
"Pak.Zafran, bisa bicara sebentar?" tanya gue saat Zafran sedang terlihat santai di meja kerjanya.
"Silahkan Bu Liana..!" jawabnya sambil tersenyum.
"Kita bicara di luar saja, mungkin di taman sekolah..!" ajak gue sambil keluar.
Zafran pun mengikiti langkah gue dari belakang, dan kita pun duduk bersebrangan di kursi taman.
"Zafran, gue mau to the point aja, gue rasa akhir-akhir ini lo kaya kasih gue perhatian, gak tau apa gue yang ke-GR an apa emang bener itu yang lo lakuin, gue jujur, gue gak nyaman..!" kata gue tanpa basa-basi.
"Itu hanya perasaan kamu aja, aku gak bermaksud begitu...!"
"Zafran, gue tahu apa yang lo lakuin semenjak gue ngajar di sini, gue tahu ini semua emang karena info dari lo..tapi kalo malahan dengan gue ngajar di sini malahan bikin lo makin berharap sama gue, lo salah..gue cuman pengen kerja..itu aja!"
"Liana, aku tahu kamu menjalin hubungan dengan mantan murid sini..!"
"Maksud lo? Lo sudah tau siapa pacar gue?"
"Ya, siapa yang gak kenal Aryan Danu Rahardian, anak konglomerat papan atas, yang bisnisnya tersebar hingga ke luar negeri, bisnis di negara ini saja sahamnya banyak di perusahan swasta maupun BUMN, apa itu yang membuat kamu nolak aku?"
Gue bangkit dari duduk, dan berusaha menahan emosi karena ini masih lingkungan sekolah.
"Sepicik itu penilaian lo ke gue Zafran, jauh sebelum gue tahu siapa dia yang sebenarnya, gue sudah terima dia apa adanya...!"
"Ya, dan setelah kamu tahu kalo dia anak orang kaya, yang hartanya banyak, kamu lantas makin gak mau lepas dari dia, bukankah itu harapan wanita-wanita di luar sana, punya suami kaya raya tanpa harus capek bekerja..!"
Gue sudah mencapai puncak kesabaran!
"Cukup Pak Zafran, jika saya memang wanita yang seperti anda bicarakan barusan, tak perlu bagi saya untuk berlelah-lelah mengajar di sekolah, dan asal anda tahu, Aryan Danu Rahardian yang kaya itu bahkan rela tidak tinggal di rumah mewahnya dan memilih kerja part time demi menyiapkan masa depan bersama saya, terlepas dari siapa dia, saya sudah lebih dulu jatuh cinta padanya, tanpa tau dia kaya atau tidak..!"
"Apa yang kamu harapkan dari anak manja kaya dia, yang hanya bisa hidup dari harta orang tua, dia masih anak belasan tahun Liana, apa kata orang tua kamu jika tahu kalau kamu menjalin hubungan dengan anak bau kencur!"
"Saya rasa tidak ada lagi yang perlu saya jelaskan kepada anda, kedewasaan bukan dari nominal usia, tapi dari pola pikir dan cara bersikap, saya harap anda berkaca, anda guru, janganlah picik dan dangkal pikiran anda, dengan meremehkan orang lain..terima kasih untuk kebaikannya selama ini, ini terakhir kali kita berjumpa..selamat siang!" kata gue sambil beranjak.
Sungguh nafas gue terasa sesak, apa yang udah Zafran katakan sungguh di luar dugaan. Kenapa dia bisa seperti itu sekarang. Rasanya kepala gue makin berasap. Gue putuskan untuk keluar dari sekolah ini.
Saat gue keluar ruang guru, gue masih melihat Zafran masih tertegun di taman. Gue pun langsung melangkah keluar sekolah menuju cafe sebrang SMA.
Gue langsung telpon Aryan.
__ADS_1
"Yan, gue dah di cafe..!"
"Lho..gak jadi pulang sore?"
"Enggak, jemput sekarang ya..gue dah boring di sini..!" kata gue sambil memainkan sedotan.
Gue menunggu Aryan sembari melihat beberapa foto di galeri HP. Foto tengil gue dan Aryan, melihat senyumnya dalam foto, gue merasakan cinta yang luar biasa. Lo salah Zafran, bukan harta yang bikin gue jatuh cinta sama anak bau kencur ini. Tapi perlakuan dia yang begitu sangat menghormati dan menghargai gue sebagai wanita.
Deru motor Aryan membuyarkan lamunan gue. Dan segera kusongsong anak bau kencur itu. Diapun kaget, melihat sikap tak biasa gue hari ini.
"Kenapa lo? main meluk-meluk aja nih tumben?" tanyanya heran namun senang.
"Enggak, pengen meluk aja..!" jawab gue.
"Pengen cium juga gak?" godanya tengil.
"Iiisshhh..mesum!" jawab gue sembari melepas pelukan.
"Eeeh..siapa tau mau satu paket gitu..!"
"Gue tampol nih...buruan cabut!"
"Iya..iya, pegangan yang kenceng..mau kemana kita? pulang ke kos?"
"Waduh, jauh tuh..ongkosnya mahal...!" godanya.
"Berapa?" tanya gue pasrah.
"Satu kali ciuman, dua kali pelukan..!" katanya tengil.
"Gue cicil dulu pelukannya!!" jawab gue sambil memeluk dia dari belakang erat.
"Siap, kita jalan sekarang!!" katanya sambil menyalakan mesin motor.
Dan motorpun melaju ke arah pantai, harus menempuh lumayan jauh ke arah pinggiran kota.
...*****...
Deburan ombak membuat hati gue tenang. Penat hari ini perlahan sirna. Berganti rasa nyaman yang membuai ke dalam pelukan anak belasan tahun di sebelah gue.
__ADS_1
"Pantainya sepi..apa jangan-jangan kagak ada yang boleh ke sini ya..?" tanya gue penasaran.
" Udah gue booking juga nih pantai, jadinya kagak ada yang ke sini.."jawabnya ngasal.
"Sok kaya lo..!"
"Lah emang iya..kaya..ortu gue maksudnya..!" jawabnya terkekeh.
"Gue besok mau resign..!" kata gue.
Kata-kata gue bikin dia kaget, dan melepaskan pelukannya.
"Serius? kenapa? Pak Zafran bikin masalah?"
Gue menggeleng.
"Justru gue mau resign biar gak ada masalah antara gue sama Zafran..gue rasa itu yang terbaik!"
"Maksud lo?"
"Gue cuman gak mau frekuensi gue ketemu sama Zafran, bikin dia menaruh harapan lagi ke gue..gue cukupkan sampai hari ini aja ngajar di sana..!"
Aryan pegang tangan gue.
"Lo yakin? gue percaya kok sama lo..lo gak bakalan ngapa-ngapain sama Pak Zafran..lo kan orangnya profesional dalam bekerja..!"
"Enggak, gue gak mau lagi berinteraksi dalam hal apapun sama dia..kontak dia udah gue blokir juga..!"
"Liana, jujur ke gue, tentu bukan cuman itu alasan lo buat keluar dari sekolah itu?" tanyanya sambil menatap mata gue dalam-dalam.
"Gue gak terima dia merendahkan lo, dia ternyata sudah tau kalo gue pacaran sama lo, dia anggap gue cuman ngejar harta lo, dan mau hidup enak tanpa harus kerja..karena dia tau kalo lo anak orang kaya.."
Aryan tertegun sejenak.
"Gue gak habis pikir, Pak Zafran bisa berkata kaya gitu sama lo..apa dia merasa kalo dia jauh lebih baik dari gue?"
"Sudah..gue dah gak mau bahas dia lagi, yang gue mau sekarang, gue bakalan fokus buat cari kerjaan lagi...dan lo fokus kuliah..gue akan kerja apapun, gak harus jadi guru..yang penting halal..!"
Aryan memeluk gue erat, dan berbisik mesra.
__ADS_1
"Lo memang wanita idaman gue..gue janji bakalan kerja keras buat masa depan kita..!"
Gue pun mengangguk pelan.