BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN

BERANI MENCINTAI BERANI KEHILANGAN
08 Menyatakan Perasaan (3)


__ADS_3

Kamu harus tau kalau aku sungguh sangat mencintaimu.


💞💞💞💞💞💞💞💞


********


Setelah mobil Leo menghilang dari hadapan Clarissa, dia pun masuk ke dalam rumah.


"kamu pacaran sama dia" ucap papa Clarissa saat putrinya masuk.


"enggak pa, kita cuma teman doang" ucap Clarissa mendekat ke papa nya.


"menurut papa dia orang baik, dan dari yang papa lihat putri kesayangan papa ini suka sama dia" ucap papa Clarissa sambil menaikkan alisnya seperti meminta jawaban kepada anaknya apa yang ia katakan benar.


"ihh papa apaan sih, aku mau ke kamar dulu" ucapnya malu dan beranjak menuju ke kamarnya.


"papa gak menyangka, ternyata putri bungsu kita sudah besar ma" ucap papa Clarissa kepada sang istri.


"iya dong pa, makanya papa jangan sibuk keluar kota mulu" ucap mama Clarissa dan beranjak untuk menuju kamarnya dan di susul oleh suami nya.


Di dalam kamar Clarissa merebahkan bandannya di kasur kesayangannya, dan pikirannya masih melayang memikirkan apa yang ia lakukan tadi bersama Leo, senyum indah terbit di bibir manisnya dan selang berapa menit akhirnya ia memejamkan matanya.


Berbeda dengan seorang Laki-laki yang satu ini bernama Leo.


"selamat malam hadirin semua, keluarga tercintaku" ucap Leo memasuki rumah sambil tersenyum senang.


"aroma-aroma jadian ni" celetuk adik Leo


"hampir" ucapnya Lesu mengingat apa yang terjadi tadi.


"Lah gak diterima lo hahahaha" tawa adik Leo.


"brisik lo" ucap Leo sambil menjitak kepala adiknya.


"ihhh sakitt" teriak adik Leo marah sambil menjambak rambut abangnya.


"aduhh kalian ini selalu bikin mami pusing aja" Ucap mama Leo datang dari arah dapur membawa cemilan untuk keluarganya.


"ini mi si abang putus cinta" terang adik Leo kepada sang mami.


"udah gue bilang gak putus cinta, ni bocah mada kali ya" geram Leo hampir menjitak kembali sang adik kalau tidak di tahan oleh papinya.


"udah bang, kalau gitu ya kejar dong cinta kamu" ucap papi Leo.


"udah pi, malah udah di ujung lidah berkali-kali. Tapi ada aja halangan tadi" ucap Leo sedikit Lesu.


"kayak gak ada hari besok aja Lo bang, sini gue bantuin besok" ucap sang adik perihatin melihat abang satu-satunya ini.


" memang lo bisa apa bocah ingusan" tanya Leo, karena baginya sang adik di hadapannya ini masih bocah ingusan.


"bocah ingusan lo bilang.. wah.. Wah..wah.. Sepele amat lo sama gue." ucap sang adik tidak terima.


"kalian ini baru aja tadi mami bilang jangan ribut terus bikin pusing. Abang terima aja dulu bantuan adik kamu" ucap mami Leo.


"okee gue terima bantuan lo, tapi awas lo ngehancurin harga diri gue di depan gebetan gue" peringat Leo sanksi kepada sang adik di depannya.


"udahh tenang, serahkan semuanya sama gue" ucap adik Leo sambil menepuk-nepuk dadanya.


"eh tapi tunggu dulu, apa imbalan buat gue kalau berhasil" tanya nya kepada sang abang untuk meminta imbalan, ini kesempatan baginya memorotin abang kesayangannya.


"memang gak ikhlas ya lo kalau nolongin gua" ucap Leo menatap sengit sang adik.


" bodo amat, terserah gue ya hadiahnya" ucap adik Leo.


"iyaa" pasrahnya. Dia malas berdebat sama bocah yang satu ini.


"yaudah aku masuk ke kamar dulu pi, mi" ucap Leo kepada orang tua nya dan beranjak dari duduknya menuju lantai dua dimana kamarnya berada.


Bunyi Ayam berkokok dan matahari mulai menampakkan dirinya. Entah angin dari mana seorang Leo sudah bangun dan besiap-siap menuju kamar sang adik yang akan membantunya menyatakan perasaan kepada Clarissa hari ini.


"oii kebo bangun. Gue nagih janji lo ni" gedor Leo di pintu kamar adiknya.


'Cklek' Pintu pun terbuka


"gue udah siap dari tadi kali" ucap adik Leo sambil berjalan ke lantai bawah menuju meja makan.


"lo kok kesini, kan kita harus pergi" ucap Leo dengan tidak sabaran.

__ADS_1


"yaelah bang, ini masih pagi banget lo jam 7. Lo sabar aja kali, isi tenaga dulu" ucap sang adik santai sambil mengambil sebuah roti di atas meja dan memakannya.


"Semakain cepat semakin baik bocah" ucap Leo kesal melihat adiknya terlalu santai.


"udah tenang aja kali, udah gue siapin dari semalam. Lo tinggal rangkai kata-kata aja biar langsung di terima sama gebetan lo" ucap adik Leo sambil menyodorkan roti ke dalam mulut Leo agar mulut abangnya ini bisa di rem sedikit.


"uhuk.... uhuk..." batuk Leo karena keselek roti yang di masukkan tiba-tiba saat dia ingim bicara tadi. Leo buru-buru minum untuk meredakan batuknya.


"Lo mau bunuh gue" ucap Leo kesal.


"yaelah gak elit banget lo mati keselek roti. Mati tu ya karena tabrakan, pembunuhan atau sakit keras. Nah ini kalau masuk berita gak keren. Masa judulnya Seorang anak SMA meninggal keselek roti" ucap adik Leo dan langsung mendapatkan jitakan dj kepalanya.


" tapi lo kok bisa udah siapin, sedangkan gue aja semalam udah malam pulangnya. Sedangkan lo ada di rumah ini. Atau jangan-jangan lo semalam keluar rumah diam-diam ya" ucao Leo sambil memicingkan matanys menatap curiga sang adik.


"helowwww... Lo tinggal di zaman apasih. Sekarang tu apa-apa serba online. Lo mau buang air kecil pun nanti bisa online juga kali" ucap Adik Leo asal.


Memang semalam saat Leo sudah masuk kamarnya, Calista pun ikut masuk ke kamarnya juga. Di kamar gadis itu juga bingung apa yang harus dia persiapkan, karena dia belum ada pengalaman, sedangkan dia kasihan melihat abang satu-satunya ini. Dia pun mencari handphonenya dan menanyakan mbah google. Akhirnya ia menemukan apa yang dia cari, dia melihat ada istagtam dan kontak salah satu penyedia jasa party online. Dia pun menghubungi jasa itu untuk membuatkan persiapan desain untuk menembak seseorang.


"online" ulang Leo atas ucapan sang adik tadi.


"udah intinya lo tu tenang aja, persiapin deh kata-kata romantis lo" ucap adik Leo.


"awas aja Lo kalau gagal" peringat Leo kepada adiknya.


"iyaa ah, bawel banget lo jadi cowok. Sekarang Lo hubungin deh gebetan lo buat ketemuan sama lo, bagaimana pun caranya dia mau datang" suruh Calista kepada sang abang.


"memang mau dimana" tanya Leo karena dia tidak tau dimana tempat yang udah di siapkan oleh adiknya ini.


"Retoran CCC Mall XXX" ucap adik Leo.


Leo pun menghubungi Clarissa, untuk mengajaknya keluar dengan adiknya karena adiknya ingin di temani membeli barang. Sempat Clarissa menolak, tetapi karena Leo tidak henti-hentinya memelas akhirnya Clarissa mau menerima ajakannya.


"nanti aku jamput kamu ya jam 10, sampai ketemu nanti." ucap Leo senang dan mengakhiri sambungan teleponnya.


"yauda sekarang kita cek tu tempat" ucap Leo kepada sang adik.


"bi kalau mami sama papi nanyain kita bilang ya kita pergi ke Mall XXX" ucap adik Leo kepada asisten rumah tangga yang ada di dekat mereka. Orang tua mereka belum keluar dari kamar mereka.


"iya non" ucap sang asisten rumah tangga.


Leo melihat jasa online yang di pakai oleh adiknya lagi mempersiapkan segalanya di sudut restoran itu. Selang berapa menit pekerja itu sudah selesai mendesain tempat itu menjadi sangat indah dan terkesan romantis.


"gimana" tanya sang adik kepada Leo


"pinter juga lo, gak percuma lo jadi adik gue, bisa di andalin juga ternyata" jawab Leo.


"gak tau berterima kasih ya lo" ucap adik Leo dengan kesal.


"yauda kalau gitu gue jemput Clarissa sekarang" kata Leo sambil melihat jam yang melingkar di tangannya yang menunjukkan pukul 09.30.


"okee gue tunggu di sini, sekalian keliling-keliing" ucap Calista


Saat Leo ingin bergegas melangkah. "eh gue minta uang dong bang" ucap Calista kepada Leo.


"yaelahh udah di porotin aja gue" ucap Leo sambil mengeluarkan uang.


"thanks bang, yauda sana lo" ucap adiknya.


Leo pun bergegas keluar dari Mall XXX dan melajukan mobilnya menuju rumah Clarissa. selang berapa menit sampailah Leo dirumah Clarissa dan seperti biasa minta izin membawa Clarissa keluar. Sikap seperti ini yang di suka oleh orangtua Clarissa, dimana Leo selalu dengan sopannya meminta izin untuk membawa putri mereka. Tampa membuang waktu lama Leo pun membawa Clarissa ke Mall XXX.


"adik kamu mana" tanya Clarissa saat sudah masuk ke dalam Mall XXX.


"ayo ikut aku, dia ada di restoran CCC" ajak Leo menuju restoran.


Calista memang sudah ada di dalam restoran tersebut, karena saat sampai di parkiran Mall tadi Leo sudah mengabarkan kepada sang adik kalau dia akan menuju ke sana.


Leo dan Clarissa menghampiri Calista yang sedang duduk di salah satu meja restoran yang mengarah ke tempat yang sudah di desain sedemikian indah dan romantis.


"hai kak, perkenalkan nama aku Calista " sapa Calista ramah sambil tersenyum kepada Clarisaa.


"hai Calista, aku Clarissa" balas Clarissa.


"aku ke toilet dulu ya, kalian lanjut aja ngobrol-ngobrolnya dulu" pamit Leo dan segera pergi meninggalkan adiknya dan Clarissa.


"ayo kak duduk sini" ajak Calista kepada Clarissa. Mereka pun larut dalam obrolan.


"Cek... Cek. Selamat siang semuanya" ucap Leo di tempat yang udah di atur oleh mereka sambil berdiri dan memegang gitar.

__ADS_1


"saya akan mempersembahkan sebuah lagu untuk seseorang yang duduk di sana. Seorang gadis cantik bernama Clarissa" ucap Leo dan segera memetik gitarnya.


Jreng.......


Menatap indahnya senyuman diwajahmu


Membuatku terdiam dan terpaku


Mengerti akan hadirnya cinta terindah


Saat kau peluk mesra tubuhku


Clarissa melihat Leo menyanyi dengan sangat indah dan tersenyum ke arahnya membuatnya juga ikut tersenyun dan terharu. Dia bisa melihat pancaran kasih yang tulus di mata Leo.


*Banyak kata yang tak mampu


Kuungkapkan kepada dirimu...


Aku ingin engkau selalu


Hadir dan temani aku


Di setiap langkah yang menyakiniku


Kau tercipta


sepanjang hidupku


Aku ingin engkau selalu


Hadir dan temani aku


Di setiap langkah yang menyakiniku


Kau tercipta untukku*


Calista membawa Clarissa mendekat ke arah Leo.


Pasti waktu akan mampu


Memanggil seluruh ragaku


Ku ingin kau tahu ku selalu milikmu


Yang mencintaimu


Sepanjang hidupku..


Selesai menyanyikan lagu itu. Leo memegang tangan Clarissa.


"Clarissa, entah mengapa saat pertama kali aku melihatmu aku langsung jatuh hati padamu pada pandang pertama. Selama ini aku memperjuangkan hatimu semampuku. Aku merasa kita di pertemukan Tuhan bukan karena sebuah kebetulan tapi Sebuah takdir yang mengatakan kamu memang tercipta untukku. Aku tidak pandai merangkai kata dengan baik, tapi yang harus kamu tahu kalau aku beneran sayang sama kamu, Aku mau mengatakan maukah kamu menjadi pacarku" ucap Leo panjang lebar sambil menatap Clarissa.


Clarisaa menatap Leo dan membuka suara "Leo maaf aku... "


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Yeee akhirnya Up date lagi. Terima kasih buat teman-teman semua yang masih setia baca cerita aku. Jika ada kekurangan dalam cerita aku, teman-teman bisa kasih pendapatnya lo. Atau kalian bisa chatt aku di grup dan aku bakal senang hati merespon dan menerima saran kalian 😊. Jangan lupa dukung aku dengan pencet tombol jempol nya ya (👍) itu adalah penyemangat bagi aku 😊. Love You All 😘


Tertanda Sayang


M. R. S 💞

__ADS_1


__ADS_2