
Rumah Kediaman Orang Tua Liana
Sebuah mobil mewah nampak memasuki sebuah rumah berlantai dua. Hal tersebut membuat aktifitas membaca koran Pak Kusuma (Bapak Liana) terhenti. Siapa gerangan yang bertamu ke rumah sederhananya ini. Diapun berdiri dan meminta Mbak Nur (ART) untuk memanggil Ibu. Tak lamapun Ibu keluar menemui bapak.
"Siapa pak?" tanya Ibu.
"Bapak ndak tau Bu, belum keluar dari mobil tamunya...!"
"Bapak janjian mau ketemu teman di rumah?"
"Enggak, hari ini bapak free, mau santai di rumah, toko sudah dihandle sama Harun..!"
Tak lama, sosok dalam mobil pun keluar. Sepasang suami istri paruh baya yang wajahnya tak asing bagi orang tua Liana. Mereka adalah Pak Agung Sasmita dan Istrinya. Pak Agung Sasmita adalah Ayah Zafran, beliau adalah Ketua DPRD sekaligus pengusaha Meubel ternama di kota tersebut. Mendapat tamu istimewa yang tak terduga, Bapak Liana pun terkejut.
"Selamat Pagi Pak Kusuma..!" Sapa Ayah Zafran sambil menjabat tangan.
"Selamat pagi Pak Agung, mari silahkan masuk!" pinta Bapak.
Merekapun masuk ke ruang tamu, sementara Ibu sudah meminta Mbak Nur menyiapkan minuman dan makanan.
"Silahkan duduk Bapak Ibu, mohon maaf jika gubug kami terasa kurang nyaman..!" kata Bapak.
"Terima kasih..!"
"Ini ada sedikit buah tangan dari kami, mohon diterima!" Kata Bu Agung sambil menyerahkan parcel buah premium.
"Terima kasih Bu, malah merepotkan bawa oleh-oleh..!" jawab Ibu.
"Ada keperluan apa ya Bapak Ibu, sampai meluangkan waktu ke rumah kami?"
"Mohon maaf bila saya tidak sempat mengabari, saya juga dimintanya dadakan oleh anak saya Zafran, kedatangan kami kemari, ingin melamar putri Bapak Ibu untuk putra kami Zafran"
"Melamar?" tanya Bapak.
"Iya, beberapa hari yang lalu putra saya pulang, dan cerita jika dia ingin sekali mempersunting putri Bapak Kusuma sejak lama, namun niatnya tersebut terkendala sesuatu. Zafran sekarang seorang PNS di kota, dia mengajar di SMA favorit, juga menekuni bisnis jual beli spare part mobil sport. Karena dia sudah merasa cukup mapan dan matang dari segi usia, dia meminta kami untuk melamarkan Putri Bapak..!" Jelas Pak Agung.
Bapak dan Ibu sejenak termenung lalu berkata.
"Liana memang putri kami satu-satunya, baru saja lulus beberapa bulan yang lalu, sekarangpun dia masih berada di kota tempat kuliah, karena dia mau bekerja di sana. Kami belum pernah mendengar cerita tentang putra Bapak Ibu dari Liana, dan jujur kamipun agak terkejut dengan maksud Bapak barusan..!"
"Ya, mau bagaimana lagi, Zafran adalah anak tunggal kami, saya yakin Putri bapak akan bahagia jika menikah dengan Zafran, apalagi toko sembako Bapak akan semakin terkenal jika masyarakat tahu bahwa calon besan Bapak adalah saya..!"
Bapak menghela nafas dalam.
"Memang suatu kehormatan bagi saya mendapatkan penawaran seperti itu, tapi kami pun juga harus memastikan kepada putri kami, apakah dia bersedia atau tidak menerima lamaran ini..!"
"Anak perempuan kan bisanya cuman nurut saja Pak, tinggal kita arahkan saja supaya anaknya mau..!"
"Zafran banyak yang naksir lho Bu, anaknya Pak Bupati saja juga naksir sama dia..!" Imbuh Bu Agung bangga.
"Kami selalu melibatkan anak-anak dalam mengambil keputusan Bapak Ibu, oleh karena itu. Mohon maaf,kami belum bisa menjawab lamaran Bapak Ibu..!"
"Walah, saya sudah susah payah ngosongin jadwal hari ini, padahal rencana saya mau ada acara di pusat, tidak bisa diterima saja lamaran kami ini Pak, kalo menunggu lain waktu, saya takutnya malah lebih sibuk lagi..!" sanggahnya terlihat gusar. Ada sorot marah.
__ADS_1
"Mohon maaf Pak, yang dilamar putri kami, yang akan menjalaninya juga putri kami, jadi kami harus menyampaikannya terlebih dahulu, lagipula kami juga takutnya malah putri saya sudah punya calon sendiri, otomatis lamaran Bapak tertolak..!" kata Bapak sambil tersenyum.
"Jadi, lamaran kami ditolak begitu?" tanya Pak Agung penuh penekanan.
"Kalau putri kami sudah ada calon, kamipun tidak akan memaksanya untuk menerima lamaran Bapak. Saya bebaskan anak-anak saya untuk mencari jodohnya sendiri. Karena yang akan menjalani rumah tangga adalah mereka. !" Tambah Bapak.
"Bapak Ibu nanti nyesel ini kalo nolak besanan sama saya, anak bapak bisa saya masukkan ke mana saja kalau mau kerja, atau mau saya buatkan usaha, bisa, bilang saja, apa yang Agung Sasmita ndak punya..!"
"Untuk usaha, keluarga kamipun ada, walau tak sebesar punya bapak..!"
"Lha itu tahu Pak, kenapa malah ditolak..!" Sanggah Bu Agung.
"Sudah Mah, kita pulang saja. Papa sudah dikabari ini sama ajudan di kantor, mau ada kunjungan dari pusat. Hal remeh temeh gini kita bicarakan lain waktu saja, papa sibuk!" katanya sambil mengajak istrinya pulang.
"Diminum dulu Bapak Ibu..!" pinta Bu Kusuma.
Orang tua Zafranpun meminum minuman yang disajikan. Dan lantas berpamitan pulang.
"Maaf ini pak, saya harus segera ke kantor, hal ini akan saya sampaikan kepada anak saya nanti. Kalaupun memang tidak bersedia, ya sudah, yang penting Bapak nanti ndak nyesel karna nolak besanan sama saya..!"
"Wah..InsyaAllah semoga ke depannya Bapak ibu sukses selalu..aamiin!" kata Bapak sambil tersenyum.
"Kami pamit dulu, selamat pagi!" Kata Pak Agung sambil mengajak istrinya keluar.
Bapak Ibu Liana pun mengantar tamunya sampai depan rumah.
...*****...
"Halah, yang nikah Liana kok, ngapain Bapak yang nyesel..lagian juga ngapain dipikirin Bu, anak kita sudah punya pacar gitu kok!"
"Keren lo pak..misal punya besan ketua DPRD gitu..!" goda Ibu lagi sambil ketawa.
"Ibu ini, lha itu Mbak Nur juga masih jomblo, sama Mbak Nur mau ndak? dia juga anak kita to..!" kata Bapak agak jengkel digodain Ibu terus.
"Iya pak..gitu aja sewot to, Ibu juga kurang sreg sama keluarga Pak Agung, kayaknya kita gak sepadan ya Pak!"
"Bu, kalau mau bahas sepadan ndak sepadan, namanya harta ya mesti gak habis kalo diomongin. Bapak ini lo sudah cari info tentang keluarganya Aryan, kaget bapak bu..!"
"Kaget kenapa pak?"
"Orang tuanya Aryan itu pengusaha batu bara, dan ekspor
impor minyak bumi. Ditambah lagi bisnis properti, retail dan hotel di luar negeri. Usahanya banyak Bu ternyata. Itu semua bukan Aryan yang cerita, tapi bapak.cari tau sendiri. Kalo ibu gak percaya, coba cari infonya di internet, Siapa pemilik Rahardian Bumi Perkasa Group...!"
"Walah..walah..ternyata Aryan anak konglomerat to Pak?"
"Lha itu, yang anaknya konglomerat aja ndak koar-koar kalo dia orang kaya kok, lha ini...Bapak juga ndak suka, sombongnya barusan itu lho..!" kata Bapak geram.
"Liana tapi ndak cerita apa-apa tentang Aryan anak konglomerat Pak, dia cuman cerita kalo keluarga Aryan ada di luar negeri..!"
"Aryan memilih kuliah di Indonesia sambil kerja part time demi membuktikan kalau dia sungguh-sungguh sama anak kita Bu, itu yang bikin bapak bangga dan percaya. Anak orang kaya yang mau susah-susah kerja, dia bisa saja kerja di perusahaan orang tuanya, nyatanya, dia milih kerja di minimarket jadi kasir. Bapak bangga kalau punya mantu jiwanya mandiri seperti itu!" kata Bapak menggebu-gebu.
"Padahal usianya masih 18 tahun Pak..!"
__ADS_1
"Halah..usia itu cuman angka, yang sudah tua kaya anak-anak aja banyak..!" seloroh Bapak.
"Ya..ya..Bapak dah yang menang wes, calon mantunya kasir minimarket!" kata Ibu.
"Hayo biarin kasir, yang penting pekerja keras..ndak ngandelin harta orang tuanya, kaya bapak waktu muda to, mati-matian kerja keras buat bangga mertua. Sekarang di masa tua, kita tinggal menikmati hasilnya sama anak cucu kita, bener to?"
"He em, Aryan sama kaya bapak semangatnya, cuman satu bedanya..!"
"Apa bedanya?"
"Aryan muka bule, bapak muka lokal...!" tawa ibupun pecah.
"Muka lokal juga bisa go internasional ini lhoo..jangan main-main!" protes Bapak.
Keharmonisan keluarga Liana membuat rumah tangga keduanya berjalan hampir 40 tahun. Bapak dan Ibunya selalu mengajarkan anak-anaknya untuk mandiri. Usaha keluarga mereka bukan lagi skala kecil. Mereka mempunyai usaha grosir sembako terbesar di kota ini. Selain bekerja sebagai Kepala Sekolah (sebelum pensiun), Bapak adalah lelaki ulet dan penuh dedikasi dalam bekerja. Diajaknya para warga sekitar membudidayakan buah kelengkeng, yang hasilnya nanti akan dibuat menjadi buah kalengan yang bisa dikirim ke luar negeri. Mungkin orang tua Zafran tidak begitu mengetahui seperti apa usaha keluarganya.
...*****...
Pagi ini Aryan mendapatkan panggilan video dari Bapak Liana. Sebelumnya mereka memang sudah saling berkirim pesan. Hari ini Aryan tidak ada jadwal mata kuliah, karena dosennya sedang beehalangan hadir.
"Selamat pagi Om..!" sapa Aryan.
"Selamat pagi Yan..wah, mau kuliah ini?"
"Hari ini free Om, dosennya lagi ada acara..!"
"Enak ya, kerjanya nanti siang kalo gitu?"
"Iya Om, ambil shift siang, gimana kabarnya Om dan Tante?"
"Baik Nak Aryan, Om mau bicara penting ini..sibuk ndak?"
"Oh bisa Om..silakan!"
"Gini Nak, kemarin itu, ada yang melamar Liana..!"
"Melamar Liana Om?" Tanya Aryan terkejut. Sorot matanya mendadak berubah sayu.
"Tapi tenang saja, barusan juga Om ngabarin ke Liana. Lalu Om ngabari kamu. Jangan khawatir, lamarannya Om tolak..!"
Kata Bapak Liana sambil tersenyum.
"Ditolak sama Om? kenapa?"
"Hayo Om tolak, Om sudah punya calon mantu sendiri kok..!"
"Calon mantu sendiri? jadi Liana sudah Om carikan calon mantu gitu?" tanyanya kian sedih.
"Ngapain Om nyariin, kan calon mantunya lagi video call sama Om ini...!" jawab Bapak Liana.
"Lagi video call...saya dong Om..!"
"Siapa lagi kalo bukan kamu, Bapak sudah sreg sama kamu, kamu anak muda yang mandiri dan pekerja keras, walaupun kamu sebenarnya anak orang berada, tapi kamu gak mau cerita soal itu. Bapak bangga, dan percaya bahwa Liana akan berada di tangan laki-laki yang tepat!"
__ADS_1