
"Apa yang kamu lakukan kepada mamaku!" bentak Rigel kepada Sofia.
Badan Sofia gemetaran saat melihat aura kemarahan terpancar jelas di wajah Rigel. Dia mencoba untuk berjalan mundur, tapi Rigel terus mengikuti langkahnya, sampai akhirnya dia terhenti di tembok.
" Kenapa Kamu diam saja? Jawab pertanyaanku!" suara Rigel sudah naik satu oktaf lagi, sampai membuat perawat Hana keluar dari kamar mandi.
Dia terkejut saat melihat ada aura kemarahan dan ketegangan antara Rigel dan istri muda tuannya.
Apa yang sudah terjadi? Melihat Hana sudah tak ada di tempatnya, dia segera mencari di mana keberadaannya.
Dengan penuh keberanian, Sofia menatap tajam ke arah Rigel, lagian Jo lebih mencintainya.
"Aku tadi hanya membela Diri saja, mamamu itu yang lebih dulu mencelakaiku," bela Sofi.
Rigel memicingkan matanya. " Apa kamu pikir aku bakalan percaya, mamaku berada di kursi roda! Jadi mana mungkin dia bisa mencelakaimu. Kamu pasti berharap untuk menjadi satu-satunya nyonya di rumah ini dan bisa menguasai harta Ervinosa, ya? "cerca Rigel.
Sofia mati kutu saat mendengar ucapan Rigel yang seakan tahu apa yang sedang dia rencanakan. Melihat Sofia yang hanya terdiam, Rigel menaikkan sudut bibirnya.
" Jangan pernah berharap kamu bisa mendapatkan itu semua, karena sekarang semua harta Papa sudah berpindah tangan atas nama Mama dan aku. Jadi Papa sudah tidak punya kewenangan apapun!" Jelas Rigel.
Sofia terbelalak saat mendengar ucapan Rigel, dia tak habis pikir bahwa Harta Jonathan atas nama wanita itu. Pantas saja dia tidak mau menceraikan wanita penyakitan itu, ternyata dia yang berkuasa atas segalanya.
Dulu, bisnis Ervinosa memang sudah hampir bangkrut dan di bantu oleh Hana dari harta warisan keluarganya sampai bisa menjadi seperti sekarang. Namun, Hana bukanlah wanita bodoh, suntikan dana yang dia berikan membuat sebagian besar saham Ervinosa di pindahkan menjadi atas nama Hana.
Dan ketika mendengar Jonathan menikah lagi, Rigel memindahkan semuanya atas nama dia dan Hana, Jo hanya mendapatkan sebagian kecil saja. Karena bagaimana juga dia adalah pemilik asli dan yang ikut bekerja keras dalam membangun kembali bisnis yang sudah hampir hancur ini.
Setelah berbicara seperti itu, Rigel membawa Hana pergi dari kediaman Ervinosa.
"Ri, Ka-mu ma-u ba-wa ma-ma ke-mana?" tanya Hana.
"Rigel akan bawa pergi mama dari rumah ini! Jangan khawatir, wanita itu tidak akan bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan. Rigel sudah mengurus semuanya, sekarang Rigel akan bawa mama liburan agar mama bahagia dan membuat tekanan darah mama stabil lagi, "pungkas Rigel.
Hana meneteskan air matanya, dia benar-benar merasa terharu sekaligus bersalah. Dulu dia sudah menyakiti Rigel dengan membuat rumah tangganya hancur. Tapi, kini justru Rigel yang selalu ada untuknya.
Darah memang lebih kental dari pada air, bagaimana pun Hana adalah Ibu yang melahirkan Rigel dan surga baginya. Jadi, dia ingin membahagiakan Hana di sisa umurnya.
__ADS_1
"Ri ... Ma-afkan Ma-ma," ucapnya.
Rigel tersenyum, Dia tahu apa maksud dari kata maaf Hana. Saat Rigel berada di masa terpuruknya karena mendengar bahwa Elia dan anaknya meninggal gara-gara ulah Claire, serta Rigel yang kecelakaan karena di ceraikan oleh Elia. Membuat Hana sadar bahwa dialah yang sudah menghancurkan hidup putra semata wayangnya.
Dulu, Hana pernah mengucapkan kata maaf berkali-kali, namun nasi sudah menjadi bubur. Hana tak bisa mengembalikan Elia ke sisi Rigel agar dia kembali bahagia.
"Sudahlah, Ma. Yang lalu biarlah berlalu, Rigel sudah ikhlas dengan semuanya. Rigel hanya berharap bisa membahagiakan mama di sisa hidup ini, Rigel tak mau kecewa kedua kalinya karena tidak bisa membuat orang yang Rigel sayang bahagia."
Setelah itu, Rigel dan Hana saling berpelukan di dalam mobil.
***
Sesampainya di rumah, Simon mengirim pesan kepada Jingga untuk menanyakan apakah dia sudah tahu apa alasan Elia yang belum menerimanya. Saat mendapatkan balasan pesan dari Jingga membuat Simon senyum-senyum sendiri. Dira tidak pernah mengira bahwa Elia selama ini menilainya sangat tinggi, tapi Jingga tak mengatakan bahwa Elia mencintai Simon.
Jingga : Sekarang Kamu pasti lagi senyum-senyum sendiri, kan?
Simon : Sok tahu kamu kak.
Jingga : Tentu saja aku tahu, apa sih yang gak aku tahu.
Jingga : Dasar adik kurang ajar! Udah di bantuin malah mengejek kakaknya!
Simon : Hahahaha, Sorry kak keceplosan! Habisnya kapan anda menikah? Aku sudah tidak sabar ingin mendapatkan keponakan darimu, aku juag ingin melihat seperti apa suami dan anak dari seorang Jingga.
Jingga : Makin kurang ajar nih anak! Awas aja besok kalau ketemu, ya. Bakalan ku bijek-bijek!
Simon : Maaf boss, ampun jangan dong. Nanti kegantengan ku akan hilang.
Jingga : Narsis! Sudah, gue mau tidur. Cepat siapin aja semuanya, nanti urusan Elia biar Aku yang urus!.
Simon : Siap boss, udah 80% kok!
Setelah itu, tak ada balasan lagi dari Jingga. Simon berharap apa yang dia persiapkan berjalan lancar.
***
__ADS_1
Suara deru ombak air laut memecah keheningan malam. Tiba-tiba Elia terbangun dari tidurnya, dia menatap ke arah Arsy yang masih tertidur pulas. Tiba-tiba dia teringat kembali pembicaraannya dengan Runi dan Jingga tadi siang.
" Apa yang membuatmu bimbang, El? "tanya Jingga dan di angguki oleh Runi.
" Aku hanya terus berpikir bahwa Aku tak pantas buat Simon, dia terlalu sempurna bagiku. Dia masih muda, banyak wanita muda dan lebih segalanya dariku yang bisa dia dapatkan. Aku takut gagal lagi, aku takut___"Elia sudah tak sanggup lagi.
" El, jangan selalu melihat ke belakang. Kamu memang pernah gagal, tapi gak selamnya akan gagal terus. Kamu juga tahu kan, bagaimana sikap Simon selama ini. Dia hanya mencintaimu, sampai dia rela menunggu selama ini!" ujar Runi.
"Bang Rigel juga dulu seperti itu, dia sangat mencintaiku, tapi nyatanya dia menyakitiku begitu dalam."
"Setidaknya Rigel dan Simon berbeda. Jika kamu menikah dengan Simon, tidak akan ada mertua jahat dan suka mengatur seperti mantan mertuamu dulu! Simon lebih tegas daripada Rigel, dia bisa memutuskan apapun sendiri sesuai keinginannya, beda dengan Rigel yang___"Jingga tak melanjutkan ucapannya lagi, emosinya menjadi buruk ketika membicarakan Rigel.
"Begini deh, Kamu cinta kan sama Simon! Jujur, El,"pungkas Jingga.
Elia terdiam. Jingga dan Runi menatapnya lekat, seakan menunggu jawabannya.
Setelah beberapa menit terdiam, akhirnya Elia menganggukkan kepala. Jika boleh jujur Elia memang menyukai Simon, tapi dia selalu memendamnya.
Jingga dan Runi tersenyum saat melihat jawab Elia.
"Kalau Kamu Cinta, kenapa selalu menolak? Terima dong!" goda Runi.
"Iya, El. Kamu juga harus memikirkan Arsy, dia juga butuh figur seorang ayah. Apalagi dia sangat dekat dan sayang sekali sama Simon, kalau misalnya Simon menikah dengan orang lain, bagaimana dengan Arsy?" imbuh Jingga yang ikut mengompori.
Elia menghembuskan nafas panjangnya, sambil mengusap puncak kepala Arsy.
" Apa yang harus mami lakukan, dek? Apakah Kamu akan senang jika mami menikah dengan daddy? " Elia bermonolog.
Melihat jam weker di atas nakas menunjukkan pukul 2 dini hari. Elia memutuskan untuk sholat istikharah dan tahajud. Dia ingin meminta petunjuk kepada sang pencipta atas kebimbangannya selama ini.
...****************...
Gimana kejutannya? Akan ada kejutan lagi oke, 👌di tunggu saja.
Jangan lupa ritualnya, biar author semakin semangat untuk up
__ADS_1