BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN

BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN
22 Gugup


__ADS_3

Mentari Pagi seolah-olah tahu apa yang ada di hatimu dimana ia menyambutmu dengan sangat terang oleh pancaran sinarnya.


💞💞💞💞💞💞💞💞


********


Weekend pun telah tiba. Sedari tadi malam Clarissa tidak bisa tidur karena memikirkan akan pergi kerumah Leo untuk bertemu keluarganya, dia sangat gugup dan tidak tahu harus bersikap seperti apa, karena ini pertama kalinya. Dan sedari tadi malam juga Clarissa bingung memakai baju apa agar terlihat sopan dan rapi.


Pagi hari Clarissa bangun lebih cepat untuk dari biasanya dan langsung berkutat kembali memilih pakaian apa yang akan di gunakannya hari ini, lemari yang biasanya sangat rapi berubah menjadi berantakan.


"huaaaa..aku mau pakai apa. Ternyata ini problem cewek kalau mau pergi seketika baju yang banyak di lemari menjadi tidak ada" teriak Clarissa frustasi.


"pagi-pagi gini kamu kenapa sih teriak-teriak" ucap mama Clarissa yang mendengar teriakan anaknya dari dalam kamar dan langsung masuk karena pintu tidak di kuci Clarissa.


"aku gak tau mau pakai baju apa ma untuk kerumah Leo" ucap Clarissa sambil terus memilih pakaian mana.


"kamu ini aneh-aneh aja. Sini mama bantu" ucap mama Clarissa membantu putri bungsunya ini.


"nah gitu dong ma" ucap Clarissa semangat dan langsung dibantu mamanya.


Setelah berapa menit memilih baju, akhirnya pilihan mereka jatuh ke dress pendek ukuran selutut berwarna tosca.


"kan cantik" ucap mama Clarissa saat Clarissa mencoba bajunya.


"nanti mama bantuin make up nya sedikit" ucap mama Clarissa lagi.


"ma aku mau buat kue dulu, mau aku bawain ke rumah Leo" ucap Clarissa berlalu meninggalkan mamanya.


Clarissa dari kecil sudah pandai dalam membuat beraneka ragam kue, yang dia pelajari resepnya dari youtube-youtube. Clarissa ingin sekali mempunyai toko roti dan restoran makanan.


Setelah berkutat di dapur lebih kurang 2 jam. Clarissa pun segera bersiap-siap karena 1 jam lagi Leo akan menjemput dirinya.


***


"pagi tante" ucap Leo sambil mencium tangan mama Clarissa.


"pagi, Clarissanya udah siap kok. Tunggu tante panggil dulu ya" ucap mama Clarissa sambil masuk ke dalam memanggil Clarissa.


"hai, cantik" ucap Leo melihat Clarissa dengan terpana.


"gitu banget kamu lihat anak tante" ucap mama Clarissa memukul lengan Leo pelan untuk menyadarkan Leo.


"eh maaf tante" ucap Leo sambil manggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"yauda sana berangkat kalian" ucap mama Clarissa.


"om mana tante" tanya Leo yang tak melihat keberadaan papa nya Clarissa.


"om lagi keluar kota" ucap mama Clarissa.


"ohhh.. Yauda deh tante kita berangkat dulu ya" ucap Leo sambil mencium tangan mama Clarissa dan di susul oleh Clarissa


"hati-hati ya kalian" ucap mama Clarissa.


"silahkan masuk tuan putri" ucap Leo membukakan pintu mobilnya untuk Clarissa.


"apaan sih kamu" ucap Clarissa sambil tersenyum dan masuk ke dalam mobil.


Mereka pun meninggalkan rumah Clarissa dan menyusuri jalan dengan kecepatan mobil yang sedang.


"aku gugup banget tau gak, malah gak bisa tidur semalam" ucap Clarissa memberitahu pacarnya yang satu ini.


Clarissa adalah orang yang tertutup bagi sebagian orang, tetapi juga orang yang dapat berekspresi dan mengungkapkan apa yang ada di dalam dirinya untuk orang-orang yang sudah dekat dengannya.


"hahaha.. " tawa Leo menggelegar dan mendapat pukulan ringan di tangannya dari Clarissa.


"ihhh kamu kok ketawain aku sih" ucap Clarissa kesel.


"habisnya kamu lucu, kayak mau ngapain aja sih pakai gak bisa tidur segala" ucap Leo yang menahan tawanya.


"ini tu gugup ya, baru pertama kali. Aku nanti di sana ngapain lagi, harus gimana gitu" ucap Clarissa panik.


"udah biasa aja, keluarga aku gak nerkam kamu kok. Paling di suruh bantu-bantu nyuci baju, sama nguras kolam ika" ucap Leo asal.


"serius, tau gitu aku pakai celana aja gak pakai dress kayak gini, nanti kan jadi susah ngerjainnya" ucap Clarissa polos.

__ADS_1


"hahahaha" tawa Leo kembali dan gemes dengan pacarnya satu ini terlalu polos sekali.


"ihhh kok kamu ketawa sih" ucap Clarissa sambil mencubit perut Leo.


"ya kamu ni, aku tadi bercanda lo sayangkuuu. Gemes aku sama kamu tu" ucap Leo sambil mengacak rambut Clarissa.


"rambut aku rusak" ucap Clarissa sambil merapikan rambutnya.


"makanya jangan buat aku gemes, nanti aku khilaf" ucap Leo sambil tersenyum dan fokus membawa mobilnya.


"kita sudah sampai, ayo turun" ucap Leo kepada Clarissa.


"tunggu bentar, muka aku gimana, penampilan aku gimana" tanya Clarissa kepada Leo.


"udah cantik kok" ucap Leo.


"serius kan" tanya Clarissa kepada Leo kembali.


"iyaa sayang" ucap Leo sambil mengelus pipi Clarissa lembut. Clarissa pun merasakan panas di pipinya akibat ucapan Leo.


"masih aja blushing gitu" goda Leo.


"enggak" jawab Clarissa cepat.


"iya deh percaya, padahal udah ada bukti di depan mana" goda Leo terus kepada Clarissa.


"ayo kita turun" ajak Leo dan di angguki oleh Clarissa.


Setelah turun dari mobil Leo, Clarissa menarik nafasnya dan menghembuskannya kasar.


"udah jangan gitu, biasa aja kali kamu. Kayak mau brojol aja kayak gitu" ledek Leo kepada Clarissa dan mendapat tatapan tajam dari Clarissa.


Leo pun menarik tangan Clarissa untuk berjalan masuk ke rumahnya.


"selamat pagi keluarga tercinta, anak mu yang ganteng ini membawa calon istri mi" ucap Leo setelah membuka pintu.


"kamu apan sih" ucap Clarissa berbisik.


"brisik banget sih, ini rumah ya gak hutan" ucap mami Leo yang baru keluar dari arah dapur karena mendengar teriakan anaknya Leo.


"hai tante" ucap Clarissa sambil menyalami mami Leo


"ini aku bawain kue tante" ucap Clarissa menyerahkan paperbag yang dia bawa.


"wahh jadi gak enak, jangan repot-repot" ucap mami Leo mengeluarkan kotak di dalam paper bag tersebut.


"kamu buat sendiri" tanya mami Leo karena kue tersebut dimasukkan ke dalam kotak bekal.


"iya tante, dicoba tan" ucap Clarissa tersenyum dan masih dengan gugup.


"gimana tante, maaf ya kalau gak enak" ucap Clarissa setelah melihat mami Leo memasukkan kue buatannya kedalam mulut.


"wahh ini tu enak bangettttttt, gak kalah sama di toko-toko roti terkenal" ucap mami Leo memuji masakan Clarissa.


"terima kasih tante" ucap Clarissa tersenyum.


"mau dong mi" ucap Leo ingin mencicipi masakan pacarnya.


"gak, ini tu buat mami" ucap mami Leo sambil menjauhkan kotak bekal itu dari Leo.


"pelit banget sih, ingat mi udah tua nanti kuburannya sempit" ucap Leo sambil menatap maminya kesal.


"bodo amat" ucap mami Leo.


"papi sama si bocil mana mi" tanya Leo yang tidak melihat kehadiran papi dan adinya.


"mereka lagi keluar sebentar belanja ke swalayan depan" ucap mami Leo.


"gimana mi calon mantu, cantik kan. Pandai dong aku milih" ucap Leo bangga.


"apaan sih kamu" ucap Clarissa kepada Leo.


"cantik dong, tapi kok mau sama kamu yang super duper pemarah plus cemburuan parah" ucap mami Leo mengejek.


"sirik aja mami" ucap Leo kesal.

__ADS_1


"cantik, kamu gak usah pacaran sama si singa ini lagi, jadi anak tante aja nanti tante jodohin sama anak teman tante yang jauh melebihi nih si singa" ucap mami Leo ingin menggoda Leo.


"mami apa-apaan sih. Serasa mau aku jambak" ucap Leo dengan geram.


"dasar anak durjana, eh durhaka" ucap mami Leo.


Tingkah Leo dan maminya di senyumin oleh Clarissa, dia tidak habis pikir bisa-bisanya Leo seperti itu dengan maminya. Dan keadaan kayak gini membuat Clarissa menjadi tidak gugup lagi karena maminya Leo sangat baik dan wellcome atas kedatangan dirinya.


"Calista dan papi kembali" teriak Calista masuk ke dalam rumah.


"adek abang sama aja, ini tu bukan hutan" ucap mami Leo.


"eh ada kakak cantik, hai kak" sapa Calista kepada Clarissa.


"hai Calista" ucap Clarissa sambil tersenyum.


"loh udah datang kamu nak" ucap papi Leo yang baru datang dari luar menenteng beberapa belanjaan dan sudah di ambil oleh istrinya


"iyaa om, hai om" sapa Clarissa sambil tersenyum dan menyalami papi Clarissa.


"gak usah aku kenalin, papi udah tau sendiri kan" ucap Leo menatap papinya.


"iyaa tau lah, anak papi kok Clarissa ini" ucap papi Leo memang mengetahui Clarissa karena segala apapun kegiatan, teman, bahkan pacar anak-anaknya papinya tau.


"kamu siapa ya" ucap Papi Leo menunjuk Leo.


"cowok paling terganteng di dunia" ucap Leo sambil menepuk dadanya bangga.


"pede amat" ucap Calista.


"sibuk aja bocah" ucap Leo sengit.


"kak, jangan mau sama si singa ini. Lihat tu dia gak ada bagus-bagusnya" ucap Calista memanas-manasin Leo.


"gak usah kompor lo bocil" ucap Leo sudah mendekat dengan Clarissa.


"kamu gak usah dekat-dekat sama keluarga aku lah, nanti kamu kehasut. Mereka semua ni kayak setan" ucap Leo kepada Clarissa.


"aku yang gak mau dekat-dekat kamu" ucap Clarissa agak menjauh dari Leo.


"loh kamu kok gitu" ucap Leo yang dibuat sedih.


"syukurin lo" ucap Calista senang.


"udah biarin aja si singa ini, ayo girls kita kedapur bantuin mami masak aja " ucap mami Leo dan menarik tangan Clarissa dan Calista kedapur untuk membantunya.


"kalian semua jahattt" teriak Leo dan menghenpaskan tubuhnya di sofa.


"cowok kok ngambekan" ucap papi Leo juga berlalu meninggalkan Leo.


"dasar kalian semua jahattttt" teriak Leo setelah di ditanggal sendiri di ruang tamu.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Terima kasih yang masih mau baca cerita author yang amatir ini.


Yuk jangan lupa vote, like, komen, dan bagikan cerita pertama author ini 😊


Author sangat menerima kritika dari kalian semua.

__ADS_1


Tertanda Sayang


M. R. S 💞


__ADS_2