Beda Usia

Beda Usia
Kerjaan Baru


__ADS_3

Jelita menawarkan pekerjaan untuk gue. Ada butik temannya yang sudah berjalan 5 tahun di kota ini. Butik khusus buat pakaian custom segala size, mulai dari XS sampai 7L. Kata nya temannya ini adalah sahabatnya sejak SMP dan masih berlanjut sampai sekarang. Namanya Vania, wanita cantik bertubuh tambun, walau gemuk namun Vania terlihat cantik. Dia pun ramah dan baik. Vania mendirikan usaha butik ini bukan tanpa sebab. Dia adalah korban bullying sewaktu di sekolah, karena tubuhnya yang gendut sering dijadikan body shaming sama teman-teman sekolahnya. Dan Jelita lah satu-satunya yang membela dan menemani dia selama di sekolah. Mereka dari keluarga berada, tapi waktu di sekolah malah mendapat perlakuan yang yang gak sesuai sama derajat sosial mereka. Attitude teman-teman semasa sekolah mereka nol besar. Gue yang sekolah di tempat biasa, gak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu. Teman-teman sekolah gue berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari anak tukang becak, sampai anak anggota DPRD. Tapi gak pernah ada yang bersikap seperti teman-teman mereka dulu.


"Liana, kenalin, ini Vania, sahabat gue..!" kata Jelita sambil ngenalin gue ke Vania.


"Hai Liana, Vania..!" sapanya ramah.


"Gue di Indo gak lama nih Van..cuman seminggu doang..!"


"Yah..so sad, padahal gue udah kangen banget pengen ngobrol banyak, lo ditanyain sama papi mami.." kata Vania terlihat sedih.


"Don't be sad, besok gue ke rumah yah, papah juga kayaknya mo temu kangen sama papi lo..!"


"Seriusan? " tanya Vania berbinar.


"Yes sayang..!" jawab Jelita.


Terlihat Jelita sangat sayang sekali sama.sahabatnya ini, dari sikap yang dia tunjukkan.


"Van, Liana ini pacar Aryan, adik gue..!" kata Jelita.


"Oh ya..so sweet, dia udah punya pacar se cute lo..!"


"Kan..apa gue bilang, Vania aja sampai bilang so sweet, secara adik gue emang kagak pernah punya cewek, ya kan Van?"


"He em, dia gak pernah nengok ke cewek-cewek centil..!" kata Vania sambil mengangguk.


"Butik lo masih ada posisi avaailable gak?" tanya Jelita.


"Hmmm..sebenarnya ada, buat posisi yang handle pesanan customer, semacam kaya Quality Control kalo di perusahaan gede, soalnya Mbak Anita, yang biasa pegang kerjaan itu mau cuti melahirkan, dan sepertinya dia mau jadi ibu rumah tangga aja..!"


"Pas dong kalo gitu, lo coba aja di butik Vania, buat batu loncatan aja, gajinya lumayan tuh..!" kata Jelita sambil tersenyum.


"Iya, nanti biar diajarin sama Mbak Anita, gue seneng kalo lo.mau gabung..!" ucap Vania.


"Gue jadi gak enak malahan, ngrepotin terus, sampai kerjaan aja dicariin..!" kata gue malu.


"Stop it, lo kan calon adik ipar gue, jadinya lo juga tanggung jawab gue..!" kaya Jelita.


"Mereka mo merid?" tanya Vania terkejut.


"Yes, but not right now honey..But soon, semua pasangan akan berlabuh ke pernikahan, jika sudah bertemu dengan orang yang tepat..!" jawab Jelita.


"Lo mesti bahagia tauk, Aryan is a good guy, gue kenal dia sedari kecil, dia udah kaya adik gue sendiri..!"


"Iya..dan gue juga seumuran kalian taukk..!" kata gue semakin malu.

__ADS_1


"Aah..umur cuman angka doang!" sanggah Vania.


"Yeess,.bener tuh!"


"Thanks yaaa..jadi kapan nih gue diajarin sama Mbak Anita?" tanya gue penasaran.


"Siang ini bisa, dan besok kalo lo dah siap, lo bisa mulai kerja, kerjanya dari jam 9 sampai jam 5 sore..!" Kata Vania.


"Gue kabarin Aryan dulu kalo gitu ya, dia pasti senang banget tau gue udah dapat kerjaan!"


Jelita dan Vania pun mengangguk sambil tersenyum.


...*****...


"Serius lo dah dapat kerjaan sayang?"


"Iya Yan, kerja di butiknya Vania, sahabatnya Jelita, yang ada di daerah Mall Kenanga itu..!" jawab gue senang.


"Syukur deh kalo lo mau nerima, gue takutnya lo nolak, karena gue tahu lo pasti mikirnya gak enak ngrepotin Kak Lita!"


"Awalnya gue juga mikirnya gitu, tapi, gue gak munafik lah, kalo ada yang mau bantu, tapi gue tolak, kesannya gue sok banget, lagian Vania orang baik, tadi gue udah diajarin sama karyawannya yang lain tentang kerjaan yang akan gue handle besok..!"


"Besok lo dah mulai kerja?"


"Iyah Yan..besok dah mulai kerja, masuk jam 9 pagi pulangnya jam 5 sore!"


"Iya sayang..!"


"Gue lanjut kerja lagi ya, udah pada ditungguin si Syaiful di meja kasir, cabe-cabean karbitan pada gak mau dilayanin bayar sama dia..maunya dilayanin sama cowok ganteng lo ini..!" godanya tengil.


"Awas aja lo kepincut sama tuh cabe-cabean..!" ancam gue.


"Ah elah, kagak bakalan deh, percaya sama gue..bye sayang, i love you..!" katanya sambil menutup telpon.


Gue senang banget akhirnya gue bisa kerja, walaupun melenceng jauh sama profesi gue sebelumnya. Butik Vania ini emang sengaja dia bikin buat memfasilitasi siapapun baik laki-laki atau perempuan yang punya masalah dalam mencari outfit yang tepat sesuai size tubuh mereka. Di sini juga ada sesi free konsultasi tentang gimana pakaian yang mereka inginkan. Mulai dari pemilihan bahan, pembuatan design pakaian hingga fitting baju. Ada staff khusus yang melayani customer. Makanya tak heran, jika customernya banyak dari kalangan berada semua. Walaupun gitu, Vania selalu memperlakukan semua customernya sama, tanpa dibeda-bedakan. Kayak saat ini, ada seorang ibu paruh baya dan anak perempuannya yang datang ke butik. Mereka ingin sekali membuat kebaya buat wisuda anak perempuannya. Namun karena harga kebaya yang mereka inginkan ternyata sangat mahal, merekapun berencana untuk membuat saja. Vania menemani mereka langsung untuk konsultasi mengenai kebaya apa yang mereka inginkan, Ibu tadi berkata kalau budget mereka gak banyak, dan Vania pun memberikan diskon 50% dan free ongkos jahit. Dia bukannya gak nyari nyari untung, tapi melihat kebahagiaan orang lain, itulah yang membuatnya puas. Karena itu gue gak nolak saat ditawari Jelita kerja di sini.


Setelah selesai dengan segala arahan dari Mbak Anita, gue lebih sedikit mulai paham tentang kerjaan ini.


"Nanti kamu koordinasinya sama Evan dan Jennie ya Liana, Evan bagian design gambar, dan Jennie bagian yang handle sama staff bagian jahit. Oh ya, masih ada satu lagi nih partner kerja kamu, Nike...,!" panggil Mbak Anita.


Yang bernama Nike pun datang ke arah kami.


"Ini Nike, si Fashion Stylist, dia yang urusan sama customer nanti..karena dia kaya dukun yang bisa nyulap upik abu jadi cinderella...!" kata Mbak Anita lagi.


" Welcome home Liana..Evan!" kenal Evan.

__ADS_1


"Jennie..!" kenal Jennie.


"Nike..!" kenal Nike.


"Mohon bantuannya ya teman-teman!" kata gue sambil tersenyum.


"Santai ajah..kitah ini kan keluarga sekarang!" jawab Evan kemayu.


"Liana mulai kerjanya besok guys!" kata Mbak Anita lagi.


...*****...


Gue pun minta turun di depan minimarket tempat Aryan kerja. Sementara Jelita melanjutkan acaranya dengan Vania. Sekarang sudah hampir jam 7 malam. Masih ada 3 jam lagi sebelum Aryan pulang.


Sesampainya di depan minimarket gue gak ngeliat cowok ganteng itu di dalam. Ternyata dia lagi di bawah meja kasir, ngitungin uang recehan. Gue coba kirim pesan ke dia.


"Yan, gue ada di minimarket lo nih, kok gak keliatan!"


(*Pesan Masuk)


"Lagi ngitungin uang receh di bawah meja kasir sayang*.."


Gue pun masuk ke dalam, karena mau beli minuman dingin dan cemilan. Dan bener dong dia lagi duduk nglemprak di lantai dengan uang koin di bawah kakinya. Dia gak sadar kalo gue masuk ke minimarket.


Setelah mengambil cemilan dan minuman gue langsung ke kasir. Aryan masih aja duduk ngitungin uang receh, dan teman kerjanya yang melayani gue di kasir.


"Ini aja mbak belanjanya?" tanyanya sambil menscan belanjaan gue.


"Iya, itu aja Mas..!" jawab gue.


Begitu mendengar suara gue di depan meja kasir, Aryan pun lantas bangkit. Dan meminta temennya yang gantiin dia ngitung uang.


"Mas Syaiful, lo aja yang ngitung recehannya, biar yang ini gue yang layanin..!" katanya sambil tersenyum.


"Ah elah, giliran ada yang bening dikit langsung aja disosor..noh lu bagian cabe-cabean..!" sungut Syaiful sambil nglanjutin ngitungin recehan.


"Udah ini aja sayang?" tanya Aryan.


"Gak usah sayang-sayang lo Yan, ganjen banget ma pelanggan!" teriak Syaiful jengkel.


Gue yang denger omelan Syaiful cuman nahan tawa doang, dia gak tau kalo gue pacarnya Aryan.


"Sayang tunggu di luar aja ya, ntar ini gue yang bayar, oke!" katanya lagi.


"Sok kaya lo..pake bayarin segala, buruan bantuin ngitung inih..!" teriaknya lagi.

__ADS_1


Gue cuman ngangguk dan langsung keluar, duduk di kursi depan yang emang disediakan buat pengunjung.


__ADS_2