BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN

BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN
05 Akhirnya Ada Kemajuan


__ADS_3

Aku sendiri tidak menyangka, ternyata segala usahaku membuahkan hasil yang baik.


💞💞💞💞💞💞💞💞


********


Hari-hari pun terlewati begitu cepat. Tak terasa sudah sebulan penuh Leo berusaha mendekati Clarissa dengan berbagai macam usah nya, dimulai dari nge Chatt setiap pagi dan malam, memberikan perhatian dengan membelikan makanan-makan kecil setiap pagi nya kepada Clarissa sampai dengan belajar masak dengan sang mami seperti hari ini.


"Mamiiiiiiii...." teriak Leo mencari Maminya menuju arah dapur.


"kenapa lagi kamu pagi-pagi gini teriak-terik kaya gitu" ucap ibu Megan Alexander kepada sang putra


"mi ajarin aku buat nasi goreng dong" ucapnya dengan nada manjan.


"tumben kamu, ohh mami tau untuk pacar kamu kan" ucap sang ibu yang udah tau kalau tingkah anaknya yang tiba-tiba ingin di ajarkan banyak seperti ini.


"hehehe... Mami tau aja, ayokk mi ajarin aku. Ini tu perjuangan mi untuk dapat kan pujaan hati yang entah kapan akan sah" ucap nya dengan wajah memelasnya.


"gak cocok muka kamu di melas-melasin, yauda mami ajarin" ucap bu Megan kepada sang putra


Bu Megan pun mengajari Leo untuk memasak, dimulai dari memotong bawang, cabe, dll nya dan memasaknya.


"wihhh angin apa ni lo bang" ucap seorang gadis bernama Calista Putri Alexander yang tak lain adalah adik nya yang sekarang duduk di kelas 3 SMP.


"angin ****** beliung yang menerpa hati gua" ucap Leo sambil memasukkan masakannya ke dalam kotak bekal.


"lebay amat lo, gue mau dong" ucap Calista sambil mengambil sendok dan ingin memakannya.


"enak aja lo, gak boleh" sambil memukul tangan sang adik yang ingin menyentuh masakannya.


"cihh.. Pelit amat, gue doain kuburan lo sempit bang" ucapnya dengan kesal.


"tinggal di lebarin aja kalau sempit" timpal Leo.


"udah-udah kalian ini, kamu siap-siap berangkat aja bang, biar mami yang lanjutin" lerai bu Megan


"makasih mi, Leo siap-siap dulu" sambil berlalu meninggalkan dapur dan menuju kamarnya.


"tumben banget si abang mi, bangun cepat malah masak lagi" ucap Calista karena dia tau tingkah abangnya yang sangat susah untuk di bangunkan berangkat sekolah. Tapi akhir-akhir ini dia selalu berangkat dengan cepat.


"kamu kayak gak tau abang kamu aja" ucap Megan kepada putri bungsunya.


Selang berapa menit, Leo pun sudah rapi dengan seragamnya dan tak lupa senyum yang selalu mengembang. Dia pun menuju ruang makan dan bergabung dengan keluarganya disana.


"pagi pi" sapanya kepada Briyan Alexander yang tak lain adalah Papi nya Leo.


"pagi" ucap sang papi cuek

__ADS_1


"pi, tau gak sih kalau di cuekin itu gak enak. Cukup si dia nya aku aja yang cuek, papi gak usah ikut-ikutan deh" ucap Leo karena tidak terima dengan jawaban papi nya tadi.


"kamu sampai sekarang gak bisa buat dia gak cuek sama kamu, mana jiwa penakluk wanita itu" ejek sang papi. Ya karena papi nya tau apa pun yang di lakukan oleh dua anaknya.


"Haaa....kok papi bisa tau, papi cenayang ya" ucao Leo kaget, pasalnya dia belum ada cerita soal masalah ini kepada keluarganya.


"kenapa pi" tanya Megan kepada sang suami sambil membawa makanan dari dapur.


"itu mi ternyata si abang deketin cewek tapi gak di respon. Hahaha... Ngakak gue bang, bener kata papi mana jiwa penakluk lo, biasa bangga amat lo" timpal sang adik


"lo bocah gak usah sok ikut campur urusan orang gede, besok-besok lo gede baru tau rasanya gimana" ucapnya penuh kekesalan.


"BODO AMAT GUE. Mi, Pi aku pergi dulu" ucap sang adik sambil menyalami kedua orang tua nya dan berlari keluar.


"DASAR LO BOCAH" teriak Leo ingin rasanya menjambak sang adik.


"kalian berdua memang gak pernah akur, abang berangkat sana, udah jamberapa ini" ucap Megan dengan lembut.


"ohh iya sampai lupa, karena anak tuyul itu" gumam Leo lalu bangkit dan menyalami orang tua nya.


"papi berangkat dulu ya ni" ucap Briyan kepada sang istri.


"iya pi, papi hati-hati" sambil menyalami dan mengantarkan sang suami kedepan.


Leo pun sampai di sekolah dan bergegas menuju kelasnya. Sepanjang jalan menuju kelas banyak mata-mata yang menatap kagum Leo.


"ini apa" tanya Clarissa mengambil paper bag itu.


"buka aja" timpalnya


Clarissa pun membuka paper bag itu. "nasi goreng" ucapnya setelah membuka kotak bekal dan melihat ke arah Leo


"iya ini aku bawain sarapan untuk kamu, di makan ya, aku yang masak kok dan pastinya gak beracun, jangan kaya kemaren-kemaren kamu kasih ke orang lain" ucapnya memelas


Memang setiap kali saat Leo memberikan Clarissa makanan, Clarissa memberikannya kepada Fani atau Agatha karena mereka berdua tidak sarapan, dan kebetulan dia udah sarapan di rumahnya.


"tapi aku udah makan dirumah, kamu ambil aja lagi ini" sambil menyerahkan makan itu di hadapan Leo.


"cicip aja sekali, aku udah capek-capek lo buatin nya untuk kamu, setidaknya hargain sedikit aja" ucap Leo yang sedikit kecewa karena Clarissa menolaknya.


Clarissa tidak tega melihat Leo seperti itu, akhirnya pun dia membuka kembali bekal itu dan mencobanya. Leo yang melihat apa yang di lakukan Clarissa langsung tersenyum senang.


"gimana rasanya" tanya Leo antusias. "maaf ya kalau tidak enak rasanya, soalnya baru pertama kali" ucap Leo sambil nyengir melihat Clarissa memakan masakannya.


'gak nyangka aku dia bisa masak, rasanya juga pas'batin Clarissa.


"gimana rasanya" tanya Leo penasaran karena melihat Clarissa hanya diam.

__ADS_1


"eh maaf, rasanya enak kok" ucap Clarissa. "terima kasih atas makanannya, tapi lain kali kamu gak usah bawain aku apa-apa" sambung Clarissa lagi.


Clarissa merasa tidak enak Leo selalu saja membawakannya makanan. Dia akui perjuangan Leo selama lebih kurang sebulan ini membuat dirinya merasa senang dan bahagia, tapi ia berusaha menutupi itu semua. Karena dia takut untuk jatuh cinta pertama kalinya.


"sama sekali gak repot kok sayang" ucap Leo lembuat dan tersenyum.


Blush. Pipi Clarissa memerah saat mendengar Leo melontarkan kata seperti itu.


"eh kok pipi kamu merah gitu" goda Leo yang memeperhatikan Clarisaa.


"ha.. Ak. Aku gak papa kok" ucap Clarissa terbata-bata. Dia merutuki dirinya sendiri yang bisa-bisa pipi nya memerah karena ucapan Leo.


"gpp gimana jelas-jelas merah gitu" timpal Leo lagi yang gak henti-hentinya menggoda Clarissa.


"ihh aku bilang gpp ya gpp" ucap Clarissa marah dan ia sebenarnya ingin menutupi kegugupannya.


"tapi itu merah banget lo sayang" goda Leo terus-terusan.


"gak tau ah, aku mau ke toilet dulu" ucap Clarissa dan beranjak pergi dari sana untuk menghindari godaan Leo yang membuat pipinya semakin memerah.


Leo pun tersenyum menatap punggu Clarissa dan menghilang dari pintu.


'ada kemajuan juga perjuangan gue'batin Leo dan ikut keluar dari kelas bergabung bersama temannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Yeee akhirnya Up date lagi. Terima kasih buat teman-teman semua yang masih setia baca cerita aku. Jika ada kekurangan dalam cerita aku, teman-teman bisa kasih pendapatnya lo. Atau kalian bisa chatt aku di grup dan aku bakal senang hati merespon dan menerima saran kalian 😊. Jangan lupa dukung aku dengan pencet tombol jempol nya ya (👍) itu adalah penyemangat bagi aku 😊. Love You All 😘


Tertanda Sayang


M. R. S 💞

__ADS_1


__ADS_2