
Ya karena sudah cukup larut dia tidak bisa membiarkan wanita itu di depan rumahnya. Arya pun membawa cewek SMA itu masuk ke rumahnya.
"Masuk lah"
Cewek itu berjalan mengikuti Arya, terlihat wajah dia cewek yang sebelumnya sedih terlihat tersenyum. Arya pun membukakan pintu rumahnya, sedangkan cewek itu terus berdiri di belakang Arya. Setelah pintu terbuka, Arya mempersilahkan cewek itu untuk masuk.
"Masuk lah, anggap saja rumah sendiri"
Cewek itu berjalan masuk ke dalam rumah, dia hanya duduk di ruang tamu.
"Aku mau mandi, kalau kau mau minum atau makan buah ambil sendiri di kulkas"
Arya pun meninggalkan cewek itu dan berjalan menuju kamar untuk mengambil handuknya kemudian mandi. Selesai mandi Arya kembali masuk kedalam kamar dan berganti pakaian. Keluar dari kamar dia menatap cewek itu yang masih duduk di ruang tamu.
"Hadeh merepotkan sekali"
Arya pun berjalan ke kulkas dan mengambil minuman dan buah. Dia meletakan minum dan buah di meja.
"Makan lah"
Dia hanya mengangguk dan mengambil sebuah apel, Arya menatap wanita itu sambil menikmati sekaleng coca cola nya.
"Kau kabur dari rumah ? rumah mu mana ?"
Dia hanya terdiam tanpa suara sambil memakan buah apel, Arya yang tak mendapat jawaban akhirnya menyalakan rokoknya.
"Nama ku Echa bukan kau"
Arya hanya diam dan menghisap rokoknya, Echa terlihat tersenyum melihat Arya.
"Lalu ? kau kabur dari rumah ?"
Echa hanya mengangguk, Arya geleng kepala menatap dia.
"Kau masih sekolah tapi malah kabur dari rumah, apa ada masalah sama ortu ? mu sampai buat kau kabur"
"Hmm tidak juga, aku hanya tidak suka di rumah"
"Lalu rumah mu mana ?"
"Aku dari Jogja"
"Gila kau, Jogja ? kenapa bisa nyasar sampai sini ?"
"Hmm panjang kalau harus di ceritakan"
"Lha HP kau mana ? sana hubungi ortu mu suruh jemput besok"
__ADS_1
"AKU NGGAK MAU PULANG !!!!!"
Mendengar jawaban cewek itu membuat Arya merasa bingung. Echa hanya menatap dia dengan pandangan kesal.
"Lalu kau mau apa ?"
"Biarkan aku menginap di sini"
"Kagak ada yang gratis, kalau mau nginap sini"
"Aku akan bayar, orang-orang yang sebelumnya ku tumpangi juga bilang gitu"
Mendengar jawaban itu membuat Arya menjadi penasaran. Arya pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Emang berapa orang yang sudah kau tumpangi tempat tinggal ? dan pada minta bayaran berapa ?"
Echa tersenyum manja kemudian berdiri mendekati Arya lalu duduk di sampingnya. Bibir Echa mendekat ke telinga Arya dan berkata pelan.
"Sudah 3 orang, dan mereka cuma minta di bayar pakai tubuh ku"
Arya bagai tersambar petir mendengar jawaban dari cewek SMA itu. Dia termasuk masih lugu dan belum sepantasnya mengerti seperti itu, namun faktanya dia malah sudah melakukannya.
"Nanti aku juga akan bayar seperti itu, asal kamu ijin kan aku untuk menginap di sini"
Arya terdiam menghisap rokok dan berfikir untuk menjawabnya.
Echa kaget mendengar jawaban itu dan tersenyum.
"Lalu aku harus bayar pakai apa ? kalau uang aku nggak punya"
Arya terdiam, dia memikirkan hal yang mungkin tidak mengganggunya.
"Kau bayar dengan pekerjaan rumah saja selama aku kerja"
"Eh kau yakin ? tidak mau yang lain nya ?"
"Ya aku yakin"
"Ok akan ku lakukan tuan"
"Panggil saja Arya"
"Baik Arya"
Echa tersenyum gembira, ternyata Arya tidak seperti lelaki lain yang memanfaatkannya. Arya tidak mempedulikan senyuman dia, dan hanya menikmati sebatang rokoknya. Jam mulai menunjukan pukul 10, Arya pun berjalan menutup pintu rumah. Dia masuk kedalam kamar, betapa terkejutnya Arya. Echa juga ikut masuk ke dalam kamar.
"Eh kau ngapain ?" ucap Arya sambil menggaruk kepalanya
__ADS_1
"Mau tidur" jawab Echa polos naik ke atas kasur
Arya pun langsung dengan tegas menyuruh Echa turun dari kasurnya.
"Turun dari situ, aku mau tidur"
Echa hanya menatap datar Arya, dan turun dari kasur.
"Lah terus aku tidur dimana ?"
Arya pun mengeluarkan tikar, bantal dan selimut.
"Kamu tidur di tikar itu !!!"
Arya pun berjalan menuju kasurnya dan tiduran sementara Echa hanya menatap tikar yang sudah di siapkan Arya. Dalam hati Echa hanya bisa berkata.
"Masa aku harus tidur di tikar ? yah kelihatannya saja baik, ternyata nyebelin huh"
Echa pun tiduran dan memakai selimut sampai di kepala sedang kan Arya sudah tertidur dengan lelap. Ke esokan pagi nya, betapa terkejutnya Arya melihat Echa sudah tidak ada dan selimut, bantal serta tikar sudah tersusun rapi. Arya pun yang bingung hanya bisa berkata dalam hati.
"Mungkin tuh cewek udah kabur dari rumah ini, moga saja dia kagak bawa barang-barang ku ?"
Arya pun mulai bangkit dari ranjang kemudian berjalan ke luar kamar dan menuju dapur untuk membuat kopi, tapi betapa terkejutnya dia. Melihat Echa berada di dapur sedang membuat nasi goreng, Arya hanya menatapnya dan berjalan ke kamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi, Echa menatap Arya dan berkata.
"Kopi kamu sudah ku buat kan, tadi ku letak kan di ruang tamu"
Arya hanya terdiam dan menjawabnya dengan senyum.
"Iya makasih ya
Echa hanya tersenyum melihat dia dan melanjutkan memasak. Arya berjalan ke ruang tamu dan melihat secangkir kopi hitam yang masih hangat. Dia pun duduk dan menyalakan rokoknya kemudian meminum kopi. Dalam beberapa saat dia sempat berfikir.
"Padahal aku hanya bergurau nyuruh dia ngerjain kerjaan rumah, tapi tak ku sangka dia sampai nyapu buatkan aku kopi dan masak juga hadeh"
Tiba-Tiba lamunannya menghilang dengan datangnya Echa dari dapur membawa 2 piring nasi goreng. Terlihat senyum Echa begitu manis saat menyajikannya. Akhirnya mereka berdua pun makan bersama, selesai makan piring pun di bawa Echa ke dapur. Arya menatap jam dan berjalan untuk mandi lalu siap-siap untuk kerja.
Tak berselang beberapa saat setelah mandi dan siap-siap. Arya menemui Echa yang masih di dapur mencuci piring.
"Hei aku mau berangkat dulu"
Echa tersenyum dan memegang tangan Arya lalu menciumnya.
"Iya, nanti pulang kerja mau ku buatkan apa ? aku jago masak loh hehe"
"Terserah kamu lah"
"Iya"
__ADS_1
Arya pun berjalan keluar rumah menuju ke kendaraan nya. Arya pun menuju ke kantornya untuk mulai bekerja. Di sepanjang perjalanan Arya terus mengingat wajah manis Echa pagi tadi, dia merasa senyum nya berbeda dari yang semalam. Sesampainya di tempat kerja Arya pun langsung packing dan berangkat mengantarkan barang. Jam kerja pun sudah selesai, Arya bergegas untuk pulang. Tiba-tiba Yoga menghampirinya dan berkata jika ada yang ingin bertemu dengan nya.