
Kenapa ya?? Marahnya saja bisa buat aku menyukainya terus
💞💞💞💞💞💞💞💞
********
Clarissa tidak memperdulikan cowok yang sedari tadi mengoceh tidak jelas di sampingnya dan itu membuat Clarissa tidak fokus di dalam kelas
"kamu bisa diam gak sih" ucap Clarissa jengah sedari tadi dengan suara dan raut wajah yang sudah sangat kesal.
"Akhirnya lo ngomong juga pacar" ucap Leo sambil tersenyum, pasalnya dari awal dia duduk di sana, Clarissa tidak mau melihatnya, oleh karena itulah dia selalu mengoceh tidak jelas agar Clarissa mau melihatnya.
"sebaiknya kamu diam dan fokus kedepan, kamu terlalu mengganggu" ucapnya masih dengan suara yang sangat kesal.
"baiklah sayang, demi kamu aku akan diam" ucap nya dengan senyum manis.
Clarissa hanya membuang nafasnya jengah dengan sikap cowok seperti ini, bisa-bisa nya cowok itu menganggap dirinya pacar, jelas-jelas mereka baru bertemu. Clarissa kembali fokus atas penjelasan dari bu Mala yang mengarahkan apa saja yang akan di lakukan selama semester ini.
"baik anak-anak oleh karena itu kita akan membagikan beberapa kelompok agar setiap latihan atau tugas yang saya berikan kalian bisa diskusi dengan teman satu kelompok. Kelompoknya saya yang bagikan atau kalian memilihnya sendiri" ucap bu Mala.
"ibu ajaa" ucap murid nya kompak.
" baik saya akan bagikan kelompoknya. Jadi karena hanya dua orang saja dalam satu kelompok maka saya putuskan kelompoknya teman sebangku kali" ucap bu Mala lagi.
'yes, gua sekelompok dengan dia dan gue bisa pepet terus' batin Leo berteriak senang.
Lain dengan Clarissa saat mendengar keputusan bu Mala, Clarissa sebenarnya ingin protes agar dia bisa mencari kelompok lain, tapi dia tidak mau membantah apa yang menjadi keputusan gurunya, baginya apa pun yang dia peroleh, dia akan menerimanya dengan lapang dada, karena baginya sendiri itu sudah jalan seharusnya.
"yahh.. Masa putus bu" celetuk Stefano tiba-tiba dari belakang sambil cengengesan.
"Lo jangan buat gue malu ya fano" ucap Stefani yang tak lain adalah kembaran Stefano. Fani dan Fano adalah saudara kembar, kebetulan di semester ini mereka di tempatkan dalam satu kelas.
"sudah-sudah, baik anak-anak sampai di sini perjumpaan kita hari ini, silahkan beristirahat dan selamat siang" ucap bu Mala dan berlalu meninggalkan kelas.
Di dalam kelas semuanya datang ke arah meja yang di duduk oleh Clarissa dan Leo, mereka mendekati Leo dan berkenalan satu per satu.
"Clarissa ayo ke kantin" ucap Stefani merangkul tangan clarissa dan menariknya.
"ehh.. Enak aja lo main tari-tarik pacar gua" ucapnya dengan sura keras dan menahan tangan Clarissa.
"ha!!! " teriak Stefani, Agatha berbarengan.
"jangan dengerin dia, kita gak pacaran kok" jawab Clarissa cepat, karena takut sahabat-sahabatnya ini salah paham dengannya.
"dasar tukang ngaku-ngaku" ucap Stefani dengan nada yang nge gas.
"hahaha.. " tawa Agatha yang membuat mereka meliriknya karena tiba-tiba dia ketawa.
__ADS_1
"lo kenapa lagi tha" ucap Fani dan mendekat ke arah Agatha.
"Lucu banget gak sih tu Leo, masa gak di akuin pacar sama Clarissa" ucapnya masih dengan tawanya
Ya Agatha sifatnya sangat abstrak di banding dengan Stefani dan Clarissa karena dia selalu berbuat suatu yang sangat aneh sekali, pernah saat di kelas XI mereka di suruh membawa hewan kesayangan atau hewan yang mereka suka, dan nanti notabennya akan di pelihara di rumah, mereka semua ada yang membawa kelinci, kucing, anjing, burung, sedangkan Agatha membawa seekor jangkrik.
"gemes gue lihat lo" ucap stefani menarik tangan Clarissa keluar kelas dan di susul oleh Agatha dengan sedikit berlari karena di tinggalkan .
"eh lo mau bawa pacar gue kemana" ucap Leo melihat Clarissa di bawa oleh mereka.
"udah deh, ayok ke kantin bareng kita" ajak Stefano kepada Leo dan di angguki oleh Adriel.
"oke deh" jawab Leo.
Sedari tadi Adriel dan Stefano sudah ada di dekat Leo. Stefano adalah sepupu Leo dari adik mami nya.
"ini kenalin sahabat gue Adriel Lucas" kenalnya kepada Leo sambil menyurusi koridor sekolah menuju kantin.
"Adriel" sambil mengulurkan tangannya.
"gua gak perlu kenalin diri gua lagi kayaknya sama lo" ucapnya sombong.
"hmm" jawab Adriel cuek.
"wah nih bocah minta di bogem" kesal Leo karen jawaban Adriel yang sangat singkat.
Tak teras mereka telah sampai di pintu kantin. Banyak mata-mata yang melihat kagum kepada tiga cowok ini yang notaben nya Stefano dan Adriel memanglah the most wanted sekolah ditambah dengan Leo yang juga tak kalah gantengnya, jadi lengkaplah sudah mereka. Banyak para cewek-cewek yang berbisik-bisik mengagumi mereka.
"kita duduk di sana aja" ajak Stefano sambil menunjuk bangku ke arah Clarissa, Stefani, dan Agatha. Mereka pun berjalan ke arah sana.
"apa-apan kalian duduk di sini" ucap stefani menghalangi mereka untuk duduk.
"gak ada larangan ya gak boleh duduk di sini, lagi pula gua mau duduk bareng pacar gua. Yakan sayang? " sahut Leo langsung mengambil duduk di depan Clarissa.
"uhuk..uhuk... " Clarissa tersedak karena ucapan Leo.
"aduhh kamu kenapa sayang, hati-hati dong makannya" ucap Leo sambil memberikan minum dan di ambil oleh Clarissa.
"eh singa terkutuk, lo gak usah ngaku-ngaku deh, jelas-jelas Clarissa bilang gak pacaran sama lo" celetuk Fani.
"sibuk aja, kelamaan jomblo lo sirik kan lihat gua pacaran" ejek Leo kepada Fani.
"SINGAAAA" teriak Fani yang mendapat tatapan dari para siswa/i lain yang ada di kantin.
"maaf..maaf semuanya" ucap Fani melihat siswa/i yang menatapnya sambil tersenyum.
"ini semua karena lo" ucap Fani lagi kepada Leo.
__ADS_1
"udah Fan jangan di ladenin, lanjut makan aja" Ucap Clarissa menengahkan.
"Kalian mau apa? Biar gua pesanin" kata Fano kepada teman nya Adriel dan Leo.
"samain aja sama lo" Ucap Adriel dan di angguki oleh Leo. S tefano pun berlalu memesan makanan.
"sayang makan yang banyak ya, biar kamu kuat menahan rindu kalau lagi gak sama aku" ucap Leo sambil tersenyum.
" Dengar ya baik-baik, AKU BUKAN PACAR KAMU" ucap Clarissa sambil menekankan setiap katanya dan dibuat kesal oleh Leo.
"kan kita udan pacaran, buktinya kita pakai aku-kamu, pas udah nikah nanti baru kita ganti pakai Ayah Bunda ya" kata Leo menggoda Clarissa.
" eh Singa Terkutuk, si Clarissa memang selalu pakai aku-kamu sama siapa pun, jadi gak usah pede lo" celetuk Fani.
"ribut aja lo, ini urusan rumah tangga gue sama kesayangan gue" balas Leo.
"Lo ga.. " ucap Stefani tertahan karena mendengar suara si manusia es Adriel
"udah lajutin makan lo" ucap Adriel dingin menatap Fani, yang di tatap malah menciut.
'aduh jantung gue, kenapa setiap dia ngomong gue jadi dagdigdug gini ya' batin Fani.
Sepanjang makan di kantin Leo selalu saja membuat Clarissa kesal tapi itu yang di suka leo, karena baginya melihat Clarissa kesal bahkan marah kepadanya adalah sebuah kebahagian tersendiri. Dia suka Clarissa merespon sedikit ucapannya.
'gue bakal buat lo jatuh cinta sama gue' batin Leo.
.
.
.
.
.
.
.
.
Yeee akhirnya Up date lagi. Terima kasih buat teman-teman semua yang masih setia baca cerita aku. Jika ada kekurangan dalam cerita aku, teman-teman bisa kasih pendapatnya lo. Atau kalian bisa chatt aku di grup dan aku bakal senang hati merespon dan menerima saran kalian 😊. Jangan lupa dukung aku dengan pencet tombol jempol nya ya (👍) itu adalah penyemangat bagi aku 😊. Love You All 😘
Tertanda Sayang
M. R. S 💞
__ADS_1