
Aku tidak tahu apa yang terjadi, tolong jelaskan apa yang terjadi, jangan biarkan pikiranmu beramsusi yang tidak-tidak--- Clarissa Andita Putri
💞💞💞💞💞💞💞💞
********
Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi, Clarissa sudah di bangunkan oleh alarm tersayangnya yaitu mama tercinta.
Clarissa sudah bersiap-siap mengenakan seragam dan menuju meja makan untuk sarapan pagi.
"pagi ma, pa" sapa Clarisaa sambil mencium papa dan mama nya.
"pagi putri papa yang paling cantik" ucap papa Clarissa.
"pagi sayang, Leo jemput kamu hari ini" tanya mama Clarissa. Karena selama ini Leo selalu menjemput dan mengantar Clarissa sekolah.
"hari ni enggak ma" ucap Clarissa sambil meminum segelas susu yang sudah tersedia di meja makan.
"kenapa" tanya mama Clarissa sambil mengambil piring dan memasukkan nasi goreng dan telur mata sapi untuk di berikan kepada suaminya.
"katanya dia gak masuk karena ada acara keluarga" ucap Clarissa sambil mengambil makanan untuk dirinya.
"dorrr... " kaget seseorang kepada Clarissa.
"abang!!!" teriak Clarissa sambil berdiri dan memeluk abangnya.
"bukannya abang gak pulang" tanya Clarissa setelah melepas pelukannya.
"iyaa abang siapin tugas kuliah abang cepat. Lagi pula abang juga paling beberapa hari aja di sini" ucap Carlo sambil duduk di samping adiknya ini.
"lah kok cepet banget bang, kalau gitu gak usah pulang sekalian deh" ucap Clarissa kesal.
"jangan ngambek do, abang ngambil jangka pendek biar cepet selesaian kuliah dan bisa terus-terus di sini" ucap Carlo sambil mengambil nasi goreng yang telah di buatkan mama nya.
"kapan abang datang, kok aku gak tau" ucap Clarissa bingung. Pasalnya saat dia pulang semalam dia tidak melihat abangnya dan mamanya juga tidak memberitahu apa-apa.
"tengah malam" jawab Carlo santai.
*flasback on"
'tok...tok...tok... ' gedoran pintu tengah malam.
"pa" panggil mama clarissa sambil menggoyangkan suaminya untuk bangun.
"ada apa sih ma" ucap papa clarissa dengan suara serak dan masih dengan mata yang tertutup.
"itu ada yg gedor-gedor pintu rumah" ucap mama Clarissa.
Papa clarissa bangun dan mengambil pedangnya yang tersimpan di laci meja bergegas ke luar kamar untuk mengecek siapa yang menggedor-gedor pintu tengan malam gini.
Saat papa Clarissa mengendap-ngendap dan ingin membuka tirai yang menutup kaca jendela dia pun di kejutkan dengan suara ponselnya yang berdering kuat di saku celananya. Papa Clarissa sengaja membawa hp nya tadi agar jika terjadi sesuatu hal nanti dia bisa meminta bantuan.
"ya ampun papa ngagetin mama aja" ucap mama Clarissa karena tadi dia terlalu fokus untuk melihat siapa yang menggedor pintu tengah malam gini, dia takut melihat makhluk halus.
"abang nelfon ma" ucap papa Clarissa dan mengangkat telfonnya.
"pa bukain pintu dong, aku di depan ni" ucap Carlo langsung to the point saat papanya mengangkat telfon.
Papa clarissa pun membuka pintu rumah dan memang benar anak sulungnya ada di depan pintu dengan membawa koper dan ransel yang tersandang di bahunya.
"kamu ini buat mama sama papa takut aja" ucap mama Clarissa Sewot.
"kenapa sih ma" ucap Carlo santai.
"kamu tu kenapa gak bilang kalau mau pulang, mama pikir tadi nth siapa yang gendor pintu tengah malam gini" ucap mama Clarissa dan sambil mengajak putranya masuk.
"aku tu mau ngasih kejutan ma, tapi tadi ada kendala di perjalanan makanya telat sampenya" ucap Carlo lalu duduk di sofa ruang tamunya.
"kamu tu kalau pulang bilang aja deh bang, gak usah sok-sok an kejutan segala. Dah lah papa mau lanjut tidur lagi" ucap papa Clarissa dan beranjak dari duduknya ingin ke kamar.
"wah si papa memang ya kayak katanya bang haji SUNGGUH TERLALU" ucap Carlo dengan penekanan.
"yaudah sana kamu masuk kamar bang, besok pagi kita ngobrol lagi. Udah tengah malam ini" ucap mamanya dan membantu carlo membawa barang-barangnya.
---
"gitu ceritanya" ucap mama Clarissa selesai menceritakan kedatangan anak sulungnya yg tiba-tiba semalam.
"iyaa maaf ma jadi bangunin mama sama papa yang udah enak-enakan tidur" ucap Carlo sambil nyering.
__ADS_1
"kok aku gak dengar sama sekali ya" ucap Clarissa.
"sadar diri deh dek, banyak-banyak miror biar sadar" ucap Carlo kepada Clarissa.
Clarissa kalau sudah tidur pasti sulit di bangunkan, jadi dia tidak akan terusik sama apapun termasuk yang ribut seperti itu.
"aku udah selesai, mau berangkat sekarang" ucap Clarissa dan bangkit dari duduknya.
"biar abang yang ngantar kamu" ucap Carlo kepada adiknya.
"gak usah bang, abang istirahat aja" ucap Clarissa.
"yaelah sebentar aja ngantar lo, udah lama juga gak jalan-jalan pagi disini kangen juga. Tunggu abang sini, abang mau ngambil jaket dulu" ucap Carlo dan berlalu ke kamarnya.
"ma kunci motor aku mana" tanya Carlo kepada mamanya.
"itu di gantungan kunci sebelah kamar mama" teriak mamanya.
"ayo dek berangkat" ajak Carlo.
"aku berangkat ma, pa" ucap Clarissa menyalami dan mencium kedua orang tuanya. Sedangkan Carlo sudah melangkahkan kakinya untuk menuju pintu keluar.
"gak ada izin-izinnya kamu bang" ucap papa mereka.
"hehehe lupa pa, udah terbiasa sendirian" ucap Carlo berbalik arah dan menyalami orang tua nya.
"hati-hati kalian" ucap mama mereka.
"sip ma" ucap carlo dan melangkah keluar.
Carlo membantu Clarissa naik ke motornya dan melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
"dek, kata mama kamu udah punya pacar ya" tanya Carlo kepada sang adik.
"ihhh kapan mama bilang" ucap Clarissa sedikit malu dan di lihat oleh carlo dari spion motornya.
"gak usah malu-malu gitu kali dek, kamu kan juga udah besar. Gak nyangka adek abang yang satu ini udah gede" ucap Carlo tersenyum.
"kamu harus kenalin dia ke abang, abang mau lihat orangnya kayak mana" ucap Carlo serius.
"iyaa bang besok aku kenalin ke abang, soalnya hari ini dia gak sekolah. Biasanya dia jemput aku kok" jawab Clarissa sambil menikmani hembusan angin pagi yang segar.
"udah" jawab Carlo
"ohh ya, anak kampus abang juga" tanya Clarissa antusias, karena dia ingin sekali memiliki kakak perempuan agar bisa menjadi teman curhatnya.
Memang dia memiliki agatha dan fani temannya, hanya saja dia tidak terlalu dekat dengan mereka. Clarissa belum bisa menceritakan tentang keluh kesah atau kebahagiaan dengan mereka.
"enggak" jawab Carlo santai lagi.
"terus" tanya clarissa dengan wajah penasarannya.
"lagi otw" ucap Carlo lagi.
"maksudnya lagi otw ke rumah kita untuk ketemu abang" ucap clarissa polos.
"hahahahah.... "tawa carlo kencang.
"ihhh kok abang ketawa" tanya Clarissa sambil mencubit abangnya dari belakang.
"maksud bang tadi, lagi otw buat ketemua abang saat waktunya udah tepat" ucap Carlo.
"ihhh kok aku gak ngerti" ucap clarissa masih dengan polosnya.
"udah ah malas, cerna aja baik-baik" ucap carlo gemas dengan adiknya yang otaknya gak sampai kalau gini.
Tak terasa mereka sudah sampai di sekolah dan clarissa langsung turun dari motor abangnya.
"belajar yang benar, jangan pacaran aja kerja kamu" ucap Carlo.
"siap bang" ucap clarissa sambil mengangkat tangannya memberi hormat dan tersenyum.
"nanti abang jemput kamu" ucap Leo sambil membantu adiknya membenarkan rambut karena terpaan angin.
"oke bang. Abang hati-hati" ucap Clarissa dan di anggukin oleh Carlo dan menyalakan motornya bergegas melajukan motornya.
Tanpa di sadari sedari tadi ada yang memperhatikan clarissa dan carlo saat sampai di sekolah hingga carlo pergi meninggalkan sekolah clarissa.
Clarissa berjalan menuju kelasnya dan senyum mengembang terukir di wajahnya. Dan dia menjawab sapaan-sapaan orang-orang yang menyapaanya saat di koridor sekolah.
__ADS_1
Clarissa berhenti di depan pintu kelasnya dan melihat teman bangkunya yang tak lain adalah pacarnya yang sudah duduk di sana.
"kamu sekolah juga, bukannya katanya enggak masuk" tanya clarissa saat sudah duduk di tempatnya di samping Leo.
"lo gak suka gue datang" ucap Leo cuek dan menaharan marah karena kecemburuannya.
Tadi yang melihat interaksi antara clarissa dan carlo adalah Leo. Leo masuk sekolah karena acara keluarganya batal. Jadi dia tidak memberitahu clarissa dengan alasan agar menjadi kejutan. Tapi dia merasa malah dia yang di kejutkan dengan adegan yang dia lihat tadi pagi.
"bukan gitu, soalnya kan kamu bilang gak sekolah" jawab Clarissa masih dengan lembut meskipun Leo sudah mengganti kata aku-kamu menjadi lo-gue
"suka-suka gue" ucap leo dan beranjak dari tempat duduknya dan meminta salah satu siswi lain pindah ke tempat duduknya.
'dia kenapa sih'batin clarissa. Saat clarissa ingin mendatangi tempat duduk leo dan menanyakan apa yang terjadi, tiba-tiba guru masuk ke kelas mereka.
'nanti aja pas jam istirahat aku tanya'batin clarissa.
Hari ini jam pelajaran terasa lama. Leo yang hatinya sedang tidak baik-baik saja tidak memperhatikan pelajarannya dan begitu juga dengan Clarissa yang juga tidak fokus pada pelajarannya selalu melirik Leo yang duduk di depan.
"pak saya permisi" ucap Leo kepada guru yang sedang menerangkan dan di angguki oleh guru itu.
Clarissa yang melihat Leo keluar ingin menyusulnya juga.
"pak, saya permisi ya" ucap Clarissa dan di angguki oleh gurunya.
Clarissa berlari kecil mencari Leo. Dia menyusuri sekolah dan nth kenapa dia melangkahkam kakinya menuju taman dimana mereka selalu bersama.
Dan benar, ternyata Leo di sana sedang tidur disalah satu bangku taman itu. Clarissa mendekati Leo dan berdiri di sebelah Leo.
Clarissa memperhatikan Leo sebentar sebelum ia membuka suaranya.
"Leo, aku gak tau salah aku apa sampai kamu marah gini. Kalau memang aku ada salah maafin aku. Aku gak mau kita gini" ucap Clarissa masih dengan posisi berdirinya dan memperhatikan Leo yang sedang tidur di bangku taman tanpa bergerak sedikit pun.
"aku mohon jangan cuekin aku gini, tolong dong bilang aku salah apa. Aku jadi kepikiran, soalnya semalam baik-baik aja, tapi ngapa tiba-tiba kamu marah. Aku gak tau aku salah apa" ucap Clarissa untuk meminta penjelasan Leo.
Leo pun berdiri dan hendak pergi, tapi tangannya di tahan oleh Clarissa dengan kasar Leo menghentakkan tangan Clarissa.
Clarissa meringis sakit karena hentakan tangannya tadi. Tapi dia berusaha nahan Leo agar mau berbicara dengannya.
"Leo tolong kasih aku penjelasan, kamu jangan diam in aku gini" ucap Clarissa menghadang jalan Leo.
"minggir lo" ucap Leo dengan berteriak.
"gak mau, kamu jelasin dulu kenapa marah" ucap Clarissa masih merentangkan tangannya agar Leo tidak pergi.
"jangan buat gue jadi bertindak kasar sama lo" ucap Leo menahan emosinya dan menatap tajam Clarissa.
"tolong bilanh dulu apa kesalahan aku" ucap clarissa memegang tangan Leo lembut.
Leo pun mendorong Clarissa hingga terjatuh. Clarissa meringis sakit dan matanya sudah mengeluarkan cairan bening.
Leo yang melihat itu semua sedikit merasa bersalah, tapi itu semua tertutup karena gengsinya dan kemarahannya dengan Clarissa.
Leo pergi meninggalkan Clarissa yang masih terduduk di atas rumput taman itu.
'aku gak tau aku salah apa sehingga kamu bisa teganya giniin aku'batin clarissa yang menatap punggu Leo meninggalkannya sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Yeee akhirnya Up date lagi. Terima kasih buat teman-teman semua yang masih setia baca cerita aku. Jika ada kekurangan dalam cerita aku, teman-teman bisa kasih pendapatnya lo. Atau kalian bisa chatt aku di grup dan aku bakal senang hati merespon dan menerima saran kalian 😊. Jangan lupa dukung aku dengan pencet tombol jempol nya ya (👍) itu adalah penyemangat bagi aku 😊 dan kalian bisa Share cerita aku mengajak teman-teman kalian membaca cerita aku lalu tag aku di instagram ya (@metharelina). Love You All 😘
Tertanda Sayang
M. R. S 💞
__ADS_1