BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN

BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN
02 Aku Berharap Ini Akan Indah


__ADS_3

Bertemu kamu lagi menurut ku adalah sebuah anugrah Tuhan


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


********


Si empunya motor melirik ke sampingnya "Lo!!!!"teriaknya sambil menunjuk Clarissa. Yang di tunjuk hanya terdiam sesaat dan tak mengerti pada laki-laki yang di hadapannya ini.


"maaf kamu siapa ya? Aku tidak mengenal kamu" ucap Clarissa lembut.


"masa lo lupa, gua yang tadi pagi nanya in lo kenapa nangis" jawabnya sedikit kesal karena tidak di kenal olah Clarissa.


Memang saat bertemu dengan Leo, Clarissa tidak bisa melihat wajahnya saat itu dia cepat-cepat menunduk karena merasa takut dan lagi pula wajah Leo tertutup oleh helmnya.


'kalau dia yang bertemu denganku tadi kenapa aku yang deluan sampai di sekolah ini, apakah dia cabut?' batin Clarissa bertanya.


"maaf saya tidak melihat kamu" jawabnya seadanya karena tidak mau di anggap sombong oleh orang lain.


"ckckck.. Cowok setampan gua lo anggurin, memang sunggu T E R L A L U" decak nya dengan kesal.


Tetapi saat ini Leo senang bertemu lagi dengan Clarissa. "Siapa nama lo? " tanya nya dengan sedikit nge gas.


"untuk apa kamu harus tau nama aku?" tanya clarissa masih dengan nada yang tenang dan santai.


"ya gua harus tau lah nama pacar gua, karena hari ini, jam ini, menit ini, detik ini, lo adalah Pacar gua" ucapnya lantang tanpa beban.


"APA?????? " pekik Clarissa kaget.


"aku gak mau jadi pacar kamu" ucapnya lagi.


"Gue gak nanya persetujuan lo, karena ini udah keputusan Alam" Jawab Leo sambil tersenyum


"jadi, siapa nama lo, jangan buat gua ngulang ke sekian kalinya ya" tanyanya sampil tersenyum sok di manis-manis kan.


"aku gak akan kasih tau nama aku, dan juga gak akan pernah mau jadi pacar kamu" jawabnya sedikit kesal tapi masih dengan sopan dan langsung berlari masuk ke gerbang, karena pintu gerbangnya sudah di buka lebih cepat dari biasanya.

__ADS_1


"terima kasih pak" ucapnya kepada satpam yang menemaninya.


Sepeninggalan Clarissa, Leo pun masuk ke sekolah itu dan di antar oleh satpam menuju ruang kepala sekolah, karena Leo kebetulan adalah murid baru di sekolah ini.


"den ini ruangannya" ucap pak satpam ber name tag Budi di seragamnya.


"terima kasih pak" jawab Leo sopan.


Meskipun badboy, Leo adalah anak yang sopan dan baik kepada siapa pun termasuk orang yang lebih tua kepadanya.


"sama-sama den" ucap pak Budi dan pergi meninggalkan Leo dari sana.


Leo langsung masuk ke dalam ruangan itu tanpa mengetuk pintunya.


" dimana kelas gua om? " tanya nya langsung to the point dan duduk di depan kepala sekolah itu.


Kepala sekolah adalah adik dari Papi Leo yang umurnya masih di bilang cukup muda yaitu 25 tahun. Sebenarnya kepala sekolah di sini sangat banyak di sukai di kalangan murid dan terutama guru muda yang karena wajahnya yang tampan seperti Leo.


"eh anak Briyan Alexander bisa gak sih kamu itu sopan sedikit sama om" ucap jengkel Adrian Alexander yang tak lain adalah kepala sekolah ke arah ponakannya.


"bisa, tapi dengan satu syarat" jawabnya sambil tersenyum jahat.


karena dia tahu tingkah ajaib dari ponakannya ini jika sudah menyebutkan kata 'syarat' yang menurutnya sangat keramat. Karena saat itu Adrian membutuhkan Leo untuk membantunya membuat kejutan di hari ulang tahun pacarnya adrian pun menerima apa pun syaratnya asalkan Leo membantunya, setelah acara kejutan siap Adrian menanyakan apa syarat dari Leo untuknya, Leo mengatakan dia mau mobil keluaran terbaru saat itu. Bukannya Adrian tidak mampu membelinya, hanya saja uangnya milyaran habis dengan sekejap karena ponakan durhakanya ini, karena itulah Adrian jika meminta bantuan Leo maka mereka akan bernegosiasi di tempat sebelum melakukan kegiatan.


"dimana kelas gua om cepat deh" ucapnya santai ke arah omnya.


"ayo ikut, om akan mengantarkan kamu" ucap adrian sekalian beranjak dan meninggalkan ruang nya menuju kelas Leo.


Mereka pun sampai di depan pintu salah satu gedung yang sangat megah lantai dua, di depan kelas nya tertulis 'XII MIPA 3'.


"permisi bu Mala, saya mengantarkan murid baru" ucap kepala sekolah kepada bu Mala selaku guru matematika yang mengajar di kelas ini.


Semua siswa/i termasuk bu Mala yang berada dalam kelas itu mengalihkan mata mereka ke sumber suara.


"iya pak, terima kasih. Kamu silahkan masuk"

__ADS_1


sambil mempersilahkan Leo masuk, sedangkan Adrian pun langsung kembali ke ruangan nya. Para siswi pun berbisik-bisak dan menatap kagum Leo di depan.


"silahkan perkenalkan nama kamu" ucap bu Mala.


"Halo semuanya, perkenalkan nama saya Leonard Putra Alexander, semoga teman-teman bisa berteman baik dengab saya,terima kasih " ucapnya memperkenalkan diri.


Tapi kini matanya tertuju kepada salah seorang siswi cantik yang sendirian duduk di belakang, siapa lagi kalau bukan Clarissa, saat melihat itu Leo pun tersenyum senang.


"baiklah Leo, kamu bisa duduk di belakang sana" ucap Bu Mala ke arah kursi kosong di samping Clarissan.


Leo pun berjalan ke arah sana dan duduk di sana.


"hai pacar, gak nyangka ya kita sekelas, kalau menurut gua kita ni memang jodoh yang udah di siapkan Tuhan, karena apa? Karena kita selalu dipertemukan" ucapnya sambil berbisik di samping Clarissa.


.


.


.


.


.


.


.


.


Yuhuuu Part 2 sudah update😊. terima kasih buat teman-teman semua yang mau membaca cerita penulis yang masih amatir iniπŸ™ Tolong bantuan nya ya teman-teman semua dengan memencet tombol jempol nya (πŸ‘)


Aku sangat menerima segala kritikan dan saran dari teman-teman semua


Semoga suka

__ADS_1


Tertanda Sayang


M. R. S. πŸ’ž


__ADS_2