Beda Usia

Beda Usia
Bimbang


__ADS_3

Betapa terkejutnya Arya saat keluar tempat kerja, di depan tempat kerjanya terlihat sosok wanita manis tinggi dan sexy serta bahenol. Ya dia adalah Yola, cewek yang sempat membuat Arya jatuh hati. Arya mendekati Yola dan menatapnya dengan senyuman. Yola pun menunduk dan berkata.


"Ar, makan yuk"


Arya yang mendengar ucapan itu tidak bisa menolaknya. Yah bukan tidak bisa namun hati Arya masih suka terhadapnya. Arya pun mengeluarkan motornya dan mulai pergi bersama Yola. Di sepanjang jalan Yola hanya diam dan Arya juga tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Sampailah mereka di tempat makan kesukaan mereka, Arya turun di ikuti Yola dan mulai masuk ke dalam tempat makan. Di sana mereka berdua terlihat cukup canggung, tidak ada satu kata pun keluar dari mulut keduanya.


Arya hanya menatap Yola yang terdiam dengan tatapannya yang kelihatan sedih. Arya pun memulai pembicaraan.


"Gimana kerja mu Yol ?


"Eh baik kok Ar, lha kamu sendiri ?"


"Lah masa ku tanya kerja kamu gimana, jawaban nya malah baik haha"


Arya tertawa berharap bisa memecah keheningan di antara dia dan Yola. Makanan pun tiba di meja mereka. Arya dan Yola menikmati makanan dan sesekali Arya menggoda Yola agar mau berbicara. Setelah makan Arya pun menyalakan rokok dan menghisapnya. Tiba-tiba Yola mulai mengajak Arya berbicara.


"Ar, kamu marah sama aku ?"


Arya hanya terdiam dan menghisap rokoknya, lalu menjawab.


"Tidak kok, ngapain juga aku marah sama kamu"


Yola yang mendengar itu spontan menatap Arya.


"Lalu, kenapa waktu itu meninggal kan aku sendiri ?"


Arya mendengar ucapan itu, akhirnya memberanikan diri untuk jujur pada Yola.


"Yah maaf Yol, bukan maksud ku meninggalkan mu"


"Lalu kenapa ?"


"Aku waktu itu pergi karena ku rasa sudah tidak ada lagi yang bisa ku katakan"


"Maksud kamu ?"


"Jujur, aku menyukai mu"


Seketika Yola terdiam mendengar jawaban Arya, dan dia menatap Arya dengan senyuman nya.


"Kalau kamu menyukai ku kenapa pergi ?"


"Aku tau posisi ku salah Yol, kamu sudah memiliki kekasih. Lalu buat apa aku mengejar mu"


Yola hanya terdiam dan tersenyum, dia kemudian memegang tangan Arya.


"Kamu itu ngomong apa Ar ? Yang bilang aku sudah punya pacar siapa ?"


"Waktu kita bertemu kamu sempat marah-marah telfon orang dan bilang sama dia jangan hubungi kamu dulu. Itu pasti sudah jelas telfon dari pacar kamu kan ?"


Yola tertawa mendengar jawaban Arya yang begitu jujur.


"Hahaha kamu tuh aneh-aneh saja Ar"


"hmm kok bisa ?"


"Itu telfon dari saudara ku, dia meminta untuk mentransfer uang. Sedangkan saat itu aku sedang sama kamu, jadi ku marahi dia biar nggak ganggu waktu kita"

__ADS_1


Arya melepas genggaman tangan Yola, dia menghisap rokoknya dan menatapnya.


"Maaf, ku kira pacar kamu"


"Iya nggak papa kok Ar"


Senyum Yola seolah membuat rasa yang ingin dia lupakan kembali muncul. Arya dan Yola pun berbicara banyak sampai waktu menunjukan pukul 7 malam.


"Ar nanti mampir ke kos ku ya ?"


Arya mendengar itu langsung menolaknya.


"Maaf, aku nggak bisa Yol"


"Kenapa ? Aku harus pulang, mau mandi juga"


"Hehehe iya Ar, nanti jangan buat aku khawatir ya"


"Khawatir gimana ?"


"Ya kayak kemarin ngilang tanpa kabar, sampai ku kira kamu marah sama aku"


"Iya, maaf ya"


Arya pun keluar dari tempat makan meninggalkan Yola sendiri. Arya menuju tempat parkir dan sudah menaiki motornya. Tiba-tiba Yola berlari ke arah Arya dan berusaha menghentikannya sebelum pulang.


"Ada apa Yol ?"


"Aku ingin berbicara hal penting sama kamu"


"Tadi kan sudah bicara di dalam ?"


"Maksud kamu ?"


"Bisa kita bicaranya di taman saja ?"


"Baik lah"


Arya pun pergi dengan Yola menuju taman, di sepanjang perjalanan Yola terus memeluk Arya. Sampai lah mereka di taman, mereka berdua berjalan menuju taman yang ramai dan duduk di bangku taman. Yola menunduk dan berkata.


"Benarkah kamu menyukai ku Ar ?"


Arya terkejut Yola masih mengingat ucapannya tadi pas di tempat makan. Arya menatap Yola dan berkata.


"Iya, aku menyukai mu. Namun ku rasa saat ini perasaan ku pada mu sedikit ragu"


Yola yang mendengar itu tersenyum dan menatap Arya.


"Kenapa mesti ragu Ar ? jujur saja, aku juga menyukai mu sejak kita selalu bersama"


Arya terdiam tak tahu harus berkata apa, lalu Yola pun lanjut berbicara.


"Apa kau ragu kalau aku sudah ada yang punya Ar ?"


"I..Iya itu lah yang membuat ku ragu, dan di tambah lagi dengan ucapan mu tadi membuat ku makin bingung antara senang atau sedih"


Yola hanya tersenyum dan memegang pipi Arya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Arya jika kamu masih bimbang, aku akan menunggu kamu kok"


"Maaf Yola, entah mungkin butuh sedikit lebih lama untuk ku dapat menghilangkan ragu ku"


"Tak masalah bagi ku Ar"


Mereka berdua saling bertatapan dan tiba-tiba dai belakang Yoga datang mengejutkan mereka.


"Ehem ehem"


Yola dan Arya pun berbalik melihat Yoga yang berdiri di belakang mereka. Yoga pun menggoda Arya dengan ucapannya.


"Cie yang lagi asyik pacaran sampai jam segini haha"


Arya hanya diam dan menggaruk kepalanya, sedangkan Yola tersenyum malu.


"Eh kau ngapain di sini ?"


"Biasa Ya, cari angin haha"


"Bilang saja lagi sama pacar mu"


"Hehehe tau saja kau"


Yoga pun pergi meninggalkan Yola dan Arya.


"Yoga nggak berubah ya Ar ?"


"hmm ya begitulah"


"Mari pulang Ar, udah jam 9 juga hehe"


"Oh ya, ayo"


Arya pun berjalan dengan Yola menuju motornya, mereka berdua pergi meninggalkan taman menuju kos Yola. Sampai di depan kos Yola, dia menatapnya dengan senyuman.


"Ada apa Ar, kok senyum - senyum gitu ?"


"Eh nggak papa, cuma kamu kelihatan berbeda malam ini"


"Berbeda gimana Arya ?"


"Senyum kamu kelihatan lebih manis hehe"


"Makasih, aku masuk dulu ya Ar"


"Iya"


Arya pun pergi meninggalkan kos Yola menuju kontrakannya. Dia merasa senang mendengar ucapan Yola yang suka padanya. Hati Arya saat ini berubah dari sedih menjadi senang namun juga merasa bingung.


Sampai di depan rumah Arya membuka gerbang kontrakan dan memasukan motornya lalu mengunci gerbangnya. Dia membuka pintu kontrakan yang tidak terkunci, saat dia masuk melihat ke dalam rumah. Terlihat Echa tertidur di sofa ruang tamu dan secangkir kopi masih belum di minum di meja. Arya pun membangunkan Echa.


"Hei hei bangun"


Echa pun terbangun dan menatap Arya.


"Kau kenapa tidur di sini ?"

__ADS_1


"Aku tadi menunggu mu pulang kerja dan sudah ku siapkan kopi, eh ternyata aku malah ke tiduran hehehe maaf ya"


Arya hanya diam dan tersenyum lalu meminum kopi yang sudah dingin.


__ADS_2