
"Sial banget ini hidup, udah ngajak cewek jalan. Eh ternyata dia dah punya pacar" kata Arya yang tengah dilanda galau.
Arya mengendarai motornya sambil bergumam karena mabuk. Dia merasa depresi dan mabuk karena cewek yang dia sukai sudah memiliki pasangan. Sepanjang perjalanan dia terus menerus mengeluh. Arya bekerja di jasa pengiriman barang sebagai seorang kurir, dia kenal cewek dari temannya yang satu profesi sama dia.
Karena pengaruh alkohol, Arya pun jatuh di dari kendaraan nya. Dia berusaha bangun namun tidak mampu. Akhirnya Arya pun duduk di samping motor nya yang ambruk.
"Ahh sial malah kayak gini nasib ku" ucapnya sambil memegang kepalanya.
Arya pun berusaha bangun dan motornya yang sebelumnya ambruk di buat berdiri kembali. Arya kemudian menyalakan kendaraannya, namun sayang kendaraannya tidak mau menyala. Karena sudah malam dan tidak ada bengkel yang buka, dia pun mendorong motornya sampai di depan rumah kontrakannya. Sampai di kontrakan Arya pun tertidur di depan teras karena belum sempat membuka pintu.
Ke esokan paginya dia terkejut menyadari dirinya tidur di teras rumah. Dia pun membuka pintu dan masuk ke dalam rumah. Arya masih merasa agak pusing, dia pun menatap ke arah jam.
"Ahh sial udah jam 7 !!! mandi lalu langsung berangkat"
Arya pun langsung menuju kamar mandinya dan bergegas ganti pakaian. Setelah ganti pakaian dia pun bergegas menuju kendaraanya. Betapa terkejutnya dia melihat motornya penuh dengan bekas goresan.
"Sial kenapa motor ku bisa ada bekas goresan dan lecet gini ?"
Dia tidak mau ambil pusing dan coba menyalakan kendaraannya. Kendaraannya tidak mau menyala, dia terus mencoba sampai akhirnya motor itu menyala. Dengan cepat dia langsung tancap gas menuju ketempat kerja.
Sesampainya di tempat kerja, dia langsung mengambil barang yang harus dia antar kan. Saat sedang packing barang untuk di antar, tiba-tiba dari belakang ada yang menepuk pundak Arya. Ternyata dia adalah si Yoga teman sesama kurir.
"Wah rajin banget Ya"
"Hmm"
"Gimana kencan semalam, dia terima kamu kan haha"
Ucapan Yoga mengingatkan nya pada kejadian semalam. Ya karna kejadian itu dia harus tidur di terasa rumah dan motornya lecet semua.
"Woi kok diam ?"
"Sorry sedang kurang fokus"
"Jadi semalam gimana ?"
"Aku di tolak, dia ternyata sudah punya pacar"
"Ehh masa begitu ?"
"Iya"
"Sabar ya bro, mungkin belum jodoh kau"
Arya hanya diam dan melanjutkan packing barangnya. Setelah selesai packing, dia pun mulai berangkat mengantarkan barangnya. Wajah Arya begitu masam karena teringat kejadian semalam. Ya wanita manis itu menolaknya tanpa belum sempat Arya menembaknya jadi pacar.
Arya yang tidak mau terus di hantui perasaan sedihnya berusaha melampiaskan kecewanya dengan bekerja lebih rajin. Semua paket sudah di kirim dan dia pun kembali ketempat kerjanya. Sampai di tempat kerja, Arya kembali bertemu dengan si Yoga yang juga selesai antar paket.
Yoga pun mengajak Arya ngopi setelah pulang kerja. Arya pun hanya mengangguk memenuhi keinginan temannya. Sepulang kerja jam 5 mereka berdua langsung menuju tempat kopi di dekat kantor. Yoga memadamkan kopi untuk Arya dan Arya sudah menunggu di meja. Arya mengeluarkan sebungkus rokok dan mengambil sebatang lalu di nyalakan.
__ADS_1
Tak lama kemudian kopi pun datang ke meja mereka, Yoga pun langsung meminum kopi itu. Arya hanya menikmati rokok yang dia hisap dan tidak menghiraukan dengan apa yang di lakukan Yoga. Yoga pun memulai percakapan.
"Eh kau beneran di tolak Yola ?"
"Iya"
"Kok bisa dia nolak kau ?"
"Entah lah"
"Lha waktu kau tembak dia bilang gimana ?"
"Belum juga sempat nembak"
"Tunggu ? kagak paham aku sama kamu"
"Dia belum ku tembak, tapi aku dengar dia sedang ribut sama cowok"
"Lah kalau gitu kan bisa saja kakaknya"
"Kan kau sendiri yang bilang dia anak tunggal Yog"
"Benar juga ya, sorry aku lupa hehe"
Arya meminum kopinya dan lanjut menikmati rokoknya. Yoga pun mengeluarkan sebungkus rokok dan menyalakan sebatang. Kemudian karena Yoga masih penasaran dengan Arya. Dia pun melakukan wawancara dengan nya.
"Lalu sampai sekarang kau masih berkirim pesan dengannya kan ?"
"Lah kenapa kagak diangkat"
"Lha ngapain juga ku angkat"
"Siapa tau kan penting"
"Kalau penting kan bisa datang ke rumah atau wa saja, kagak perlu telfon kecuali mau basa basi"
"Kau itu memang susah di pahami Arya"
Arya hanya diam dan menatap Yoga. Arya pun mulai membalikan percakapan.
"Lalu gimana hubungan mu sama si Nia"
Terlihat Yoga mulai salah tingkah dan gugup.
"Kalau itu jelas baik lah hubungan kami"
Arya hanya tertawa dan mengambil sebatang rokoknya. Arya menyalakan rokoknya dan kemudian menghisapnya. Arya membuka hp nya dan terdapat telfon serta wa nya. Dia terkejut melihat Yola telfon dan wa dia begitu banyak.
"Ahh ngapain dia spam wa sama telfon sih"
__ADS_1
Yoga yang dengar langsung berkata.
"Jawab saja Ya, siapa tau dia mau ngomong penting"
Arya hanya diam, dan membalas wa Yola. Yoga yang melihat Arya membalas pesan Yola hanya tersenyum seolah menyindirnya.
"Kenapa kau Yog senyum-senyum kayak gitu ?"
"Nggak papa lah, kan senyum ibadah haha"
"Serah kau lah Yog"
Arya dan Yoga duduk disana cukup lama sampai rokok mereka berdua habis. Yoga pun menatap layar hp nya.
"Eh cabut yok Ya ?"
"Emang dah jam berapa ngajak cabut"
"Udah jam 7 kali, mana belum mandi dan capek juga"
"Ya udah ayo"
Yoga pun membayar kopi, Arya menunggu di kendaraanya.
"Ok kita pisah ya, entar kalau ada berita terbaru soal kau sama Yola cerita-cerita ok"
Yoga menggoda Arya supaya berusaha mendekati Yola terus. Arya hanya diam karena sudah merasa kecewa gagal mendapatkan Yola. Arya dan Yoga pun berpisah di jalan, Arya pergi menuju Alfamart untuk membeli rokok. setelah membeli rokok Arya langsung balik ke rumah.
Sampai di rumah Arya melihat cewek SMA menggunakan seragamnya sedang duduk di depan gerbang rumahnya.
"Hei kau siapa ? cari siapa malam-malam gini ?"
Cewek itu hanya diam menatap Arya. lalu cewek itu berkata.
"Boleh aku menginap di rumah mu"
Arya pun terkejut mendengar ucapan cewek itu. Arya langsung berfikir bahwa cewek itu melarikan diri dari rumah.
"Apa kau kabur dari rumah ?"
"Iya, aku nggak mau di rumah"
"Sana pulang, kasihan orang tua mu nanti"
Cewek itu berdiri dan menatap Arya dengan sedih.
"Aku mohon izin kan aku tidur di sini"
Arya hanya diam, cewek itu terus menatap dengan sedih di wajahnya.
__ADS_1
"Hadeh yang ada aku dapat kasus karena izin kan cewek SMA nginep di rumah ku"
Cewek itu terus memaksa untuk mengizinkan nya menginap di rumah Arya. Karena sudah malam dan Arya kasihan pada cewek itu, akhirnya Arya mengizinkan dia tinggal di rumahnya.