
Jangan pernah menyalahkan Tuhan atas semua yang telah terjadi dalam hidupmu, Karena apa??? jawabannya simple, karena Tuhan itu sangat baik.
ππππππππ
********
Hari semakin larut, tapi Clarissa tidak bisa tidur setelah melakukan panggilan telfon tadi bersama Leo. Ntah apa yang membuat hatinya gelisah saat ini, ia merasa seperti ada sesuatu buruk akan terjadi. Tapi ia berusaha menepis pikiran negatifnya itu semua.
"dek" ketuk Carlo di pintu kamar Clarissa. Clarissa yang memang tidak tidur itu membuka pintu kamarnya cepat.
"ada apa bang" tanya Clarissa kepada abangnya, Clarissa melihat wajah abangnya yang terlihat sangat khawatir sekali.
"kita kerumah sakit sekarang, kamu cepat siap-siap" ucap Carlo tegas.
"kenapa bang, mama kenapa" tanya Clarissa yang sudah tahu jika abangnya mengajak ke rumah sakit, maka pasti ada suatu hal yang terjadi dengan mamanya.
"kamu siap-siap aja dulu, cepet sana" ucap Carlo dan mendapat anggukan dari Clarissa.
Tak butuh waktu lama Clarissa sudah siap mengganti bajunya, ada rasa gelisah dalam dirinya saat ini. Apakah ini ada hubungannya dengan kegelisahan nya dari tadi yang menyebabkan dia tidak bisa tidur, perasaan yang tidak enak dalam hatinya seperti dia akan mengalami suatu kejadian yang ntahlah.
"sebenarnya ada apa sih bang, ada terjadi sesuatu sama mama" tanya Clarissa kepada Carlo yang mengendarai motornya dengan kecepatan yang sangat kencang.
"abang gak tahu gimana mama, tadi papa telfon suruh kita datang ke rumah sakit sekarang" ucap Carlo dengan raut wajah yang juga khawatir, ia yakin pasti ada suatu hal yang terjadi dengan mamanya saat ini.
Setelah menempuh waktu 30 menit, akhirnya sampailah mereka di rumah sakit, Clarissa dan Carlo berlarian menuju kamar mamanya.
Saat membuka pintu, Clarissa dan Carlo hanya diam di tempat dan menegang atas apa yang telah mereka lihat.
"apa yang terjadi pa" tanya Clarissa yang sudah meneteskan air matanya.
"kenapa mama di tutup kain putih kayak gitu" tanya Clarissa lagi sambil mendekat ke bangkar.
Papa Clarissa tidak merespon ucapan putrinya, dia hanya menatap seseorang yang sudah di tutup kain putih itu dengan tatapan kosong.
__ADS_1
"Pa apa yang terjadi, papa jawab" ucap Carlo yang sudah berdiri di dekat bangkar itu.
Carlos tahu saat orang yang sudah di tutup kain putih seperti itu akan menandakan bahwa orang itu tidak bernyawa lagi. Tapi ia seolah-olah meyakinkan dirinya bahwa apa yang di lihatnya tidak terjadi.
"pa jawab" ucap Carlo yang sudah memegang kedua bahu papanya dan menggoyangkannya.
"mama pergi ninggalin kita" ucap papa mereka dengan lemah dan menahan air mata.
"hahaha papa becanda kan" tawa Clarissa.
"papa gak usah ngelucu" ucap Clarissa lagi dan tak ada respon dari papanya.
"mama" teriak Clarissa setelah membuka kain putih itu dan menggoyangkan tubuh mamanya.
"mama kenapa tinggalin aku. Mama gak sayang aku ya. Aku nakal ya sama mama, kalau memang aku nakal mama bilang mama boleh juga pukul aku tapi gak ninggalin kayak gini. Mama bangun ya, mama tega banget sih" ucap Clarissa sambil terisak dan menggoyangkan tubuh mamanya.
Clarissa menatap seorang ibu yang melahirkannya itu dengan tatapan kosongnya, dia tidak menyangka semua ini akan terjadi, kenapa mamanya tega sekali seperti ini. Mereka masih butuh kasih sayang dari kedua orang tua, masih butuh kasih sayang seorang ibu.
"kenapa mama tinggalin kita" ucap Clarissa lagi dengan nada lemahnya.
"biarkan dia sendiri"ucap papa Clarissa dan Carlo, dia tahu Clarissa akan pergi kemana.
***
Clarissa berlari di lorong rumah sakit sambil menangis, kenapa mamanya tega sekali. Selama ini, Clarissa dekat sekali dengan mamanya, karena papa jarang di rumah, sedangkan abangnya bersekolah di luar kota.
Clarissa berlari dengan tak tentu arah, dia hanya ingin menenangkan dirinya saat ini, bahwa yang terjadi di depannya tadi hanya mimpi buruk. Ya hanya mimpi buruk.
Clarissa pun melangkahkan kakinya ke rooftop rumah sakit, menurutnya itu adalah tempat yang paling nyaman untuknya saat ini.
Clarissa menatap bangunan-bangunan dari atas rooftop dengan tatapan kosong. Clarissa masih menangis dan teduduk memeluk lututnya.
"haaaaa... " teriak Clarissa meluapkan perasaannya.
__ADS_1
"mama jahat sama aku, papa, dan abang" teriaknya lagi sambil menangis.
"aku benci mama" teriaknya lagi.
"jangan membenci mama kamu" ucap seseorang yang Clarissa kenal betul suaranya.
Clarissa mengangkat kepalanya dan melihat orang itu, dia menghampurkan pelukan pada orang itu.
"mama jahat sama aku" isaknya dalam dekapan laki-laki yang di peluknya. Laki-laki itu tidak membalas ucapan Clarissa, dia hanya mengelus punggung Clarissa lembut dan membiarkan pacarnya ini menangis. ya, orang itu adalah Leo.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Maaf aku yang lama updatenya. terima kasih ya karena masih mau baca cerita aku ini dan menunggu dengan sabar aku updatenya.
Jangan lupa kasih dukungan kalian ke aku dengan cara klik gambar jempolnya ya (π), Komen, Vote dan rate.
Terima Kasih semua, Love you allπ
__ADS_1
Tertanda sayang untuk raders
M. R. S π