Berbagi Cinta : Aku Tak Mau Dimadu

Berbagi Cinta : Aku Tak Mau Dimadu
Istriku ( end)


__ADS_3

Sesampainya di villa, Rigel melihat Jonathan sedang bersimpuh meminta maaf kepada Hana atas kesalahan dan kekhilafannya.


"Han, Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak tahu kalau Sofia bisa berbuat seperti itu padamu. Aku benar-benar minta maaf, tolong maafkan aku." Jo terus mencoba untuk meminta maaf kepada Hana.


"Siapa yang memberitahu Papa kalau kita ada di sini?" ujar Rigel yang sudah berdiri di belakangnya.


Jo membalikkan badannya untuk melihat Rigel. "Beberapa hari ini Papa terus mencari di mana keberadaan kalian berdua, dan akhirnya baru ketemu sekarang."


Selama Rigel membawa Hana pergi, Jo memang terus berusaha mencari di mana keberadaan mereka, sampai membuat tubuhnya terlihat lesu, dan acak-acakan. Hana merasa Iba ketika melihat wajah suaminya seperti orang yang frustasi.


" Su-dah ga-pa-pa a-ku Su-dah me-ma-af-kan-mu."


"Terimakasih sayang." Jo memeluk Hana.


Rigel juga sebenarnya tidak ingin melihat orang tuanya bercerai di usia tua seperti ini. Cukup dia saja yang mengalami sebuah perceraian dan penyesalan terbesar karena menyia-nyiakan wanita sebaik Elia.


"Kalau begitu kita pulang ke Jakarta, ya," ajak Jo.


Hana menggeleng, dia sudah tidak ingin kembali ke Jakarta.


"Kenapa, Han? Bukankah kamu sudah membiarkanku?" Jo tidak mengerti kenapa Hana tidak mau di ajak pulang ke Jakarta.


"A-ku in-gin te-tap tin-nggal di si-ni, a-ku su-ka tem-pat ini, dan ju-ga Arl-sy." Hana tidak mau kembali ke Jakarta karena dia tidak mau jauh dengan Arsy.


"Arsy? Siapa dia?" tanya Jo yang masih belum tahu siapa Arsy.


Rigel tersenyum saat melihat, ternyata Hana menyukai Arsy dan tidak mau jauh darinya.


"Dia putriku dan Elia, Pa," jawab Rigel.


"Elia?" ulang Jo. "Bukankah Elia__"


"Dia masih hidup, dan ada di kota ini."


"Kamu yakin Ri?"


Jo sedikit shock sekaligus bahagia saat mendengar bahwa Elia dan cucunya masih hidup.


"Dimana dia sekarang? Papa pengen ketemu dia," ujar Jo.


"Jangan sekarang ya, soalnya Hari ini Elia masih sibuk. Besok saja gimana? Lagian Papa. Pasti masih capek kan? Lebih baik istirahat dulu, besok Rigel akan mempertemukan Papa dengan mereka.


Jo mengangguk, dan pergi ke kamar untuk istirahat. Dia benar-benar lelah karena beberapa hari ini tidak bisa tidur karena memikirkan Rigel dan Hana belum ketemu. Tapi, setelah bertemu dengan Hana sekaligus mendapat kabar bahwa Elia dan cucunya masih hidup, membuat Jo sangat bahagia. Dia tidak sabar menunggu hari esok.


***


Di tempat Acara, semua menikmati pesta dengan suka cita. Sejak mereka sah, Simon tak melepaskan Elia pergi kemana saja, Dia terus memeluknya agar selalu ada di sampingnya. Sifat kepemilikan dan posesifnya semakin menjadi.


Simon memperkenalkan Elia kepada semua teman-teman dan juga rekan bisnisnya tanpa terkecuali. Sedangkan Arsy di urus oleh Jingga dan Runi.


"Sayang, Aku ke toilet dulu ya."


"Jangan lama-lama ya," sebuah kecupan di pipi mendarat lagi. Membuat Elia merasa sangat malu.


"Ciye ... Lo Posesif amat sih mon sama istri Lo!" ujar Andre sahabatnya.


"Biasa, pengantin baru!" imbuh Haikal.


"Namanya juga 3 tahun berjuang, dan sekarang baru dapet. Ya jelas lah posesif, takut lepas___" goda Sandy yang seketika mendapat pukulan dadi Simon.


"Kalau ngomong di jaga!" ujar Simon.


"Kalian sendiri kapan nikah?" tanya Simon kepada ketiga sahabatnya.

__ADS_1


"Entar kalau udah nemu jodoh kayak elu, beli satu gratis satu! Dapatnya yang cantik banget pula!" ujar Andre.


"Anjir ... Bisa aja lo mblo!" sahut Sandy.


"Ya gapapa, itu kan dia jelas kalau sudah pernah menikah. Daripada dari luar kelihatan gadis, eh ternyata___" Haikal tak melanjutkannya.


"Bekas!" seru Sandy dan Andre bersamaan. Membuat Simon menyoal kepala kedua sahabat gesreknya itu. Mereka berdua benar-benar tidak tahu sikon (situasi dan kondisi). Berteriak seenaknya begitu saja.


"Nah, kan ... Lu pilih yang mana?"


"Dua-duanya juga udah bekas bro! Gak ada pilihan yang ting ting gitu!" timpal Andre.


"Kayak pernah denger lagu, ting ting bukan permen, ting ting bukan biskuit, lalu apa dong?" canda Sandy.


"Bukan gitu bambang! Tapi gini___ Saya masih ting ting, Dijamin masih ting ting, Sama sekali belum berpengalaman ..." sahut Haidar yang di ikuti goyangan oleh Sandy dan Andre.


"Malah dangdutan kalian!" Simon geleng-geleng ketika melihat tingkah para sahabatnya yang tida tahu malu ini.


"Eh, itu sempat viral loh!" ujar Haikal.


"Iya, iya. Tapi, apa kalian tidak malu di lihatin orang banyak?" pungkas Simon ketika banyak tamu undangan lainnya yang melihat ke arah mereka.


"Santai aja bray..." Seru tiga pria semplak.


"Eh, Mon. Temennya istri Lo itu single gak sih?" tanya Haikal seraya menunjuk ke arah Jingga.


"Single sih, tapi galak! Lo mau?" tawar Simon.


"Wow Amazing! sepertinya cukup menantang, entah judulnya mengejar cantik wanita cantik yang galak!" ucap Haidar.


"Eh boleh tuh, nanti buat main ftv sekalian!" timpal Andre.


Mendengar kepolosan Andre membuat gelak tawa muncul lagi di antara mereka.


Ketika melihat Arsy tidak ada, membuat Elia mencarinya.


"Arsy udah tidur?" tanya Elia pada Jingga yang naru saja keluar dari kamar Arsy.


"Iya udah tidur."


"Alhamdulillah kalau gitu.


" Kamu kok sendirian, El? Simon mana? "tanya Jingga.


" Oh, dia lagi mengantar temennya. Aku pamit pulang dulu karena capek, pengen mandi dan bersih-bersih. Udah lengket semua ni badan! "


Sebelum pergi ke kamarnya, Jingga memberikan Elia sebuah kotak kado.


" Ini apa lagi Jingga? "


" itu dari Runi, dia nitip ke aku karena perutnya sudah kram, pengen istirahat. Bukanya nanti pas udah sampai kamar aja ya,"ujar Jingga.


Setelah itu, Elia pergi ke kamarnya. Saat membuka pintu kamar, dia di buat terkejut karena kamarnya sudah di hias ala-ala kamar pengantin baru. Penuh dengan bunga juga lilin romantis. Saat membuka kado dari Runi ternyata sebuah lingerie yang sangat seksi.


Elia sedikit mengerutkan keningnya saat melihat seberapa seksi lingerie itu, dan ada sebuah surat juga.


Dear Elia.


Happy wedding Elia sayang.


Maaf tidak bisa memberikan sesuatu yang mahal, tapi baju ini wajib di pakai pas malam pertama, oke! Kalau nggak, aku bakalan ngambek sebulan!


Semoga pernikahanmu dengan Simon bisa langgeng sampai kakek nenek, bahagia terus, dan segera kasih Arsy adik yang lucu!

__ADS_1


Love you el, by RR


Elia tersenyum sekaligus terharu membaca surat itu. Dia benar-benar bersyukur memiliki sahabat seperti Jingga dan Runi. Mereka selalu ada di saat susah maupun senang, selalu mensupport dia selama ini. Andai tak ada mereka, kehidupan Elia akan terasa hampa.


Tak butuh waktu lama, Elia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dan dia juga memakai kado pemberian Runi.


Saat melihat pantulan tubuhnya di kaca, membuat Elia merasa geli sendiri. Tapi, demi suaminya, dia akan memberikan sesuatu yang terbaik.


"Sayang ... Kamu di mana?" panggil Simon.


"Iya, sebentar."


Mendengar Simon sudah memanggilnya, membuat Elia segera keluar dari kamar mandi. Ketika pintu kamar mandi terbuka, bola mata Simon terbelalak saat melihat Elia keluar dengan pakaian yang sangat seksi.


Simon menelan salivanya, serta sepasang matanya tak berkedip sedikitpun saat melihat tubuh indah istrinya. Meskipun sudah memiliki anak, Elia tetap menjaga dan merawat tubuhnya dengan baik.


Tanpa sadar, Simon berjalan mendekati Elia dan meraih pinggangnya mendekat ke tubuh Simon.


"Apa kamu pamit pulang dulu karena ingin mempersiapkan ini, sayang?" bisik Simon di telinga Elia yang membuat bulu kuduknya merinding terkena hembusan nafas dari Simon


"Oh ya? Apa kamu tahu kalau penampilanmu saat ini, sudah membuat sesuatu di sana menegang!" ucap Simon yang membuat Elia tersenyum.


"Tapi kamu harus mandi dulu, biar tidak bau acem!" goda Elia.


Tanpa berkata apa-apa lagi, Simon sudah menyambar bibir mungil yang sejak tadi sudah menggodanya. Elia mendorong tubuh Simon saat merasakan bahwa pria itu semakin memperdalam permainannya.


"Kenapa sayang? Aku masih menikmatinya."


"Mandi dulu!"


"Emm ... Baiklah, tapi aku akan meminta lebih setelah mandi," bisik Simon.


Elia mengangguk.


Sebelum pergi ke kamar mandi, Simon mencuri sebuah kecupan di bibir lagi.


Setelah beberapa menit kemudian, Simon sudah keluar hanya dengan memakai handuk yang di lilitkan di pinggang. Melihat tubuh penuh roti sobek, membuat Elia tercengang.


Tak lama dari itu, mereka langsung melanjutkan permainan yang sempat tertunda. Kini mereka sudah mencapai kepuasan masing-masing. Simon menenggelamkan tubuh mungil Elia ke dalam pelukannya. Satu kecupan di kening Elia.


"Terimakasih sayang, karena sudah mau menjadi istriku."


"Aku yang berterimakasih karena kamu sudah hadir dalam kehidupanku dan Arsy. Membuat hidup kami penuh warna kembali."


Setelah itu, mereka tertidur dalam kondisi berpelukan. Alam semesta telah menjadi saksi atas pernikahan dan penyatuan kisah cinta mereka.


...****************...


Selsai


Kisah Rigel dan Elia memang tamat. Tapi, akan di lanjut di novel yang baru.


Jangan di demo ya karena gak hareudang MP nya.


Jika kalian masih ingin tahu kelanjutan kisah cinta Simon ❤️ Elia, Runi ❤️Reno, dan Jingga... Jangan unfav novel ini. Nanti akan ada pemberitahuan judul novel baru mereka.


Kenapa kok di pisah? Karena mau keluar dari kisah poligami. Makanya buat novel baru.


Terus kapan terbitnya thor? In sya Alah Minggu depan ya kalau gak ada halangan.mau istirahat dulu. Nanti akan ada pemberitahuan di novel ini juga. Jadi, di tunggu saja oke👌


Terimakasih banyak buat kalian yang sudah mendukung author sampai saat ini🙏. Pokoknya salam sayang buat kalian semua,


Sambil menunggu novel baru terbit, kalian bisa baca karya author yang lainnya dulu ya. Tinggal klik profil author saja.

__ADS_1


__ADS_2