
Baiklah!!! Akan aku tunjukkan betapa aku sangat mencintai kamu---Leonard Putra Alexander.
💞💞💞💞💞💞💞💞
********
Hari dimana ospek yang akan di laksanakan oleh Leo pun tiba. Leo pulang sekolah bersama sang pacar Clarissa dan bertemu Carlo sang pengada ospek.
"hai bang" sapa Leo ramah kepada Carlo yang sudah berdiri di depan rumah.
"kalau gak yakin pulang sana lo" ucap Carlo remeh kepada Leo.
"kalau gue udah di sini, berarti gue udah yakin dengan apa yang akan gue lakuin" ucap Leo mantap.
"oh ya, yakin lo gak akan nyerah. Seminggu lo gue ospek lo" ucap Carlo masih pada posisinya dengan senyum remehnya.
"yakin lahir batin, demi cinta abang Leo kepada adek Clarissa" ucap Leo lebay.
"cihh.. Bucin" gumam Carlo masih bisa di dengar oleh Leo dan Clarisaa.
"bang...bang... Lo karena belum ngerasain jatuh cinta, coba lo dah ngerasaian mungkin lo lebih bucin bang" ucap Leo sambil menatap Carlo.
"tapi gue gak papa di bilang bucin, gue senang. Bucin bagi gue itu bukan budak cinta tapi bukti cinta. Cinta itu butuh bukti dengan perkataan juga dengan perbuatan yang harus balance" terang Leo sambil tersenyum menatap Clarissa.
"udah gak usah banyak cincong lo" ucap Carlo menatap Leo jengah.
"kamu masuk aja dek, ini urusan laki-lak" ucap Carlo kepada Clarissa.
"abang beneran mau ospek Leo" tanya Clarissa kepada sang abang.
"iya lah, biar ni cowok gak seenaknya sama kamu" ucap Carlo.
"ihhh gak usah ospek-ospek an deh bang, kasihan Leo nanti" ucap Clarissa menatap Leo kasihan.
"udah sana masuk" ucap Carlo.
"bang jangan ospek Leo dong" bujuk Clarissa memasang wajah memelasnya agar abangnya luluh.
"abang bilang masuk, gak mempan wajah kamu di melas-melasin gitu" lanjut carlo lagi.
"gak papa sayang, kamu masuk aja. Aku gak akan kenapa-kenapa kok. Aku ni kebal" ucap Leo sambil tersenyum dan mengelus rambut Clarissa.
"tolong tangan dijaga" ucap Carlo sambil menepis tangan Leo.
"cih.. Sirik aja sama anak muda" cibir Leo pelan tapi masih bisa di dengar dan mendapat cubitan dari Clarissa di pingggangnya.
"aw.. Sakit sayang" ucap Leo mengelus-ngelus pinggangnya.
"masuk sana dek" ucap Carlo dan menarik tangan Clarissa cepat dan menutup pintu.
"kita mau ngapain ni bg" ucap Leo menatap Carlo yang sudah ada di depannya.
"ospek pertama lo gak usah berat-berat dulu deh, biar lo lebih rilex" ucap Carlo sambil tersenyum miring.
"berhubung nyokap sama bokap gue lagi gak di rumah, nyokap gue juga pergi tadi buru-buru dan belum sempat beres-beres rumah. Jadi lo yang akan lakuin itu" ucap Carlo santai.
"haa.. " teriak Leo.
"cih... Baru gitu aja, masih ringan kok ospek pertama lo ni. Kalau gak bisa lo boleh angkat kaki dari sini dan jangan pernah dekat-dekat sama adek gue lagi" ucap Carlo menatap Leo dengan senyum mengejek.
"gue teriak tadi tu bukan takut, tapi merasa gampang aja" ucap Leo dengan nada sombong agar dia tidak di bilang pengecut.
"ohh gitu bagus deh, yaudah mulai dari sekarang" ucap Carlo lalu membuka pintu rumah dan mempersilahkan Leo masuk.
"lo beresin semua sudut rumah gue, nyapu, ngepel, dan lap-lap in semua perabotan yang ada. Lo tunggu disini, gue ambil peralatan nya dulu" ucap Carlo berjalan ke arah belakang untuk mengambil peralatan bersih-bersih.
__ADS_1
"serasa bibik di rumah gue. Untung aja runah ini gak kayak rumah gue, bisa-bisa gempor gue" gumam Leo melihat sekeliling rumah Clarissa. Rumah Clarissa memang tidak besar, rumahnya sederhana. Dimana saat pintu masuk maka langsung ada ruang tamu, agak ke dalam sedikit ada 4 kamar lalu ruang makan yang dekat dengan dapur.
"nih ambil" ucap Carlo dan meletakkan peralatan itu di depan Leo.
"oke bang" ucap Leo.
"lo ngapa" tanya carlo yang melihat Leo berkomat kamit sambil memejamkan matanya.
"sebelum melakukan segala hal, kita harus doa dulu bang" ucap Leo setelah selesai berdoa.
"cihh... Yauda sana lo" decak Carlo dan duduk di sofa ruang tamu sambil menonton TV.
Leo pun bergegas memulai pekerjaannnya, dia mengambil kecoceng dan kain lap untuk membersihkan perabot dan merapikan.
Leo sengaja berlama-lama membersihkan bagian di ruang tamu dekat dengan Carlo. Dia ingin mengganggu carlo menonton TV. Tapi Carlo seolah-olah tidak merasa terganggu, dan itu pun membuat Leo menyerah dan melanjutkan kembali tugasnya yaitu menyapu.
Leo melakukan semuanya seperti sangat terbiasa, dia menyapu dengan sangat bersih, tapi dengan jailnya Carlo melemparkan kulit-kulit kacang yang ia makan.
"bang lo bisa kan masukinnya ke plastik atau dimana, jangan buang di lantai dong, gue capek ni dari tadi nyapu ini mulu" ucap Leo menatap Carlo.
"suka-suka gue lah, kalau lo gak mau yaudah, tinggal pergi aja dari sini dan jangan pernah ketemu adek gue lagi" ucap carlo santai.
'sabar-sabar'batin Leo menyapu kembali tempat yang sama karena ulah Carlo.
Setelah selesai menyapu segala penjuru rumah Leo pun duduk untuk beristirahat di dapur.
"kamu kelihatan capek banget, gak usah di lanjutin deh" ucap Clarissa menghampiri Leo.
"eh kamu kok keluar kamar sih" ucap Leo kaget dengan kedatangan Clarissa. Pasalnya Carlo tidak membiarkan Clarissa keluar dari kamar menemui Leo.
"bang Carlo lagi di kamar" ucap Clarissa yang tadi saat keluar kamar dia melihat sekeliling rumah, ia tidak menemukan Carlo. Lalu dia mendengar Carlo seperti berbicara dengan orang melalu sambungan telfon. Tanpa menunggu lama-lama dia bergegas menncari Leo untuk melihat keadaan sang pacar.
"nih minum" ucap Clarissa menyodorkan air minum di hadapan Leo.
"makasih" ucap Leo tersenyum sambil meminum air itu.
"eh jangan biar aku aja" tahan Leo langsung berdiri.
"kamu mau aku pesanin apa, kita go food aja ya" ucap Clarissa dimana mereka belum makan siang sepulang sekolah tadi.
"iyaa boleh apa aja. Aku lanjut lagi deh biar cepat siap" ucap Leo langsung bergegas mengepel lantai.
"aku bantuin kamu aja" ucap Clarissa yang ingin menolong Leo.
"gak papa, aku bisa kok sayang. Kamu duduk aja nanti di marahin abang kamu. Aku juga mau buktikan kalau aku memang serius sama kamu" ucap Leo tersenyum lembut.
Clarissa hanya membalas senyum Leo dan duduk sambil memesan go food untuk makanan mereka bertiga.
"loh kok kamu disini dek" ucap Carlo yang baru keluar dari kamarnya sehabis menelfon.
"aku lapar bang, jadi nungguin pesanan makanan datang" ucap Clarissa.
Carlo pun melihat Leo masih mengepel lantai. Carlo pun tersenyum jail untuk mengerjai Leo kembali. Carlo mengambil coklat dalam lemari es dan sengaja berjalan ke arah Leo sambil memakannya.
"eh. Ya ampun jatuh" ucap Carlo seolah-olah merasa menyesal saat menjatuhkannya.
'sabar-sabar' batin Leo mengucap sambil mengelus dadanya. Padahal pekerjaannya sudah hampir siap.
"gak papa kok bang, bisa si bersihin lagi" ucap Leo sambil tersenyum paksa.
"memang terbaik lo" ucap Carlo sambil tersenyum kemenangan.
Leo pun memulai mengepel lagi. Sedangkan Carlo duduk bersama sang adik memperhatikan Leo.
'tok...tok...tok... ' ketukan pintu dan di buka oleh Leo yang kebetulan berada di dekat sana.
__ADS_1
"mas ini pesanan makanan atas nama mbak Clarissa" ucap Mas go food menyerahkan makanan itu.
"makasih mas, ini uangnya" ucap Clarissa yang datang dari dapur karena mendengar ketukan pintu tadi.
"mbak pintar ya milih pembantu untuk di rumah. Makasih ya mbak " ucap mas go food yang melihat Leo memegang tangkai pel dan kain lap yang tersangkut di bahunya dan berlalu pergi.
Leo terdiam untuk mencerna perkataan mas go food tadi.
'1..2..3..' batin Clarissa menghitung
"wah parah tu mas, enak aja ngebacot. Seganteng ini malah mirip alindo syarif gue" ucap Leo nyolot karena perkataan mas go food yang sudah tidak kelihatan batang hidungnya lagi
'kan bener' batin Clarisaa dia pun tertawa melihat pacarnya ini.
"udah jangan marah-marah nanti cepat tua lo, ayo masuk kita makan" ucap Clarissa lembut. Sambil berjalan ke arah meja makan.
"aku gak bisa biarin soal ini, udah aku tandai mukanya. Lihat aja kalau ketemu aku buat perhitungan" ucap Leo sambil mengikuti Clarissa.
"memang mirip kok lo" ucap carlo setelah mereka sampai di meja makan.
"abang apaan sih, udah ah" ucap Clarissa cepat sebelum Carlo dan Leo kembali beradu mulut.
Clarissa menyiapkan makanan untuk mereka santap bersama.
"gimana bang kerja gue" tanya Leo sambil menerima makanan dari tangan Clarissa
" makasih sayang" ucap Leo kepada Clarissa.
"gak usah deh lo manggil sayang-sayang, jijik gue dengarnya" ucap Carlo tanpa menjawab pertanyaan Leo.
"sirik aja bilang, sana cari pacar bang. Biar bisa sweet-sweet an kayak gue ini" ucap Leo sambil memasukkan makanannya.
"udah kamu jangan ladenin abang terus" ucap Clarissa menengahkan kembali antara Leo dan abangnya yang tak pernah akur ini.
"hari ni boleh lah lo lulus tahapan hari pertama. Ingat masih ada beberapa ospek menanti lo" ucap Carlo sambil makan.
"lah bukannya abang bilang sehari ya" ucap Leo pura-pura lupa.
"gue rasa lo udah gak kuat, tau kan apa yg harus lo lakuin" ucap Carlo santai.
"iyaiya" jawab Leo pasrah.
'gue akan memperjuangkan lo Clarissa, apa pun akan gue lakuin untuk lo'batin Leo sambil meperhatikan Clarissa dengan tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Yeee akhirnya Up date lagi. Terima kasih buat teman-teman semua yang masih setia baca cerita aku. Jika ada kekurangan dalam cerita aku, teman-teman bisa kasih pendapatnya lo. Atau kalian bisa chatt aku di grup dan aku bakal senang hati merespon dan menerima saran kalian 😊. Jangan lupa dukung aku dengan pencet tombol jempol nya ya (👍) itu adalah penyemangat bagi aku 😊 dan kalian bisa Share cerita aku mengajak teman-teman kalian membaca cerita aku lalu tag aku di instagram ya (@metharelina). Love You All 😘
Tertanda Sayang
__ADS_1
M. R. S 💞