
Rutinitas di tempat kerja baru membuat pikiran jadi fresh. Belum lagi tingkah kemayu Evan yang sering bikin tertawa karena ternyata dia adalah pacar Nike, sang fashion stlylist. Nike yang cenderung tomboy lebih terkesan galak dan disiplin. Walaupun mereka berpacaran, namun saat kerja mereka susah komitmen untuk tetap profesional. Jikalau ada masalah dalam hubungan, mereka akan selesaikan di luar butik, dan saat di butik mereka tetap bekerja dengan baik. Seperti pagi ini, saat mereka keluar dari mobil, perdebatan pun terjadi. Gue yang baru turun dari motor Aryan cuman ketawa geli.
"Tuh kan, udah dibilangin, lipsticknya gak cocok di bibir kamu by..!" kata Evan sambil bersihin lipstik di bibir Nike.
"Gila ya lo..ini lipstik mahal tauk, dicocok-cocokin aja napa sih?" kata Nike sewot.
"Kamu harusnya pakai yang warna coral ajah, atau yang nude..jangan yang mentereng gini, kaya mak-mak mau kondangan deh..!" katanya kemayu.
Nike cuman pasrah, dia paham cowoknya yang kemayu ini lebih paham kosmetik dibanding dia.
"Iya..iya, buruan deh, malu tauk gue..tuh diliatin Liana sama cowoknya!" katanya nambah sewot.
"Sabar By,...dah cakep amat sih cewek akuu!" katanya sambil nyosor bibir Nike.
"Evan..malu!" kata Nike sambil ngacir ke dalam Butik.
"Kenapa sih, dicium cowoknya malahan ngacir..!" kata Evan senewen. Dan waktu dia menbalikkan badan, dia kaget karena apa yang dia lakukan barusan disaksikan gue dan Aryan.
"Ya ampun say...seneng ya kamu liat adegan mesra barusan..!" katanya malu.
"Apaan sih lo..Yan, gue masuk dulu ya, lo hati-hati ke kampusnya!" kata Gue sambil pamitan.
"Iya sayang!"
"Ntar pulang kerja gue ke sana deh..kita makan malam barenng bentar ya..!" kata gue.
"Siap, bye..i love you!"
"I love you more..!"
Aryanpun berangkat ke kampus, sambil melambaikan tangan ke Evan.
"Bye gantenggg..iiihh, cucok deh kalian say!" katanya sambil nyamperin gue.
"Yuk Ah masuk, dah ditunggu sama Nike tuh!" ajak gue ke Evan.
...*****...
"Van, design gaun punya Nona Bianca udah jadi?" tanya Jennie.
"Udah say, bentar gue ambilin ya..!" jawabnya sambil buka laci kerjanya.
"Kemarin ada revesian dikit kayanya ya?" tanya Jennie lagi.
"Gak jadi say, soalnya suami dia gak suka kalo aksen gaunnya terlalu rendah yang bagian dada...aurat say..aurat!" canda Evan.
"Iya bagian dada aurat, bagian punggung kagak?" celetuk Jennie.
"Sama sih, cuman yang punggung kagak ada gunung kembarnya..hihihi!" jawabnya sambil menutup dada.
Kemayu banget nih laki, tapi walo gitu dia punya sisi maskulin yang bikin si Nike jatuh hati. Cinta memang aneh, datang kepada siapa saja yang dia mau.
Kamipun disibukkan dengan kerjaan masing-masing. Vania juga sedang sibuk di ruangannya. Dia sedang persiapan mau bertemu klien di luar nanti. Karena kliennya gak bisa datang ke butik.
Saat gue lagi cek pakaian customer yang susah jadi, Nike meminta gue buat cek satu gaun lagi yang sebentar lagi akan dikirim dari laundry.
"Li, ntar lo cek satu gaun lagi ya, bentar lagi pihak laundry mau kirim, ini gaun cantik banget, udah 2 kali dirombak, ampe cowok gue puyeng bikin design yang klien mau..untung pas fitting kedua kemarin dia fix udah cocok!" kata Nike jelasin.
"Oke Nik, ntar gue cek semuanya..!" jawab gue sambil lanjutin kerjaan.
__ADS_1
Vania keluar butik bareng dengan Jelita. Mereka kompak jalan berdua, karena ternyata klien kali ini adalah rekomendasi dari Jelita. Kakak Aryan ini emang marketing handal. Customer butik Vania sebagian besar hasil rekomendasi dia. Karena pembawaannya yang humble dan menyenangkan, semua orang pasti tertarik sama apa yang dia sampaikan.
"Hai..!" sapanya saat sampai di butik.
"Oh hai, mau jalan sekarang?" tanya Vania.
"Yes, keburu siang dikit dia mau ke Thailand, maklum bikin idungnya nambah mancung..!" kata Jelita.
"Oke..yuk!" ajak Vania.
Saat melihat gue lagi sibuk dengan kerjaan, dia hanya nyamperin sebentar.
"Hai..aman?" tanyanya.
"Hai..so far aman lah, mo keluar?"
"Yup, gue duluan, jangan lupa makan, bye!" katanya sambil cipika cipiki.
...*****...
Sementara di tempat Aryan.
"Yan, lo dah cek barang yang dateng tadi belum?" tanya Syaiful.
"Udah Mas, udah gue kasih ke Harun juga tadi, ini gue mau ngecek barang yang kosong di rak..!" jawab Aryan.
"Bagus deh, gue benerin mesin ini dulu, tintanya kagak jelas buat ngeprint..!" kata Syaiful sambil ngotak ngatik mesin.
Lagi ngecek stok barang kosong, Syaiful malah dihebohkan dengan ibu hamil yang minta perutnya dielus sama si Aryan.
"Mas, mana to yang orang ganteng biasa jaga di sini?" katanya sambil megangin perutnya yang membuncit. Suaminya cuman geleng-geleng kepala di belakangnya.
"Hayo panggilin sekarang aja, ini dari semalem pengen dielus perutnya sama dia...!" cerocos Ibu hamil.
"Malu Mah, masa iya mamah ngidamnya pengen dielus kasir minimarket!" sahut suaminya.
"Biarin, kasirnya ganteng kok..!" jawab istrinya ketus.
Syaiful pun memanggil Aryan agar dia segera menemui ibu hamil tersebut. Dengan paksaan Syaiful Aryanpun mendatangi ibu hamil itu.
"Nah..ini Pah, ganteng kan? mama maunya anaknkita gantengnya kaya dia!" katanya sambil berbinar.
"Tapi kan suami mama papa, bukan dia!" omel suaminya.
"Kalo anak kita kaya papa, btar gedenya keling..ogah mama!" katanya sambil meminta Aryan untuk ngelus perutnya.
"Buruan Mas, saya dah malu banget ini diliatin banyak orang!" pinta suaminya.
"Sebentar aja ya Bu..maaf sebelumnya!" kata Aryan sambil mengelus pelan. Dan dirasakannya tendangan dari dalam perut ibu hamil tersebut, sontak membuat Aryan terkejut.
"Mas..anaknya nendang di dalem!" sahut Aryan sambil mengangkat tangannya.
"Nah kan..bayi saya aja seneng tuh, udah ya sayang, nanti gedenya kaya Om ganteng ini yaa...!" katanya sambil mengelus perutnya sembari keluar dari minimarket.
"Bisa-bisa nie minimarket jadi klinik bersalin dadakan gara-gara lo!" sungut Syaiful. Harun cuman tertawa melihat Syaiful jutek.
"Sorry Mas, bukan salah gue dong..!" kata Aryan.
"Ya salah lo lah!" jawab Syaiful balik.
__ADS_1
"Lha kok bisa?"
"Salah siapa lo ganteng!"
Aryan dan Harun pun tertawa keras.
"Itu mah keturunan kali Mas,.nasib kita aja yang cetakan lokal!" timpal Harun.
Suasanan pun mencair karena Aryan emang anaknya mudah bergaul dan gak pernah sakit hati walo diomelin senior Syaiful.
...*****...
Sekembalinya dari bertemu klien, Vania dan Jelita balik ke butik. Mereka langsung memberikan rincian baju yang dipesan klien siang tadi.
"Van, ini rincian baju yang dia pengen, simple aja kok, gak muluk-muluk, yang penting dia nyaman aja. Soalnya dia tipe cewek yang gak suka pake bra kemana-mana, lo tau lah ya..!" jelas Vania.
"Oke deh say, gila juga ya, kemana-mana kagak pake bra, bisa gawat tuh..!" kata si Evan sambil membaca rincian pakaian yang akan dia design gambarnya.
"Liana mana?"tanya Jelita.
"Lagi sama si Jennie, tadi ada sedikit masalah di pakaian yang baru di fitting klien..!" Jawab Nike.
"Oke, gue ke ruangan mereka sebenyar ya..!" Kata Jelita.
"Oke say..!"
Jelitapun menuju ruangan tempat Jennie dan Liana bekerja. Masih berkutat dengan dress di manekin yang ada beberapa jahitannya yang kurang rapi.
"Ini kurang rapi yang bagian pinggang Jen, tadi pas fitting, kanan kiri gak sama, soalnya dia minggu ini turun 2 kg katanya..!" jelas Liana.
"God, ya terang aja gak pas, ini udah kita sesuaikan sama badan dia minggu lalu, well kalo dia saben minggu turun 2 kg, nih dress rombak lagi dong..!" kata Jennie sambil menghela nafas.
"Kita pastiin deh, dia lagi diet ato nggak, gue coba bilang ke Nike, biar dia yang sampein ke klien..!" kata Jennie sambil keluar ruangan.
"Hai Lit..keluar dulu ya!" sapa Jennie.
"Yup..gue ke dalam ya..!" kata Jelita.
"Hai...!" Sapa Jelita.
"Oh Hai...maaf gak tau kalo lo masuk!" jawab gue.
"Something wrong?"
"Yah, sedikit lah..biasa, yuk duduk!" pinta gue.
"Yeah, so..how do you feel? enjoy?"
"So far so good, gue seneng kerjanya!"
"Good, Liana, gue mau kasih sesuatu buat Lo!" kata Jelita sambil menyerahkan sebuah kotak kecil warna gold.
"Apa nih?" kata gue sambil menerima.
"Ini titipan dari papah, buat lo..!" ujarnya.
"Dari papah kamu? Ya ampun...ini mewah banget, gue gak enak nerimanya!" jawab gue.
"Stop it, lo bukan orang lain lagi bagi kita..soon, you will be Aryan's wife...ini cincin punya mamah, so you must keep it with all of your life..!" sahutnya serius.
__ADS_1
"Oke..akan gue jaga sepenuh hati gue!"