
Malam yang menjadi saksi kisah mereka kini telah pergi, digantikan pagi dengan lembar cerita baru. Simon tersenyum bahagia ketika membuka mata, pertama kali yang dia lihat adalah wajah cantik wanita yang sudah lama dia cintai, dan kini sudah menjadi istrinya.
Dia mengecup pelan kening Elia, dan membuat wanita itu terbangun. Saat melihat Simon menatapnya dengan intens, membuat Elia merasa malu. Ia ingin menenggelamkan wajahnya, tapi di tahan oleh Simon.
"Selamat pagi, istriku," sapa Simon yang semakin membuat pipi Elia bersemu merah.
"Pagi juga suamiku."
"Ayo mandi dan sholat subuh," ajak Simon dan di angguki oleh Elia.
"Kamu duluan aja, masak iya mandi bareng," ujar Elia.
"Memangnya kenapa? Bukankah itu dibolehkan? Dan katanya itu bagus loh buat kesehatan ___" ujar Simon.
"Oh ya? Tau dari mana kamu?" goda Elia.
Simon tersenyum. "Tidak usah sok gak tau, deh!" Tanpa aba-aba, Simon langsung menggendong tubuh Elia dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.
Selesai mandi, mereka sholat subuh berjamaah. Simon juga membantu Elia untuk. Mengeringkan rambutnya. Beginilah kehidupan pengantin baru yang masih harmonis, dan semoga bisa terus seperti ini.
"Kamu mau dimasakin apa hari ini?" tawar Elia.
"Nasi goreng aja."
"Yakin itu aja?" Elia mencoba memastikan kembali.
Simon tersenyum, "Yakin."
Setelah itu, mereka keluar bersama menuju dapur, dan ternyata sudah ada Jingga duduk di meja makan sambil menyeruput kopi dan makan sandwich.
"Selamat pagi pengantin baru," sapa Jingga saat melihat Simon dan Elia sudah keluar dari kamarnya.
"Pagi juga kakak jomblo," sahut Simon yang langsung mendapatkan cubitan dari Elia.
Melihat Simon yang mengejeknya jomblo membuat Jingga merasa kesal dan menatapnya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Sedangkan Elia merasa seperti ada yang salah melihat Jingga sudah bangun sepagi ini, karena biasanya dia bangunnya agak siangan.
"Kamu tumben dah bangun, Jing?" ujar Elia.
Jingga yang sudah menahan rasa kesalnya karena ucapan Simon, semakin kesal ketika Elia ikut menggodanya karena tumben bangun pagi.
"Kenapa pagi-pagi kalian berdua sudah sangat menyebalkan, sih!" gerutu Jingga.
"Ya habisnya ___" Elia tak melanjutkan ucapannya ketika melihat wajah Jingga yang terlihat semakin marah.
Jadi, Elia lebih memilih pergi untuk memasak daripada membuat mood sahabatnya semakin buruk.
"Mau kemana, El?" tanya Jingga saat Elia pergi.
"Masak."
"Duduk dulu, ada yang ingin aku berikan," pungkas Jingga.
Elia langsung menghentikan langkahnya, dan membalikkan badan melihat ke arah sahabatnya itu.
"Ada apa lagi?" tanya Elia yang semakin penasaran.
"Apa ini, Kak?"
"Buka aja."
Karena penasaran, Simon segera membuka amplop tersebut. Saat melihat isi dalam amplop itu, Simon dan Elia terkejut. Sebuah paket honeymoon ke pulau S.
"Maksudnya ini apa, Jing?" tanya Elia yang sudah merasa tak enak karena Jingga sudah terlalu banyak memberikan hadiah.
"Itu bukan dari aku kok, dari teman-temannya Simon. Subuh-subuh mereka datang dan menitipkannya ke aku."
"Jadi kamu bangun pagi karena ini?" Elia menunjuk amplop itu.
"Iya, soalnya aku kebetulan ketiduran di sofa selesai lembur. Jadi, kebangun saat mereka mengetuk pintu.
__ADS_1
" Tapi___ ini tiketnya dua jam lagi? " Elia terkejut saat melihat jam penerbangan mereka yang tinggal dua jam lagi.
Elia menjadi panik, karena dia belum mempersiapkan apa-apa. Di tambah Arsy juga masih tidur, ketika Elia ingin memasuki kamar Arsy, Jingga menghentikannya.
" Kamu mau ngapain, El?" tanya Jingga.
"Mau bangunin Arsy."
Jingga geleng-geleng kepala dengan sikap sahabatnya itu.
"Kamu sama Simon berangkat berdua saja, ini kan honeymoon kalian. Masak mau ajak Arsy sih! "
"Tapi Arsy ___"
"Udah, Arsy jadi urusan aku. Kalian nikmati saja honeymoon berdua gak usah bawa Arsy.
" Nanti kalau Arsy nangis cariin kita gimana? "tanya Simon yang juga berat pergi tanpa membawa Arsy.
" Udah deh, serahin semuanya sama aku! Lebih baik kalian buruan siap-siap daripada ketinggalan pesawat,"pungkas Jingga.
Elia dan Simon jadi bingung dan berat melangkahkan kaki mereka untuk pergi,tapi Jingga mendorong mereka agar segera siap-siap.
" Tapi, kita pamit dulu sam Arsy. "
Jingga sudah berdiri di depan kamar arsy dengan melipat kedua tangannya di depan dada.
"Sudah, gak usah. Buruan siap-siap sana! Nanti ketinggalan pesawat! Lagian kasihan Arsy kalau di bangunin, dia masih ngantuk karena semalam tidurnya terlalu malam."
Apa yang di katakan oleh Jingga benar juga. Jadi, Simon dan Elia segera masuk pergi ke kamarnya untuk siap-siap. Untuk pamit, nanti dia bisa vidio call kalau Arsy sudah bangun. Lagian, Arsy kalau sama Jingga dia anteng dan gak rewel.
...****************...
Oh ya, untuk novel barunya sudah ada ya walaupun masih prolog dan pengenalan. Kalian bisa langsung like, komen, vote dan klik tombol favoritnya biar tau kalau novelnya sudah up.
Untuk bab pertama akan up besok jam 9 pagi.
__ADS_1
Ini judul novelnya. Di sini konfliknya gak akan ada poligami kok, tenang saja.... Author tunggu kedatangan kalian di novelnya Jingga