Beda Usia

Beda Usia
Kabar dari Luar Negeri


__ADS_3

Bapak, Mas Rama dan Aryan masih ngobrol di depan kamar penginapan. Sebelumnya Aryan sudah mengantar Lusi, Lora dkk pulang ke kosan gue. Dan Lutfi sudah juga dianter ke kosannya. Motornya ditinggal di kos gue, karena dia dah ngantuk berat. Sementara gue, Ibu dan Mbak Ratna ada di kamar. Sayup-sayup gue denger mereka tertawa , ngobrolnya kayaknya asik dan seru. Pembawaan Bapak dan Mas Rama yang humoris membuat Aryan gak canggung lagi kayaknya.


"Kamu dah lama kenal nak Aryan?" tanya Ibu sambil mengelus kepala gue.


"Hampir 2 tahun Bu..emang boleh misal Aryan ngajak nikah Liana?" tanya gue sambil berbaring di paha Ibu.


"Ya tentu boleh, siapapun boleh melamar kamu, cuman kan semua dikembalikan ke kamu nak, mau nerima atau tidak..!" kata Ibu lembut.


"Liana sayang sama Aryan Bu..tapi usia Liana dan Aryan terpaut 5 tahun..lebih tua Liana, gimana dong?" tanya gue ragu.


"Mbak sama Mas Rama juga terpaut 4 tahun dek..!" Kata Mbak Ratna.


"Tapi kan lebih tua Mas Rama..ini kebalikannya..!" kata gue malu.


"Usia gak jadi masalah sayang...selama dia memang mau bertanggung jawab dan tulus mencintai kamu..kenapa tidak? kita lihat besok gimana pendapat bapak..!" kata Ibu.


"Sebenarnya itu yang kadang bikin Liana takut, Aryan banyak yang suka Bu, Mbak..karena dia ganteng, di manapun dia berada, ada aja yang selalu ganggu. Dan mereka cantik-cantik..!" kata gue sambil nangis.


"Tapi Aryan milihnya siapa dek?" tanya Mbak Ratna.


"Aku mbak!"


"Ya sudah, ngapain kamu mikirin cewek-cewek yang ganggu Aryan, cuekin aja!" kata Mbak Ratna semangat.


"Tuh, dengerin Mbak kamu..!" celetuk Ibu.


"Menurutmu apa mbak ini gak was-was kalo Mas Rama lagi dinas ke luar kota? sebagai kepala manager, dia suka ke luar kota bareng temen kantornya, banyakan ceweknya malah, dan cantik-cantik plus seksi, gak kayak mbak yang sukanya pakai gamis panjang tertutup gini..!" cerita Mbak Ratna.


"Iya, semua itu tergantung laki-lakinya, dia bisa menjaga hati dan pandangannya tidak ke lawan jenis, kalo Aryan emang niatnya cuman main-main, ya bisa aja dia milih cewek yang seksi dan cantik kaya kata kamu tadi dek..!" Lanjut Mbak Ratna.


Kalo ada Ibu gini, gue kaya anak kecil. Masih pengen dimanja kaya waktu masih TK.


...*****...


"Om..Mas Rama, saya pamit dulu, mau ngantar Liana ke kosan, sekalian pamit pulang..!" kata Aryan kepada Bapak dan Mas Rama.


"Hati-hati Nak Rama, Bapak seneng ngobrol sama kamu..kapan-kapan kita telponan ya, atau Video Call biar enak..!" kata Bapak.


"Salam buat Tante dan Mbak Ratna..!" kata Aryan lagi.


"Hati-hati Yan, jangan ngebut!" pesan Mas Rama.

__ADS_1


"Nanti jangan lupa minta nomer Bapak ke Liana ya..!" pesan bapak lagi.


"Iya Om..!" jawabnya sambil meninggalkan penginapan.


Sepanjang jalan, gue memperhatikan Aryan yang sedang nyetir. Kalo dilihat dari samping gini, Aryan makin menggoda. Diapun sadar kalau gue lagi mandangin dia.


"Kenapa ngeliatinnya begitu amat sih?" tanyanya grogi.


"Hmmm Yan, lo kenapa ganteng banget sih?" tanya gue balik.


"Baru sadar lo kalo gue ganteng?" sombongnya.


Gue gak ngejawab, cuman terus liatin dia terus. Dan lama-lama dia risih juga gue pandang kaya gini. Akhirnya dia menepikan mobilnya sebentar.


"Kok berhenti? kan bentar lagi sampe kosan!" tanya gue heran.


"Habis lo liatin gue gitu amat...!" jawabnya kesel.


"Lo ganteng banget hari ini soalnya..." kata gue.


Mendadak Aryanpun berbalik ke arah gue, dan memalingkan wajah gue ke arahnya. Dielusnya pipi gue lembut, lalu mengusap bibir gue perlahan. Dan momen itu terjadi kembali. Bibir kami bertaut lembut, jemari kamipun saling menggengam. Tanpa gue sadari, tangan Aryan pun mulai meraba ke atas perut gue, pelan dan menyentuh dada. Ada rasa seperti aliran listrik yang menyentak tubuh gue. Nafas kami mulai beradu cepat. Dan diapun berhenti sambil memeluk gue erat. Dan berbisik lembut.


"Cukup ya..gue takutnya gak bisa nahan kalo dilanjutin...!" katanya sambil nyium kening.


"Sana masuk..gue takut khilaf...!" suruhnya dengan muka merah.


"Iyah, besok ceritain ngobrol apa sama bapak dan Mas Rama tadi..!" kata gue.


"Obrolan laki-laki lah, wanita mana paham..!" jawabnya sok.


"Iiissshhh..belagu banget..!" timpuk gue pake tisu.


Sebelum pintu mobil gue buka, Aryan kembali memanggil gue.


"Sayang..!"


"Iyah..!" jawab gue nengok ke dia, dan cup, ciuman ringan pun mendarat lagi di bibir gue yang lipstiknya udah hampir luntur karena dicium dia terus.


" I love you..!" katanya sambil mencium tangan gue.


"I love you more.." balas gue penuh senyuman kebahagiaan. Dan gue turun lalu masuk ke kosan.

__ADS_1


...*****...


"Mas Aryan, tadi papa nelpon, week-end depan mau pulang sama Non Jelita ke Indonesia..!" Kata Pak Nardi.


"Oh ya, kok saya gak dikabarin ya..?" tanya Aryan balik.


"Tadi kataya papa Mas Aryan, sudah nelpon tapi gak diangkat..!" jawab Pak Nardi.


Aryan pun mengecek HP dan benar saja ada panggilan dan pesan masuk dari Papa dan kakaknya. Karena sedari tadi sibuk dengan acara wisuda Liana. Aryan sampai gak sempat pegang HP.


Papah


"Anak ganteng papah, week-end depan papah sama Kak Jelita pulang sebentar ke Indo, papah kangen sama Helen..Lagi sibuk ya? papah telpon gak kamu angkat..See u son


Kak Lita


"Boyy...papah sama gue mo pulang ke Indo week-end depan kita mau ke Helen, telpon balik kalo lo dah baca..miss u


Wajah Aryan pun berbinar, dia senang karena papa dan kakaknya akan pulang minggu depan. Dia tak sabar ingin ngenalin Liana kepada mereka. Papa orangnya ramah dan dermawan, sama kaya mama pembawaannya. Meninggalnya Helena adalah pukulan terberat bagi papa. Karena semenjak lahir Helena memang gak sekuat Aryan fisiknya. Namun dokterpun takjub dengan pertumbuhannya yang luar biasa. Semua daya dan upaya yang papa lakukan demi kesehatan Helena terbayar ketika putri kecilnya tumbuh sehat dan ceria.


Aryan pun langsung menelpon balik Papanya.


"Hai anak papah..kemana aja tadi ditelpon gak diangkat?"


"Hai pah, sorry tadi Aryan lagi ada acara wisuda..jadinya gak pegang HP.."


"Siapa yang wisuda? tumben kamu ikut acara kaya gitu, biasanya di rumah aja atau main game sama Heru.."


"Pacar Aryan Pah yang wisuda...!"


"Pacar? wah..anak papah dah gede rupanya, sekarang dah punya pacar, is she pretty?"


"Yes, she is..pastinya pah..kalo papah dah di Indo, nanti Aryan kenalin, tadi Aryan juga udah dikenalin ke keluarganya, they are very kind Pah..Aryan disambut baik sama mereka!"


"Well, papah senang dengarnya, oh ya, mamah gak bisa ikut pulang, karena harus jagain Kak Jingga, She is sick, but getting better now.."


"Sakit apa pah? "


"Dia over diet, padahal badannya udah bagus, papah sampai marahin dia!"


"Kak Jingga emang gitu Pah, nanti coba Aryan video call dia ya..!"

__ADS_1


"Oke Son, papah mau ketemu sama klien dulu, see u!"


"See u pah..!"


__ADS_2