
Pagi itu terasa sangat berbeda dengan biasanya. Hari yang sebelumnya sepi dan sendiri, sekarang terasa berbeda.
Arya melangkahkan kaki nya keluar rumah untuk berangkat bekerja. Dia keluarkan kendaraan nya dan memulai memanaskannya.
"Mas Arya, nanti pulang jam berapa ?"
Terdengar teriakan Echa dari depan pintu. Arya menatap ke arah Echa.
"Mungkin aku akan pulang lebih cepat, memang ada apa ?"
Echa memegang rambutnya dan menunduk kan kepalanya. Arya merasa begitu bingung melihat sikap Echa.
"Aku mau membuatkan makan malam yang mungkin mas suka"
Arya hanya tersenyum mendengar jawaban dari Echa. Dia pun mulai menaiki kendaraan nya dan berangkat kerja. Echa hanya menatapnya dengan senyuman manisnya.
Di sepanjang perjalanan itu terasa begitu menyenangkan, angin seolah berhembus dengan nyaman menembus jaket yang dia kenakan. Tanpa terasa Arya sampai di kantornya.
Senyumnya berbeda dengan hari sebelum-sebelumnya. Tanpa di sadari, dari belakang orang yang tidak asing untuknya memukul pundaknya.
"Cie yang kelihatan begitu bahagia haha"
Terlihat Pampam senyum sindiran pagi itu. Arya hanya membalasnya dengan senyum masam nya.
"Eh kau jadian sama Yola ya Ar ?"
Bak tersambar petir, Arya mendengar ucapan dari Pampam.
"Kata siapa ?"
Arya merasa bingung dan balik bertanya kepadanya. Pampam hanya senyum senyum dan menepuk punggung Arya.
"Bisa di biang dari Yola sendiri hehe"
Mendengar jawaban itu membuat Arya semakin bingung. Seingatnya, dia belum sedikit pun memberikan jawaban kepada Yola. Pampam berjalan pergi meninggalkan Arya sendiri di depan tempat kerja.
"Kenapa bisa Yola berkata kalau kami jadian ? apa maunya dia ?"
Arya hanya bergumam dalam hati sambil memikirkan semua maksud dari ucapan Yola kepada Pampam yang bilang dia jadian.
"Sebaiknya nanti ku coba untuk bertanya langsung sama dia"
__ADS_1
Arya mengambil HP dan mengirimkan pesan kepada Yola untuk bertemu. Arya berjalan masuk kedalam kantor dan bersiap untuk bekerja.
Waktu terus berlalu, jam terus berganti seiring pekerjaan mulai selesai. Akhirnya waktu yang Arya tunggu datang juga. Langkahnya semakin cepat berjalan keluar dari tempat kerja. Saat Arya menaiki motornya, Pampam datang dan menggoda Arya kembali.
"Kenapa buru-buru Ar ?"
Arya hanya diam, dan menatap Pampam dengan tatapan kosong.
"Mau cepat pulang ketemu dengan Yola ya ? cie cie jangan lupa pajak jadian nya haha"
Arya menyalakan mesin motornya dan memegang pundak Pampam.
"Besok ku jelaskan ! untuk soal jadian sama Yola itu salah paham ! Ok !"
Arya langsung pergi meninggalkan Pampam di parkiran. Terlihat wajah Pampam yang kebingungan mendengar ucapan Arya tadi.
Sepanjang perjalanan menuju tempat ketemuan dengan Yola, fikiran Arya begitu kacau. Hari yang sebelumnya dia rasa begitu cerah, sekarang berubah menjadi kelabu. Rasa ingin tau dan penyebab ke salah paham itu pun membuatnya menjadi semakin bingung. Kecepatan kendaraan nya terus semakin cepat, jalanan seolah hanya milik nya. Sampailah Arya di depan tempat bertemu dengan Yola, di langkahkan nya kakinya dengan cepat masuk kedalam cafe. Terlihat dengan jelas Yola duduk menunggu Arya di meja yang biasa mereka tempati. Dengan cepat Arya melangkahkan kakinya menuju meja itu.
"Maaf membuat mu menunggu lama"
Terlihat senyum Yola begitu bahagia melihat Arya datang.
"Duduk lah dulu Ar"
"Yol, ada yang mau ku tanyakan pada mu"
"Apa itu Ar ?"
Hati Arya di penuhi rasa bimbang, namun dia sudah siap untuk menanyakan ke salah pahaman yang ada.
"Kenapa kau bilang ke Pampam kalau kita jadian ? bukan kah aku belum menjawab pertanyaan mu ?"
Wajah yang sebelumnya tersenyum dengan cerah tiba-tiba berubah menjadi memelas. Yola memegang tangan Arya dan menggenggam nya dengan erat.
"Apa kamu marah karena hal itu Ar ? aku kira kamu bakal senang kalau"
Arya mulai menunjukan keraguannya. Saat mendengar ucapan itu, hati Arya sebenarnya merasa senang dan di liputi rasa tidak puas.
"Bukannya aku marah atau tida senang. Namun semua terasa aneh Yol"
"Aneh bagaimana Ar ?"
__ADS_1
"Ya aneh saja, aku memang bilang kita jalani dulu, namun bukan berarti kalau kita jadian"
Yola terlihat murung mendengar ucapan itu. Perasaan bersalah pun muncul pada Arya.
"Maafkan aku Yol. Aku memang menyukai mu, namun saat kamu menolak ku, aku tidak tahu lagi dengan perasaaan ini. Jujur aku merasa bimbang sejak kita ketemu kemarin"
Arya menundukkan kepalanya dan tidak berani sedikit pun menatap wajah Yola.
"Arya, aku tau aku sudah salah menolak mu waktu itu. Namun sekarang ceritanya berbeda, aku mau menerima mu dan mau bersama dengan mu. Jadi ku mohon jangan merasa bimbang dan ragu pada ku"
Arya hanya menunduk mendengar jawaban itu, tidak ada sepatah kata pun yang bisa di ucapkan.
"Ar lihatlah aku"
Yola memegang erat tangan Arya berharap dia mengerti maksudnya dan menatapnya. Namun Arya yang di penuhi rasa bimbang hanya mampu tertunduk tanpa berani menatap Yola.
"Arya, apa kamu sudah tidak menyukai ku lagi ? sampai menatap ku pun kau tak mau ?"
Arya pun merasa terpukul mendengar ucapan itu. Arya memberanikan diri dan menatap ke arah Yola. Genggaman tangan Yola semakin kuat bersamaan suasana yang mulai tegang. Arya menggenggam balik tangan Yola.
"Aku memang menyukai mu, namun untuk saat ini bisakah kita jadi teman dulu seperti dulu Yola ?"
"Tapi kenapa Ar ? bukan kah kamu menyukai ku ?"
Arya menghela nafas dan menatap mata Yola dengan penuh perasaan.
"Mengertilah Yol. Sulit bagi ku untuk saat ini menerima mu kembali, jadi ku mohon biarkan rasa ini kembali dengan sendirinya dan rasa sakit karena penolak kan mu kembali pulih. Beri aku beberapa waktu dulu"
Yola menundukkan kepala dan mulai perlahan merenggangkan genggamannya. Arya secara reflek langsung menggenggam tangan Yola dan menciumnya. Yola merasa terkejut dengan apa yang di lakukan Arya. Wajah Yola mulai menunjukan malu di depan Arya.
"Ke,,,, kenapa kamu cium tangan ku Ar ?"
Arya hanya tersenyum dan melepas tangan Yola.
"Maaf, reflek ku tiba-tiba seperti itu. Namun yang ku tahu, aku belum bisa melepas mu atau pun menerima mu. Maaf Yol"
Yola terlihat kembali senang dan senyum yang sebelumnya redup kembali muncul.
"Aku senang kamu masih belum bisa melepas ku Ar. Aku akan menunggu sampai kamu siap untuk kembali membuka hati untuk ku"
Senyuman di wajah Yola membuat Arya merasa senang. Tanpa di sadari waktu terus berlalu dan malam pun mulai datang. Arya dan Yola pun keluar dari cafe.
__ADS_1
"Aku akan mengantar mu pulang Yola"