BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN

BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN
10 Semua Orang Harus Tau Kalau Aku Dan Kamu Telah Menjadi Kita


__ADS_3

Aku ingin kita selalu bersama dan orang-orang pun harus tahu kalau kamu adalah milik ku begitu juga sebaliknya.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


********


Pancaran Matahari pagi menembus celah jendela sebuah kamar dan mengusik seseorang di baliknya.


"hoamm" nguapnya dan meregangkan otot-otot yang serasa kaku. Ia melirik jam di atas nakas dan mengambil ponselnya yang di charger. Orang itu adalah Leo.


*Via WhatsApp*


***Leo: Selamat pagi kesayangan πŸ’ž


Β 


Clar: Pagi juga 😊


Β 


Leo: Ingat ya yang aku bilang semalam, nanti aku yang jemput kamu


clar: Iyaa aku ingat kok. β€ŽKamu siap-siap sana


Β 


Leo: Okee kamu juga. Sampai jumpa nanti. Love You πŸ’ž


Clar: Iyaa, too πŸ’ž


Β 


Leo: Too apaa sih? Toolong? Tookyo?


Clar: Ihh kamu, udah sana. Aku mau siapΒ² ni


Β 


Leo pun tersenyum karena berhasil menggoda Clarissa, dia pun meletakkan handphonenya kembali dan bergegas ke kamar mandi untuk besiap-siap menjemput sang pacar tercinta untuk berangkat bersama.


Clarissa sudah siap dan berkumpul bersama papa dan mama nya untuk sarapan pagi di meja makan.


"bagaimana sekolah kamu" tanya papa Clarisaa kepada putrinya.


"baik kok pa" ucap Clarissa sambil tersenyum dan menikmati makannya.


"berangkat sekolahnya biar papa yang ngantar, kebetulan papa lagi libur ni" tawar papa Clarissa.


"gak usah pa, aku nanti bareng Leo ke sekolah" ucap Clarissa.


"Leo" ulang papa Clarissa sambil menaikkan alisnya seperti bertanya.


"iyaa Leo pa, yang kemaren ketemu papa. Dia tadi bilang mau jemput" ucap Clarissa.


"wahhh kalian makin dekat aja, udah jadian ya. Mama suka kok sama dia, anaknya sopan, baik, terutama ganteng lagi. Yakan pa" ucap Mama Clarissa panjang lebar.


Pipi Clarissa langsung merah mendengar ucapan mamanya.


"kalian sudah pacaran" tanya papa Clarissa. "kalau iya, papa sih terserah Clarissa saja, kalau putri papa ini bahagia, papa akan setuju" ucap papa Clarissa menatap putrinya dengan tersenyum.


"udah pa, semalam" ucap clarissa tersenyum malu. Memang di keluarga clarissa tidak pernah ada menutupi masalah atau persoalan apa pun, termasuk soal percintaan.


"kamu boleh pacaran, tapi ingat pesan papa kamu harus jaga diri baik-baik ya" ucap papa Clarissa.


"siap pa" ucap Clarissa tersenyum dan melanjutkan makannya.


Selang berapa menit 'Tok.. Tok... Tok' bunyi ketukan pintu.


"selamat pagi" ucap Leo sambil mengetuk pintu rumah Clarisaa.


"selamat pagi nak Leo. Ayo masuk kita sarapan bareng" ucap mama Clarisaa yang membukakan pintu.


Leo pun masuk mengikuti langkah mama Clarissa.


"pagi om" sapa Leo ramah sambil menyalami papa Clarissa.


"pagi" ucap papa Clarissa datar.

__ADS_1


"om kok singkat banget ngomongnya, kemaren aja panjang" ucap Leo.


"terserah saya lah, mulut-mulut saya kok kamu yang sibuk" ucap papa Clarissa.


"yaelah om pagi-pagi gak boleh marah-marah gitu, nanti cepat tua lo" ucap Leo sambil duduk di samping Clarissa.


"udah Leo gak usah di ladenin, ayo makan" ucap mama Clarissa dan mengambilkan makanan untuk Leo.


"terima kasih tante" ucap Leo sambil tersenyum.


Mereka pun makan dengan di selingi obrolan ringan.


"kami berangkat ya ma, pa" ucap Clarissa sambil berdiri dan menyalami orangtua nya dan di juga susul oleh Leo di belakangnya.


Hari ini Leo membawa motor, karena pagi-pagi seperti ini jalanan akan macet dan untuk menghindari kemacetan Leo sengaja membawa motor agar mereka tidak terlambat sampai ke sekolah. Leo membantu Clarissa naik ke atas motornya dan melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


"kamu cantik" ucap Leo memecahkan keheningan sambil merilik sekilas dari kaca spion motornya.


Clarissa terdiam dan sambil tersenyum manis merasakan panas yang menjalar di pipinya atas ucapan Leo. Setiap kata-kata manis yang di ucapkan oleh Leo selalu saja membuat Clarissa tersenyum bahkan salah tingkah.


"kamu udah jadi pacar aku tetap aja ya irit banget bicara" ucap Leo sambil fokus membawa motornya.


"maaf ya. aku gak tau mau ngomong apa, aku gak pandai mencari topik pembicaraan" ucap Clarissa merasa bersalah. Memang Clarissa sulit untuk mencari topik pembahasan saat berbicara dengan siapa pun.


"ehh kamu ngomong apa sih. Pakai maaf-maaf segala. Aku ngerti kok kamu. Makanya itu kita ini perpaduan yang sangat-sangat pas" ucap Leo.


"kok kamu bisa bilang gitu" ucap Clarissa sangat polos.


" ya ampun pacar aku ini, buat aku makin cinta aja" ucap Leo gemes. " kenapa aku bilang perpaduan yang pas, karena kamu lihat aja sendiri. Aku gak henti-hentinya ngomong dan kamu sedikit irit ngomong. Jadi pas kan" ucap Leo dengan teorinya itu.


"ohh kaya gitu" ucap Clarissa masih dengan tampang polosnya.


"kamu ini buat aku gemes pengen di cium aja " ucap Leo asal.


"ha" kaget Clarissa.


"gak kok sayang, aku bercanda" ucap Leo tersenyum.


Tak terasa mereka pun telah sampai di sekolah. Banyak pasang mata yang melihat mereka bersama, bahkan berbisik-bisik mengatakan


'*ihh kok Clarissa bisa sama Leo sih'


'kok bisa pergi bareng sih'


'patah hati adek bang'


'mereka kelihatan pasangan yang serasi ya*'


Dan banyak lagi bisik-bisik dari penghuni sekolah yang melihat kebersamaan mereka.


"mereka kok ngelihatin ke arah kita kayak gitu sih" bisik Clarissa kepada Leo.


"udah gak usah di perdulikan, anggap aja butiran debu" ucap Leo.


Clarisaa berniat jalan deluan ke kelasnya namun di tahan oleh Leo.


"kita ke kelas bareng" ucap Leo menahan tangan Clarissa.


"tapi aku malu di lihatin kayak gitu sama mereka, penggemar-penggemar kamu apalagi" ucap Clarissa.


"kan udah aku bilang tadi, anggap aja mereka gak ada kaya debu sayang" ucap Leo lembut menghadap Clarissa.


Leo pun menggenggam tangan Clarissa sambil berjalan menuju kelas mereka. Tak berbeda dengan mata-mata yang melihat mereka di parkiran tadi, dikelas pun sama hal nya. Seisi kelas memperhatikan mereka dan bahkan menggoda mereka, sampai salah satu dari teman mereka membuka suara.


"eh.. Eh.. Eh.. Aroma-aroma ada yang jadian ni" ucap Fani saat melihat Leo dan Clarissa masuk ke kelas.


"yang jomblo please jangan sirik" ucap Leo mengejek Stefani.


"lo kok mau Clar sama si singa ini" ucap Fani kembali.


Clarissa hanya tersenyum menanggapi ucapan Fani, tetapi berbeda dengan Leo dia selalu punya jawaban atas semua perkataan Fani.


"pajak jadian ada kali ya" ucap Stefano.


"kalau jadian ada pajak nya juga ya, ngurusnya di kantor pajak juga" tanya agatha dengan wajah tanpa dosa.


"tha..tha.. Lo lahir di zaman apa sih, gemes gue" ucap Stefano geram.

__ADS_1


" ya sama dong sama lo fano" ucap Agatha tak kalah polosnya.


"udah gak usah di ladein nih si agatha" ucap Fani.


"jadi gimana ni, traktir kita-kita kan lo" ucap Stefano semangat.


"kalian apaan sih, masa jadian aja ada pajaknya. Kita kan masih sekolah jadi gak ada uang buat traktir gitu" ucap Clarissa lembut, ya memang Clarissa berbeda dari teman-temannya yang kaya, sedangkan dia hanya dari keluarga sederhana.


"tenang, gue traktir kok lo semua pas istirahat nanti" ucap Leo enteng.


"yeeee" sorak teman-teman sekelas Leo.


Saat Leo mengucapkan seperti itu, raut wajah Clarissa berubah, tetapi tidak ada yang menyadari hal itu.


Clarissa tidak mau Leo menghambur-hamburkan uang seperti itu. Bukannya dia tidak suka melihat Leo berbuat baik, hanya saja menurutnya itu sangat berlebihan bagi mereka yang masih mendapatkan uang jajan dari orang tua.


Bel pertanda masuk nya pelajaran sudah berbunyi, guru-guru yang mengajar di masing-masing kelas sudah mulai masuk. Begitu pula di kalas XII MIPA 3, siswa siswi yang berjalan kesana kemari sudah duduk di tempat mereka masing-masing dan bahkan yang bergosip sudah diam seribu bahasa. Mereka tertib seperti ini karena pelajaran fisika dimana guru yang masuk di kelas mereka terkenal sangat killer dalam mengajar.


Proses belajar mengajar berjalan dengan sangat tentram dan damai, karena sampai saat ini belum ada yang berani berkutik sedikit pun.


"ada yang ingin kalian tanyakan" tanya guru fisika itu yang telah menyelesaikan penjelasannya.


Semua yang ada di dalam kelas itu diam dan tidak menjawab pertanyaan guru itu.


"baiklah jika tidak ada yang mau bertanya, dan waktu kita masih ada 20 menit lagi maka keluarkan kertas selembar dan alat tulis kalian lalu simpan semua catatan dan buku yang berhubungan dengan fisika" ucap guru fisika.


Kalau situasi seperti ini, maka sudah otomatis akan adanya kuis dadakan yang akan di lakukan. Bagi mereka yang mendengarkan penjelasan tadi hanya tenang saja jika kuis seperti ini, tetapi berbeda dengan mereka yang tubuhnya ada di dalam kelas tapi pikirannya sudah menuju kantin bahkan pacar yang entah ada dimana keberadaannya.


Mereka pun mengerjakan kuisnya dengan diam dan tidak ada yang mencontek karena gerak gerik mereka selalu di awasi sang guru.


'Tringgggg......' bunyi bel pertanda istirahat.


"baik silahkan di kumpul kuisnya dan kalian boleh beristirahat" ucap guru itu dan menerika lembar jawaban dari murid-muridnya.


"sampai jumpa minggu depan dan saya akan bagi hasil kuis ini. Selamat siang" ucap guru fisika itu dan berlalu meninggalkan kelas.


"gilakk sih ini, gue mau nangis" ucap Fani dengan teman-temannya karena kuis tadi.


"iyaa gue juga" celetuk teman sekelas Fani yang satu.


"udah-udah gak usah di ingat, sekarang ayoo semuanya ke kantin, gue traktir sebagai pesta kecil-kecilan dimana gue udah jadian sama Clarissa" ucap Leo kepada teman-teman satu kelasnya dan mereka semua beranjak ke kantin.


"langsung pesan aja sana, bilang ke ibu kantin gue yang bayar karena udah jadian sama bidadari yang ada di samping gue ini" ucap Leo kepada teman-temannya setelah sampai di kantin.


Teman-teman Leo pun sudah berhamburan ke stand-stand makanan yang ada untuk memesan makanan.


"kamu mau apa, biar aku pesanin" ucap Leo kepada Clarissa yang sedang duduk di hadapannya.


"gak usah, aku gak lapar. Aku mau ke kelas aja" ucap Clarissa beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar dari kantin. Clarissa pikir tadi Leo hanya bercanda akan ucapannya kepada teman-teman sekelasnya, ternyata Leo benar-benar mentraktir semua teman kelasnya.


"kamu kenapa sih, aku ada salah sama kamu" ucap Leo mensejajarkan langkahnya kepada Clarissa.


"gak ada" ucap Clarissa mempercepat langkahnya.


'kenapa lagi'batin Leo dan kembali mengejar Clarissa.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Yeee akhirnya Up date lagi. Terima kasih buat teman-teman semua yang masih setia baca cerita aku. Jika ada kekurangan dalam cerita aku, teman-teman bisa kasih pendapatnya lo. Atau kalian bisa chatt aku di grup dan aku bakal senang hati merespon dan menerima saran kalian 😊. Jangan lupa dukung aku dengan pencet tombol jempol nya ya (πŸ‘) itu adalah penyemangat bagi aku 😊. Love You All 😘


Tertanda Sayang

__ADS_1


M. R. S πŸ’ž


__ADS_2