
Aku harap di antara kita tidak ada yang berubah saat kita memulai menjalin hubungan ini dengan kebiasaan yang berbeda dari sebelumnya.
💞💞💞💞💞💞💞💞
********
Seperti keinginan Leo untuk masuk AKPOL, maka mulai hari ini dia akan memulai kegiatan Fullnya.
"maaf ya sayang aku gak bisa ngantarin kamu pulang, soalnya aku langsung ke tempat les" ucap Leo yang menemani Clarissa menunggu angkot di depan gerbang.
"ya ampun kamu kenapa minta maaf sih, gak papa kok" ucap Clarissa sambil tersenyum dengan suara yang meyakinkan kalau dia tidak masalah dengan itu.
"kayaknya lama ni angkotnya, kamu pergi aja deh, nanti telat. Ini udah jam setengah 3 lo" ucap Clarissa yang memperhatikan jam yang melingkar di tangan mungilnya.
"enggak, aku nungguin kamu aja. Gak papa kalau telat itung-itung hari pertama" ucap Leo santai.
"dengerin aku ya baik-baik. Kamu gak boleh telat, tapi katanya mau jadi pakpol (pak polisi) jadi polisi mana boleh telat kan harus beri contoh yang baik. Udah sana berangkat Aku gak papa disini, lagi pula orang-orang masih ramai dan juga bapak satpam ada tu" tunjuk Clarissa ke arah pos satpam.
"udah sana, nanti sampai tempat les hubungin aku" ucap Clarissa dan mendorong Leo untuk segera pergi.
Leo pun berjalan lemah ke arah parkiran untuk mengambil motornya. Setelah itu dia mengendarai motornya dan menghampiri Clarissa lagi.
"ckckck" decak Clarissa.
"udah sana pergi, kamu hati-hati" ucap Clarissa agar Leo segera pergi karena jam les nya hanya sebentar lagi.
"yauda aku pergi, kamu hati-hati juga. Kalau udah di rumah kirim pesan ke aku" ucap Leo dan di angguki oleh Clarissa sambil tersenyum.
Leo pun melajukan motornya tanpa minat meninggalkan Clarissa di depan gerbang.
"dasar kamu" gumam Clarissa menatap kepergian Leo sambil tersenyum. Dia bersyukur mempunyai pacar seperti Leo, dimana Leo sangat bertanggungjawab dalam segala hal, termasuk menjaga dirinya meskipun dengan sifat Leo yang mudah sekali terpancing emosi dengan hal-hal kecil.
Setelah menunggu lebih kurang setengah jam akhirnya angkot yang di tunggu Clarissa datang. Dia pun menaiki angkot itu dan menuju langsung ke rumah.
"loh tumben kamu jalan" ucap mama Clarissa menatap anaknya yang jalan kaki.
"biar sehat" jawab Clarissa asal sambil menyalami mamanya.
"kamu berantem sama Leo. Tapi tadi pagi kalian baik-baik aja kelihatannya" tanya mama Clarissa lagi, karena tadi pagi Leo masih menjemput putrinya yang satu ini.
"iyaa" jawab Clarissa asal lagi.
"kamu ni pasti suka cari gara-gara sama Leo, jadi cewek tu peka an dong. Apa sih yang kamu buat makanya Leo marah sama kamu" ucap mama Clarissa membela Leo karena memang sudah Klop dengan Leo.
"mama jangan sok tau deh, memang dari mana mama tau kalau Leo yang marah bukan aku" ucap Clarissa yang tidak habis pikir dengan mamanya, bisa-bisanya membela Leo bukan dirinya yang anak kandungnya.
"ya tau lah, kamu tu orangnya gak Peka an" ucap mama Clarissa lagi.
"yang anak mama siapa sih" ucap Clarissa masuk ke dalam rumah. Tapi Clarissa senang karena Leo bisa mendekatkan diri ke keluarganya.
"dasar kamu ini, yauda nanti kamu makan siap ganti baju udah mama masakin. Mama mau pergi ke swalayan depan dulu" teriak mama Clarissa yang memang mau pergi ke swalayan untuk membeli beberap kebutuhan bulanan.
"iyaa maaa. Jangan lupa es krim" teriak Clarissa dari dalam rumah.
"dasar anak ini" ucap mama Clarissa dan mulai berjalan.
Clarissa masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur.
__ADS_1
"oh iya belum hubungin Leo" ucap Clarissa bergegas mengambil ponsel di dalam tas nya yang terletak di atas meja.
*Via WhatsApp*
Leo: "aku udah di tempat les"
Clarissa membaca chatt dari Leo yang menunjukkan pukul 14.55 saat Leo mengirim tadi.
Clarissa:" iyaa semangat belajarnya. Aku baru sampai rumah"
Balas Clarissa dan meletakkan ponselnya kembali.
"oh iya, kenapa Leo gak pernah ajakin aku kerumahnya ya" guman Clarissa yang baru menyadari selama mereka pacaran kenapa Leo tidak pernah mengenalkan dirinya ke keruarga Leo.
Bagi Cewek hal yang membuat mereka bahagia salah satunya adalah sang cowok berani mengajak cewek ke rumahnya dan mengenalkan ke orang tua bahkan di akui sebagai pacar.
"kapan-kapan aku tanyain deh" gumam Clarissa lagi dan bergegas mengganti pakaiannya.
****
Hari sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Clarissa selalu mendekatkan ponselnya kemana pun dia pergi, agar saat Leo menghubunginya dia bisa langsung mengangkatnya.
"seharusnya jam segini Leo udah hubungin aku kan" gumam Clarissa tiduran dalam kamar sambil membaca Noveltoon di ponselnya.
"dia kemana sih" gumam Clarissa lagi dengan membuka room chatt WA nya dengan Leo yang menandakan kalau Chattnya dari tadi sore sampai sekarang belum di baca sama sekali oleh Leo.
"jangan berpikiran buruk ya otak" gumam Clarissa lagi-lagi mengusir pikiran buruknya tentang Leo.
Clarissa melihat jam di ponselnya yang menunjukkan pukul 21.30 , tapi tidak ada tanda-tanda kemuculan Leo.
"sumpah ya aku kesal banget sama dia, apa salahnya sih kasih kabar sebentar aja. Lihat aja nanti kalau nelfon atau nge chatt aku gak akan mau angkat dan balas" gumam Clarissa kesekian kalinya sambil masih membaca Noveltoon kesukaannya.
"*hmm" sahut Clarissa memutuskan mengangkat telfon dari Leo yang sudah beberapa kali menghubunginya.
"selamat malam sayang" sapa Leo kepada Clarissa.
"hmm" balas Clarissa.
"kok hmm..hmm.. Terus sih. Kamu mau nyanyi ya" ucap Leo di seberang sana.
"nyanyi" tanya Clarissa yang akhirnya membuka suara karena penasaran, padahal sebelum mengangkat telfon tadi dia memutuskan dalam hatinya akan menjawab cuek dengan kata, hmm, iya, tidak, dan saat terakhir nanti dengan kata bye.
"iya itu lo sayang, yang lagunya pernah hits itu lo. Apa ya judulnya, tunggu aku ingat-ingat dulu" ucap Leo. "oh iya lagunya si mbak nissa sabyan" lanjut Leo yang ternyata mengingat nama penyanyinya.
"gak lucu" balas Clarissa dengan nada jutek.
"lucu tau" ucap Leo sambil tertawa.
Clarissa hanya memutar matanya malas yang tidak dapat dilihat oleh Leo, ia menyesal telah bertanya atas ucapan Leo tadi.
"kamu kok diam aja sih" ucap Leo.
"gak ada" jawab Clarissa singkat.
"maaf ya sayang, aku lama ngabarin kamu. Soalnya tadi pas sampai rumah mami sama papi aku ngajakin ngobrol" ucap Leo yang memang peka kalau pacarnya ini marah karena tidak di beri kabar olehnya. Clarissa masih diam mendengarkan ucapan Leo.
" aku gak ada megang handphone dari yang aku chatt kamu tadi sampai di tempat les itu yang terakhir. Serius aku gak ada ngapa-ngapain kok, pulang les aku langsung kerumah" ucap Leo berusaha menjelaskan kepada Clarissa.
__ADS_1
"maaf ya aku cuek-cuek gak jelas" ucap Clarissa merasa bersalah.
"gak kok sayang, aku yang salah. Maunya aku kabarin kamu tadi kalau udah di rumah" ucap Leo memaklumi.
"aku tu takut kamu kenapa-kenapa di jalan, kalau bisa kamu selalu hubungin aku ya kalau udah sampai di tempat les dan dirumah sepulang les" ucap Clarissa lembut.
"iyaa sayang maafin aku ya, tadi mami sama papi aku tumbenan udah nungguin aku di depan rumah mau ngobrol" ucap Leo yang memang sepulang Les dia langsung di ajak kedua orang tua nya untuk mengobrol tentang persiapan yang akan di lakukan Leo untuk masuk AKPOL.
"udah malam, kamu tidur gih. Aku juga udah di rumah kan" ucap Leo meminta Clarissa tidur karena ia tahu kalau pacarnya ini selalu tidur di bawah jam 10 malam. Sedangkan sekarang udah jam 10 malam lewat.
"sekali lagi maaf ya udah buat kamu nungguin aku sampai gini" ucap Leo kembali.
"iyaa aku udah maafin kamu, lagi pula kamu gak perlu minta maaf. Aku nya aja yang terlalu lebay" ucap Clarissa yang merasa dirinya dengan bodohnya bisa berbuat seperti ini tanpa menanyakan penjelasan Leo terlebih dahulu.
"meskipun kita jalanin pacarannya udah gak kayak biasanya, aku yang udah gak bisa selalu ada sama kamu setiap hari dan kita ngehabisin banyak waktu, aku harap kamu gak pernah berubah ya sama aku dan kamu bisa ngertiin aku ya" ucap Leo dengan nada sedih.
"iyaa aku gak akan pernah berubah sedikit pun, aku akan selalu sama-sama dengan kamu" ucap Clarissa tulus.
"terima kasih sayang. I love you" ucap Leo tulus.
"sama-sama sayang, i love you too" ucap Clarissa sedikit malu karena ini baru pertama kalinya dia ngomong seperti ini.
"aku gak mimpi kan, coba ulangi lagi" ucap Leo menggoda Clarissa.
"gak mau, gak ada siaran ulang" ucap Clarissa dengan nada tegas.
"tv aja ada siaran ulangnya, kamu kok gak mau sih" goda Leo kepada Clarissa.
"udah ah aku mau tidur. Selamat malam, mimpi yang indah" ucap Clarissa ingin mengaakhiri telpon nya dengan Leo karena ia sudah malu.
"yaudah, selamat malam sayang, mimpiin aku ya. Bye" ucap Leo
"iyaa, bye" ucap Clarissa dan mematikan sambungan telponnya*.
'aku harapan kamu pun juga sama, tidak akan pernah berubah dengan aku'batin Clarissa dan menarik selimutnya untuk segera masuk ke alam mimpi.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
gatel banget ni tangan pengen update hehehe. Hari ini aku update satu part ya, soalnya belum terinspirahi part-part selanjutnya, mumet otak author ðŸ˜
yuk komen, suka, vote, dan bagikan cerita aku keteman-teman kalian. kalian boleh koman dan kasih masukin ke aku ya:)
__ADS_1
Tertanda sayang
M. R. S 💞