Beda Usia

Beda Usia
Ujian Kesetiaan


__ADS_3

Bukan Liana namanya kalau hanya urusan ngajar full sedari pagi hingga jam terakhir. Akhirnya tawaran Zafranpun gue terima. Mengajar di sekolah ini penampilan harus selalu nomer satu. Jangan sampai ada muka lecek, rambut lepek dan baju kusut. Makanya gue selalu sempetin dandan di sekolah, daripada di jalan, make up luntur gegara kepanasan. Aryan sudah mulai kuliah, dia sengaja memilih kelas sore, agar paginya masih bisa part time. Gue suka nungguin dia pulang kuliah, hari-hari gue sama dia kian berwarna. Setiap kali gue pulang ngajar, dia pasti jemput sekalian berangkat kuliah. Sepertinya manager tempat dia bekerja baik hati banget, dia diberi kelonggaran waktu pulang satu jam lebih awal. Setahu gue manager dia emang cewek, tapi gue gak tahu kalo ternyata ceweknya cantik, seksi dan tajir pula.


Hari ini gue ngajar cuman sampai jam ke-4, setelahnya membuat soal untuk ujian tengah semester. Zafran memang sudah gue tolak. Namun, akhir-akhir ini dia sok perhatian dengan semua yang gue kerjakan. Gue gak mau nih Aryan jadi cemburu buta.


"Bu Liana, mau pulang bareng?"tanya Zafran.


"Gak usah Pak, udah dijemput soalnya..duluan ya..!" jawab gue sambil pamitan.


Gue pun segera kabur menghindari Zafran, kalo ketahuan berduan di sini, bisa jadi bahan gosip.Gue gak mau itu terjadi.


Gue menuju ke depan sekolah, menunggu Aryan datang. Palingan sebentar lagi Aryan nongol. Dia ada kelas jam 16.00 sore ini.


HANA'S CAFE


"Hendra, kamu tolong suruh Aryan ke ruangan saya ya..!" perintah Jessica.


"Baik bu!" jawab Hendra sambil ke belakang memberitahu Aryan.


"Yan..lo disuruh ke ruangan Bu Jessica..!"


"Ada apa ya Mas?" tanya Aryan.


"Gak tau gue, hati-hati aja ya..!" pesan Hendra.


"Oke.." jawab Aryan sambil mengambil jaket.


Aryanpun menuju ruangan Jessica, stelah mengetuk pintu dan diminta masuk, Aryapun masuk ke ruangan.


"Permisi Bu, tadi katanya manggil saya..ada apa ya?" tanya Aryan.


"Kamu mau kuliah ya sore ini?" tanya Jessica balik.


Siapa yang gak akan tergoda dengan penampilan cantik dan seksi Jessica. Hari dia mengenakan setelan blouse dengan cutting dada rendah dan bawahan di atas lutut. Badannya yang indah serta wangi tubuhnya tentu saja membuat desiran aneh di dada para pria, tentu saja Aryan pun merasakannya. Belahan dadanya pun menyembul dibalik pakaiannya.


Dengan tenang dia meminta Aryan duduk, dipegangnya lengan Aryan pelan.


"Wow..badan kamu bagus ya..pasti suka nge-gym..!" katanya manja.


Aryan pun hanya twrsenyum.

__ADS_1


"Nggak Bu..cuma olah raga ringan saja..!"


"Jangan panggil Bu kalo kita lagi berdua..!" bisiknya pelan ke telinga Aryan.


Jiwa lelaki Aryan tentu tergoda, namun segera dia bangkit dari duduknya.


"Maaf, jika tidak ada yang mau dibicarakan saya ijin pulang duluan..!" pamitnya sopan.


"Aryan, kamu sadar gak sudah bikin saya kelimpungan..? saya beneran gak bisa melepas pandangan saya dari kamu, kamu harus tanggung jawab..!" katanya seraya merangkul Aryan mesra.


Wajah keduanya sangat dekat, hingga nafaspun saling beradu cepat. Jessica sungguh sudah gelap mata, dia seperti melihat mangsa buruannya siap untuk ditelan. Darah Aryan berdesir kencang, Jessica bersiap mencium bibir Aryan. Namun sontak Aryan memalingkan wajahnya. Namun Jessica tak berhenti di situ saja. Dia mengulum mesra daun telinga Aryan, sambil berbisik manja.


"Temani saya malam ini, kamu bebas kerja kapanpun kamu mau..!"


Didorongnya tubuh Jessica pelan.


"Maaf, saya tidak bisa..permisi!" kata Aryan sambil melangkah pergi. Dalam dadanya ada rasa bergemuruh yang tak bisa dia jelaskan. Terang saja nafsu lelakinya bangkit, mendapatkan perlakuan seperti tadi. Namun kembali dia teringat Liana, wanita yang sangat dia cintai. Liana sedang menunggunya. Dia keluar ruangan dan menuju ke bagian belakang. Dia luapkan emosinya di sana. Hendra melihat dan menghampirinya.


"Ada apa Yan?"


"Gue gak tahan sama perlakuanya Mas..!" jawab Aryan geram.


"Dia bakalan lebih berani dari ini, gue yakin..gue lelaki normal Mas, gak bisa gue kaya gini terus..!" jawab Aryan emosi.


"Lu pikirkan lagi ke depannya, kalau harus resign, gue dukung apapun keputusan lo, kalo ini memang yang terbaik buat lo,.gue bakal bantu cari info kerjaan lain buat lo!" kata Hendra.


"Makasih Mas, gue cabut dulu..!"


"Hati-hati lo, jangan ngebut!" pesan Hendra.


Aryan pun melesatkan motornya menuju sekolahnya dulu. Liana sudah menunggu cukup lama di sana. Dia gak mau bikin wanita yang dia cintai mengkhawatirkannya. Sosok Liana nampak sedang duduk di trotoar jalan, sambil memainkan sepatunya.


Motor Aryan pun berhenti tepat di depannya. Entah kenapa Aryan turun dari motor dan memeluk Liana sangat erat. Yang membuat Liana merah merona.


"Yann...kenapa? ada apa tiba-tiba meluk?" tanya Gue khawatir.


"Diam dulu..gak usah ngomong!" jawabnya sambil mengeratkan pelukannya.


Gue pun diam, dan memeluk dirinya. Sembari mengelus punggungnya perlahan. Dilihat beberapa pengguna jalan.

__ADS_1


"Sayang..malu dilihat orang..!" kata gue pelan.


Aryanpun melepaskan pelukan, gue tatap wajahnya seksama. Ada gurat kecewa dan marah di sorot matanya.


"Ada apa sih?" tanya gue lagi.


"Maafin gue..!"katanya sambil mencium tangan.


"Minta maaf buat apa?"


"Gue besok mau resign dari cafe..!" jawabnya.


"Kenapa mendadak? ada masalah di cafe?" tanya gue lagi.


Aryan diam.


"Yan, lo gak kerja pun gak masalah..gue gak keberatan, sayang, kalo belum mau cerita ya udah..kita ke kampus lo yuk..bentar lagi masuk kelas..!" ajak gue.


Aryan pun naik motor, dan kita menuju kampusnya. Sesampainya di parkiran kampus. Kembali Aryan memeluk dan meminta maaf ke gue. Gue bingung, ada apaan sih sama dia.


"Maafin gue..!" katanya sambil memeluk gue.


"Yan, lo kenapa sih?" tanya gue khawatir.


"Manager gue, bu Jessica meminta gue buat nemenin dia semalaman, dia barusan juga menggoda gue di ruangannya, dia mencoba mencium gue..memancing naluri laki-laki gue dan gue gak terima diperlakukan kaya gitu di depan dia..!" jelasnya penuh emosi.


Gue terdiam, dan sedikit menjauh dari Aryan. Gue mencoba mencerna setiap kalimat yang Aryan ucapkan. Aryan mengusap wajahnya dengan kasar. Dia kesal dan marah. Perlahan gue pun mendekatinya lagi, dan kali ini gue peluk dia dengan erat.


"Cukup..jangan dilanjut lagi ya..gue percaya sama lo sayang, apapun yang terjadi gue akan pernah berubah mencintai dan percaya sama lo..gue janji!" kata gue sambil memeluknya erat.


Aryan memeluk gue kian erat, air mata terasa menetes di baju gue. Pria gue menangis.


"Jangan nangis! Bahu lo harus lebih kuat dari gue, gimana bisa gue bersandar pada bahu yang rapuh, ini bukan pertama kalinya gue alamin, ini adalah konsekuensi dari kisah asmara yang kita jalanin..Lo lelaki gue yang kuat!" kata gue menguatkan.


Air mata gue pun menetes, kita berdua nangis kaya orang habis kemalingan, nangis berpelukan kaya orang dirundung malang. Gue mencium bibirnya lembut.


"Lo harus kuat, biar gue juga kuat..Kita jalanin ini sama-sama!" kata gue.


"Gue mau resign dari sana..!" kata Aryan.

__ADS_1


"It's oke..gak papa sayang, lo fokus kuliah dulu aja..!" balas gue.


__ADS_2