
Hati ku sangat berbunga-bunga saat kamu dengan beraninya menyatakan kepada keluargamu kalau aku adalah pacarmu---Clarissa Andita Putri.
💞💞💞💞💞💞💞💞
********
Clarissa, Calista, dan Mami Leo sedang asik memasak untuk makan siang mereka.
"kamu sering masak" tanya mami Leo kepada Clarissa.
"enggak juga tan, eh mi, kadang aja kalau ada waktu senggang. Tapi aku lebih suka masak ke kue dari pada makanan berat kayak gini mi" ucap Clarissa sambil tersenyum.
Tadi mami Leo menyuruh Clarissa memanggil dirinya mami juga, karena itulah sekarang Clarissa memanggil mami Leo dengan sebutan mami.
"tamat dari SMA kamu rencana akan kemana" tanya mami Leo sambil memasak sayur asam manis.
"rencana aku mau ngambil kuliah disini aja mi" ucap Calista yang memang sudah memikirkan dia akan kuliah di sini saja, agar meringankan beban orang tuanya. Karena dia berfikir jika kuliah di luar maka akan banyak biaya yang akan di keluarkan seperti tempat tinggal, makan, kendaraan, dll nya.
"gak mau keluar kota. Soalnya anak sekarang banyak yang suka keluar kota, jauh dari orang tua dengan alasan agar mandiri. Tapi mami tau pasti bukan karena mandiri aja, supaya bisa keluar-keluar tanpa kekangan. Kamu mau ngambil jurusan apa" tanya mami Leo.
" aku mau ngambil tata boga mi, soalnya aku pengen banget punya toko roti dan restoran" ucap Clarissa mengambil bawang dan memotongnya.
"wahh kalau kakak punya toko roti, tiap hari aku kesana. Kue kakak enak soalnya" ucap Calista yang sedari tadi hanya duduk memakan kue yang di bawa Clarissa.
"kamu ni makan aja, gak ada bantuin" ucap mami kepada Calista dan hanya mendapat cengiran dari sang anak.
"dah ah mi aku mau ke abang sama papi aja, gak tau mau bantuin mami apa" ucap Calista dan beranjak dari duduknya.
"dasar anak ini" gerutu mami Leo.
"gak papa mi, kan ada aku yanga bantuin mami" ucap Clarissa tersenyum.
"yauda mami mau tukar kamu dengan Calista aja, kamu yang jadi anak mami" ucap mami Leo tersenyum.
"yah kalau itu gak bisa mi, nanti aku jadi gak bisa pacaran lagi dong sama Leo, malah jadi adek kakak an" ucap Clarissa dengan nada seolah-olah sedih.
"ohh iya mami lupa, nanti gak ada yang mau lagi sama anak mami selain kamu" ucap mami Leo sambil tertawa dan begitu juga dengan Clarissa yang mendengarkan kata mami Leo.
"kamu berapa bersaudara" tanya mami Leo memecahkan keheningan mereka.
"dua mi, aku sama abang satu. Kalau abang udah kuliah semester 4 di universitas xxx" ucap Clarissa.
"eh mami Nanya-nanya kaya wawancara kerja aja ya hehehe" ucap mami Leo sambil tertawa pelan.
"hehehe... Gak papa mi, malah aku senang di tanya-tanya mami biar mami tau aku juga kan" ucap Clarissa yang memang senang di Tanya-tanya.
"kamu gak mau nanya-nanya tentang Leo gitu ke mami" tanya Mami Leo kepada Clarissa.
"apa ya mi, gak tau mau nanya apa" ucap Clarissa bingung.
"kejelekan atau apanya gitu" tanya mami Leo kembali.
"kalau itu aku udah nerima Leo apapun kelebihan dan kekurangannya mi" ucap Clarissa sambil tersenyum.
Mami Leo tersenyum mendengar jawaban Clarissa, menurutnya anak sekolah seperti mereka sudah bisa melakukan hal dewasa seperti itu. Menerima segala kekurangan pasangannya.
__ADS_1
"mami senang Leo bisa kenal dengan kamu, selalu ada bersama Leo ya nak. Mami harap kamu juga sabar ngehadapain sikap Leo yang mudah emosi dan cemburuan yang suka berlebihan itu. Mami pengen kalian di takdirkan selalu bersama" ucap Mami Leo sambil mengelus kepada Clarissa lembut.
"iyaa mi aku usahain, tapi kalau bukan takdirnya aku gak bisa apa-apa" ucap Clarissa tersenyum tulus dan mami Leo langsung memeluk Clarissa.
"udah siap ni masakan kita, ayo kita bawa ke meja makan" ucap mami Leo dan di angguki oleh Clarissa.
Mereka berdua membawa makanan yang telah selesai dimasak dari dapur menuju meja makan untuk di tata.
"papi, abang, adek, makanannya udah siap niiii" teriak mami Leo memanggil keluarganya.
"hehehe.. maaf ya mami teriak, malas jalan ke depan" ucap mami Leo kepada Clarissa.
"gak papa kok mi" ucap Clarissa.
"karma itu is the real ya dek" ucap Leo kepada Calista saat sudah tiba di meja makan.
"iyaa bang, masa tadi ada orang yang ngatain ngapa teriak-teriak dalam rumah kayak di hutan aja. Eh yang bilang malah teriak juga" ucap Calista sambil duduk mengambil posisi
" dasar anak durhaka" ucap mami Leo.
"udah ya bertengkarnya di stop dulu, papi udah lapar ni" ucap papi Leo melerai keributan anak dan istrinya.
Mereka pun mengambil duduk masing-masing. Dimana Leo bersampingan dengan Clarissa, mami Leo bersampingan dengan Calista, dan papi nya Leo selalu duduk di kursi pimpinannya.
Mereka pun makan dengan sangat nikmat sambil di selingi dengan canda tawa yang dibuat Leo atau Calista.
Selesai makan Leo mengajak Clarissa berkeliling rumahnya dan terakhir mereka duduk di taman belakang rumah. Sedangkan papi dan mami Leo duduk di ruang TV, Calista sudah masuk ke dalam kamar untuk istirahat.
"gimana" tanya Leo saat mereka sudah duduk di bangku taman rumahnya.
"awalnya aku gugup banget, eh ternyata keluarga kamu pada lucu semua" ucap Clarissa sambil terkekeh membayangkan kejadian-kejadian lucu.
"ohh iya kamu gak Les" tanya Clarissa melihat jam yang melingkar di tangannya yang menunjukkan pukul 2 siang.
"Les kok" jawab Leo.
"ayok antarain aku pulang sekarang" ajak Clarissa.
"siapa yang mau ngantarin, pula sendiri sana" ucap Leo santai.
"huaaa kamu jahat, mana ada cowok biarin ceweknya sendirian pulang" ucap Clarissa dengan nada sedih yang di buat-buat. Karena dia tahu Leo hanya mengerjai dirinya saja.
"cup...cup...cup jangan nangis ya adek nanti abang beliin es krim" ucap Leo seperti menenangkan anak kecil.
"yang banyak ya abang" ucap Clarissa meladenin Leo.
"lah kalau kita adek abang an berarti kita gak bisa bersatu dong" pancing Leo.
"bisa lah, bersatu dalam ikatan adek abang dong" jawab Clarissa tak mau kalah.
"iss... " desis Leo membuat Clarissa tertawa.
"yauda ayok nanti kamu telat, soalnyakan mau ngantarin aku dulu" ucap Clarissa lembut dan mereka pun masuk ke dalam rumah menemui papi dan maminya Leo.
"pi, mi, Clarissa mau pulang ni. Aku antarin dia Sekalian aku ke tempat les" ucap Leo kepada mami papinya.
__ADS_1
"loh kok cepet banget, kamu tinggal disini aja dulu. Biarin aja Leo pergi, kan kamu mau mami jodohin sama anak teman mami" ucap mami Leo sambil merilik anaknya.
"duhh mau mulai mancing aku ni kayaknya emak-emak" ucap Leo santai.
"enak aja kamu bilang emak-emak, masih mudah gini kok" ucap mami Leo tak terima.
"aduh pusing papi lihat kalian berdua ni debat mulu, malu sama Clarissa tu" ucap papi Leo sambil melihat ke arah Clarisaa yang tersenyum melihat perdebatan anak dan ibu.
"papi, mami aku pamit ya" ucap Clarissa sambil menyalami papi dan mami Leo.
"iyaa, kamu hati-hati ya nak. Sering datang kesini, anggap aja rumah sendiri" ucap papi Leo ramah
"sering-sering main ke sini ya, sekalian ajarin mami buat-buat kue" ucap mami Leo dan sambil berjalan mengantarkan Clarissa keluar rumah diikuti oleh papi Leo juga.
"berangkat ya mi, pi" ucap Leo sambil menyalami orang tua nya.
"hati-hati bang. Antarin anak papi sampai rumah dengan selamat. Nanti juga langsung ke tempat les jangan singgah nth kemana" ucap papi Leo.
"siap komandan" ucap Leo sambil memberi hormat ala-ala polisi.
"hati-hati kalian" ucap mami Leo dan di angguki oleh mereka berdua.
Leo dan Clarissa masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah Leo.
"mami senang dengan Clarissa pi" ucap mami Leo sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
"papi juga, dia anak yang baik dan sopan" ucap papi Leo santai.
"mami harap mereka selalu bersama" ucap mami Leo dan di angguki oleh papinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Terima kasih yang masih mau baca cerita author yang amatir ini.
Yuk jangan lupa vote, like, komen, dan bagikan cerita pertama author ini 😊
Author sangat menerima kritika dari kalian semua.
Tertanda Sayang
__ADS_1
M. R. S 💞