dengan langkah gontai, aku terus berjalan meninggalkan Kafe Melorine.
Sudah lumayan jauh aku berjalan untuk menuju kontrakan ku, ketika ingin melangkah lagi pandangan ku buram seketika, aku tidak bisa melihat jelas yang ada didepanku, semuanya serasa berputar-putar, ingin ku duduk di kursi yang ada tepat sebelahku hanya berjarak 5 kaki saja mungkin tapi kepala ku terasa pusing dan badanku lemas serasa tidak bisa digerakan.
Paper bag dan kresek yang kubawa jatuh kebawah "Aduhh" Lirihku sembari memijat keningku dan merapatkan mataku.
Aku tidak bisa menahannya lagi, aku kehilangan keseimbangan untuk kedua kalinya.
Brugg
Sebelum tubuhku menyentuh jalanan ada yang menopang tubuhku untuk kembali tegak, entahlah aku tidak tahu siapa dia karena kepalaku masih begitu pusing, aku mencoba membuka mataku untuk melihat siapa yang membantuku tapi penglihatan ku masih kabur.
Dia menopang tubuhku lalu membantuku untuk duduk di kursi pinggir kota.
"Tunggu disini! aku akan kembali" Ucapnya padaku.
"Siapa dia?" Gumamku masih terus memijat keningku supaya sakit kepala ku mereda.
"Minumlah!" Aku membuka mataku dan mengerjap-ngerjapkan supaya penglihatan ku kembali normal.Samar-samar aku melihat satu botol air mineral, aku mencoba mendengakan kepalaku untuk melihat siapa orang yang membantuku tapi kepalaku terlalu pusing dan akhirnya aku menundukkan kepalaku lagi.
"Minum!" Ucapnya lagi sembari memberikan botol air mineral pada tanganku.
Aku meminum air yang diberikannya, aku berdiam beberapa detik untuk menetralisir rasa pusing di kepalaku.Setelah beberapa detik aku mencoba membuka mataku sedikit demi sedikit.
Tampaklah jalan raya dan lalu lalang kendaraan yang aku lihat pertama kali.
"Terimaka–" Ucapku sembari menengok ke samping kanan dan ternyata tidak ada satu orangpun yang ada disampingku, hanya ada paper bag dan kresek yang Bu Daisy berikan untukku.
"Kemana dia?" Ucapku bermonolog dengan diriku sendiri sembari menengok ke samping kiri mencoba mencari orang yang tadi menolongku.
Hasilnya nihil, aku tidak menemukan orang baik itu - entahlah dia orang baik atau bukan, tapi aku yakin dia orang baik, buktinya dia menolongku tadi.
Aku lihat ke samping kananku, paper bag dan kresek yang diberikan oleh Bu Daisy untukku.Kuambil kresek itu dan menyimpannya di atas pahaku.
"Aku makan disini saja ya? yasudah makan disini saja! daripada nanti di tengah jalan aku pingsan lagi, masih beruntung kalau ada yang menolongku, kalau tidak ada yang menolong kan bisa mati aku" Gumamku.
Ku buka kresek itu dan munculah aroma yang membuat perutku berdisco tiba-tiba.
"Haruumm" Ucapku sembari menciumi makanan tersembunyi yang ada dalam kotak itu.
"Nasi goreng" Ucapku setelah mengetahui makanan yang bersembunyi di balik kotak itu.
Hari itu, menit itu, dan detik itu langsung kumakan nasi goreng pemberian Bu Daisy tanpa memperdulikan orang-orang yang berlalu-lalang di hadapanku.
bersambung~
__ADS_1