BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN

BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN
07 Menyatakan Perasaan(2)


__ADS_3

Di saat lidah ini tidak kelu untuk mengungkapkan perasaan ini, kenapa seolah-olah Tuhan tidak mengizinkan nya terjadi.


💞💞💞💞💞💞💞💞


********


Setelah kejadian yang selalu menghalangi Leo mengungkapan perasaannya di restoran tadi. Akhirnya iya membawa Clarissa ke sebuah tempat yang ia katakan tadi saat mereka telah di dalam mobil yaitu Taman.


Mereka tiba di taman sudah pukul 8 malam. Banyak bunga-bunga indah yang bermekaran dengan sorotan lampu taman menyambut kedatangan mereka seolah-olah tau perasaan seorang Tuan Muda bernama Leo.


"kita duduk di sana aja ya" ajak Leo menarik tangan Clarissa menuju sebuah bangku di bawah pohon rindang.


Karena hari libur dan bertepatan dengan malam minggu, taman ini sangat ramai dikunjungin oleh orang-orang, terutama pasangan yang sedang pacaran dan anak-anak yang berlarian kesana kemari dan seolah tidak pernah kelelahan.


Clarissa menatap anak-anak itu dengan senyum yang merekah seolah-olah juga merasakan apa yang anak-anak kecil itu rasakan saat bermain.


"mereka lucu banget gak sih" tunjuk Clarissa ke arah segerombolan anak-anak yang sedang berlarian.


"iyaaa, tapi lebih lucuan anak kita nanti lah" jawab Leo ingin menggoda Clarissa.


Pipi Clarissa lagi-lagi di buat Leo memerah seperti tomat dan jantung yang berdegup cepat.


"gak usah merah gitu pipinya" goda Leo lagi.


"apaan sih kamu" ucap Clarissa kesal agar menutup kegugupannya.


"selalu aja bilangnya apasih-apasih, dalam hati udah berbunga-bunga" ucap Leo tak henti-hentinya menggoda Clarissa.


Mereka pun diam dan menikmati pemandangan yang indah di taman ini.


"Clarissa" panggil Leo lembut dan sudah menghadap dengan Clarissa.


'kenapa perasaan aku aneh gini, jadi deg-degan'batin Clarissa dan melihat Leo.


"ada yang ingin aku sampaikan ke kamu" ucap Leo dengan nada serius.


"boleh tunggu sebentar gak, aku gak tahan ni mau buang air kecil" ucap Clarissa sambil berdiri dan bergegas pergi ke toilet umum.


Sebenarnya Clarissa tidak ingin buang air kecil, dia hanya ingin menghindar dari Leo sebentar agar tidak melanjutkan perkataannya. Bukannya ge'er atau apa tapi dia yakin Leo akan menembak dirinya, karena tadi saat di restoran Leo sudah hampir menyelesaikan perkataannya. Dia masih belum yakin sama perasaannya saat ini apakah dia memang menyukai Leo atau sekedar kagum.


Setelah berapa lama Clarissa di toilet untuk meyakinkan dirinya atas perasaannya. Akhirnya ia kembali ke taman menemui Leo.


"maaf ya lama, kamu mau bilang apa tadi" tanya Clarissa dan duduk di sebelah Leo.


"kamu dengerin aku baik-baik ya. Dari tadi aku mau ngatain ini ke kamu, tapi di halangin terus. Dan sekarang adalah moment yang paling pas menurut aku" ucap Leo sambil tersenyum dan terus menatap mata Clarissa.


"Clarissa aku mau nyataian pera... " ucap Leo terpotong karena tiba-tiba ada seorang anak kecil yang menangis datang ke arah mereka. Spontan Clarissa menghampiri anak itu.


"adik kecil, kamu kenapa menangis" tanya Clarissa lembut kepada seorang anak laki-laki di hapadannya.


"hiks... Hiks... Hiks... Aku gak tau mama papa aku kemana" ucapnya sambil menangis.


"ya ampun kasihan banget kamu, kakak bantuin cari ya mama sama papanya" tawar Clarissa dengan tersenyum.


"Leo ayo kita bantu cariin orang tua anak ini" ajak Clarissa kepada Leo.

__ADS_1


"yaudah ayok" pasrah Leo. 'gagal lagi gagal lagi'batin Leo.


Mereka pun berkeliling taman yang luas ini untuk membantu anak itu mencari orang tua nya. Sudah setengah jam mereka mencari tapi tak kunjung menemukan.


"mama... " teriak anak laki-laki itu sambil berlari.


"sayang, kamu kemana aja. Buat mama khawatir tiba-tiba kamu hilang" ucap ibu anak itu sambil menangis.


"maafin aku ma" ucapnya menangis sambil memeluk ibu nya.


" ma, ini kakak cantik dan abang ganteng yang tolongin aku cari mama" ucap anak laki-laki yang kira-kira umurnya 4 tahun.


"terima kasih ya dek udah tolongin anak saya, saya gak tau harus bagaimana lagi" ucap ayah dari anak itu dengan tulus.


"sama-sama om" ucap Leo dan tersenyum.


"kalau gitu kami permisi dulu ya, sekali lagi terima kasih" ucap ibu anak itu.


"iya bu sama-sama" ucap Clarissa.


Handphone Clarissa berbunyi dan ia mengambil handphone itu dari dalam tas.


"Hallo ma" jawab Clarissa saat menerima telfon itu.


"kamu lagi dimana, kamu buruan pulang. Papa udah pulang nih dari luar kota. Dari tadi nanyain kamu" ucap Mama Clarissa.


"iya ma aku pulang sekarang" ucap Clarisaa dan mematikan sambungan telfonnya.


"ayokkk kita pulang sekarang" ajak Leo karena mendengar ucapan Clarissa kepada mama nya


Di dalam mobil hanya keheningan yang terjadi. Biasanya Leo yang selalu berbicara tak henti-hentinya dan menggoda Clarissa diam seribu bahasa. Clarissa yang aneh dengan sikap Leo seperti ini menjadi aneh. Dan Ia memberanikan diri untuk menanyai Leo.


"gpp" jawab Leo singkat


"yakin kamu gpp, apa aku ada salah sama kamu" ucap Clariss tapi dia tidak tau apa terjadj sehingga Leo hanya diam, perasaannya tadi baik-baik saja.


"ehh kok kamu bilang gitu, aku beneran gpp kok. Itu.. Aku sebenarnya takut jumpa papa kamu" ucap Leo dengan beralasan karena dia tidak mau Clarissa mengetahui kalau mood nya tiba-tiba hancur karena gangguan orang saat dia ingin menyatakan perasaannya.


"astaga kamu, papa aku baik kok. Gak akan makan kamu juga" ucap Clarissa dan tertawa.


"ya takut aja karena ngantarin kamu kelamaan pulangnya" ucap Leo lagi. Sebenarnya dia tidak takut berhadapan dengan Camernya, karena baginya itu memang harus di hadapi.


Selang beberapa menit akhirnya mereka sampai dirumah Clarissa. Leo ikut turun dan masuk ke rumah bersama Clarissa.


"papa.. " teriak Clarissa dan bergegas berlari memeluk papanya sedang duduk di sofa ruang tamu rumahnya.


"aku kangen banget sama papa" ucap Clarissa masih memeluk papanya.


"ini siapa" tanya Andi Juanda papa Clarissa melihat ke arah Leo.


"kenalin pa, ini Leo teman aku" ucap Clarissa


"hai om, saya Leo" ucap Leo sambil menyalami papa Clarissa.


"teman atau teman" ucap papa Clarissa menggoda.

__ADS_1


"ihhh papa apaan sih, temen kok" ucap Clarissa malu.


"sekarang baru teman om, berapa tahun yang akan datang jadi mantu" ucap Leo sambil tersenyum.


"kalau saya gak restuin, kamu bisa apa" ucap papa Clarissa memancing Leo.


"saya jamin om akan restuin saya. Malahan om akan bangga-banggain saya" ucap Leo dengan sombongnya.


"bangga in dari mana model kayak gini, gak ada yang bisa di banggain" ejek papa Clarissa sambil melihat penampilan Leo dari atas sampai bawah.


"udah sana kamu pulang" usir papa Clarissa kepada Leo.


"gak usah di dengerin nak Leo. Papa apaan sih sama calon mantu mama" bela mama Clarissa.


Clarissa tersenyum melihat papa dan mama nya merespon Leo dengan baik, begitu juga sebaliknya dengan Leo yang bisa dengan mudah akrab dengan kedua orangtua nya.


"yaudah om saya pamit pulang dulu ya" ucap Leo sambil melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan hari sudah terlalu malam.


"baru di gituin aja udah nyerahkan kamu, bagaimana saya bisa bangga" ucap papa Clarissa mengejek Leo kembali.


"bukan nyerah om, ini udah malam. Gak baik saya lama-lama nanti saya khilaf" ucap Leo dengan cengirannya dan menyalami kedua orang tua Clarissa.


"saya pamit ya om, tante" ucap Leo sopan.


"iya kamu hati-hati ya nak, sering-sering datang ke sini" ucap mama Clarissa.


"kalau itu pasti tante" ucap Leo semangat.


Clarissa mengantarkan Leo kedepan menuju mobilnya.


"terima kasih ya untuk hari ini kamu udah ngajakin aku jalan" ucap Clarissa sambil tersenyum tulus.


"sama-sama apa yang gak buat kamu" ucap Leo tersenyum. " aku pamit ya" sambung Leo dan di anggukin oleh Clarissa.


Leo pun masuk ke mobilnya dan menjalankan mobilnya. "gagal lagi gagal lagi, kayak gak di restuin Tuhan aja gue buat nyatain perasaan gue dengan Clarissa" ucap Leo dengan helaan napas dan melajukan mobilnya menuju rumahnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Yeee akhirnya Up date lagi. Terima kasih buat teman-teman semua yang masih setia baca cerita aku. Jika ada kekurangan dalam cerita aku, teman-teman bisa kasih pendapatnya lo. Atau kalian bisa chatt aku di grup dan aku bakal senang hati merespon dan menerima saran kalian 😊. Jangan lupa dukung aku dengan pencet tombol jempol nya ya (👍) itu adalah penyemangat bagi aku 😊. Love You All 😘

__ADS_1


Tertanda Sayang


M. R. S 💞


__ADS_2