Beda Usia

Beda Usia
Pagi Yang Berbeda


__ADS_3

Malam itu suasana semakin dingin bersama dengan hati Arya yang mulai di selimuti rasa bimbang karena perkataan Yola. Arya duduk di teras rumah kontrakan nya sambil terus menatap ke jalan.


"Aku merasa bingung dengan perasaan ku sekarang kepada Yola. Jujur aku suka dia, namun saat itu dia sudah meninggalkan ku"


Arya hanya bisa menghisap rokok dan minum secangkir kopinya. Kopi dan rokoknya seolah menemani malam-malam nya yang tengah di terasa bimbang.


"Mas Arya, kenapa di luar ?"


Suara Echa membuat lamunan Arya ambyar. Arya melihat Echa yang tengah berdiri sambil bersandar di pintu.


"Kenapa kamu kagak tidur ? bukannya tadi kamu sudah tidur pas aku pulang ?"


Arya bertanya sambil menatap Echa yang terlihat senang.


"Ya nggak papa kan Mas ? lagian mas sendiri tumben pulang kerja malam banget. Terus kenapa juga mas nggak tidur ? atau mas nggak mau tidur kalau ada aku hehe"


Echa membalikan pertanyaan Arya. Membuat Arya menjadi salah tingkah. Echa tertawa melihat Arya yang salah tingkah karena godaannya.


"Bu... Bukan begitu juga, aku hanya belum ngantuk saja"


Arya memalingkan wajahnya dari Echa dan mulai menghisap rokoknya. Echa tersenyum dan masuk ke dalam rumah.


"Ahh sial tuh anak ngapain coba bilang kayak gitu ? ya udahlah"


Arya menatap gelas kopinya dan mengingat saat dia pulang dan Echa sudah menunggu sambil tertidur di ruang tamu dengan segelas kopi yang dia siapkan untuk nya.


Sejenak suasana terasa nyaman saat dia mengingat kejadian itu, namun hatinya kembali bimbang saat mengingat waktu bersama Yola di taman.


"Sebenarnya apa yang membuat ku bimbang ? kenapa hati ini tidak bisa tenang ?"


Arya bergumam dan mengambil sebatang rokok untuk di nyalakan. Dari dalam rumah terdengar suara orang sedang memotong dan memasak di dapur. Arya tidak terlalu peduli dengan apa yang dia dengar. Arya hanya duduk menikmati rokok dan memikirkan masalahnya. Tiba-tiba dari dalam rumah terdengar langkah kaki berjalan menuju ke pintu. Echa keluar dari dalam dan bersandar di pintu masuk.


"Mas Arya, mari makan hehe"


Arya yang mendengar ucapan Echa pun merasa heran. Echa pun kembali masuk kedalam rumah. Arya pun berdiri dan mematikan rokoknya kemudian berjalan menuju kedalam rumah.


Saat tiba di dalam rumah, betapa terkejutnya Arya. Di meja makan sudah terdapat nasi goreng 2 piring dan Echa sudah duduk menunggunya.


"Kenapa kau duduk disana ? lalu siapa yang buat nasi goreng itu ?"


Echa tersenyum sambil menatap Arya.

__ADS_1


"Duduklah dan makan dulu, aku mau meminta pendapat mu soal masakan yang aku buat hehe"


Arya pun duduk dan menatap makanan yang ada di depannya.


"Tidak kau campur racun kan ?"


Echa cemberut dan menggembungkan pipinya. Arya tertawa melihat sikap Echa. Mereka pun menyantap makanan itu dengan hati senang.


Setelah makan Arya pun menggoda Echa dengan kata-kata nya.


"Masakan kamu enak, lain kali masak terus ya buat aku hehe"


Echa berdiri mengambil semua piring kotor.


"Ya kalau cuma masak nasi goreng aku bisa, tapi untuk menu lain akan ku usahakan hehe"


Echa tersenyum dan berjalan menuju dapur. Arya hanya tersenyum melihat sikap Echa. Malam yang sebelumnya hanya di jalani Arya sendirian, sekarang berubah menjadi terasa ramai karena ada Echa.


Arya pun mengambil bantal dan selimut dari kamar kemudian berjalan ke ruang tengah. Echa yang keluar dari dapur melihat Arya yang berjalan dan menghampirinya.


"Kenapa bawa bantal dan selimut mas ?"


"Kan sudah ku bilang. aku akan tidur di ruang tengah dan kau tidur di kamar"


Echa mendekati Arya dan duduk di kursi depan sofa tempat bantal dan selimut di letakan.


"Kenapa nggak tidur di kamar sama aku ?"


Arya yang mendengar ucapan Echa lalu mengeluarkan sebatang rokoknya dan menyalakannya.


"Aku belum tertarik sama kamu. lagian aku dah bilang kan, kalau aku hanya mau tidur sama cewek yang ku suka"


Mendengar ucapan Arya membuat Echa senyum.


"Jadi mas belum suka sama aku dong ?"


Echa mulai menggoda Arya dengan kata-katanya. Arya menghisap rokoknya dan menatap Echa.


"Kagak, mana mungkin aku suka sama anak SMA yang kabur dari rumah"


Terlihat jelas wajah Echa sedikit kecewa, namun dia menutupinya dengan senyuman. Sedangkan Arya tidak terlalu memperhatikan wajah Echa karena berusaha memalingkan wajahnya dari nya.

__ADS_1


"Udah malam, sana kau tidur. Besok kamu harus beres-beres dan masak buat aku jangan lupa"


Echa berdiri dan menatap Arya dengan senyumannya.


"Iya, siap mas Arya yang baik wekk"


Echa menjawab sambil menjulurkan lidah lalu berjalan menuju kamar meninggalkan Arya sendiri di ruang tamu.


Arya hanya menatap Echa yang mulai masuk ke dalam kamar. Arya pun berbaring dan menutupi badannya dengan selimut.


Malam itu Arya tertidur dengan pulas, dan mampu sejenak menghilangkan perasaan bimbang ya pada Yola.


Pagi itu terasa sejuk, alarm di HP Arya pun mulai berbunyi. Terdengar suara orang memasak di dapur dan wangi kopi di pagi hari. Dengan mata yang menggantung, Arya membuka matanya dan melihat secangkir kopi sudah tersedia di meja depan sofa dia tidur.


Arya pun duduk dan mematikan alarm HP nya. Arya mengambil sebatang rokok dan menyalakannya kemudian meminum kopi yang di meja.


"Ini kedua kalinya kopi tersedia di meja sebelum aku bangun ya ? ternyata dia cewek yang mengerti keadaan dan menepati omongannya"


Arya bergumam dalam hati dan menikmati rokoknya. Saat sedang asyik menghisap rokok, Arya di kejutkan dengan Echa yang sudah berdiri di samping Sofanya.


"Ehh, ku kira setan, ternyata kau"


Echa tertawa dan duduk di sofa depan Arya.


"Hehehe maaf bikin kaget, tapi sayangnya aku bukan setan"


Arya hanya tersenyum tipis dan meminum kopinya.


"Baju kerja mu sudah ku cuci lalu baju satunya sudah ku setrika dan ku letak kan di kamar. Habis ini mas mau makan dulu apa mandi ?"


"uhukk uhuk ya aku mandi dulu kalau gitu"


Arya pun mematikan rokoknya dan berjalan menuju kamar mandi, sedangkan Echa berjalan menyiapkan makanan.


Setelah mandi, Arya pun berganti pakaian dan berjalan menuju meja makan.


"Hari ini makan pakai telur saja ya mas ?"


Arya hanya mengangguk dan duduk. Mereka berdua pun menikmati makan pagi bersama. Setelah makan, Arya berjalan menuju ruang tamu dan Echa meletakan piring kotor ke dapur.


Pagi itu terasa seperti ada yang berbeda dalam hari Arya. Arya yang biasa menikmati semuanya sendiri, sekarang harus berbagi dengan Echa tiap pagi.

__ADS_1


__ADS_2