
"Maafin ya, gue gak nyangka bakalan ketemu Bu Jessica di tempat umum kaya tadi..!" kata Aryan sambil memegang tangan gue erat.
Gue yang sedari diam selama di jalan, cuman tersenyum. Gue gak mau bikin Aryan makin merasa bersalah.
"Gak masalah kok Yan..gue cuman sedikit syok aja!" jawab gue menenangkan dia.
"Lo mau beli sesuatu mungkin?" tanyanya ke gue waktu melintas di dekat SMAnya dulu.
"Gue mau makan kue di situ!" tunjuk gue di cafe depan sekolah dia.
"Oke..kita ke situ ya!" katanya sambil mengarahkan mobilnya ke depan cafe.
Kitapun turun, dan segera memasuki area cafe. Dan betapa terkejutnya kami, saat hendak masuk ke sana, kami berjumpa dengan Bu Erika. Wali kelas Aryan saat itu.
"Miss Erika..!" Sapa Aryan.
"Hai..Aryan!" sapanya balik.
"Hai Miss..!" sapa gue salah tingkah.
Melihat gue dan Aryan yang sedang gandengan tangan sontak saja dia tersenyum.
"Hai Miss Liana..lama gak jumpa!" sapanya.
"Miss masih ngajar di SMA?" tanya Aryan.
"Alhamdulilah masih, ini barusan selesai pesan kue untuk anak saya..!" jawabnya.
"Miss Erika apa kabar?" tanya gue.
"Baik Miss, bagaimana kabar kalian? saya sudah banyak dengar hubungan kalian dari Pak Zafran..!" Jawabnya sambil menepuk pundak gue.
"Pak Zafran?" tanya Aryan.
"Bisa kita duduk sebentar Miss?" tanya Aryan.
Miss Erika melihat ke arah jam tangannya, dan mengangguk.
"Saya masih ada waktu sekitar 20 menit sebelum bell masuk..!" kata Miss Erika.
Kamipun memilih tempat di luar.
"Maaf Miss, apa saja yang miss dengar dari Pak Zafran terkait hubungan kami?" tanya gue ke Miss Erika.
"Pak Zafran cerita tentang hubungan Miss Liana dan Aryan, jujur awalnya saya kaget, namun kembali lagi, tidak ada yang salah dalam cinta, bahkan usia pun bukan tandingannya..!" jelas Miss Erika.
"Hanya itu saja kah Miss?" tanya Aryan.
"Banyak gosip tidak baik yang disebarkan tentang kalian, tapi kembali lagi, saya tahu siapa Aryan dan keluarganya, itu hanya ungkapan kecewa dari seorang pria yang tertolak cintanya..!"
Gue dan Aryan pun saling pandang, sampai segitukah Zafran menyebar kebohongan.
"Saya doakan pernikahan kalian lancar..tetaplah saling percaya karena ujian pernikahan pasti selalu ada..!" pesannya kepada kami.
__ADS_1
"Thanks Miss. !" kata Aryan.
Sepeninggal Miss Erika, gue dan Aryan makin yakin, jika memang ujian jelang nikah itu banyak sekali. Kami makin mengeratkan genggaman tangan di atas meja.
"Gue gak nyangka kalo bakalan seheboh ini satu hari kita...!" kata Aryan.
"Yan, emang apa yang udah disebar Zafran ke guru-guru di sekolah?" tanya gue heran.
"Apapun itu, yang penting semua orang-orang yang sayang sama kamu gak akan percaya gosip yang disebar Pak Zafran, gue akan samperin dia nanti sepulang sekolah!" kata Aryan.
"Yan, gue gak mau lo kepancing emosi sama dia..!" cegah gue.
"Bukan saatnya adu otot ngadepin dia, gue akan lakukan seperti selayaknya pria dewasa..kita tunggu dia sampai selesai mengajar..!" kata Aryan menenangkan.
Makanan dan minuman pun sudah terhidang di meja kami. Dan Aryan tampak sedang menghubungi seseorang. Dan orang itu adalah Mas Hendra.
"Hai Yan, gimana?"
"Lagi sibuk gak Mas?"
"Nggak, gue lagi istirahat nih sama Bayu, kita bakalan datang ke nikahan lo, cuman Nabila gak bisa kayaknya, dia lagi pulang kampung, kakaknya nikah juga soalnya..!"
"Sip Mas, gak papa, gue cuman mau tanya sesuatu tentang Bu Jessica..!"
"Kenapa lagi dia? dua minggu yang lalu mantan suaminya ke cafe, dan bilang kalau Bu Jessica sempet direhab karena psikisnya bermasalah..!"
"What? psikisnya bermasalah?"
"Lo tau gak Mas, siang tadi Bu Jessica habis bikin gue malu di mall..!"
"Dia bikin ulah apaan Yan? lo masih di sana?"
"Gue dah balik Mas, dia nyamperin gue, dan teriak-teriak minta gue tanggung jawab buat nemenin dia, gue pas lagi sama Liana dan temen-temen!"
"Emang gila dia, mantan suaminya aja sampai angkat tangan, dia kaya terobsesi sama cowok-cowok muda yang ganteng kaya lo Yan..makanya rumah tangganya berantakan..!"
"Gue gak nyangka ternyata Bu Jessica separah itu, gue gak tau apa ini cobaan jelang gue nikah atau hanya kebetulan aja Mas, tapi dia bahaya kalau masih bebas keluar ke tempat umum kaya tadi..!"
"Yah, orang mo nikah emang banyak ujiannya Yan, lo sama Liana yang sabar aja..!"
"Sipp Mas, makasih nasehatnya..salam buat Bayu, gue tunggu kalian ya..,!"
"Oke Yan, salam buat Liana juga!"
"Oke Mas..!"
Aryanpun menyudahi panggilannya barusan dan cerita tentang kondisi Jessica.
"Psikisnya bermasalah Yan?" tanya gue merasa kasihan.
"Iya, cerita Mas Hendra barusan. Gue juga sebenarnya tau kalo rumah tangganya emang bermasalah, dia dijodohkan sama orang tuanya untuk urusan bisnis. Demi mempertahankan perusahan orang tuanya yang sedang pailit, dia diminta nikah sama orang yang lebih tua dari dia, dan orang itu yang mau investasi buat perusahaan ortunya" cerita Aryan.
"Yang sekarang jadi mantan suaminya?" tanya gue.
__ADS_1
"Yap..itu yang kadang gue masih gak abis pikir, seringkali anak jadi korban keegoisan orang tuanya..!"
"Tapi gak semua orang tua kaya gitu Yan..!"
"Ya..gak semua sih, hanya beberapa yang kaya gitu.. !" kata Aryan.
...*****...
Zafran nampak menuju ke arah parkiran, dan gue serta Aryan juga sudah ada di sana, tanpa sepengetahuan dia. Kembali lagi hal yang membuat gue dan Aryan makin terkejut. Erlina ada di dalam mobil Zafran saat Zafran membuka pintu mobil, dan Erlina keluar dari sana. Gue dan Aryan pun datang ke mobil dia.
"Wah...suprise ya Pak Zafran! anda kenal dengan cewek ini rupanya!" kata Aryan dan itu membuat keduanya terkejut.
Erlinapun panik.
"Maksud lo apaan?" tanya Erlina gugup.
"Lo yang bilang kalo gue selingkuh kan?" tanya Liana ke arah Erlina.
"Gue cuman bilang fakta..nyatanya emang lo selingkuh kan dari Mas Zafran?" kata Erlina.
"Selingkuh lo bilang?" tanya gue tegas.
Gue hampir aja kepancing emosi, namun untung Aryan nahan pundak gue.
"Pak Zafran, entah apa lagi yang harus saya katakan kepada anda, tolong be a man please!" kata Aryan penuh penekanan.
"Lo ngapain sih bela si tukang selingkuh ini?" tanya Erlina sambil nunjuk muka gue.
"Cukup, lo juga harusnya mikir dulu sebelum ngomong!" kata Aryan sambil menepis tangan Erlina.
Zafran yang sedari tadi diam pun akhirnya angkat bicara.
"Apa sih kelebihan kamu dibanding aku?" tanyanya ke arah Aryan.
Gue gak terima Aryan diremehkan sama dia.
"Zafran, lo yang gak dewasa, lo mau tau apa beda lo sama Aryan? gue bakalan jawab, dan gue harap lo bakalan inget sampai kapanpun, lo egois Zafran, lo gak mau terima kenyataan. Lo anggap semua bisa dibeli dengan uang, dan lo salah!" kata gue geram.
"Nyatanya kamu lebih milih anak manja kaya raya ini dibandingkan aku, bukannya kamu juga mata duitan?" tanyanya sambil tersenyum sinis.
"Cukup Zafran! setidaknya gue gak merendahkan orang tua yang sudah membesarkan gue, lo pikir orang tua gue silau dengan jabatan orang tua lo, enggak!"
"Come on Liana, kalo dia bisa kasih uang banyak, akupun bisa, kamu mau berapa?" tanyanya makin sinis.
"Enough Pak Zafran, jangan bikin tangan gue yang bicara!" kata Aryan memperingatkan.
"Lo dah fitnah gue selingkuh, sejak kapan gue ada hubungan sama lo Zafran? gue gak nyangka kalo lo adalah orang kaya gini..gue menyesal udah ketemu sama lo lagi..!" kata gue sambil mengajak Aryan ninggalin tempat ini.
"Hei..mo kemana kalian? lo harus ninggalin Aryan!" teriak Erlina.
Aryan yang sudah emosi, langsung balik badan menghampiri kedua manusia tadi.
"Lo berdua denger baik-baik, gue sama Liana akan segera menikah, so, apapun yang kalian omongin barusan, gak akan ngaruh di hidup gue!" kata Aryan sambil meninggal dua manusia menyebalkan.
__ADS_1