BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN

BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN
18 Perubahan Sikap


__ADS_3

Seperti mendung yang mendatangkan hujan, setelah hujan akan mendatangkan pelangi yang indah begitu juga dengan Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.


💞💞💞💞💞💞💞💞


********


Leo telah sampai di rumahnya setelah berpamitan dari rumah Clarissa. Dia memparkirkam motor kesayangannya di garasi rumah.


"selamat sore keluarga tercintaku" ucap Leo memasuki rumah nya.


"dari mana aja bang" ucap mami Leo yang duduk di sofa sambil membaca majalahnya.


"biasa mi dari rumah pacar" ucap Leo dan duduk di depan mami nya.


"mami mau ngomong serius sama kamu" ucap mami Leo yang sudah meletakkan majalah yang di bacanya.


"ada apa mi" tanya Leo karena baru kali ini maminya ingin ngomong serius dengannya.


"bukannya mami melarang kamu pacaran, cuma kamu harus ingat kalau kamu udah kelas 3 dan hitungan bulan kamu akan melanjutkan ke jenjang lebih serius. Mami mau kamu pandai membagi antara main, pacaran, dan waktu belajar kamu. Kamu bilang mau masuk AKPOL, jadi kamu harus berjuang dari sekarang. Masuk sekolah pendidikan itu tidak segampang kamu membalikkan telapak tangan atau membeli permen sebiji" ucap mami Leo menatap putranya yang tidak mau melanjutkan perusahaan keluarganya, dia ingin sekali masuk ke AKPOL.


"mami udah daftarin kamu les khusus persiapan AKPOL kamu" ucap mami Leo.


"gak usah les-les segala mi, aku bisa kok belajar sendiri" ucap Leo yang tidak suka dengan namanya tempat kursus.


"belajar dari mana, selama ini mami gak pernah lihat kami belajar di rumah" ucap mami Leo menatap Leo tajam.


"disekolah mi" ucap Leo dengan takut karena tatapan sang mami.


"kamu pasti tau kan kalau pelajaran di sekolah sama tes masuk AKPOL itu beda. Jadi mami mau kamu pergi ke tempat les. Kalau kamu gak mau, kamu boleh kuliah dimana aja dan terusin perusahaan keluarga kita" ucap mami Leo.


" iyaa aku mau les" ucap Leo pasrah. Leo memang sangat ingin masuk AKPOL, baginya dia sangat keren kalau di pandang orang lain.


"jadwal les kamu di mulai minggu depan. Setiap hari jam 3 sore sampai jam 7 malam" ucap mami Leo yang memang sudah mendaftarkan Leo saat mencari tempat les yang bagus, agar Leo bisa masuk ke AKPOL sesuai keinginnya.


"kok full sih mi" tanya Leo yang tidak percaya kalau dia harus full menghabiskan waktunya untuk les.


"persiapan kamu hanya sebentar, makanya mami ambil full jamnya. Agar kamu bisa mengejar ketertinggalan" ucap mami Leo.


"ada liburnya dong mi. Masa sekolah dari pagi sampai jam 2, terus jam 3 sampai jam 7 les. Istirahat aku mana" ucap Leo yang tak terima waktunya terkuras habis.


"pilihan ada di tangan kamu. Lanjut AKPOL dengan les yang mami bilang atau lanjut kuliah biasa dan meneruskan perusahaan keluarga" ucap mami Leo.


"kalau kayak gini mami merasa kamu gak ada niat-niatnya perjuangin AKPOL. katanya mau itu" ucap mami Leo yang melihat ketidak seriusan putranya.


"aku niat kok mi" ucap Leo kembali.


"kalau niat buktikan dengan perbuatan. Dan fikirkan kembali tawaran yang sudah mami kasih" ucap mami Leo memperingatkan putranya.


"iya mi, aku ke atas dulu mau istirahat" ucap Leo dan berlalu meningggalkan maminya menuju kamarnya.


Di kamar Leo mencampakkan tasnya asal dan langsung merebahkan badannya di kasur. Ia memikirkan apa yang harus ia lakukan. Dia ingin masuk AKPOL tapi bagaimana dengan hubungannya dengan Clarissa kedepannya setelah kesibukan itu. Apakah Clarissa akan setia menunggunya atau Clarissa tidak akan menunggunya.

__ADS_1


Leo menarik nafasnya dan menghembuskannya kasar. Dia akan membicarakan ini kepada Clarissa, kalau Clarissa tidak bisa menjalin hubungan dengan kesibukan dan LDR nanti, maka dia akan buang jauh-jauh keinginannya menjadi AKPOL dan memilih kuliah seperti biasa saja lalu melanjutkan perusahaan keluarga.


****


Keesokan paginya Leo sudah berada di rumah Clarissa untuk menjemput sang pacar.


"selamat pagi" ucap Clarissa sambil tersenyum.


"pagi. Ayo naik, kita berangkat" jawab Leo singkat dengan raut wajah yang murung.


Clarissa melihat wajah murung Leo, ia ingin bertanya apa yang terjadi sehingga Leo yang selalu ceria seketika berubah murung, tapi Clarissa urungkan, ia akan bertanya nanti saja saat di jalan.


Leo pun menjalankan motornya dan meninggalkan rumah Clarissa. Jalan kali ini hanya terdengar suara mobil dan motor saja tanpa pembicaraan antara Leo dan Clarissa.


"ada yang terjadi" tanya Clarissa yang memecahkan keheningan.


"terjadi apa" tanya Leo balik.


"sama kamu" ucap Clarissa.


"gak ada" jawab Leo singkat.


"kalau kamu ada masalah, kamu bisa berbagi sama aku. Dengan itu mungkin aku bisa bantu cari jalan keluar" tawar Clarissa.


"gak ada apa-apa kok" ucap Leo masih dengan nada bicara seperti awal bertemu.


Clarissa hanya diam, dia membiarkan dulu Leo, mungkin dia belum mau cerita atau berbagi.


"kita ketaman bentar ya, aku bawa sarapan untuk kamu" ucap Clarissa saat melihat jam di tangannya, masih ada waktu beberapa menit sebelum masuk sekolah.


"oke" ucap Leo singkat dan mengikuti Clarissa berjalan ke taman.


Mereka mengambil tempat duduk yang biasa mereka duduki, bangku di taman yang dilindungi pohon rindang. Clarissa mengeluarkan bekalnya dan membukanya.


"ini dimakan, kali ini aku yang masak" ucap Clarisaa tersenyum sekalian menyerahkan kotak bekal yang berisi nasi goreng buatannya.


"makasih" ucap Leo menerima bekal itu dan memakannya.


"aku gak tau kamu ada masalah apa, tapi yang harus kamu tau setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Dan aku selalu ada untuk kamu jika kamu butuh aku" ucap Clarissa menatap ke arah Leo yang lagi memakan bekal yang di bawanya.


Leo menghentikan suapan nasi ke mulutnya dan menatap Clarissa dalam. Mungkin ini saat yang tepat menurut Leo untuk memberi tahu Clarissa.


"ada yang ingin aku bilang ke kamu. Ini soal hubungan kita. Bentar lagi kita akan lulus dan melanjutkan pendidikan kita. Aku pengen lanjut ke AKPOL" ucap Leo dan menatap Clarissa.


"wahh bagus dong, aku selalu dukung kamu kok, tapi masalah di hubungan kita apa" tanya Clarissa yang masih belum mengerti, kenapa hal itu berakibat ke hubungan.


"masalahnya mulai minggu depan aku udah gak bisa ngantarin kamu pulang. Dan waktu aku juga gak akan banyak untuk kamu, karena mami udah daftarin aku le seminggu ful. Waktu Lesnya pun dari jam 3-7 malam" ucap Leo dengan sendu.


"jadi yang kamu pikirin itu makanya jadi cuek gini" ucap Clarissa dan di angguki oleh Leo.


"dengerin aku, kamu harus kejar keinginan kamu, cita-cita kamu. Aku gak mau jadi penghalang dalam kamu mengejar cita-cita. Kita masih punya waktu di sekolah dan malamnya masih bisa telfonan atau video call an. Jadi apa yang kamu khawatirin sih" ucap Clarissa sambil tersenyum tulus.

__ADS_1


"aku takut tiba-tiba saat aku gak ada waktu sama sekali dengan kamu, malah nanti ada orang lain yang datang dan gantiin posisi aku" ucap Leo dengan wajah sendunya karena takut kehilangan Clarissa.


"ya ampun kamu ini, aku gak akan pernah berpaling dari kamu, kita kan udah pernah janji gak akan ada kata putus. Jadi kamu tetap kejar keinginan kamu" ucap Clarissa mantap.


"tapi kita akan LDR kalau misalnya aku masuk AKPOL" ucap Leo kembali.


"gak masalah LDR, lagi pula kalau kita berjodoh kita pasti akan bersama meskipun LDR di lain planet sekali pun" ucap Clarissa sambil memagang tangan Leo.


"aku bisa aja di sini dan ngambil kuliah bisnis untuk nerusin perusahaan papi kalau kamu gak mau LDR sama aku" ucap Leo kembali.


"aku mau kamu ngambil AKPOL atau kuliah bisnis itu tergantung hati kamu, bukan karena aku" ucap Clarissa untuk meyakinkan Leo.


"tapi memang aku khawatir kalau ada orang yang bisa buat kamu nyaman dan gantiin posisi aku" ucap Leo


"udah jangan dipikirin lagi. Aku pasti akan setia nunggu kamu asal kamu juga setia sama aku, inntinya aku akan dukung kamu apapun itu. Kalau kamu jadi Polisi kan aku bisa nanti pakai seragan pink-pink itu" ucap Clarissa sambil tertawa kecil.


"dasar" ucap Leo yang langsung mengacak rambut Clarissa dan tersenyum.


"kalau ada apa-apa kamu harus bilang ke aku, jangan ditutup-tutupin" ucap Clarissa sambil menutup bakal yang suda di makan Leo dan memasukkannya kedalam tas.


"iyaa, maaf karena tadi pagi aku berubah" sesal Leo.


"gak papa kok, ayo ke kelas bentar lagi bel ni" ucap Clarissa dan beranjak dari tempat duduknya.


"yaudah ayok" ucap Leo sambil berjalan ber iringan dengan Clarissa.


'aku tidak mau cita-cita kamu terhenti karena aku, meskipun aku juga sama takutnya kayak kamu, takut akan ada orang lain yang gantiin aku di hati kamu. Tapi aku tidak akan egois, kamu juga harus berjuang buat keluarga kamu bangga sama kamu. Aku serahkan semuanya kepada Tuhan atas hubungan kita'batin Clarissa dan menatap Leo sekilas sambil berjalan.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Yeee akhirnya Up date lagi. Terima kasih buat teman-teman semua yang masih setia baca cerita aku. Jika ada kekurangan dalam cerita aku, teman-teman bisa kasih pendapatnya lo. Atau kalian bisa chatt aku di grup dan aku bakal senang hati merespon dan menerima saran kalian 😊. Jangan lupa dukung aku dengan pencet tombol jempol nya ya (👍) itu adalah penyemangat bagi aku 😊 dan kalian bisa Share cerita aku mengajak teman-teman kalian membaca cerita aku lalu tag aku di instagram ya (@metharelina). Love You All 😘


Tertanda Sayang


M. R. S 💞

__ADS_1


__ADS_2