
Tadi pagi hati ini terasa mendung, tetapi setelah aku mendengarkan perkataan manismu mendung itu seketika lenyap dan di gantikan dengan pancaran sinar matahari yang terik.
💞💞💞💞💞💞💞💞
********
"pasangan yang selalu terlihat bagaia, adek kapan bang" ucap Fani saat melihat kedatangan Leo dan Clarissa dengan nada bicara yang di dramatisir.
"itu si Adriel jomblo" celetuk Leo sengaja menggoda Fani sehingga membuat pipi Fani terasa ada yang menjalar panas.
"pipi kamu kenapa kok merah gitu, kamu sakit" tanya Clarissa polos dan menempelkan punggung tangannya ke dahi serta pipi Fani.
"eh enggak kok" ucap Fani kikuk.
Sebenarnya Fani telah lama menyukai adriel. Tetapi dia hanya menyimpannya dalam hati, karena dia tahu kalau cintanya hanya bertepuk sebelah tangan. Dia juga tahu mana mungkin adriel yang tampan,pintar, dan cool itu mau sama cewek seperti dirinya yang tidak ada nilai plus nya sama sekali.
"jirrr baru kali ini gue lihat seorang Stefani gini" ucap Leo sambil tertawa.
"yaelah adek gue udah besar" ucap Fano yang memang sudah tahu dari tingkah Fani kalau adeknya ini menyukai sahabatnya yang kalem ini.
Saat mereka menggoda Fani seperti ini, Adriel hanya menatap dalam diam tanpa menimpal sama sekali. Dia seakan tidak tahu kalau Fani menyukainya, sebenarnya dia tahu kalau Fani menyukainya, dari tingkah Fani yang sangat berbeda kalau ada dirinya. Dimana Fani yang super cerewet akan menjadi lebih diam, dan juga Fano pernah memberi tahu nya kalau adeknya Fani menyukai dirinya.
*flashback on"
Hari libur seperti ini Fano sudah ada di rumah Adriel, untuk mengajak sahabat kalem nya ini bermain PS. Mereka berdua main PS di dalam kamar Adriel sambil menunggu si tukang telat Leo.
"lo ada suka sama seseorang" tanya Fano tiba-tiba saat mereka berdua sedang main.
"ada" jawab Adriel singkat, padat dan jelas
"gemes gue sama lo, kalau ngomong suka to the point langsung. Siapa yang lo suka, cerita kali sama gue" ucap Fano masih memegang stick PS nya.
"tapi lo jangan terkejut. Yang gue suka lo" ucap Adriel singkat lagi.
"haa" teriak Fano reflek dan melempar stick PS nya atas perkataan sahabatnya yang telah ia anggap saudara tapi malah menyukainya.
"gue normal ya, gue gak suka jeruk makan jeruk" ucap Fano menatap tajam Adriel.
"gue juga normal kali, gue suka sama lo sebagai sahabat lah" ucap Adriel sedikit nyolot, bisa-bisanya Fano menganggapnya seperti itu.
"ohhh kirain gue, lo suka gue sebagi itu" ucap Fano menekankan kata itu, yang di artikan sebagai suka sama lawan jenis.
Adriel hanya menatap sahabatnya jengah, bisa-bisanya dia berpikiran pendek seperti itu.
"maksud gue tu, lo ada suka sama cewek gak. Kalau ngomong sama lo harus to the point banget ya" ucap Fano kesal.
"belum ada" ucap Adriel singkat.
"ckck. Lo bisa gak sih agak panjang ngomong. Gak bayar kok perkata tu" decak Fano. Kok bisa-bisanya dia memilih spesies seperti adriel ini sebagai sahabatnya.
"suka-suka gue lah" ucap Adriel sangat santai dan itu membuat Fano menggeram kesal.
__ADS_1
"kok bisa-bisanya ya Fani suka sama lo" ucap Fano yang keceplosan dan langsung menutup mulutnya dan adriel langsung menatap Fano
'bodoh-bodoh, mati gue nanti si Fani marah'batin Fano merutuki kebodohannya, bisa-bisanya ia keceplosan.
"eh lo jangan bilang-bilang ya" ucap Fano panik menatap adriel yang di tatap malah seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Tapi nth kenapa ada hati Adriel ada perasaan yang aneh saat mengetahui kalau Fani menyukainya.
*flashback end*
"apaan sih lo bang" ucap Fani salah tingkah.
"muka kamu kok gitu beb" ucap Leo yang sedari tadi memperhatikan wajah kebingungan Clarissa.
"aku bingung kalian ngomongin apa" ucap Clarissa yang polos, memang Clarissa susah menanggapi soal-soal seperti ini.
"hahahaa" ketawa agatha tiba-tiba dan membuat mereka semua melihat ke arah agatha.
"yok balik ke kursi masing-masing aja gak udah di urusin" ucap Fano malas meladeni Agatha.
"amit-amit gue punya cewek kayak lo"ucap Fano menatap agatha jijik.
"karma tau rasa lo" ucap Leo kepada Fano.
"gak akan gue suka sama tipe-tipe kayak gini, kalau pun suka mungkin gue udah gila" ucap Fano.
Saat Fano mengatakan itu, raut wajah Agatha sedikit berubah tapi tidak di sadari semua orang.
'kok sakit banget ya'batin agatha setelah mendengar perkataan Fano. Agatha sudah lama menyukai Fano, untuk menarik perhatian Fano dia suka melakukan hal-hal aneh tapi yang di lakukan kadang tidak di respon oleh Fano.
Para guru sudah berdatangan masuk ke kelas yang mereka ajar. Kelas Leo dkk yang tadinya ribut, saat guru masuk mereka pun kembali ke tempat duduknya masing-masing.
"selamat pagi semuanya" ucap Bu Mala guru yang paling di gemari satu kelas. Meskipun guru Matematika, tapi bu Mala tidak terkenal galak, malah dia dengan sabar mengajari murid-muridnya sampai paham.
"pagi buuuuuu" ucap satu kelas semaangat.
"pagi ibu cantik" celetuk Leo sambil tersenyum mengembang.
" nampaknya bahagia sekali kamu" ucap Bu mala kepada Leo.
"jelas dong buk, harus semangat apalagi ada pacar saya yang udah mulai peka dan perhatian sedikit" ucap Leo dengan bangganya mengakui Clarissa sebagai pacarnya.
"Clariss, kok kamu mau sama Leo" tanya bu Mala dan Clarissa hanya tersenyum menanggapi pekataan gurunya.
"lah ibuk kok gitu, ya maulah saya ni udah ganteng, peka,baik, perhatian, dan terutama sayang kamu beb" celetuk Leo sambil memandangi Clarissa yang ada di sebelahnya.
"huuu bucin" celetuk Fano kepada Leo.
"sirik aja yang jomblo" sahut Leo tak mau kalah.
"udah-udah, sekarang kita lanjut belajarnya sebelum waktunya habis karena ulah kalian. Buka buku kalian halaman 50" ucap bu Mala dan mengambil spidol di atas mejanya.
Mereka pun belajar dengan tenang dan sedikit canda gurau agar kelas tidak terlalu tegang. Bu Mala sengaja agar para murid nya tidak tegang, karena biasanya Matematika akan identik dengan ketegangan dan guru galak. Bu mala mau membuang pikiran itu jauh-jauh agar para muridnya mencintai matematika.
__ADS_1
"oke sekian pertemuan kita hari ini, jika ada yang kurang kalian pahami bisa tanya ke saya minggu depan. Silahkan istirahat dan selamat siang" ucap Bu Mala dan meninggalkan kelas.
"yuk gengs kantin" ajak Fano dan di angguki oleh Leo dan Clarissa dkk.
Mereka duduk di bangku kosong pojokan kantin dan mereka menugaskan Fani dan Adriel untuk memesan makanan. Mereka mempunyai maksud terselubung untuk mendekatkan Fani dan Adriel yang mereka anggap sangat serasi, dimana satunya diam dan satunya berisik.
"makanan datang" ucap Fani melakkan makanan dan disusul Adriel.
"sok kalem banget lo bocil" celetuk Leo.
"sibuk aja lo" ucap Fani.
"memang gak cocok lo kalem, yang paling cocok tu nih pacar gue" ucap Leo yang tersenyum ke arah Clarissa yang duduk di depannya.
"udah deh gak usah bucin banget, si Clarissa jijik juga lihat lo gitu" ucap Fano sambil mengambil makanannya.
"eh lo ja... " ucap Leo terpotong karena ucapan adriel.
"udah makan aja, berisik" ucap Adriel yang sudah memakan makanannya.
"lo ni jangan kalem dan irit-irit dong bicara, untung aja masih ada yang suka sama lo" ucap Leo dan mendapat tatapan tajam Adriel.
"ehh ayo-ayo makan" lanjut Leo kembali dan tersenyum kikuk melihat tatapan Adriel.
"hahaha" tawa mereka semua melihat Leo.
'aku senang akhirnya senyum kamu terbit lagi'batin Clarissa menatap Leo dalam.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Yeee akhirnya Up date lagi.Aku update sekarang karena ada kesibukan malamnya. Terima kasih buat teman-teman semua yang masih setia baca cerita aku. Jika ada kekurangan dalam cerita aku, teman-teman bisa kasih pendapatnya lo. Atau kalian bisa chatt aku di grup dan aku bakal senang hati merespon dan menerima saran kalian 😊. Jangan lupa dukung aku dengan pencet tombol jempol nya ya (👍) itu adalah penyemangat bagi aku 😊 dan kalian bisa Share cerita aku mengajak teman-teman kalian membaca cerita aku lalu tag aku di instagram ya (@metharelina). Love You All 😘
Tertanda Sayang
M. R. S 💞
__ADS_1