Beda Usia

Beda Usia
Sang Penggoda (3)


__ADS_3

Aryan memutuskan untuk melanjutkan kuliah di kota ini, dan enggan untuk ke luar negeri. Walaupun awalnya papanya memintanya untuk mengikuti jejak kakak-kakaknya, Aryan bersikeras untuk menetap di sini. Diapun mengambil kuliah di kampus swasta favorit, mengambil jurusan design grafis seperti yang dia inginkan. Masih dengan pengawalan Heru sebagai sahabat yang sudah dianggap keluarga. Aryan memulai perkuliahan di pertengahan tahun ini. Dan gue, masih menunggu wisuda yang akan berlangsung satu bulan lagi. Menjalani hubungan dengan Aryan, membuat hari-hati gue ingin segera berganti. Usia gue sekarang 23 tahun, sedang Aryan 18 tahun. Perlahan gue menyiapkan beberapa surat lamaran pekerjaan yang akan gue sebar ke beberapa sekolah. Orang tua menyarankan untuk kembali ke kampung halaman, karena ada beberapa rekomendasi sekolah yang bisa gue masukin. Namun, mengingat lelaki muda yang menjelang dewasa ini bahkan berani menolak keinginan orang tuanya ke luar negeri, gue urungkan niat untuk kembali ke kota kelahiran gue. Gue gak mau jauh dari Aryan. Apalagi sekarang dia sudah jadi mahasiswa, makin banyak sang penggoda di luar sana. Saat gue sedang menata berkas lamaran pekerjaan, ada panggilan masuk dari Zafran.


"Hai Fran, gimana?"


"Li, kamu sudah masukin lamaran ke sekolah mana aja?"


"Belom nih, gue baru aja selesai buat berkas lamaran, besok rencana baru mau gue masukin ke beberapa sekolah..!"


"Sekolah kita lagi butuh tambahan guru Bahasa Indonesia nih Li..untuk kelas 10, karena guru yang tadinya mengampu ada yang pensiun tahun ini..kamu berminat?"


Kebetulan banget nih, gue gak perlu repot sebar lamaran kerja, ada info lowongan di sekolah Aryan dulu. Tapi, gue gak bisa kasih jawaban langsung ke Zafran, gue harus bilang dulu ke Aryan. Gue gak mau dikiran memanfaatkan bantuan Zafran. Apapun nanti jawaban Aryan, gue gak mau egois karena lagi butuh pekerjaan.


"Gue belum bisa kasih jawaban sekarang nih Fran, gimana kalau lusa gue kabarin.."


"Oke deh Li, gak papa kalo kamu mau pikir-pikir dulu, semoga nanti lowongannya masih available, dan kamu bisa masuk.."


"Btw, makasih infonya ya Fran..!"


"Sama-sama Liana, ditunggu konfirmasi kamu secepatnya!"


"Oke, bye!"


Panggilan selesai.


Gue lihat jam, baru jam 09.00, gue telpon Aryan dulu, dia pasti udah bangun dan siap berangkat kerja part time di cafe dekat taman kota.


"Hai sayang..udah berangkat?" tanya gue.


"Belum nih, bentar kayaknya, kenapa sayang? kangen ya?" tanyanya.


"Kangen mah saben menit..oh ya, lo kerja sampai jam berapa?"


"Biasa, jam 16.00 selesai, gue gak ambil shift malam, soalnya kapok, jadi gak bisa malam mingguan sama lo kalo ambil jam malam..!" jawabnya.


"Nanti siang gue mampir ya..ada yang mau gue omongin soalnya..!" kata gue.


"Duh senengnya disamperin pacar...nanti langsung masuk aja ya, gue istirahat biasanya jam 1, mau ngomong apaan sih emangnya?" tanyanya kepo.


"Ada deh..ntar aja lah, sekarang gue mau mandi, trus nemenin Lusi ke salon..!" jawab gue sambil bikin dia penasaran.


"Gak usah dandan sok cantik ya lo..ntar pada dilirik cowok lagi..!" pesannya.


"Sapa sih yang mau godain gue Yan..kagak ada kali!"


"Ada lah..banyak, lo pikir lo gak cantik? gue aja sampai cinta mati sama lo.." gombalnya.


"Udah ah, gue dah ditungguin Lusi, bye sayang..!"


"Bentar dong..ciumm dulu..biar semangat kerjanya buat masa depan kita...!" mintanya manja.


"iyaa..iyaa...muacchhh, i love you..!"


"I love you more sayang...!" balasnya sambil menutup telpon.

__ADS_1


Sekarang gue udah kagak malu lagi bilang i love you ke Aryan. Udah ilang urat malu gue kali, karna bucin gue udah levet akut alias kronis. Sekarang malahan gue yang berasa ABG labil dibanding Aryan. Saat dia memutuskan buat kerja part time sembari menunggu perkuliahan dimulai, gue sempat kaget. Ngapain nie anak pake kerja part time segala. Duit dia aja kagak ada serinya, saking gak pernah habis. Mau beli apa aja juga bisa, tinggal nunjuk. Tapi dia beralasan, dia gak mau orang lain tahu kalo dia orang berada, dia pengen menjalani kehidupan ini kayak orang pada umumnya. Bisa aja sih dia jadi model majalah, secara tampang dah kaya Stefann William.


Dan dia lebih memilih kerja part time buat nyiapin.masa depannya dengan gue. Sebelum memutuskan kerja, dia sudah meminta gue untuk membuat rekening bersama, gaji bulanan sepenuhnya akan dia tabung, gue kan jadi malu. Gue yang udah lulus kuliah masih aja lom dapat kerja.


TEMPAT KERJA ARYAN (HANA'S CAFE)


Aryan pun sampai di cafe tempatnya bekerja. Dia sudah hampir 3 bulan kerja part time di sini. Cafe ini direkomendasikan sama Willy, temen satu tim basket di sekolah dulu. Manager cafe ini adalah seorang wanita muda yang cantik dan seksi bernama Jessica. Selain Cafe, Jessica juga masih punya usaha lain di bidang kecantikan dan fashion. Dan semenjak Aryan berkerja di sini, dia lebih kerap datang ke cafe. Sepertinya dia menaruh hati dengan anak muda ini.


Pendapatan cafe pun bertambah, pesona Aryan membuat para cewek lebih banyak menghabiskan waktu di sini. Setibanya di cafe, Aryan pun segera mengganti dengan pakaian kerja. Dan langsung menyelesaikan pekerjaan, karena cafe buka jam 10.00. Di sana sudah ada Bayu, Hendra dan Nabila. Rekan kerja Aryan.


"Yan, tolong lo pel bagian depan ya, tadi udah gue sapu..makasih ya!" pinta Hendra.


"Siap mas, habis ini langsung gue pel, yang lain ke mana Mas?"


"Nabila lagi belakang, kalo Bayu masih di luar..dia ijin telat 30 menit, katanya sakit perut..!" jawab Hendra.


Seperti biasa, Aryan selalu bekerja tanpa banyak bicara. Dia gak suka kalau saat fokus bekerja, malah diganggu dengan hal yang tidak penting. Itulah yang membuat senior di cafe ini senang bekerja dengan dia.


Saat sedang menyelesaikan tugas dari Hendra, Jessica pun tiba di cafe. Seperti biasa, dia selalu menyapa karyawan, tak lupa juga dia menyapa Aryan, sambil memberikan kotak makan.


"Wah, rajin kamu ya..pantas saja cafe makin ramai tiga bulan terakhir..jangan lupa dimakan ya..!" katanya sambil menyentuh pundak Aryan.


Aryan menghentikan kerjanya, dan berucap terima kasih.


"Semua karena tim kerjanya yang solid bu, saya hanya menjalankan tugas..terima kasih atas makanannya, saya ke belakang dulu..!" kata Aryan sambil membereskan alat pel.


Hendra seperti tahu kalau Jessica menaruh hati kepada Aryan. Hendra pun kerap memperingatkan Aryan, agar selalu fokus saat bekerja, jangan pikirkan apapun yang Jessica lakukan. Dan Aryanpun mengikuti arahan darinya, bukan karena Hendra tak suka. Namun, Hendra merasa berutang budi kepada Aryan. Karena bulan lalu, Aryanlah yang membantunya saat anaknya masuk rumah sakit. Biaya pengobatan Aryan yang membayarnya. Dia tidak rela Aryan bernasib sama dengan karyawan tampan yang pernah terjebak dalam cinta sesaat Jessica.


"Mas, kasih Nabila aja biar dia yang makan..gue tadi dah makan sebelum ke sini..!" kata Aryan seperti biasa.


"Haii..gak nyangka ya lo kerja di sini, emang kalo jodoh enggak ke mana..!" kata gadis cantik itu.


"Maaf, mau pesan apa ya?" tanyq Aryan sopan.


"Kasih aja menu spesial di sini, karena pelayannya kali ini juga spesial..ya nggak gaes?" katanya sambil mengedipkan mata.


"Oke..yang lainnya juga sama?" tanya Aryan lagi.


Para gadis yang lain hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Gue Erlina..Erlina Darmawan, gue ketemu lo beberapa bulan yang lalu waktu lo di sekolah gue..SMA 27, lo pasti masih inget..?" kata Erlina sambil mengulurkan tangan.


"Maaf, mungkin salah orang, saya siapkan dulu oederannya..permisi!" Pamit Aryan sopan.


"Gue makin suka sama dia,.dia susah buat ditaklukkan, bahkan menatap gue aja enggak..!" katanya sambil duduk.


Melihat gelagat Erlina yang sok mendekati Aryan, Nabila pun tertawa.


"Heran gue, makin berani aja cewek jaman sekarang, dia terang-terangan tuh godain lo..!" kata Nabila sambil bikinkan pesanan.


"Udah biasa kali mbak, gak ngaruh juga..niat di sini cuman kerja..gak niat yang lainnya..!" jawab Aryan santai.


"Kalo gue yang digodain Yan, gue embat sekalian..!" timpal Bayu.

__ADS_1


"Yah, kalo lo.mah emang mata keranjang Bay..!" ledek Nabila.


"Bukan mata keranjang Bil, tapi pemuja wanita..para gadis itu kan masih seger tuh, bisa buat nyegerin mata, masa saben hari yang gue lihat lo mulu..!" kelakar Bayu.


Pesanan Erlina CS pun selesai, segera Aryan mengantarkannya ke meja mereka.


"Silahkan pesanannya, ada yang mau diorder lagi?" tanya Aryan.


Erlina tersenyum, sembari menuliskan sesuatu di tisu dan menyerahkannya ke Aryan.


"Ini nomer HP gue, jangan lupa lo simpen, dan hubungi gue..!" katanya diikuti tawa manja teman-temannya.


Aryan nampaknya masih sabar dengan sikap centil Erlina. Bagi dia, Erlina hanya cewek cantik manja yang suka foya-foya karna dia kaya.


"Permisi..!" kata Aryan sambil meremas tisu tersebut.


Aryan memberikan tisu bertuliskan nomer HP Erlina kepada Bayu.


"Nih Bay, kayaknya lo lebih tepat deh dapat nie nomer..!" kata Aryan sambil nyerahin tisu tadi.


"Wah...wah..dapat bidadari nih gue..makasih Yan!" kata Bayu sumringah.


"Sama-sama..gue beresin meja yang lain dulu..!" kata Aryan.


Pukul menunjukkan hampir jam setengah 1, Aryan masih nampak menunggu kedatangan Liana. Erlina CS pun masih di cafe, mereka sengaja lama di sana, untuk menggoda Aryan selama berkerja. Saat Bayu hendak memberikan pesanan mereka, Erlina menolak dan meminta Aryan yang melayaninya. Sebagai karyawan yang profesional, Aryan pun melakukannya. Semata-mata hanya karna pekerjaan. Dan, Liana pun sampai di cafe, dengan wajah penuh bahagia, dia memasuki cafe yang memang sedang ramai pengunjung.


Mengetahui kedatangan Liana, Aryan pun senang. Penatnya karena melayani Erlina CS pun sirna. Disambutnya Liana penuh suka cita. Dan itu membuat Erlina bertanya, kenapa sikap.Aryan berbeda saat melayani Liana.


"Hai..sayang!" sapa Aryan pelan.


"Hai..sudah mau istirahat?" tanya Liana berbinar.


"Lima belas menit lagi, gue bikinin lemon tea kesukaan lo ya..!" katanya sambil beranjak.


Aryan pun segera membuatkan minuman untuk Liana.


"Cewek lo dateng tuh Yan..!" kata Nabila.


"Iya mbak..tadi udah bilang kalo pas makan siang dia mau datang..!"


"Makanan sekalian nih..!" kata Nabila sambil ngasih puding coklat.


"Wah..makasih mbak...Liana pasti suka nih!" jawab Aryan.


"Sama-sama, hasil ekperimen si Hendra, taunya enak juga..!".katanya sambil melambai ke Liana.


Melihat Nabila melambai ke arahnya sambil tersenyum, Liana pun membalasnya.


"Silahkan sayang, ini puding coklat dari Mbak Nabila..!" kata Aryan.


"Wah..bilangin makasih ya Yan..!" balas Liana.


"Udah tadi gue yang bilang makasih..!"

__ADS_1


Keakraban mereka tanpa disadari dilihat Erlina. Sepertinya raut wajah Erlina sedikit tidak suka.


__ADS_2