BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN

BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN
28 Sedih & Bahagia


__ADS_3

Terima Kasih karena kamu selalu ada bersamaku dalam setiap keadaan---Clarissa Andita Putri


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


********


Clarissa selalu larut dalam kesedihannya. Dia tidak mau makan sama sekali sedari awal tiba di rumah sakit. Clarissa dan Leo duduk di depan ruang rawat mama Clarissa, tadi mama Clarissa sudah di pindahkan ke ruang rawat tapi keadaanya masih belum sadarkan diri. Teman-teman Clarissa yang ikut tadi sudah di suruh oleh Leo pulang agar mereka istirahat saja.


"makan dulu ya, mama pasti gak suka kamu kayak gini" ucap Leo sudah membawa makanan untuk Clarissa tapi di tolak oleh Clarissa.


"kamu boleh sedih, tapi tidak seperti ini. sama aja kamu nyiksa diri sendiri dan mama pasti gak akan pernah suka Clarissanya seperti ini" ucap Leo memegang tangan Clarissa.


"aku suapin ya" ucap Leo dan membuka bungkus makanannya.


"buka mulut kamu" ucap Leo sudah mengarahkan sendok ke mulut Clarissa.


"aku gak laper" ucap Clarissa sendu.


Leo menarik nafas kuat dan menghembuskannya kasar. Apa yang harus ia lakukan lagi agar Clarissa makan.


"Sayang dengerin aku baik-baik. Mama pasti akan baik-baik saja, mama orang yang kuat kan, pasti kamu tahu itu" ucap Leo lembut menghapus air mata Clarissa yang mengalir.


"aku gak suka mama kayak gitu, aku rindu suara mama" ucap Clarissa sambil menangis.


"mama pasti akan bangun, tapi kamu harus makan dong. Jangan sampai kamu juga sakit" ucap Leo dan mengarahkan sendok makanan ke arah mulut Clarissa. Kali ini Clarissa membuka mulutnya dan mendapat senyuman dari Leo.


Selama ujian nasional berlangsung, Leo sudah mengambip libur untuk lesnya jadi hari ini Leo tidak berangkat ketempat lesnya.


****


"sebaiknya kamu pulang aja" ucap Clarissa kepada Leo dan sekarang mereka sedang berada di dalam ruang rawat mamanya. Hari sudah menunjukkan pukul 7 malam dan Clarissa kasihan melihat Leo yang


"aku temenin kamu aja" ucap Leo yang duduk di sofa kamar mamanya Clarissa.


"bentar lagi papa dengan abang sampai kok, kamu pulang aja ya" ucap Clarissa lembut mendekat ke arah Leo.


"gak papa kok" ucap Leo tersenyum.


"kali ini aja dengerin aku. Kamu pulang, terus mandi biar seger" ucap Clarissa agar Leo bisa segera pulang.


"kamu juga belum mandi kan, yauda kita sama aja" ucap Leo tersenyum kepada Clarissa. Clarissa pun sudah habis kata-kata untuk membujuk Leo agar dia pulang saja.


Clarissa duduk di sebelah Leo dan dia pun tertidur di pundak Leo karena kelelahan. Leo memperhatikan Clarissa yang sudah tertidur pulas.


"aku sayang banget sama kamu, kamu kayak gini buat aku sakit" gumam Leo pelan dan membetulkan merubah posisi Clarissa agar bisa tidur di sofa dengan nyaman. sedangkan dirinya sudah duduk di sebuah kursi di samping ranjang mama Clarissa.


Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 8 malam, Leo tertidur di kursi samping tempat tidur mama Clarissa dengan membenamkan wajahnya.


'Clek... 'pintu kamar rawat mama Clarissa terbuka tapi tidak membangunkan orang yang berada dalam kamar itu. Yang membuka kamar itu adalah abang dan papa Clarissa.Papa dan abang Clarissa tiba bersama meskipun mereka tidak di kota yang sama dan ini adalah sebuah kebetulan.


Papa dan abang Clarissa yang melihat pemandangan ini tersenyum haru. Mereka tidak menyangka, ternyata Leo sangat baik mau menemani Clarissa sampai sejauh ini.


"kasihan mereka, sebaiknya kita tanya dokter di depan aja keadaan mama" ucap Carlo kepada papanya dan di angguki oleh papanya.


Carlo dan papanya menyusuri lorong rumah sakit dan menanyakan bagian informasi siapa yang menangani mamanya. Setelah mendapat informasi tentang dokter yang menangani mamanya Carlo dan papanya segera menuju ruang dokter tersebut.


"sus kita mau bertemu dokter Hermawan" ucap papa Clarissa.

__ADS_1


"tunggu sebentar ya pak" ucap suster tersebut dan masuk ke dalam ruangan dokter.


"silahkan masuk pak" ucap suster tadi dan mempersilahkan Carlo dan papanya masuk.


"selamat malam bapak dan adek, silahkan duduk" ucap Dokter Hermawan dan mempersilahkan mereka duduk.


"malam dok, bagaimana keadaan pasien atas nama Dita Juanda" tanya papa Clarissa khawatir.


"pasien masih dalam keadaan kritis akibat benturan yang cukup kuat di bagian kepalanya. Dimana dalam dunis media di sebut Cedera Kepala Sedang. Saya mohon maaf tidak bisa memastikan kapan pasien akan sadarkan diri. Tapi pak, saat pasien sadarkan diri ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi nanti" ucap dokter hermawan.


"maksud dokter" tanya Carlo dengan raut wajah khawatir.


"dimana benturan keras di kepala bisa membuat pasien yang sadar dari kritisnya akan mengalami gangguan sementara pada fungsi otak. Penderita dapat merasa mual, pusing, linglung, atau kesulitan mengingat untuk waktu yang lebih lama dan tidak dapat di pastikan kesembuhannya" terang dokter kepads Carlo dan papa.


"tolong dok lakukan apapun untuk istri saya" ucap papa Carlo yang sudah menitihkan air matanya. Dia tidak menyangks istrinya bisa seperti ini.


Carlo hanya terdiam mendengar ucapan dokter tadi, apa yang akan terjadi kedepannya, apa yang harus ia lakukan. sedangkan keluarganya hanya hidup sederhana, bagaimana ia membantu papanya mendapatkan uang untuk perawatan ysng terbaik untuk mamanya. Mama nya harus sembuh apapun akan di lakukannya dan berapapun biaya akan dia usahakan.


"tenang pak, saya akan berusaha semaksimal mungkin, agar pasien bisa cepat sadarkan diri. Bapak dan keluarga selalu berdoa untuk kesembuhan pasien. Saya hanya perantara dari Tuhan di dunia ini, karena kekuatan doa sangat kekal, " ucap Dokter Hermawan menguatkan keluarga pasien yang ada di depannys ini sambil tersenyum menguatkan.


"terima kasih banyak dokter. Kalau gitu saya permisi dulu" ucal Papa Carlo sambil menyalami dokter Hermawan dan disusul oleh Carlo.


Carlo dan papa keluar dari ruangan dokter tadi dan mereka duduk di bangku kosonh dekat ruangan itu.


"apa yang harus kita lakuin pa mendapatkan biaya perawatan mams" tanya Carlo kepada papanya yang duduk di sampingnnys sambil menatap ke arah lurus depan.


"kamu gak usah pikirkan itu, papa ada kok uangnya" ucap Papa Carlo sambil menepuk pundak Carlo.


"papa bisa berbagi sama aku pa" ucap Leo dan mendapat tatapan dari papanya. Dengan kehidupan mereka yang sederhana seperti ini, pasti menjadi beban bagi papanya.


"papa memang sudah memiliki uang kok bang, malah sebenarnya papa mau nyuruh kamu berhenti bekerja dan fokus ke kuliah kamu saja" ucap papa Carlo.


"kok papa gak bilang-bilang" tanya Carlo yang tidak menyangka atas ucapan papanya. Ini seperti berita bahagia dan juga sedih sekaligus.


"sudah setelah mama sembuh kita akan pindah rumah. Ayo kita keruangan mama lagu" ucap Papa Carlo dan beranjak dari duduknya.


***


Clarissa menggeliat dan terbangun dari tidurnya. Matanya langsung memandang cowok yang selama ini selalu ada bersamanya dalam segala hal. Clarissa mendekat dengan Leo dan mengelus kepala sang pacar.


"terima kasih untuk segalanya" gumam Clarissa dengan tersenyum.


"mama cepat sadar ya, lihat ni Leo udah bela-belain gak mau pulang dan nungguin mama. Mama kan selalu bilang pengen lihat Leo, nih sekarang Leo sudah ada di depan mama, mama sadar dong, nanti Leo nya keburu pergi kapok lo" ucap Clarissa lirih.


"eh kamu udah bangun, kenapa gak bangunin aku sih" ucap Leo kepada Clarissa.


"kamu kelihatan lelah kali, kamu pulang aja deh. Pasti mami sama papi khawatir sama kamu, dari tadi di sini terus semenjak dari sekolah" ucap Clarissa memandangi Leo.


"iyaa aku pulang kalau papa dan abang kamu udah sampai. Biar ada yang nemenin kamu" ucap Leo lembut dan di angguki oleh Clarissa.


cklek....


Clarissa dan Leo menoleh ke arah pintu yang di buka. Ternyata papa dan abangnya yang datang.


"mama pa" ucap Clarissa lirih.


"iya sayang, tidak apa-apa. Mama pasti akan bangun dan kembali sehat" ucap Papa Clarissa berusaha tegar agar anak-anaknya tidak larut dalam kesedihan.

__ADS_1


"Terima kasih ya nak Leo sudah menemani Clarissa" ucap papa Clarissa tulus.


"sama-sama om, saya juga udah nganggap sebagai mama saya juga om" ucap Leo tulus.


"Nak Leo sebaiknya kamu pulang saja, sudah malam sekali. Saya tidak enak dengan orang tua kamu nanti" ucap Papa Clarissa yang melihat Leo masih memakai seragam sekolahnya sama seperti putrinya.


"iya sebaiknya lo pulang, biar Clarissa sama gue aja. Kalau kalian berdua nanti gak enak di lihat orang" ucap Carlo yang akan mengantar adiknya kerumah untuk bersih-bersih dan berganti pakaian.


"yaudah, saya pamit dulu ya om" ucap Leo dan menyalami papa Clarissa.


"gue pamit bang" ucap Leo kepada Carlo.


"sekali lagi terima kasih nak Leo" ucap papa Clarissa.


"sama-sama om" ucap Leo dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar rawat mama Clarissa.


"aku antarin Leo kedepan bentar pa" ucap Clarissa dan di angguki oleh papanya.


Clarissa menyusul Leo ke parkiran dan mencari keberadaan pacarnya.


"Leo" teriak Clarissa saat melihat keberadaan Leo yang sudah dekat dengan kendaraannya.


"loh kok kamu disini" tanya Leo saat Clarissa sudah berada di depannya.


"aku kau bilang makasih banget sama kamu" ucap Clarissa kepada Leo dan tersenyum.


"udah jadi kewajiban aku" ucap Leo juga dengan senyum.


"udah kamu masuk sana, aku pamit ya" ucap Leo kepada Clarissa.


'Cup'Clarissa mencium pipi Leo


"kamu hati-hati ya, jangan ngebut-ngebut" teriak Clarissa langsung berlari karena malu telah mencium Leo.


Leo yang di cium tiba-tiba pun masih mematung dan memegang pipinya yang di cium oleh Clarissa. Dia pun tersenyum dan geleng-geleng kepala. Leo pun segera berlalu meninggalkan parkiran rumah sakit.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa kasih dukungan kalian ke aku dengan cara klik gambar jempolnya ya (πŸ‘), Komen, Vote dan rate.


Terima Kasih semua, Love you all😘

__ADS_1


Tertanda sayang untuk raders


M. R. S πŸ’ž


__ADS_2