
Terima kasih kamu telah hadir di kehidupan ini, kamu membuat hari-hari ku jauh lebih berwarna.
💞💞💞💞💞💞💞💞
********
"bang bangun, udah jam 6" ucap seorang gadis dengan pakaian SMP membangunkan abangnya.
"iyaa bentar lagi, gue ngantuk banget capek lagi" ucap Leo kepada gadis SMP tadi yang tak lain adalah adiknya Calista.
"bang bangun" ucap Calista kembali dan tidak di hiraukan oleh Leo.
Calista pun membiarkan saja abangnya, dia sudah capek membangunkan Leo.
"abang gak mau bangun mi, katanya masih ngantuk terus capek juga" ucap Calista saat tiba di meja makan.
"yauda gak papa, bentar lagi aja banguninnya" ucap mami Leo dan menata makanan di atas meja.
"bangunin aja mi, biar kita bisa makan sama-sama" ucap papi Leo membuka suara saat baru tiba di meja makan.
"yauda mami ke atas dulu" ucap mami Leo dan bergegas untuk ke kamar Leo.
"bang bangun, nanti telat. Biasanya kamu udah bangun, dan udah berangkat malah" ucap mami Leo menggoyangkan orang yang ada di dalam selimut itu.
"abang bangun, udah mau jam setengah tujuh tu" ucap mami Leo menarik selimut yang di gunakan Leo menutup tubuhnya.
"haaa" teriak Leo dan membuat maminya kaget.
"kamu ni buat mami kaget aja" ucap mami Leo sambil menepuk pelan bahu anaknya.
"aku telat mi" ucap Leo linglung mondar mandir.
"kamu ni ngapa sih, udah sana ke kamar mandi. Mami tunggu di meja makan" ucap mami dan keluar dari kamar putranya.
"iya mi" ucap Leo bergegas masuk ke kamar mandi.
"gimana sekolah kamu" ucap papi Leo kepada putri bungsunya Calista.
"baik-baik aja pi kalau dalam pelajaran, tapi kalau dalam percintaan tidak baik-baik saja" ucap Calista dengan nada di buat sedih.
"masih kecil udah cinta-cinta aja, anak jaman sekarang" ucap papinya geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak jaman sekarang.
"aku udah gak kecil ya pi, aku udah mau SMA bentar lagi" ucap Calista tak mau kalah berdebat dengan papinya.
"pagi keluarga tercintaku" sapa Leo kepada keluarganya sambil mencium adik dan maminya.
"pagi bang, kamu tumben telat bangunnya" tanya mami Leo . Selama Leo pacaran dengan Clarissa Leo selalu bangun cepat karena dia akan menjemput sang pacar agar tidak terlambat.
"hari ni langsung ke sekolah mi" ucap Leo santai.
"tumben" tanya maminya
"hahaha... putus ya lo bang, syukurin" ucap Calista sambil tertawa.
"sok tau lo bocil" ucap Leo sambil menjitak kepala adiknya.
"awww sakit Singaaaaaa" teriak Calista marah.
"bodo amat" ucap Leo tanpa merasa bersalah.
"udah kalian ini. Lanjutin makannya nanti terlambat ke sekolah udah jam 06.40 tu" ucap papi mereka.
"pacar kamu gimana bang" ucap papi Leo di sela kegiatan makan mereka
"gimana apanya pi" tanya Leo yang tidak paham sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya
"kamu kan sekarang sibuk, apa dia nerima semua kesibukan kamu" tanya papi Leo.
"nerima kok pi, dia pengertian. Malah semalam aku gak tega ninggalin dia sendiri nunggu angkunan umum" ucap Leo mengingat Clarissa menyuruhnya harus cepat-cepat ke tempat Les.
"weekend ajak dia kerumah ya bang, mami mau kenalan sama dia" ucap mami Leo.
"iyaa mi nanti aku ajak" ucap Leo sambil mengelap tangannya.
"aku berangkat ya mi, pi" ucap Leo sambil menyalami kedua orang tua nya.
"lo gak pamit sama gue" celetuk Calista.
"gak, malas" ucap Leo sambil berlalu meninggalkan ruang makan dan berjalan ke arah garasi rumah mengambil motornya.
********
Leo mengendarai motornya dengan sangat cepat sudah lama dia tidak melakukan ini, karena setiap hari dia berangkat bersama Clarissa.
Saat bersama Clarissa, Leo akan membawa motor gede merah nya ini dengan kecepatan sedang. Dia tidak mau membahayakan keselamatan Clarissa.
Tepat pukul 07.00 Leo sampai di sekolah.
"on time banget gak tu gue" gumam Leo sambil tersenyum mengagumi aksinya tadi saat telah sampai di parkiran.
Tadi, saat di jalan Leo dengan lihainya memotong dan menyalip kendaraan-kendaraan yang memenuhi jalanan.
Leo menyusuri koridor sekolah dan sambil tersenyum saat di sapa oleh para siswa/i yang masih duduk-duduk di depan koridor.
"selamat pagi semuanya" teriak Leo menggelegar di dalam saat sudah sampai di kelasnya.
__ADS_1
"brisikkkkk.... "teriak Fani tak kalah menggelegar.
"kalian berdua sama ajaaaa" teriak Fano tak mau kalah.
"udah" ucap Adriel singkat tapi membuat semua lawan bicaranya akan kikuk.
"pagi sayang, udah sarapan" tanya Leo duduk di samping Clarissa.
"udah, kamu" tanya balik Clarissa.
"belum" ucap Leo.
"kok belum, yauda ayo kita kekantin dulu kalau gitu" ucap Clarissa sambil beranjak dari duduknya dan memegang tangan Leo.
Clarissa paling tidak suka orang-orang yang ada di dekatnya, apalagi orang yang di sayangnya tidak sarapan. Baginya sarapan sangat penting, terutama bagi mereka yang masih anak sekolah harus mendapatkan asupan yang bagus agar berkonsentrasi saat belajar.
"duhh perhatian banget sih pacar aku" ucap Leo sambil mengacak rambut Clarissa.
"duhh jadi pengen" ucap Fani sudah memegang tangan orang yang ada di sebelahnya.
"eh maaf" ucap Fani tersadar kalau orang yang tangannya di pegang adalah adriel.
'duh gue kebawa suasana tadi'batin Fani merutuki kebodohannya, bisa-bisa nya dia memegang tangan orang tanpa melihat orangnya.
Adriel tidak menanggapi, dia hanya diam seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
'es banget sih jadi orang'batin Fani sebel melihat adriel tidak berkutik sama sekali.
" dah ah bubar, nanti kalian para jomblo sirik lihatnya" ucap Leo agar teman-temannya tidak melihat dirinya dan Clarissa.
'kring..... Kring..... Kring..... '
Mereka semua sudah duduk di kursi masing-masing, karena guru-guru di sekolah ini sangat on time masuk kelas.
"duuh udah bel tu, kamu belum makan lo, kamu kuat nunggu sampai istirahat nanti" tanya Clarissa khawatir kepada Leo.
"kalau nahan makan aku kuat, yang gak kuat nahan rindu" ucap Leo sambil menaik turunkan alisnya.
"isss.. Serius" ucap Clarissa kesal.
"iya serius, benar kata Dilan ya rindu itu berat" ucap Leo mendramatisir.
"dasar, kamu kuat kan" tanya Clarissa lagi.
"aku udah makan kok, kamu tenang aja" ucap Leo sambil tersenyum.
"tapi kami bilang tadi belum" ucap Clarissa.
"becanda sayang, dengan gitu tadi aku jadi tau kamu ternyata perhatian juga sama aku" ucap Leo tersenyun manis.
"teman-teman hari ini kelas kita free, guru-guru pada rapat" teriak Aldo teman sekelas mereka di depan kelas.
"yeeeeeee" teriak semuanya.
"tapi jangan ada yang keluar kelas ya, kalau pun mau keluar dua orang aja. Biar tidak ketahuan gitu" ucap Aldo.
"siappp" ucap teman-temannya berbarengan.
"yok kita ketaman, ada yang mau aku bilang ke kamu" ajak Leo kepada Clarissa dan di angguki oleh Clarissa.
"mau mesum ya dua sejoli" celetuk agatha saat melihat Clarissa dan Leo keluar.
"sirik aja lo, mau gue buatin ponakan berapa" ucap Leo asal.
"kamu apaan sih" ucap Clarissa memukul lengan Leo.
"ha kan bener, gue laporin ke guru BK lo" ucap Agatha sudah bersiap ingin melangkah keluar kelas tapi bajunya di tarik oleh Leo seperti anak kucing.
"gemes gue lihat lo, mau gue cincang-cincang rasanya. Ya gak mungkin lah gue mesum sama Clarissa" ucap Leo menatap tajam Agatha.
"tapi kan lo bilang tadi iya" ucap Agatha polos.
"diam lo, jangan nguji kesabaran singa yang terbangun ya" ucap Leo masih menatap tajam ke arah agatha.
"Clarissa jangan mau sama dia, nanti di mesumin" ucap Agatha kepada Clarissa.
"gak kok tha, dia cuma asal ngomong sama kamu" ucap Clarissa lembut kepada temannya yang menganggap segala sesuatu benar.
"sana lo, gue mau kencan" ucap Leo mengusir agatha dan berjalan keluar kelas.
Mereka pun sampai di taman dan duduk di bawah pohon rindang.
"kamu mau ngomong apa" tanya Clarissa yang sudah sangat penasaran.
"to the poin amat sayang" ucap Leo gemes dengan pacarnya ini.
"aku tu penasaran tau" ucap Clarissa polos.
"jadi orang jangan polos-polos banget ya sayang, nanti kamu suka di tipu" ucap Leo meperingatkan pacarnya satu ini.
"ya kalau aku di tipu, udah nasib aja" ucap Clarissa santai.
"pasrah banget jadi orang" balas Leo sambil tersenyum.
"bukan pasrah, tapi menerima takdir" ucap Clarissa kembali.
__ADS_1
"mama mau ketemu kamu weekend ini" ucap Leo memecahkan keheningan antara mereka berdua setelah tadi.
"haa.." teriak Clarissa kaget.
"kenapa teriak sih, sakit ni kuping aku" ucap Leo menggosok-gosok telinganya.
"hehehe.. maaf-maaf" ucap Clarissa sambil membantu menggosok-gosok telinga Leo.
"kamu kenapa teriak" tanya Leo penasaran, harusnya kan cewek senang bukan malah teriak seperti itu.
"aku boleh nanya" ucap Clarissa hati-hati.
"nanya apa, kok nada bicara kamu gitu" ucap Leo yang melihat Clarissa.
"maaf ya, bukan nya apa-apa. Aku gak mau kamu tu main dukun-dukunan" ucap Clarissa tiba-tiba.
"haaa" gantian Leo yang teriak.
"kok kamu teriak sih" ucap Clarissa yang spontan tadi langsung menutup mulut Leo.
"kok kamu bisa bilang aku main dukun" tanya Leo yang tidak habis pikir sama pacarnya ini, kenapa tiba-tiba Clarissa bisa bilang kalau dia main dukun.
"soal nya kamu kok tiba-tiba ngajakin aku ketemu mama kamu, soalnya baru semalam aku mikir itu. Mau nanya sama kamu, kok kamu gak pernah ngajakin aku. Eh tiba-tiba kamu ngajakin, aku pikir kamu main dukun biar tau segala pikiran aku" ucap Clarissa polos.
" ya ampun sayang ku, kirain kenapa. Aku belum ngajak kamu karena memang waktunya belum pas, mama papa agak sibuk kemaren-kemaren makanya aku belum ngajakin kamu. Aku pikir kamu ngomong gitu mau gombalin aku" ucap Leo mengusap wajahnya.
"hehehe maaf ya" cengir Clarissa tak enak telah menuduh pacarnya.
"tapi aku bisa kok baca pikiran kamu" ucap Leo serius.
"serius" tanya Clarissa dengan penasaran.
"serius lah, coba kamu pikirin satu hal. Nanti aku baca" ucap Leo kembali.
"udah aku pikirin. Coba apa yang aku pikirin" tanya Clarissa setelah di sudah memikirkan satu hal dalam otaknya yaitu dia memikirkan es krim.
"hmm... " ucap Leo sambil memejamkan mata dan mengarahkan jarinya ke dahi Clarissa seolah-olah sedang membaca pikiran.
"kok lama banget" ucap Clarissa tidak sabaran.
"kamu lagi mikirin boker kan" ucap Leo sambil tertawa.
"ih dasar" ucap Clarissa kesal
"kamu tu serius banget, ya gak bisa lah aku tu" ucap Leo masih tertawa karena wajah Clarissa yang sangat serius ingin sekali di ketahui isi pikirannya.
"aku pikir memang benar" ucap Clarissa masih sebel dengan Leo.
"udah jangan ngambek do sayang, mau di beliin permen, es krim, coklat biar gak ngambek" ucap Leo membujuk seperti anak kecil dan menggelitik Clarissa
"ihh kamu pikir aku anak kecil" ucap Clarissa disela tawanya karena gelitikan Leo.
"terima kasih ya" ucap Leo tiba-tiba saat telah menghentikan gelitikannya.
"buat" tanya Clarissa tak mengerti kenapa tiba-tiba Leo mengucapkan kata itu.
"buat segalanya, buat kehadiran kamu dalam hidup aku dan buat segala pengertian kamu sehingga kamu masih mau bertahan" ucap Leo sambil tersenyum tulus.
"kamu gak perlu terima kasih, karena dalam hubungan ini kita harus sama-sama berjuang" ucap Clarissa tulus.
Leo hanya diam dan memperhatikan Clarissa dengan tersenyun.
"ayo masuk kelas" ajak Clarissa karena akan ada pergantian jam selanjutnya.
"yauda ayok" ucap Leo dan mereka sama-sama beranjak.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Terima kasih yang masih mau baca cerita author yang amatir ini.
Yuk jangan lupa vote, like, komen, dan bagikan cerita pertama author ini 😊
Author sangat menerima kritikan dari kalian semua.
oh iya, untuk update sepertinya aku akan jarang update dalam beberapa bulan ini karena ada tugas yang tidak bisa di tinggalkan:(. Mohon pengertiannya ya, tapi aku bakal usahain sebisa aku update tapi dengan part dan waktu yang tidak tentu
Tertanda Sayang
M. R. S 💞
__ADS_1