BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN

BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN
09 Terukir Senyum Indah


__ADS_3

Benar ya kata pepatah kalau usaha yang keras tidak akan menghianati hasilnya.


💞💞💞💞💞💞💞💞


********


"Leo maaf aku tidak bisa" ucap Clarissa sambil menatap Leo.


Saat Clarisaa mengatakan itu Leo langsung melepaskan tangannya dari Clarissa dan menundukkan kepalanya.


"maaf aku tidak bisa jika tidak menerimamu" lanjut Clarissa sambil tersenyum.


Leo mengangkat kepalanya "apaa" tanya Leo berusaha memastikan apakah dia tidak salah dengar.


"iyaa aku mau jadi pacar kamu" ucap Calista tersenyum malu.


Prok.. Prok... Prok... Tepuk tangan dari beberapa pengunjung yang ada di dalam restoran itu sedari tadi memperhatikan mereka.


"selamat ya. Ciee yang jadian" ucap Calista kepada abangnya dan Clarissa.


Senyum mengembang dari keduanya tak henti-henti.


"boleh aku peluk kamu" ucap Leo meminta izin dan di angguki oleh Clarissa.


"terima kasih karena kamu mau memberikan aku kesempatan mengisi hati kamu" ucap Leo tulus dalam pelukan Clarissa.


"iyaa sama-sama, terima kasih juga karena kamu telah berjuang selama ini. Aku harap kamu tidak akan mengecewakan aku" ucap Clarisaa. Setelah itu mereka pun duduk makan bersama.


Leo pun mengantar Clarisaa pulang kerumahnya dan mereka membawa serta Calista. Calista sudah tertidur di kursi belakang


"mau mampir dulu" tawar Clarissa saat pintu mobil dibukakan oleh Leo.


"kayaknya gak deh, soalnya kasihan tu Calista udah tidur gitu. Besok aku jemput kamu ya, kita berangkat sekolah bareng" ucap Leo lembut.


"iyaa" jawab Clarissa sambil tersenyum.


"jangan sering-sering senyum ya" ucap Leo.


"kenapa" heran Clarissa.


"nanti banyak yang suka, dan aku gak suka kamu senyum dengan orang lain kecuali aku dan keluarga kamu" ucap Leo posessive.


"dasar kamu, kirain kenapa" ucap Clarisaa jengah.


"yauda aku pamit ya sayang" ucap Leo tersenyum dan itu berpengaruh ke pipi dan jantung Clarissa yang saat ini tidak terkontrol saat Leo memanggilnya sayang.


"iya kamu hati-hati" ucap Clarissa tersenyum.


"kata sayangnya mana" tagih Leo.


"ihh apaan sih kamu" ucap Clarissa malu.

__ADS_1


"pakai sayang kek, kalau gak aku gak mau pulang ni" goda Leo tak gentarnya ingin Clarissa memanggil sayang.


"hati-hati sayang" ucap Clarissa sambil tertunduk malu.


"apa, aku gak dengar ni" pancing Leo.


"gak ada pengulangan ya, sana kamu pulang" ucap Clarissa.


"dasar pacar aku" ucap Leo mengacak-acak rambut Clarissa.


"ihh berantakan jadinya jelek kan" kesal Clarissa dan merapikan rambutnya.


"mau di apain pun kamu selalu cantik di mata aku" ucap Leo sambil tersenyum.


"yaudah aku pulang ya, pamitin ke mama papa kamu. Bilang kalau aku gak bisa mampir" ucap Leo tersenyum dan di angguki oleh Clarissa. Leo pun bergegas masuk ke dalam mobilnya dan menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Clarissa.


Sebenarnya Calista sudah terbangun saat mobil Leo berhenti di depan rumah Clarisaa, hanya saja dia membiarkan abangnya dan berpura-pura tidur.


"yaelahh yang berbunga-bunga" ucap Calista tiba-tibadan langsung pindah duduk ke depan.


"Astaga, lo buat gue kaget bocil" ucap Leo mengelus dadanya.


"makanya jangan melamun lo, tau deh yang udah gak jomblo lagi" ucap Calista mengejek.


"oh iya, makasih atas bantuan lo. Ngomong-ngomong ni, itu jasa siapa yang bayar ya" tanya Leo kepada sang adik.


"ya lo lah yang bayar, itu masih ngutang kok" ucap Calista dengan wajah sangat polos.


"ha??Apa lo bilang?? Ngutang?? Seorang dari keluarga Alexader ngutang? Memang parah Lo, nurunin citra keluarga" ucap Leo yang menurut Calista sangat lebay.


"untung lo adik gue, kalau gak udah gue buang lo" ucap Leo kesal dengan tingkah adik nya satu ini.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di rumah yang menunjukkan pukul 4 sore.


"Calista dan abang pulang" teriak Calista masuk ke dalam rumahnya.


"Dari mana aja, mami udah nelfon tapi gak di angkat, masih ingat pulang juga kalian" kata mami mereka dengan muka yang tidak bersahabat.


"haii mi" ucap Leo dan adiknya sambil nyengir.


"kita tadi lagi ngerjain suatu misi mi, udah bilang juga kan ke bibik biar di sampain ke mami" ucap Calista.


"misi" tanya mami mereka sambil mengerutkan dahinya.


"iyaa mi, misi melepas statusnya abang menjadi tidak jomblo lagi" ucap Calista sambil tekekeh.


"abang udah jadian" tanya mami sambil menatap anak sulungnya.


"iyaa mi, kapan-kapan aku kenalin ke mami, biar makin dekat sama mantu" ucap Leo dengan tersenyum senang.


"memang kamu harus bawa ke sini, biar mami bisa kenal lebih jauh bagaimana orangnya" ucap mami Leo serius.

__ADS_1


"siap mi, aku naik ke atas dulu ya" ucap Leo dan bergegas ke kamarnya.


"aku juga ya mi" ucap Calista mengukuti abangnya.


Calista buru-buru mengikuti Leo untuk menagih upahnya.


"eh ngapain lo ngikutin gue" ucap Leo berdiri di depan pintu kamarnya menghadap Calista.


"lo gak lupa kan" ucap Calista


"lupa apa, kayaknya gak ada apa-apa lagi deh" ucap Leo memang lupa akan upah yang akan ia berikan kepada adiknya ini.


"wah parah ya lo, udah di terima aja gak ingat kalau ada janji" ucap Calista kesal.


"ohhh itu, yaelah memang gak ikhlas ya lo. Mau apa lo" tanya Leo kepada adiknya yang cerewet ini.


"nah gitu dong. Gue mau lo temenin gue seminggu full kemana pun gue mau dan apapun yang gue mau beli lo harus bayarin" ucap Calista sambil tersenyum manis.


"wah-wah parah lo ya. Ini namanya lo nyiksa gue. Gak mau gue" ucap Leo dan mau menutup pintu kamarnya tapi di tahan oleh Calista.


"dasar laki-laki gak bisa megang omongan, gue aduin lo sama kak Clarisaa biar di putusin langsung" ucap Calista dan bergegas ingin ke kamarnya yang ada di sebelah Leo.


"iyaiya bocah" Leo menarik baju Calista seperti menarik kucing.


"nah gitu dong. Oke gue mau bocan dulu, bobok-bobok cantik. Bye" ucap Calista sambambil berlalu meninggalkan Leo.


Leo pun merebahkan tubuhnya di atas kasur, dia tidak menyangka ternyata hari ini dia resmi menyandang status pacar dari seseorang yang sangat susah untuk di gapainya saat itu. Leo pun tersenyum dan mengambil handphone nya untuk mengabari Clarissa kalau dia telah sampai di rumah.


Tidak berbeda dengan Clarissa, gadis ini juga tersenyum di kamar. Dia melihat ada pesan masuk di handphone nya dan langsung tersenyum saat melihat siapa yang mengirim pesan itu yang tak lain adalah pacarnya Leo. Setelah membalas pesan, dia meletakkan handphonenya di atas meja, dia tidak menyangka sekarang bisa berpacaraan dengan Leo orang yang selalu membuatnya kesal.


'aku harap kamu tidak akan pernah mengecewakan aku'batin Clarissa dan juga terlelap dalam tidur nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Yeee akhirnya Up date lagi. Terima kasih buat teman-teman semua yang masih setia baca cerita aku. Jika ada kekurangan dalam cerita aku, teman-teman bisa kasih pendapatnya lo. Atau kalian bisa chatt aku di grup dan aku bakal senang hati merespon dan menerima saran kalian 😊. Jangan lupa dukung aku dengan pencet tombol jempol nya ya (👍) itu adalah penyemangat bagi aku 😊. Love You All 😘

__ADS_1


Tertanda Sayang


M. R. S 💞


__ADS_2