
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, karena setiap detik, menit, jam nya memiliki cerita tersendiri.
💞💞💞💞💞💞💞💞
********
Setelah hampir lebih kurang satu tahun bagi Leo bersekolah disini, tak terasa hari ini tepat dimana hari terakhir ujian nasional yang di jalankan oleh Leo, Clarissa, dan kawan-kawan.
"gila susah banget soal-soal UN nya, gue mau nangis" ucap Fani saat mereka semua sudah duduk di kantin.
"sama" ucap Fano kembaran Fani.
"kalian kan kembar, makanya sama" ucap Agatha.
"udah deh tha, gak usah ngomong. Buat gue darah tinggi aja" ucap Fani malas.
"udah lah jalanin aja" ucap Leo seadanya.
"iya deh tau yang mau jadi pakpol" ucap Fani.
"siap ini kalian pada mau kemana" tanya Clarissa kepada mereka semua.
"huaaa gue gak tau bakat gue dimana, rasanya semua bidang gue gak bisa" ucap Agatha pura-pura menangis.
"gue rencana mau masuk fakultas seni deh, gue suka banget nyanyi" ucap Fani yang memang memiliki suara yang bagus dari mereka semua.
"yaelah gaya lo, suara kayak kaleng kaleng aja" ucap Fano mengejek.
"lo jadi kembaran memang perlu gue kata-katain kasar deh" ucap Fani marah.
"memang nyatanya kok, lo nyanyi di kamar mandi aja mirip suara katak mau manggil hujan" ejek Fano lagi.
"lo memang bang.. " ucap Fani kepotong.
"brisik lo berdua, lo mau kemana riel" tanya Leo kepada Adriel sahabatnya yang memang sangat irit bicara.
"rencana gue mau masuk fakultas kedokteran" ucap Adriel sambil meminum minumannya.
"wihh kalau ke dokter gak perlu bayar lagi" ucap Fano.
"kurang-kurangin irit bicara riel, nanti gak ada cewek yang mau sama lo. jadi apa tu namanya kalau gak nikah-nikah" tanya Fano kepada mereka.
"perawan tua" celetuk agatha
"itu untuk cewek oneng, kalau cowok itu bujang lapuk" kesal fani.
"dia gak akan jadi bujang lapuk" ucap Leo dengan serius.
"kok lo tau" tanya Fano penasaran, kok bisa-bisanya Leo mengatakan hal seperti itu.
"ya tahu lah, orang adek lo cinta mati sama di riel. nanti juga luluh juga kok ni bocah. yakan riel" ucap Leo yakin.
"gak usah sok tahu" ucap Adriel mengambil minuman. memang selama ini Fani sudah mulai mendekati dirinya dengan segala cara cewek itu, dan membuat Adriel kadang merasa senang. tapi dia tidak mau mengatakan, karena dia sendiri belum yakin dengan hatinya.
"lo sendiri mau kemana" tanya Adriel kepada Fano untuk mengalihkan pembicaraan mereka agar tak membicarakan dirinya lagi.
"gue mau ngambil arsitek" ucap Fano.
"lo jadi penghulu aja tha" ucap Leo kepada agatha.
"kenapa" tanya agatha polos.
__ADS_1
"jadi gini, gue dan Clarissa nikah penghulunya lo, pas pestanya gue gak payah ngundang penyanyi udah ada si fani, untuk rumah kita berdua nanti si fano yang rancang, nah terakhir kalau ada urusan sakit-sakit tinggal ke Adriel aja. Enak banget gratisan gini" ucap Leo senang.
"enak aja lo, bayar dong. Seorang pakpol nerima gratisan ewhh" ucap Fani kepada Leo.
"gue juga gak mau jadi penghulu ya, gak keren" ucap agatha tak terima.
"kalau lo kemana Clar" tanya Fani kepada Clarissa, karena dia malas meladeni kalau Agatha sudah berbicara, karena baginya kalau Agatha berbicara maka tingkat penyakit darah tinggi akan semakin besar.
"aku mau masuk kuliah jurusan tata boga" ucap Clarissa.
"wahh enak ni makan gratis tiap hari, enak-enak lagi" ucap Agatha.
"memang istri idaman sekali" ucap Leo.
"apaan sih kamu" ucap Clarissa memukul lengan Leo pelan.
"kalian berdua gak usah pamer ya, ingat masih ada kita di sini. Jangan pakai definisi dunia milik berdua ya" ucap Fano sambil menikmati minumnya.
"bagus sih Clar, masakan lo enak-enak soalnya" ucap Fani yang memang pernah memakan masakan Clarissa.
"kalau udah sukses jangan pernah lupain kita-kita ya" ucap Fano, mereka semua pun sama halnya dengan Fano mengatakan hal seperti itu.
selama ini pertemanan mereka juga sangat dekat, dimana mereka selalu bersama-sama dalam susah bahkan senang sekali pun.
Drett...dret....dret....
"siapa" tanya Leo saat Clarissa memegang handphone nya.
"mama" ucap Clarissa dan mengangkat ponselnya.
"halo ma" ucap Clarissa.
"halo mbak" ucap orang di seberang sana.
"ini mbak saya mau beritahu kalau yang punya handphone ini sedang ada di rumah sakit, karena tabrak lari" ucap seseorang itu.
"dirumah sakit mana mas" tanya Clarissa dan sudah menangis.
"rumah sakit melati mbak, mbak segera kesini ya" ucap mas yang menelfon tadi.
"baik mas, terima kasih" ucap Clarissa dan mematikan sambungan telepon.
"mama kenapa" tanya Leo yang juga ikut panik karena Clarissa sudah menangis.
"mama di tabrak orang" ucap Clarissa sambil menangis sesegukan.
"yauda ayo kita ke sana" ucap Leo dan mereka bergegas pergi.
"kita cabut dulu" ucap Leo kepada teman-temannya.
"kita ikut deh" ucap mereka semua.
"yauda ayok" ucap Leo.
"kamu tenang aja ya, mama gak akan kenapa-kenapa kok" ucap Leo menenangkan pacarnya.
*dirumah sakit*
"pasien yang tabrak lari di mana ya mbak" tanya Leo di bagian informasi.
"sebentar ya mas" ucap bagian informasi rumah sakit dan mengeceknya.
__ADS_1
"pasien berada di ruang UGD mas" ucap mbak informasi.
Leo, Clarissa, dkk bergegas ke ruang UGD yang di ucapkan tadi. Mereka telah tiba di sana dan melihat seseorang berdiri di sana, mungkin itu adalah mas yang menelfon Clarissa tadi.
"mbak anak nya" tanya mas itu.
"iya mas, gimana keadaan mama saya" tanya Clarissa yang masih menangis.
"saya belum tau mbak, dokternya belum keluar" ucap mas itu sopan.
"bagaimana kejadiannya mas" tanya Leo.
"tadi ibu itu mau nyebrang jalan ke pasar, tapi tiba-tiba ada mobil kencang banget dan nabrak ibu itu. Tapi mereka lari gitu aja" ucap mas itu.
"terima kasih ya mas atas pertolongannya" ucap Leo.
"iya sama-sama mas, saya pamit ya mas, mbak" ucap mas itu.
"iya terima kasih mas" ucap Clarissa dan mas itu berlalu pergi.
"aku takut" ucap Clarissa berada di samping Leo dan menangis.
"jangan takut, mama gak akan kenapa-kenapa kok. Ada aku juga disini yang temenenin kamu" ucap Leo sambil memeluk Clarissa.
"kamu hubungin papa dengan abang kamu dulu" ucap Leo kepada Clarissa dan di angguki oleh Clarissa.
Papa Clarissa saat ini sedang berada di luar kota karena ada pekerjaan, begitu juga dengan abangnya yang sedang kuliah di luar kota.
Menerima panggilan dari Clarissa papanya dan abangnya pun akan segera kembali. Mereka juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai di rumah sakit nanti.
"udah dong sayang jangan nangis lagi, mama pasti kuat kok" ucap Leo menenangkan.
"bagaimana dok keadaan mama saya" ucap Clarissa saat melihat dokter keluar.
"mama anda sedang dalam masa kritis, ada benturan kuat di bagian kepalanya sehingga mama anda tidak tahu kapan akan sadar" ucap dokter tersebut.
Duarr..... Clarissa menangis mendengar perkataan dokter tadi. Padahal tadi pagi mamanya masih baik-baik saja, tapi sekarang mamanya malah seperti ini.
"pasien akan di pindahkan ke ruang rawat, setelah itu baru bisa di jenguk. Tapi hanya satu orang saja ya. Saya permisi dulu" ucap dokter tersebut dan berlalu meninggalkan tempat itu.
"terima kasih dok" ucap Leo.
"mama" ucap Clarissa lirih dan menangis dalam pelukan Leo. Leo tidak membalas perkataan Clarissa, dia membiarkan gadisnya ini menangis meluapkan semuanya. Dia tahu bagaimana rasa sakitnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1
Tertanda Sayang
M. R. S 💞