Beda Usia

Beda Usia
Ujian Kesetiaan (2)


__ADS_3

Aryan pun akhirnya resign dari pekerjaan part timenya, dan mulai fokus ke kuliah. Walau sesekali dia mendapatkan info lowongan dari Hendra. Dia masih ragu untuk memulai kerja kembali. Mengetahui Aryan resign, Jessica murka. Tak disangka dia ditolak oleh anak belasan tahun. Pendapatan cfe pun menurun. Bahkan Erlina geng pun marah ketika tahu bahwa Aryan sudah tidak lagi kerja di sana. Hendra pun dipaksa oleh Jessica untuk mengatakan di mana alamat tinggal Aryan. Sebagai teman yang baik, Hendra pun mengatakan bahwa dia tidak tahu di mana Aryan tinggal. Seperti pagi ini semenjak resign, dia selalu mengantar jemput gue ke sekolah. Gue senang, bisa selalu sama dia. Melihatnya setiap pagi sebelum bekerja membuat gue semangat.


Tanpa komando pun, lelaki menjelang dewasa gue sudah stand by di atas motornya. Senyuman manis ala pepsodentnya mengalahkan cahaya matahari hari ini, lebay banget gue. Energi muda Aryan berasa nular gitu.


"Hai sayang..dah lama?" tanyaku sambil mengambil helm dari tangannya.


"Udah sini..gue pakein..!" katanya sambil memakaikan helm.


"Sayang, gue nanti pulang agak sorean, soalnya harus koreksi hasil ujian siswa dulu..!" kata gue.


"Jadi, gue jemputnya jam berapa? gue ada kelas mulai jam 3 nanti..!" katanya.


"Gue naik ojek online aja apa ya..?"

__ADS_1


"Jangan, tunggu di cafe depan sekolah aja..oke?" perintahnya.


"Oh iya..ada cafe ya, oke deh, gue nunggu lo di sana..!"


"Buruan naik, keburu siang, ntar wajah ganteng gue luntur..!" godanya.


""Pakaian kali luntur...hayok lah!" sahut gue sambil memeluk dia dari belakang.


"Jangan lupa sarapan ya sayang, ini gue bikinin omelet kesukaan lo, dimakan ya..!" kata gue sambil nyerahin kotak makan kecil.


"So sweet banget lo..oh ya, uang gaji gue belum ditransfer kayaknya sama Bu Jessica..jadi bulan ini, tabungan kita gak nambah deh..!" kata dia agak sedih.


"It's oke sayang, bulan ini kan gue gajian, walo gak sebanyak punya lo..tapi mayan lah bisa buat bayar kosan, sisanya bisa ditabung!" kata gue sambil mengelus pipinya yang halus.

__ADS_1


"Sayang..maafin gue ya, belum bisa jadi calon suami yang baik..!"


"Heh..siapa bilang, lo sempurna..pake banget lah..usah jangan ngomong kaya gitu, hari ini istirahat dulu di rumah, atau ajak si Heru jalan..biar lo gak boring, gue masuk dulu ya..see u and i love you!" kata gue sambil tersenyum.


"I love you more!" balas dia.


Aryan pun pulang, gue lihat punggungnya menghilang di persimpangan jalan. Gue pun melangkah masuk ke ruang guru. Di sana masih sepi, baru ada beberapa guru yang datang. Segera gue ganti baju dan poles make up di toilet. Dan sampainya di ruangan guru. Gue menemukan sebuah kue di box kecil di atas meja gue. Gue celingukan mencari orang yang naruh, tapi gak satupun yang gue lihat. Tadi pas gue datang, ini kue gak ada di meja. Gue abaikan si pemberi kue, dan gue siapkan bahan ajar untuk kelas hari ini.


Gue berjalan ke arah kelas yang akan gue ajar, di koridor sekolah, gue bertemu dengan Zafran.


"Kuenya jangan lupa dimakan ya bu Liana..!" Katanya sambil jalan ngeduluin gue.


Kue? Oh..jadi dia yang naruh di atas meja gue. Apaan sih si Zafran ini. Kenapa sok perhatian banget semenjak gue menerima buat ngajar di sekolah ini. Gue bakalan ngomong ke dia usai sekolah.

__ADS_1


__ADS_2