BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN

BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN
14 Salah Paham (2)


__ADS_3

Apa yang kamu lihat belum tentu itu kebenarannya, begitu juga sebaliknya apa yang kamu dengar belum tentu itu sepenuhnya.


💞💞💞💞💞💞💞💞


********


Setelah Leo meninggalkan Clarissa dia tidak kembali ke kelasnya. Dia memilih untuk pergi ke rooftop sekolah. Dia ingin menengkan pikirannya.


"kenapa lo gak masuk kelas lagi tadi" tanya Adriel duduk di sebelah Leo.


Adriel kebetulan Lewat dan melihat pintu rooftop terbuka, dan di mencoba melihat ke sana dan ternyata ada Leo di sana. Dan dia memutuskan mendekati Leo.


"gak ada" jawab Leo masih memandangi kedepan.


"lo ada masalah sama Clarissa" tanya Adriel. Dia melihat ada yang berbeda dengan pasangan ini, karena mereka selalu bersama, dan bahkan dia tadi melihat wajah sedih Clarissa saat masuk kelas.


Leo hanya menarik nafas dan menghembuskannya dengan kasar.


"berarti benar kan tebakan gue kalau lo gak jawab. lo mau cerita" tawar adriel yang kasihan melihat sahabatnya ini, meskipun dia jarang berbicara dengan Leo.


Keadaan pun hening, Leo enggan untuk membuka suaranya. Dan adriel pun masih duduk di sebelah Leo dengan keheningan juga. Pikir adriel mungkin Leo butuh waktu menenangkan diri.


"kalau gitu gue balik ke kelas dulu, kayaknya lo butuh sendiri" ucap Adriel ingin beranjak dari duduknya.


"gue lihat Clarissa di antar cowok tadi pagi" ucap Leo tiba-tiba dan adriel mengurungkan niatnya untuk pergi.


"gue gak suka dia dekat-dekat dengan cowok lain, dan dia pun gak merasa bersalah sedikit pun. Malah dia dengan bodohnya bilang gak tau apa yang terjadi" ucap Leo masih dengan posisinya.


"lo udah bilang kenapa lo marah sama dia" tanya adriel.


"untuk apa gue bilang, harusnya dia paham apa yang gak gue suka. Gue dan dia juga udah berapa bulan jalani pacaran. Tapi apa, dia nya selalu aja gak pernah ngerti gimana harus bertindak" ucap Leo kembali.


"lo gak boleh gini terus, lari dari masalah. Sebaiknya lo jelasin apa yg lo marahkan, mungkin memang benar dia gak tau apa yang dia lakukin ke lo" ucap Adriel memperhatikan Leo.


"menurut gue, lo kasih dia kesempatan untuk jelasin apa yang sebenarnya yang terjadi. Lo harus tau satu hal, apa yang lo lihat belum tentu itu yang terjadi, dan apa yang lo dengar belum tentu itu sepenuhnya yang lo dengar" ucap Adriel sambil menepuk bahu Leo dan beranjak dari duduknya.


"gue harap lo gak salah ngambil langkah, karena menurut gue clarissa cewek baik-baik" lanjut Adriel dan melangkahkan kakinya meninggalkan Leo.


Leo masih berdiam diri mencerna setiap kata yang di lontarkan Adriel kepadanya. Apakah dia harus menemui Clarissa untuk menanyanya. Leo pun tidak masuk ke kelas dan memilih berdiam diri di tempat ini sampai jam pulang tiba.


Setelah jam pulang, Leo membenarkan posisinya dan menarik nafasnya dengan menghembuskannya kasar. 'gue belum bisa ketemu dia' batin Leo dan dia bergegas beranjak untuk meninggalkan rooftop menuju kelas untuk mengambil tasnya.


Sampainya di kelas dia masih melihat Clarissa di dalamnya dengan duduk dan membenamkan wajahnya di meja.


'dia belum pulang'batin Leo sambil memandangi Clarissa.


Clarissa terusik saat mendengar bunyi langkah dan dia mengangkatkan wajahnya. Dia pun tersenyum saat melihat Leo.


"tolong kasih aku penjelasan apa yang membuat kamu marah" ucap Clarissa sambil mendekati Leo.


Leo hanya berdiam dan mengambil tasnya yang ada di atas meja, dan tidak memperdulikan Clarissa.


"tolong jangan diam aja" ucap Clarissa lagi dan memegang tangan Leo, tapi di tepis oleh sang empunya tangan.


Leo tidak menggubris Clarissa seolah-olah tidak ada yang ngomong dengannya. Dia bergegas keluar kelas dan menuju parkiran. Tapi masih di ikuti oleh Clarissa.


Clarissa mensejajarkan langlahnya dengan Leo


"aku gak tau mau bilang apa lagi, yang kamu harus tau aku benar-benar gak tau apa yang buat kamu marah sama aku. Kalau memang aku salah maafin aku atas kesalahan itu. Aku sayang kamu" ucap Clarissa dan langsung menghentikan langkahnya. Leo masih tetap berjalan meninggalkan Clarissa.


Tiba-tiba handphone Clarissa berbunyi.


"kamu dimana dek, abang udah di depan ni" ucap Carlo.

__ADS_1


"bentar bang, ini udah jalan mau ke gerbang" ucap Clarissa dan mematikan sambungan Telfonnya.


Clarissa bergegas menghampiri abangnya.


"maaf ya abangku sayang lama nunggunya" ucap Clarissa sambil tersenyum untuk menutupi rasa sedihnya.


"kamu kenapa dek" tanya carlo kepada sang adik, dia tau betul kalau adiknya sedang tidak baik-baik saja.


"kenapa apanya bang" tanya Clarissa pura-pura polos.


"kamu gak pandai nutupin masalah dari abang" ucap Carlo sambil mengelus pipi Clarissa.


"ada apa" tanya Carlo lagi.


"nanti aku ceritain ke abang, sekarang ayo kita pergi" ucap Clarissa dan naik ke atas motor abangnya.


Carlo pun melajukan motornya meninggalkan sekolah.


"mau mampir makan es krim dulu" tawar carlo kepada adiknya.


"boleh-boleh" ucap Clarissa dari belakang Carlo.


Berapa menit menempuh perjalanan, sampai lah mereka ke toko es krim langganan mereka. Mereka pun mencari tempat duduk dan memesankan es krim kesukaan mereka.


"sekarang cerita apa yang terjadi sama kamu" ucap Carlo menatap adiknya dalam.


"pacar aku marah ke aku, tapi aku gak tau alasannya apa" ucap Clarissa.


Carlo mengerutkan keningnya dan mengangkat alisnya karena belum mengerti.


"iya bang dia marah sama aku, pas aku sampai kelas tadi pagi dia langsung marah dan gak bilang apa-apa" lanjut clarissa.


"bukannya kamu bilang dia gak masuk sekolah" ucap Carlo.


"iyaa bang, tapi pas aku tanyain dia kok bisa masuk, dia malah marah dan pindah duduk. Dan aku coba terus nanya dia apa yang terjadi" jelas clarissa lagi.


"ihh abang kok gitu, aku tu sayang sama dia" ucap Clarissa lagi.


"dek, kamu boleh sayang sama orang. Tapi kamu jangan di butakan karena rasa sayang kamu itu" ucap carlo serius.


"kalau kamu udah minta penjelasan dia, tapi dia gak bilang. Udah cukup yang penting kamu udah usaha kan" lanjut carlo sambil memandangi adik kesayangannya ini.


Obrolan mereka terhenti saat Tukang Es Krim datang mengantarkan pesanan mereka.


"yauda sekarang makan es krimnya, dan lupain masalah kamu" ucap carlo santai.


Mereka pun makan dalam diam.


'siapa sih tu cowok, berani-beraninya buat adek gue sedih. Gue akan cari tu orang' batin Leo


Mereka pun selesai makan, dan bergegas untuk pulang. Sesampainya di rumah Clarissa masuk ke kamarnya.


"kenapa adek kamu" tanya mama kepada Carlo.


"biasa ma anak muda, ibuk-ibuk gak usah kepo" ucap Carlo dan mendapatkan pukulan kecil di lengannya dari sang mama.


"maaf ma, maaf" ucap Leo sambil tertawa.


"mau makan" tawar mamanya.


"yauda sana kamu istirahat" ucap mamanya dan berlalu ke kamar untuk istirahat.


Di dalam kamar Clarissa membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya. Tapi dia memikirkan Leo.

__ADS_1


'apa aku telfon aja ya, yauda deh aku telfon aja. Penting usaha dulu'batin Clarissa dan dia bergegas bangkit dari tempat tidur dan mangambil handphone nya di dalam tas sekolah.


Sudah beberapa kali dia menelfon Leo tapi tidak di angkat, Clarissa pun menyerah dan menyudahi untuk menelfon Leo. Clarissa pun meletakkan hanphonenya dan mengganti seragamnya dan keluar dari kamar menuju meja makan.


*Di rumah Leo*


Leo sekarang sudah ada di kamarnya, dia masih memikirkan kejadian yang dia lihat tadi. Dia merasa Clarissa dengan teganya bisa pergi bahkan pulang dengan cowok lain saat dia sedang marah seperti ini.


Tadi saat dia meninggalkan Clarissa. Dia berniat kembali lagi untuk mendengarkan penjelasan Clarissa, tapi lagi-lagi saat dia mencari Clarissa dia malah melihat pemandangan seperti tadi pagi. Clarissa terlihat mesra dengan laki-laki itu.


"haaaaaa.... " teriak Leo dari dalam kamarnya dengan frustasi. Baru kali ini dia sesayang ini sama seorang cewek.


'tok...tok...tok.... '


"abang kamu kenapa" tanya mama Leo kepada anak sulungnya ini, tadi dia berniat ke kamar Calista dan Leo untuk mengajak mereka makan siang.


'Cklek...'


"ada apa ma" tanya Leo membuka pintu.


"boleh mama masuk" tanya mamanya.


Leo tidak menjawab, dia langsung duduk ke kasurnya da di susul sang mama.


"masalah percintaan" ucap mama Leo tiba-tiba.


Leo hanya berdiam diri tanpa mengalihkan pandangannya.


"kamu ada masalah apa sama pacar kamu" tanya mama Leo, seorang ibu pasti tau apa yang anaknya rasakan karena ikatan batin.


" udah cerita sama mama, mama ni pernah muda juga" ucap mama Leo kembali.


Leo pun mulai menceritakan apa yang dia lihat dan rasakan.


"bang, dengar mama baik-baik. Dalam suatu hubungan memang pasti selalu ada hembusan-hembusan angin kecil atau besar. Tapi balik lagi ke diri kalian masing-masing bagaimana kalian menyikapi itu. Kalau dari yang kamu bilang tadi, menurut mama sepertinya kalian salah paham, bisa jadi kan itu saudaranya atau siapanya, kamu juga jelasin ke pacar kamu itu apa yang membuat kamu bisa sampai seperti ini. Kamu temuilah dia dan kalian bicara baik-baik" ucap mama Leo lembut memberi saran kepada putranya.


"makasih ma atas sarannya" ucap Leo.


"yaudah ayo kita turun kebawah makan siang dulu, mama panggil adek kamu dulu ya" ucap mama Leo dan keluar dari kamar Leo menuju kamar putrinya.


Leo pun mengambil handphone dan mengisirimkan Clarissa pesan.


'gue tunggu di taman dekat rumah lo jam 5' ketiknya dan mengirim kan ke Clarissa.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Yeee akhirnya Up date lagi. Terima kasih buat teman-teman semua yang masih setia baca cerita aku. Jika ada kekurangan dalam cerita aku, teman-teman bisa kasih pendapatnya lo. Atau kalian bisa chatt aku di grup dan aku bakal senang hati merespon dan menerima saran kalian 😊. Jangan lupa dukung aku dengan pencet tombol jempol nya ya (👍) itu adalah penyemangat bagi aku 😊 dan kalian bisa Share cerita aku mengajak teman-teman kalian membaca cerita aku lalu tag aku di instagram ya (@metharelina). Love You All 😘

__ADS_1


Tertanda Sayang


M. R. S 💞


__ADS_2