
Maaf telah membuat mu sedikit sakit atas perlakukan ku padaku---Leonard Putra Alexander.
💞💞💞💞💞💞💞💞
********
Selesai makan siang dengan keluarganya, Clarissa langsung masuk ke kamarnya. Dia mengambil handphonenya dan dia melihat ada pesan masuk. Senyumnya terbit melihat pesan yang masuk itu. Ternyata dari Leo.
Waktu sudah menunjukkan pukul 16.30. Clarissa pun sudah siap dan bergegas keluar dari kamarnya.
"mau kemana dek" tanya Carlo yang melihat Clarissa sudah rapi.
"mau ketaman depan bentar bang, ketemu Leo" ucap Clarissa.
"bilangin mama aku pergi ya bg" lanjut Clarissa dan melangkahkan kakinya namun di tahan oleh abangnya.
"abang ikut" ucap Carlo.
"ihhh gak us..." ucap Clarissa terpotong saat Carlo sudah bersiap mengambil kunci motornya.
"ayo" ajak carlo.
"tapi abang jangan apa-apain pacar aku ya" ucap Clarissa takut Carlo marah, karena dia tahu betul abangnya ini kayak mana.
"gak janji, ayo cepat" ucap Carlo sambil melangkahkan kakinya ke luar.
Setelah 5 menit perjalan sampailah mereka di taman. Clarissa melihat jam di tangannya yang menunjukkan pukul 16.55, dia melihat sekeliling taman ternyata Leo sudah duduk di salah satu bangku taman.
"abang nunggu di sini aja, memperhatikan kamu dari jauh" ucap Carlo duduk di dekat salah satu bangku taman agak jauh dari Leo.
"oke bang" ucap Clarissa dan melangkahkan kaki nya berjalan ke arah Leo.
"hai" sapa Clarissa sambil tersenyum di hadapan Leo.
"hm.." gumam Leo.
"boleh aku duduk" tanya Clarissa
"hm.. " gumam Leo menjawab.
Clarissa pun duduk di samping Leo. Mereka berdua diam larut dalam pikiran masing-masing dan salah satu dari mereka memecahkan keheningan.
"aku beneran gak tau apa yang buat kamu marah ke aku" ucap Clarissa sambil melirik Leo sekilas.
"padahal malamnya kita masih baik-baiknya. Tolong kamu bilang apa yang buat kamu marah, aku beneran udah gak tau mau ngapain lagi" lanjut Clarissa lagi.
"selama pacaran seharusnya lo tau mana yang gue suka mana yang gue gak suka. Harusnya lo belajar selama ini mahami gue. Lo tau kan gue cemburuan, dan gampangnya karena gue gak jemput lo, lo malah pergi dan pulang sama cowok lain. Lo masih nganggap gue cowok lo kan, kalau lo mau sama tu cowok yang ngantar lo kita putus, gampang kan" ucap Leo mengeluarkan isi hatinya.
"kalau lo udah gak suka sama gue, jangan selingkuh kayak gitu di belakang gue. To the point aja kalau lo mau putus dan jalin hubungan sama tu cowok" ucap Leo lagi dengan pandangan lurus ke kedepan.
Clarissa hanya diam mendengarkan isi hati cowoknya, dia tersenyum mendengadkannya. Ternyata cowoknya ini gak pernah berubah dari awal mereka pacaran, selalu posessive.
"hanya karena itu" tanya Clarissa sambil tersenyum.
"lo bilang hanya karena itu" ulang Leo dengan nada sedikit naik tapi masih dengan pandangan lurus ke depan tanpa sedikitpun melihat Clarissa.
"astaga, kamu buat aku gemes" ucap Clarissa sambil menahan tawanya. Leo mendengar ucapan Clarissa yang gampangnya seperti itu mengalihkan pandangan nya tadi ke arah Clarissa.
"dengar in aku ya, yang tadi antar jemput aku ke sekolah itu abang aku" ucap Clarissa.
Leo mengerutkan keningnya, seolah mencerna kata yang di keluarkan Clarissa. 'Clarissa punya abang, lalu kenapa aku gak pernah lihat abangnya, aku pikir selama ini dia anak tunggal'batin Leo.
__ADS_1
"kok muka kamu gitu" tanya Clarissa polos.
"kamu punya abang" tanya Leo sudah menggunakan kembali kata aku-kamu dan sedikit merubah nada bicaranya.
"iyaa punya" ucap Clarissa masih polosnya meladeni pertanyaan Leo.
"kok aku gak tau" tanya Leo kembali.
"kamu kan gak pernah nanya, aku pikir kamu udah tau" ucap Clarissa.
Leo pun menarik nafasnya dan menghembuskannya kasar sambil tersenyum. Ternyata dia hanya salah paham, untungnya dia mendengarkan kata yang di ucapkan maminya tadi.
"maafin aku gak minta penjelasan kamu tadi, aku udah terlanjur emosi" ucap Leo menggenggam tangan Clarissa.
"maafin aku juga tadi udah kasar sama kamu, sampai doronh kamu kayak gitu. Kamu gppkan, ada yg cedera gak, kita kerumah sakit" ucap Leo sambil membalik-balikkan badan Clarissa.
"eh lo apain adek gue" ucap Carlo tiba-tiba datang menghampiri mereka. Carlo mengira Leo ingin bermain fisik sama adiknya makanya dia langsung datang menghampiri.
"ehh abang, aku gak di apa-apain kok" ucap Clarissa kaget dengan kedatangan abangnya.
"ini pacar kamu yang banci itu" ucap Carlo dengan menatap dari atas sampai bawah Leo.
"ihh abang apaan sih. Dia cuma salah paham sama aku kok bang. Kenalin bang ini Leo. Leo kenalin ini abang aku Carlo" ucap Clarissa.
"maaf bang kalau gue buat Clarissa nangis, gue cuma kebawa emosi tadi" ucap Leo sambil menjelaskan dan mengulurkan tangannya.
Carlo tidak membalas uluran tangan Leo. Dia hanya diam memperhatikan.
"abang" ucap Clarissa melihat abangnya hanya diam.
Dengan malas Carlo menjabat tangan Leo.
"siap bang, gue bakal ingat semua kata lo kok" ucap Leo sopan.
"yaudah ayok kita pulang" ajak Carlo memegang tangan Clarissa.
"ehh bang jangan bawa Clarissa dong, gue masih mau ngobrol sama dia" cegah Leo.
"gak" jawab Carlo cepat.
"Lo harus gue seleksi dulu" ucap Carlo sambil menatap tajam Leo.
"seleksi" ulang Leo.
"gue rasa lo gak budeg kan, jadi lo pasti paham" lanjut Carlo dengan muka menantang.
"abang apa-apan sih" ucap Clarissa menatap abangnya.
"udah kamu tenang aja dek, abang mau kamu dapatin yang terbaik. Biar dia gak giniin kamu lagi, abang mau ospek dia dulu" ucap Carlo lembut kepada adiknya.
"dengar ucapan gue baik-baik ya" ucap carlo menatap Leo.
" gue akan ospek lo seminggu full dimulai dari besok" lanjut Carlo masih menatap Leo.
"ospeknya apaan bang" tanya Leo yang penasaran. Bisa-bisa dia di ospek oleh abang pacarnya.
"suka-suka gue lah" ucap Carlo menarik tangan Clarissa untuk pulang bersamanya.
"bang gue belum ngobrol banyak lo sama pacar gue" ucap Leo menahan kembali tangan Carlo yang menggenggam tangan Clarisaa.
"terus" ucap carlo singkat.
__ADS_1
"kalau lo mau pulang bang, ya pulang sendiri aja jangan bawa Clarissa" ucap Leo sedikit menantang.
"wah lo nantangin gue, langsung gak gue restuin lo" ucap Carlo tak kalah menantang.
Clarissa hanya diam melihat dua cowok yang dia sayangi ini beradu mulut. Dia tahu kalau abangnya ini hanya akan mengerjai pacarnya saja.
"aduhh kalian ini kok malah ribut. Bang aku pulang sama Leo aja ya nanti, kita mau ngobrol dulu sekalian jalan" ucap Clarissa menyudahi pertengkaran mereka.
"nah kan bang lo pulang sana" usir Leo karena merasa menang.
Carlo menatap sinis ke arah Leo, sedangkan yang di tatap hanya nyengir-nyengir tak jelas.
"awas lo apa-apain adek gue. Yaudah abang pulang dulu, jaga diri kamu ya dek dari buaya yang satu ini. Kalau dia macam-macam kamu tendang aja bagian yang pernah abang bilang" ucap Carlo menatap Leo sensi lalu menatap adiknya lembut.
"aman bang, Leo baik kok. Abang hati-hati. Bilangin juga mama aku sama Leo mau jalan-jalan" ucap Clarissa dan mendapat anggukan dari Carlo.
Leo pun meninggalkan mereka dan berjalan ke arah parkiran untuk pulang. Dia tersenyum melihat adiknya sudah tersenyum bahagia.
'gak nyangka adik kecil gue udah besar'batin Carlo dan menyalakan motornya meninggalkan parkiran.
"apa yang di tendang ajaran abang kamu" tanya Leo penasaran.
"ada deh" ucap Clarissa sambil tersenyum.
"kamu beneran gpp kan, ada yang luka gak" lanjut Leo kembali memutar-mutar kembali Clarissa setelah ditinggal oleh Carlo tadi.
"iyaa aku gpp" ucap Clarissa sambil tersenyum tulus.
"aku harap dengan kejadian ini, kalau dari antara kita ada yang salah jangan di diamin ya, tapi di tegur dan sampain apa yang di rasain. Jangan buat pikiran kita beramsumsi yang aneh-aneh" ucap Clarissa sambil menatap Leo.
"iya maafin aku ya" ucap Leo sambil mengelus rambut Clarissa lembut.
"kita baikan" tanya Clarissa sambil mengangkat jari kelingkingnya.
"baikan dong, masa gak" ucap Leo sambil mengaitkan jari kelingkingnya.
Mereka pun menghabiskan waktu di taman dengan obrolan-obrolan ringan dan canda tawa.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Yeee akhirnya Up date lagi. Terima kasih buat teman-teman semua yang masih setia baca cerita aku. Jika ada kekurangan dalam cerita aku, teman-teman bisa kasih pendapatnya lo. Atau kalian bisa chatt aku di grup dan aku bakal senang hati merespon dan menerima saran kalian 😊. Jangan lupa dukung aku dengan pencet tombol jempol nya ya (👍) itu adalah penyemangat bagi aku 😊 dan kalian bisa Share cerita aku mengajak teman-teman kalian membaca cerita aku lalu tag aku di instagram ya (@metharelina). Love You All 😘
Tertanda Sayang
M. R. S 💞
__ADS_1