Beda Usia

Beda Usia
Kesalahan


__ADS_3

Arya pun memutuskan mengantarkan Yola untuk pulang. Namun tiba-tiba Yola memegang tangan Arya dan menatapnya dengan senyum manisnya.


"Arya, kita pergi nonton dulu yuk"


Arya hanya bisa membisu melihat senyum manis dari wanita yang pernah dia suka. Tanpa fikir panjang, Arya pun mengiyakan ajakan dari Yola. Mereka berdua pun pergi bersama menuju ke bioskop dekat tempat mereka makan. Di sepanjang perjalanan, Yola terus bercerita dan menggoda Arya dengan ucapan manisnya. Arya hanya tersenyum menikmati setiap hal yang dia habiskan dengan Yola.


Tanpa mereka sadar waktu sudah menunjukan pukul 9 malam. Arya dan Yola keluar dari bioskop dan berjalan menuju parkiran. Yola tersenyum menatap Arya yang berada di sampingnya.


"Ada apa Yol ?"


"Enggak ada apa apa Ar"


Yola menjawab dan menatap Arya dengan senyuman manis nya. Arya hanya menatap biasa saja dan terus berjalan ke arah motornya. Sekilas saat melihat Yola tersenyum membuat Arya teringat akan Echa yang selalu tersenyum kepada nya.


"Ayo Yol, biar ku antar kamu pulang"


Ajak Arya yang mulai mengkhawatirkan Echa di rumah. Yola merasa heran melihat sikap Arya yang ingin bergegas pulang. Arya sudah berada di atas motor menunggu Yola untuk segera naik. Namun Yola hanya diam dan menatap Arya dengan rasa penasaran.


"Kenapa buru-buru ingin pulang Ar ? apa kamu enggak suka waktu bersama aku ?


Arya terlihat bingung dan gugup mendengar perkataan Yola.


"Bu ,,,,,, bukan aku enggak suka Yol, tapi ini kan sudah malam. Kata orang enggak baik cewek keluar malam-malam"


Perkataan Arya cukup membuat Yola percaya. Akhirnya Yola membonceng Arya dan setuju untuk di antar pulang. Sepanjang perjalanan Yola terus berbicara dan cerita tentang semua hal yang membuat nya senang, namun di sisi lain pikiran Arya hanya terfokus pada keadaan Echa di rumah. Dengan cepat dia pacu kendaraan nya melewati beberapa kendaraan sepanjang jalan. Yola terus bercerita namun tida sepatah kata pun di dengar kan oleh Arya. Hingga tiba di depan kos Yola.


"Makasih Ya Ar dah mau antar aku"


"Ya sama-sama Yol"


"Makasih buat hari ini"


Yola tersenyum dan berjalan menuju ke dalam kost nya. Seketika Arya langsung pergi dari Kost milik Yola menuju rumah. Arya bergegas pergi meninggalkan kost Yola dengan perasaan cemas, di sepanjang perjalanan yang dia pikirkan bagaimana keadaan Echa sekarang.


"Sial semoga Echa tak menunggu ku kayak kemarin"


Arya hanya bisa memikirkan bagaimana Echa telah menunggunya. Tibalah Arya di gang menuju kontrakan nya. Namun tanpa HP Arya tiba-tiba berbunyi dan telfon pun di angkat. Ternyata Yola menelfon Arya dan meminta menjemputnya untuk mengantar ke kantor mengambil barangnya yang tertinggal. Arya tak bisa menolak permintaan Yola dan akhirnya dia memutar balik kan motor nya untuk kembali ke tempat Yola.

__ADS_1


"Sial kenapa malah saat seperti ini, kenapa tidak dari tadi saja minta antar ambil barangnya"


Dengan perasaan kesal Arya terus melaju kendaraan nya. Setiap kendaraan dia lewati dengan kecepatan penuh untuk sampai di tempat Yola. Tak berselang beberapa saat sampailah Arya di depan kost Yola. Tanpa berlama - lama Arya langsung menelfon Yola dan meminta nya cepat keluar. Yah Arya merasa bersalah pada Echa dan terus mengkhawatirkan nya. Sudah 15 menit berlalu dan Yola akhirnya keluar dari kost dan menghampiri Arya yang sudah menunggunya di depan.


"Ayo cepat Yol"


"Eh kenapa buru-buru Ar ?"


Yola merasa curiga melihat gelagat Arya yang memintanya cepat - cepat.


"Udah naik saja, kata nya mau ambil barang mu yang ketinggalan kan ?"


Yola hanya diam dan mulai membonceng Arya.


"Pegangan yang erat Yol"


Yola memeluk Arya dengan erat dan dengan cepat kendaraan pun berjalan seiring pelukan erat yang di rasakan. Malam itu terasa begitu dingin, kehangatan pada punggung Arya mulai terasa dengan seiringnya pelukan erat dari Yola. Motor yang di kendarai Arya terus melesat dengan cepat bagaikan busur panah yang menuju ke arah sasarannya. Yola hanya memeluk erat Arya dengan posisi mata tertutup, dalam hati nya begitu takut jika sampai bertabrakan dengan kendaraan lain.


Sampailah mereka di depan tempat kerja Yola. Dengan ekspresi marah Yola turun dari kendaraan dan langsung masuk ke dalam kantor mengambil barangnya. Arya hanya duduk di atas motor sambil terus menghentakkan kaki nya dengan cepat.


"Lama sekali, jika seperti ini Echa pasti tidur lagi di ruang tamu. Sial cepat lah Yol"


"Maaf lama Ar"


Arya hanya diam dan mulai menyalakan motornya. Yola menghampiri Arya dan menatap nya dengan tajam.


"Ada apa Yol, ayo cepat naik lah"


Yola hanya diam dan terus menatap Arya.


"Ada apa Yol !!! Jangan menatap ku seperti itu !!"


Karena emosi Arya pun membentak Yola.


"Kenapa kamu malah marah Ar ?"


"Yol cepat naik"

__ADS_1


"Sebenarnya ada apa dengan sikap mu itu Ar ?"


"Aku enggak papa. Jadi cepatlah naik"


Yola hanya menatap Arya dan menaiki motor nya. Arya langsung menancapkan gas motornya dengan cepat dan melesat menuju kost Yola. Selama perjalanan Yola terus memeluk erat Arya dengan kencang. Kendaraan itu pun terus melesat dengan cepat melewati banyak motor dan mobil di jalan. Arya hanya terfokus ingin cepat sampai di kost dan langsung pulang. Sampai lah mereka di tempat tujuan, dengan cepat Yola turun dari motor dan menghadap ke Arya dengan tatapan marah.


"Lepas helm mu Ar !!"


"Kenapa mesti ku lepas ?"


"Udah lakuin saja !!!"


Arya pun melepas helm nya dan tanpa sadar tamparan keras melayang ke pipi Arya. Rasa sakit terasa di pipi Arya bersamaan dengan air mata keluar dari mata Yola.


"Apa kamu ingin membunuh ku !!! kalau kamu enggak suka mengantar ku bukan begini caranya Ar !!!"


Arya hanya termenung diam dan mulai menyadari kesalahan nya. Dia menatap Yola yang sedang menangis karena ulahnya.


"Maaf sudah merepotkan mu Ar !!! Makasih !!!"


Yola pun berjalan meninggal kan Arya dan menuju ke arah pintu masuk kost. Dengan cepat tangan Arya menjangkau tangan Yola.


"Maaf kan aku Yol"


Yola terus menangis dan berusaha melepaskan tangan yang di pegang Arya. Seolah Yola benar-benar kesal dengan sikap Arya. Tanpa banyak kata dan tindakan Arya pun langsung memeluk Yola dengan erat dan membisikan kata-kata di telinganya.


"Maaf kan aku Yol. Maaf karena membuat mu takut dan merasa terancam"


Yola hanya diam dan membalas pelukan Arya.


"Aku sadar akan kesalahan yang membuat mu sampai semarah ini. Maaf kan aku Yola maaf"


Yola pun melepas pelukan Arya dan langsung mencium bibirnya.


"Aku maafkan kamu, tapi jangan ulangi lagi"


"Ya tak akan ku ulangi lagi Yol, makasih"

__ADS_1


Terlihat wajah Yola yang sebelumnya sedih menjadi tersenyum.


__ADS_2