Beda Usia

Beda Usia
Pernikahan


__ADS_3

Semua keluarga sudah siap di kediaman Aryan. Dengan balutan pakaian mewah bernuansa lavender dan putih. Keluarga Aryan dan Liana nampak bahagia menanti momen sakral yang akan dilaksanakan sebentar lagi. Mengusung konsep garden party, nuansa pernikahan ini didominasi warna pastel yang cantik. Semua hidangan dari berbagai benua terhidang di sini. Dan chef luar negeri pun dihadirkan untuk membuat tamu undangan merasa nyaman.


Lutfi dan Salma nampak sedang menemani gue di dalam ruang make up. Sesekali Salma menyuapkan sepotong kue saat gue minta.


"Sal, gue laper nih!" kata gue saat semua sudah siap.


"Ah elah, nih mam kue dulu ya, kan gak mungkin gue bawain nasi kotak..!" kata dia sambil nyuapin gue.


"Aduh, nie anak satu, makan mulu..udah siap nih, awas aja ya sampe make up berantakan, MUA terkenal nih yang make up in lo..!" celoteh Lutfi.


"Iyah Lutfi wibowo..gue deg-degan nih Sal, Fi..!" kata gue sambil menatap diri gue ke cermin.


Gue pandangi lagi gaun pengantin impian gue. Dengan perpaduan warna lavender dan putih. Sesuai dengan tema pernikahan yang gue inginkan. Dan Aryan mewujudkannya.



"Li, lo beneran cantik banget!" Kata Salma diikutin anggukan Lutfi.


"He em, gue jadi pengen nikahin lo juga deh Sal..!" kata Lutfi mendadak baper.


"Aamiin, semoga disegerakan ya gaes..!" kata gue.


Mereka pun mengaminkan doa gue barusan. Tak lama kemudian, Mbak Ratna dan Ibupun masuk. Mereka pun terpesona dengan penampilan gue saat ini.


"MashaAllah Bu, lihat Dek Liana banget...!" Kata Mbak Ratna.


"Iya, ibu terharu jadinya, ayo sayang, bentar lagi mau ijab qabul..!" kata Ibu sambil menuntun gue keluar ruangan. Di luar sudah penuh para tamu undangan. Aryanpun sudah menunggu di tempat Ijab Qabul akan dilaksanakan. Gue diantar Ibu untuk sampai di sebelah Aryan. Melihatnya saat ini membuat gue jantungan. Ya Tuhan, ini anak kok ganteng banget sih.



Dengan senyuman mautnya Aryan menatap gue tanpa kedip. Gue pun terpana dengan dia saat ini. Yakin nih calon suami gue? Ya Tuhan Liana, betapa beruntungnya lo.


Kami duduk bersebelahan, dengan degupan jantung yang makin karuan. Gue melirik sejenak ke arah Aryan. Diapun kayaknya merasakan hal yang serupa. Terlihat dia menghela nafas perlahan. Berusaha agar dia tidak nampak gelisah. Sebentar lagi gue jadi istrinya dia. Gue lihat Bapak nampak gagah dan tampan sekali di sebelah penghulu. Senyum di wajahnya nampak berseri.


"Nak Aryan, jangan sampai salah ya, nanti sekali tarikan nafas kalo bisa, dah latihan kan?" tanya Bapak.


"Sudah om..!" jawabnya sambil tersipu malu.


...*****...


"Saya terima nikah dan kawinnya Berliana Hadi Kusuma Binti Kusuma Admaja dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" kalimat ijab qabul pun terucap dari bibir Aryan. Dan kala mendengar dia mengucapkan kalimat sakral tersebut, gue merasakan aliran darah gue mengalir cepat, detak jantung kian terpacu. Dan ada kelegaan dalam dada, saat mendengar kata SAH menggema dari para undangan yang hadir.


"Bagaimana para saksi, sah?"


"SAH"

__ADS_1


Alhamdulilah Ya Allah, engkau mudahkan pria di sebelah gue dalam melafalkan kalimat sakralmu. Dan sekarang gue dah resmi jadi Nyonya Aryan. Sejenak gue menatap mata Aryan yang berlinang air mata, gue tahu dia pun terharu dan bahagia. Kamipun bertukar cincin, dan dengan khidmat gue cium tangannya sebagai seorang istri untuk pertama kalinya.


Sebuah kalimat ajaib terucap dari bibirnya pelan. Saat dia mencium kening gue.


"I love you sayang"


Ah, gue pengen meluk dia, cuman malu karna banyak orang sekarang.


...*****...


Prosesi demi prosesi pun kami jalani, hingga saatnya kami menemui para tamu. Ya, Aryan dan gue pengen, kita yang datang menyambut tamu yang hadir. Rasanya itu makin akrab, dibanding harus menunggu tamu yang mendatangi kami.


Dan, yang pertama kami temui tentu saja para sahabat tercinta kami.


"Ahh..selamat ya sayang gue...!" kata Lora sambil memeluk erat.


"Selamat Li, lo cantik banget sumpah!" kata Lusi.


"Gue senang lihatnya, selamat ya besti....!" kata Wulan.


"Selamat ya Liana...!" kata Wike.


"Aaah...sayang gue semuaaa...makasih dah datang!!" kata gue sambil membalas pelukan mereka satu persatu.


"Yang lain mana nih?" tanya gue.


"Gue berasa keliling dunia, semuanya ada...!" kata Wike.


Dan geng heboh kampus pun akhirnya nongol.


"Sayangkuuuhh...selamat yaaaa!" kata Fuji dan kawan-kawan.


"Makasih sayang...udah kenyang nih?" tanya gue.


"Belum..cuman ditarik ama pasangan gila ini biar nemuin lo duluan...!" kata Risa sambil nunjuk ke arah Salma dan Lutfi.


"Aturan juga lo kasih selamat ke mereka, kasih amplop baru lo makan maemunah!" kata si Lutfi.


"Santai bro...biar makan-makan dulu gak papa!" timpal Aryan sambil tertawa.


"Belahan jiwa gue ilang deehh..selamat ya Li...!" kata Salma dan Lutfi barengan.


"Oh kalian sayang gue semuanya..makasih buat selama inihhh!" kata gue.


Acara ramah tamah dengan tamu pun usai, walo hanya sekedar berterima kasih atas waktu mereka. Kali ini pun masih ada acara untuk keluarga dan sahabat dekat.

__ADS_1


...*****...


"Alhamdulilah, bapak ibu dan keluarga lega dan bahagia, acaranya berjalan dengan lancar tanpa kendala satupun.." kata Bapak mengawali pembicaraan." kata bapak.


"Benar Pak, Alhamdulilah, semuanya lancar..!" jawab papa Aryan.


"Nah, Nak Aryan, jalankanlah tugas dan kewajiban kalian sebagai suami istri dengan penuh cinta dan tanggung jawab, harus saling menghormati, menghargai dan saling menutup aib masing-masing...!" pesan Ibu.


"Mama juga pesan, jangan lama-lama bikin cucunya mama, udah gak sabar pengen nimang cucu..!" sahut mama Aryan.


Kami berdua cuman bilang iya, sambil menahan malu.


"Jangan lupa, kalau sudah nikah, jangan manggilnya lo gue lagi ya...!" celetuk Mas Rama.


"Emang gak boleh mas?" tanya gue balik.


"Masa iya, manggil suaminya lo..jangan dong dek, gak romantis!" ledek Mas Wisnu.


"Gimana kalau Honey...!" usul Jelita. Dan disambut tawa semua keluarga.


"Aryan dah punya panggilan istimewa kok...santai!" kata Aryan membela gue.


"Emangnya lo mau manggil apaan?" tanya gue reflesk.


"Dek...kok masih Lo manggilnya, lupa ya?" goda Mbak Ratna.


"Aah..malah pada ngeledek Yannn!" kata gue sambil meluk Aryan tanpa sadar.


"Ciieeee...pengantin baru, meluk di depan umum...!!" ledek Bapak.


Sontak semuanya tertawa melihat muka gue merah padam.


"You guys, harus bulan madu dulu ya..kita dah siapin semuanya..!" kata Jingga sambil ngasih kado.


"Apa lagi inih?" tanya gue penasaran.


"Kalian bakalan bulan madu ke raja ampat...!" sahut Jelita.


"Yeaayyy..!!!" sahut Jingga.


"Dan kita semua juga bakalan ikut ke sana...!" kata Papa Aryan.


Semua yang ada di sana terkejut.


"Pa, serius semua yang ada di sini ikutan bulan madu?" tanya Mama Aryan.

__ADS_1


"Yes..kalo mereka bulan madu, kalau kita perjalanan wisata keluarga....!" jawabnya penuh semangat.


Dan semua keluarga yang ada di sana kaget plus gembira. Langsung Mas Wisnu dan Mas Rama nambah cuti ke atasannya. Vania, Nike, Evan dan Jennie pun ikut serta. Ditambah duo Salma dan Lutfi serta Lora dan Lusi. Mereka semua diajak papa Aryan untuk liburan bersama. mertua gue luar biasa. Orang sekampung diajak liburan semuanya.


__ADS_2