BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN

BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN
31 Kesedihan


__ADS_3

Saat ini aku lebih percaya dari apa yang aku lihat, terima kasih atas segalanya--- Clarissa


💞💞💞💞💞💞💞💞


********


Sudah seminggu semenjak sang mama tercinta pergi meninggalkannya. Clarissa menjadi sosok yang sangat berubah. Sudah tidak ada lengkungan di bibir merah muda itu yang membentuk sebuah senyuman.


Clarissa seperti mayat yang hidup. Dia tidak sekali pun keluar rumah, dia hanya keluar dari kamar sekedar makan dan kembali lagi ke kamarnya.


"kamu gak bisa gini terus dek, abang lihat kamu kayak gini sangat sakit" ucap Carlo duduk di tepi ranjang Clarissa.


"jangan nyiksa diri kamu kayak gini, kita sama-sama kehilangan mama. Mama pasti sedih lihat kamu kayak gini" ucap Carlo lagi tapi tidak mendapat jawaban dari Clarissa.


Setiap hari Carlo selalu datang ke kamar Clarissa, agar adiknya yang ini kembali seperti dulu. Adik yang selalu memberikan senyum hangat.


"lo masih mau kan ngujutin mimpi lo, buat mama bangga sama lo dengan lo bisa ngujutin mimpi lo itu" ucap Carlo terakhir kalinya sebelum beranjak dari duduknya.


Carlo sudah tidak tahu harus bagaimana, ia belum menemukan cara agar adiknya ini kembali.


"kenapa Leo gak pernah ngunjungin Clarissa lagi ya, apa gue hubungin Dia aja" gumam Carlo saat dia sampai di kamarnya dan mengambil ponselnya.


Semenjak 3 hari setelah pemakaman terakhir mama Clarissa, Leo tidak pernah menunjukkan batang hidungnya lagi di depan Clarissa.


'tut.. tut.. tut.. '


Carlo sudah mencoba beberapa kali menghubungi Leo tapi hasilnya nihil. Nomor ponsel Leo tidak aktif.


"cih" decak Carlo.


'gue gak nyangka lo hilang gitu aja saat keadaan adik gue kayak gini'batin Carlo dan melangkahkan kakinya keluar kamarnya.


"gimana adek kamu" tanya papa Carlo kepada sang anak.


"masih sama pa" ucap Carlo.


"sebaiknya kamu kembali masuk kuliah lagi, pasti tugas kuliah kamu juga udah numpuk" ucap papa Carlo.


"aku gak bisa ninggalin Clarissa kalau kondisinya kayak gini pa. Apa aku berhenti aja kuliahnya ya pa" ucap Carlo kepada sang papa.


"gak usah" ucap seseorang yang tak lain adalah Clarissa.


"kamu butuh apa" tanya Carlo menatap sang adik.


Clarissa tidak menjawab pertanyaan abangnya dia lebih memilih mendekat dengan papa dan abangnya yang duduk di sofa ruang tamu.


"abang balik aja ke kampus, aku gak papa" ucap Clarissa dengan tatapan dingin.


"seperti yang abang bilang, abang harus lanjutin mimpi abang" ucap Clarissa lagi saat Carlo ingin membuka suara.


"okee. Tapi dengan satu syarat" ucap Carlo menatap sang adik. Clarissa mengerutkan keningnya sebagai pertanda meminta jawaban.


"abang mau, kamu lakuin aktivitas seperti biasanya, les masuk perguruan tinggi dan les masak kamu" ucap Carlo dan mendapat anggukan cepat dari Clarissa.

__ADS_1


Clarissa tidak mau abangnya sampai meninggalkan kuliahnya hanya karena dirinya, karena itulah ia mengangguk saja agar abangnya bisa pergi.


"oke, besok abang berangkat" ucap Carlo.


"ada yang mau papa bilang ke kalian, kita akan pindah dari rumah ini" ucap Papa Clarissa.


"kenapa pa" tanya Carlo.


"aku gak mau pindah" ucap Clarissa.


"Papa tau pasti ini berat untuk kalian karena rumah ini memang memiliki banyak kenangan dengan mama, tapi kita harus pindah dari sini. Papa dipindah tugaskan ke kota X" ucap papa Clarissa serius.


"tapi aku gak mau pindah pa" ucap Clarissa menatap papanya. Bagi Clarissa rumah inilah yang akan membantunya untuk tetap dekat dengan sang mama.


"papa gak mungkin ninggalin kamu sendiri di sini, di kotak X tempat papa nanti juga akan ada universitas dan tempat les masak untuk kamu" ucap papa Clarissa yang tidak tega meninggalkan anaknya.


"rumah ini tidak akan kita jual, setiap libur atau kangen mama kita bisa kembali ke sini" ucap papa Clarissa.


"oke pa" ucap Clarissa pasrah.


*****


Clarissa dan papanya akan berangkat ke kota X, sedangkan Carlo akan kembali ke ke kampusnya.


semalam Clarissa melihat ponselnya yang sudah lama tidak ia pegang, Clarissa sedikit kecewa karena tidak ada notif sedikit pun dari Leo. Clarissa juga sudah mengirimkan Leo pesan dan mengatakan dia akan pindah, tapi ponsel Leo tidak aktif.


"pa, kita boleh singgah bentar ke rumah Leo" ucap Clarissa kepada sang papa yang lagi memasukkan koper-koper mereka.


"iya pa" ucap Clarissa singkat dan masuk ke dalam mobil.


***


"permisi pak" ucap Clarissa kepada satpam di rumah Leo.


"non Clarissa, udah lama gak kesini. nyari den Leo ya" ucap satpam itu dan di angguki oleh Clarissa.


"maaf non, den Leo dan keluarga lagi gak di rumah semenjak beberapa hari lalu" ucap satpam itu.


"bapak ada pulpen sama kertas gak" tanya Clarissa.


"ada non, bentar ya bapak ambilin" ucap satpam itu dan bergegas pergi ke pos nya.


"ini non" ucap satpam itu menyerahkan pulpen dan kertas yang di minta Clarissa.


"nanti titip buat Leo kalau sudah kembali ya pak" ucap Clarissa sambil menyerahkan surat yang telah di tulisnya.


"okee non" ucap satpam itu menerima kertas yang di sodorkan Clarissa.


"terima kasih pak, saya permisi dulu" ucap Clarissa dan melangkahkan kakinya menuju mobil.


"bagaimana" tanya papa Clarissa saat sang anak masuk ke dalam mobil.


"dia lagi keluar pa, Clarissa udah nitip pesan kok" ucap Clarissa berbohong.

__ADS_1


"maaf ya sayang, kita gak bisa nunggu Leo nya datang. Penerbangan kita sebentar lagi" ucap papa Clarissa dan mendapat anggukan dari Clarissa.


****


setelah menempuh perjalanan beberapa menit karena kemacetan, akhirnya sampai lah Clarissa dan papanya di Bandara.


"ayo sayang, kita sudah terlambat" ucap papa Clarissa sambil melangkahkan kakinya di ikuti oleh Clarissa dari belakang.


Clarissa melihat dari jauh seseorang cowol yang sangat ia kenal berada di bandara ini bersama seorang wanita yang sebaya dengan dirinya bahkan terlihat akrab dengan keluarga sang cowok.


saat melihat cowok yang ia sayang tak lain adalah Leo dan keluarga bersama seorang wanita yang Clarissa tidak pernah melihatnya. Dari jarak jauh seperti ini, Clarissa bisa melihat apa yang di lakukan Leo dan wanita itu. Wanita itu menggandeng tangan Leo dan terlihat tersenyum senang, bahkan Leo pun juga tersenyum bersama wanita itu.


"ayo sayang" ucap papa Clarissa menghampiri Clarissa yang hanya berdiam diri.


"kamu lihatin apa sih" ucap Papa Clarissa dan mengikuti arah pandang anaknya.


"ayo kita kesana" ucap papa Clarissa yang menatap tajam ke arah Leo.


"gak usah pa, kita pergi aja" ucap Clarissa sambil menarik tangan papanya.


"Selamat Tinggal, aku harap kamu bahagia" ucap Clarissa lirih sambil menitih kan air mata.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Maaf kan aku yang jarang update karena mumet guys:(.


maaf juga ya feel nya gak dapat.


yuk like kalau kalian memang suka cerita aku ini, kalau enggak suka gak usah di like.


yuk komen juga kalau ada hal yang sangat perlu di perbaiki dalam cerita ini.


Tengkyuuu yang masih mau baca, sampai jumpa di part selanjutnya...


Tertanda sayang


M.R.S 💞

__ADS_1


__ADS_2