
Aku akan selalu mengusahakan sampai titik di mana kamu tidak akan menolakku lagi
💞💞💞💞💞💞💞💞
********
Sepulang sekolah seperti biasanya, Clarissa akan menunggu angkot di depan gerbang sekolahnya.
"Aduh panas banget sih" gumam Clarissa yang kepanasan karena teriknya matahari, dan depan sekolahnya pun tidak ada pepohonan atau tempat untuknya berteduh. "lama banget sih ni angkot, biasanya juga selalu lewat" gerutu nya karena sudah tidak tahan lagi dengan teriknya matahari.
"selamat siang pacar, ayok pulang bareng aku" ucap Leo lembut
Clarissa hanya diam melihat Leo, dan melirik ke kanan untuk melihat kedatangan angkot, yang hasilnya masih sama Nihil.
"kok diam aja, cepetan naik panas banget ini, kasihan kulit kamu ke jilat matahari, mending pas udah sah nanti aku yang jilatin" ucapnya sambil senyum menggoda.
"aku gak mau pulang sama kamu" jawab Clarissa cepat, padat dan jelas
"Clarissa, please sekali ini aja lo mau ya pulang bareng gua, gua gak akan macem-macem in lo kok, lo pasti sampai dengan selamat. Gua cuma mau ngantarin lo doang, gua kasihan lihat lo kepanasan gitu" ucap Leo lembut dan dengan muka yang di buat sememelas mungkin
Clarissa diam dan dia juga kasihan dengan Leo sampai segitu kali membujuknya untuk pulang bareng. "oke deh" pasrah Clarissa, karena dia tidak enak hati melihat Leo sampai segitunya.
" ayok naik, pegang tangan gua" ucap Leo membantu Clarissa naik, karena motor yang di bawa Leo terlalu tinggi, tidak sebanding dengan tinggi Clarissa.
Clarissa menerima uluran tangan Leo dan dia sudah terduduk di belakang Leo. 'aku pegangan di mana ni, di belakang motornya gak ada pegangan lagi, kalau gak pegangan nanti aku jatuh' batin Clarissa
"kamu pegangan ke aku, bukannya aku modus ya, aku takut kamu jatuh" ucap Leo
Di belakang Clarissa terdiam dan tampak berfikir. Akhirnya pun dia memeluk Leo dari belakang. Senyum manis dan bahagia tercetak di wajah Leo saat Clarissa memeluknya
"pegangan yang kuat, kita berangkat" ucapnya riang.
Leo menjalankan motornya dengan kecepatan sedang, dan sekali-sekali dia melihat dari Spion motornya wajah Clarissa yang diterpa angin terlihat tenang.
"dari simpang sini belok ke kanan, nanti lurus aja, sebelah kanannya ada jalan melati. Nanti kamu turunin aku di situ aja" ucap Clarissa memecahkan keheningan.
"kenapa gak sampai rumah aja" ucap Leo karena dia gak mau menurunkan cewek yang dia suka di pinggir jalan seperti itu.
"gpp di situ aja, karena ada yang mau aku beli dulu sebelum pulang" ucap Clarissa, karena memang dia berniat sepulang sekolah ini mampir ke kedai es krim langganannya untuk menghilangkan rasa haus dan panas di tubuhnya.
"yaudah aku temanin kamu aja. Gak ada bantahan, karena aku tahu kamu pasti akan menolak, jadi aku udah pertegas dari awal" ucap Leo cepat.
__ADS_1
Clarissa pun mau tidak mau pasrah terhadap keputusan Leo dia pun terdiam, karena dia malas berdebat.
"kamu mau beli es krim" tanya Leo saat telah sampai di jalan yang di katakan Clarissa, karena dia hanya melihat kedai es krim di sana.
"iya, aku selalu ke sini setiap hari senin pulang sekolah. Ini kedai es langganan aku. Es nya enak-enak, kamu lihat aja banyak orang kan" sahut Clarissa dengan wajah bahagianya
Leo hanya terdiam dan tersenyum melihat Clarissa bicara seperti itu, secara tidak langsung Clarissa memberi tahu nya makanan kesukaan serta tempatnya sekaligus
"ayo masuk" secara reflek Clarissa menarik tangan Leo dan membawanya masuk ke kedai es krim.
"eh maaf aku gak sengaja" ucap Clarissa sambil cepat-cepat melepaskan tangannya dari tangan Leo karena dia malu.
"gpp kok sayang, kalau mau di pegang terus aku juga bersedia lahir batin"ucap Leo senang. 'gak akan gua cuci ni tangan'batin leo.
Mereka pun mencari tempat kosong dan duduk di sana. "eh neng risa sama siapa ni, pacarnya ya" tanya penjual es langganannya.
"buk..." ucap Clarissa "iyaa pak" ucap Leo cepat sebelum Clarissa mengakatan yang dia tau apa yang akan di ucapkan Clarissa.
"wahh gak nyangka neng Rissa bawa pacarnya ke sini, malah ganteng lagi. Mau pesan apa neng dan mas nya. Apa kayak biasanya?" ucap mang Dudung si penjual es krim.
" iyaa aku kayak biasanya aja mang, kamu mau apa? " tanya Clarissa kepada Leo
"samain aja sama kamu biar kita makin sehati" ucap Leo sambil tersenyum sambil menatap Clarissa yang ada di depannya, 'ternyata di Lihat-lihat senyumnya manis'batin Clarissa
"kamu kenapa nangis tadi pagi" tanya Leo memecahkan keheningan
"gpp" jawab Clarissa singkat
"cuek banget sih sama pacar sendiri, kamu tau gak sih tadi aku lihat di IG ada cewek yang jawab pertanyaan cowokmya singkat, dia kena sial selama 7 hari berturut-turut" ucap Leo berusaha menakut-nakuti Clarissa.
"gak usah lebay deh kamu, mana ada sejarahnya kayak gitu. Aku nangis karena sa... " ucap Clarissa terpotong saat mang dudung datang membawa es krim mereka.
"terima kasih mang" ucap Clarissa sambil tersenyum.
"enak banget ya jadi bapak itu, bisa di senyumin kamu. Apalah dayaku hanya butiran debu" ucap Leo disedih-sedihkan.
"apan sih kamu, aneh-aneh aja." ucap Clarissa yang tidak habis pikir dengan cowok yang ada di hadapannya ini.
Mereka pun memakan es krim di selingi dengan berbincang-bincang, meskipun Leo yang lebih banyak ngomong, tapi Clarissa sudah mau meresponnya. Clarissa bukannya tidak mau merespon Leo hanya saja dia tidak bisa seperti orang lain dengan mudahnya akrab dengan orang yang baru di lihatnya.
Setelah selesai mereka berdua pun pergi meninggalkan kedai es dan menuju kerumah Clarissa.
__ADS_1
"udah sampai" ucap Leo, karena tadi Clarissa sudah memberi tahu dimana rumahnya.
"terima kasih ya Leo, maaf ngerepotin kamu" ucap Clarissa dengan tulus dan tersenyum.
"iya sama-sama, tugas pacar kan selalu menjaga pacarnya agar tidak kenapa-napa" ucap Leo. Clarissa hanya membiarkan Leo menyebutnya pacar, karena sedari tadi mereka bersama, Clarissa sudah menyanggahnya dan tidak di dengar oleh Leo.
"mau masuk dulu" tawar Clarissa
"gak usah deh, aku langsung pulang aja. Lain kali setelah mental aku kuat, kamu tenang aja aku akan langsung ngelamar kamu" ucap Leo ngaur.
"apaan sih kamu" kata Clarissa sedikit tersenyum. 'eh kanapa lagi ni aku bisa tiba-tiba senyum gitu karena ucapan Leo'batin Clarissa. Cepat-cepat Clarissa merubah raut wajahnya.
"cie yang senyum, buat aku makin suka deh " goda Leo
Clarissa hanya diam tidak merespon lagi, karena dia udah terlanjur malu karena godaan Leo
"yaudah, aku pulang dulu ya. Titip salam sama nyokap dan bokap kamu" pamit Leo
"iyaa, kamu hati-hati. Aku masuk ke dalam dulu" ucap Clarissa dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.
'Gue akan memperjuangkan lo Clarissa untuk jatuh cinta sama gue' batin Leo dan menyalakan motornya meninggalkan rumah Clarissa.
.
.
.
.
.
.
.
.
Yeee akhirnya Up date lagi. Terima kasih buat teman-teman semua yang masih setia baca cerita aku. Jika ada kekurangan dalam cerita aku, teman-teman bisa kasih pendapatnya lo. Atau kalian bisa chatt aku di grup dan aku bakal senang hati merespon dan menerima saran kalian 😊. Jangan lupa dukung aku dengan pencet tombol jempol nya ya (👍) itu adalah penyemangat bagi aku 😊. Love You All 😘
Tertanda Sayang
__ADS_1
M. R. S 💞