Berbagi Cinta : Aku Tak Mau Dimadu

Berbagi Cinta : Aku Tak Mau Dimadu
Pertengkaran hebat


__ADS_3

Ucapan Jingga terus menari-nari dalam pikiran Elia. Dia tak ingin berburuk sangka kepada mertuanya, tetapi siapa lagi yang ingin mencelakai dirinya? Selama ini Elia tak merasa mempunyai musuh, hanya Claire dan Hana yang tak menyukainya. Tapi apakah benar itu perbuatan mama Hana mertuanya? atau Claire?


"El, Ayo turun," panggil Runi ketika melihat Elia hanya terdiam saja.


Lamunan Elia seketika buyar ketika mendengar panggilan dari Runi.


"Eh, apakah sudah sampai?" Elia sedikit terkejut saat mendengar ucapan Runi yang mengatakan bahwa mereka telah sampai.


"Iya, El. Kita sudah sampai, Kamu lagi melamun ya?" tanya Runi.


"Enggak Kok." Elia segera ikut turun dari mobil.


Setelah itu, mereka bertiga berjalan menuju apartemen milik Jingga. Sesampainya di Apartemen, ruangan itu terlihat sepi dan sedikit berantakan. Elia dan Runi hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya.


Jingga memang memiliki banyak kelebihan, tetapi dia juga memiliki kebiasaan buruk yaitu malas bersih-bersih.


"Jingga, Kamu yakin menyuruh Elia tinggal di sini?" tanya Runi.


"Tenang aja, sebentar lagi akan ada cleaning service yang datang untuk membersihkannya kok," jawab Jingga sambil sedikit membersihkan sofa agar bisa di duduki oleh Elia dan Runi.


Elia dan Runi hanya bisa saling pandang, ketika melihat kebiasaan temannya yang tak pernah berubah sejak dulu.


Sebenarnya Jingga adalah anak orang kaya yang sejak kecil tak pernah melakukan pekerjaan rumah sendiri. Jadi, kebiasaan tuan putri yang manja sudah melekat pada tubuhnya. Tapi, sejak ibunya meninggal, Jingga sudah tak mau lagi tinggal bersama papa dan ibu tirinya.


Dia muak hidup dengan ibu tiri dan saudara yang penuh drama. Jingga adalah anak yang hidup dalam keluarga poligami, maka dari itu dia sangat benci dengan poligami.


Dalam islam memang tak ada larangan poligami, asalkan bisa adil terhadap istri-istrinya. Tapi ketika melihat Rigel yang tak bisa adil, dan tidak tegas, membuat Jingga marah. Dia mendukung Elia bercerai juga karena tak ingin kalau anak Elia akan menjadi sepertinya kelak.


" Kalian mau mi__"Jingga memberhentikan ucapannya ketika melihat kulkasnya kosong tak ada minuman dan makanan sama sekali. Hanya ada sisa-sisa snack.


Jingga menghembuskan nafas panjang, lalu kembali menutup pintu kulkasnya.


" Guys, sepertinya Gue mau belanja ke supermarket bawah dulu ya. Soalnya persedian di kulkas habis."


"Mau aku temani?" tawar Runi.


"Gak usah, Gue bisa sendiri. Lebih baik Lo jagain Elia di sini." Jingga segera mengambil tasnya kembali untuk pergi ke supermarket yang ada di bawah apartemen miliknya.


Sebelum keluar, Jingga teringat akan sesuatu.


"Oh ya, kalau nanti ada cleaning service datang, kalian suruh masuk aja ya," pesan Jingga yang di angguki oleh Runi.

__ADS_1


Setelah itu, Jingga pergi meninggalkan apartemen untuk pergi berbelanja.


Tak lama kemudian, terdengar suara bel berbunyi. Runi segera bangun dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju pintu.


Ketika pintu terbuka, terlihat seorang wanita dengan pakaian petugas kebersihan, serta alat-alat kebersihan berdiri di depan pintu.


"Permisi, Saya petugas kebersihan yang akan membersihkan apartemennya nona Jingga " ujar petugas kebersihan itu.


"Oh, silahkan masuk bu." Runi membuka pintu sedikit lebar, agar alat-alat kebersihan yang di bawa bisa ikut masuk ke dalam ruangan.


Setelah itu, petugas kebersihan membersihkan ruangan apartemen Jingga yang begitu kotor dan berantakan.


***


Di sisi lain, terlihat seorang pria paruh baya masih setia menunggu kondisi putranya yang kini telah di pindahkan ke ruang ICU. Jonathan menatap nanar ke arah putranya yang kini terbaring lemas dengan berbagai alat penunjang hidup menempel pada tubuhnya.


"Kenapa kondisimu bisa menjadi seperti ini, Ri? Apa yang sebenarnya telah terjadi? Kenapa Kamu bisa kecelakaan? Terus rumah tanggamu juga, Papa gak tau kalau kamu tega menduakan Elia seperti ini! Padahal baru kemarin papa melihat kalian masih romantis, dan saling mencintai, tapi sekarang ... " Jo bermonolog sambil menatap putranya dari jendela transparan.


Tiba-tiba ponselnya berdering, melihat anak buahnya yang menelpon, Jo segera mengangkatnya.


Jonathan : Halo, ada apa?


+628 : Saya sudah mendapatkan semua informasinya boss.


Jonathan : Kamu tahu dimana istri Saya sekarang?


+628 : Dari informasi yang saya tahu, Nyonya ada di rumah Tuan.


Jonathan : Baiklah.


Setelah panggilan terputus, Jo segera pergi dari rumah sakit untuk menemui Hana.


Di kediaman Ervinosa, terlihat Hana sedang berduduk santai di taman belakang untuk menenangkan pikirannya. Namun, ketenangan itu hanya bertahan sebentar.


Ketenangan yang Hana ciptakan seketika menjadi kegaduhan ketika Jo datang.


"Aku sungguh tak habis pikir Kamu bisa sesantai ini di saat anakmu masih terbaring di ruang ICU!" bentak Jo yang mampu membuat Hana bangun dari tidurnya.


"Memangnya kenapa? Aku hanya sedang merilekskan Diri agar tekanan darahku tak naik karena melihat suamiku lebih percaya dengan wanita lain daripada istrinya sendiri!" pungkas Hana.


Jo mengusap wajahnya kasar ketika melihat istrinya yang masih tak tahu kesalahannya.

__ADS_1


" Ternyata Kamu belum sadar juga dengan kesalahanmu Yohana! Aku tidak habis pikir kalau ternyata istriku adalah wanita yang sangat jahat!" cerca Jo.


Mata Hana membola dengan sempurna ketika mendengar ucapan Jo.


"Apa maksudmu Jo!?" Hana juga mulai naik pitam.


"Kamu belum tahu juga apa maksudku? Aku sekarang sudah tahu semuanya apa yang telah terjadi dengan Rigel dan Elia, dan itu semua gara-gara kamu!" ungkap Jo.


Hana terbelalak, ketika mengetahui bahwa Jo sudah tahu semuanya.


"Apa alasanmu melakukan ini semua, Han? Bukankah selama ini Elia selalu bersikap baik? Bahkan dia juga anak dari sahabatmu dulu, tapi kenapa Kamu sama sekali tak pernah menyukai Elia? Ada apa sebenarnya, Han?" tanya Jo.


Hana tersenyum kecut saat mendengar Jo mengatakan bahwa Elia adalah anak dari sahabatnya dulu.


" Dia bukan anak dari sahabatku, melainkan anak dari orang yang paling aku benci! "pungkas Hana penuh dengan penekanan.


Jo terperangah, dia tak mengira bahwa selama ini Hana tak menganggap Danis sebagai sahabatnya, melainkan musuh.


" Apa maksudmu? Bukankah Danis__"


"Bukan! Aku tak pernah sedikitpun menganggapnya sebagai sahabat. Dia adalah orang yang pernah menghancurkan hatiku berkeping-keping, membuat aku merasakan sakitnya di tolak, dan di buang hanya demi seorang gadis kampungan!" pekik Hana.


Jo hanya geleng-geleng kepala, dia tak pernah mengira bahwa selama ini. istrinya memiliki kebencian begitu besar kepada Danis. Jo mengira Hana telah melupakan masa lalu itu, tapi ternyata tidak.


Jo tahu kalau dulu Hana menyukai Danis, tapi Danis tak pernah membalas cinta Hana karena dia tahu Jo menyukai Hana.


"Jadi, Kamu melakukan ini semua hanya demi membalas dendam di masa lalu? Tapi kenapa Kamu membalasnya kepada Elia? Apa salah Elia?"


"Salah dia adalah menjadi anak dari Danis dan wanita kampungan itu!"


"Kamu egois Han, Aku gak pernah menyangka kalau kamu se-egois ini! Apa kamu tidak tahu kalau bukan hanya Elia yang tersakiti, tapi Rigel anakmu sendiri juga menjadi korban keegoisan dari ibunya!"


"Asal Kamu tahu, andaikan seorang anak bisa memilih siapa yang akan menjadi orang tuanya. Aku pastikan tak akan ada yang ingin menjadi anakmu! Seorang Ibu yang selalu di tutupi oleh rasa benci dan tega menghancurkan kebahagiaan anaknya!"


Setelah itu, Jo pergi meninggalkan Hana yang masih diam mematung karena mendengar ucapan Jo yang sangat pedas bagaikan Cabe sekarung.


...****************...


Tuh, dengerin ucapan Papa jo Hana...


Maafkan telat banget upnya. Author akan usahalan untuk rajin up deh....

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya...


Makasih untuk yang sudah mendoakan Author, semoga semua sehat selalu 🙏🙏🙏


__ADS_2