Berbagi Cinta : Aku Tak Mau Dimadu

Berbagi Cinta : Aku Tak Mau Dimadu
Nasehat Jo


__ADS_3

Saat Jo pergi, tiba-tiba dia kembali teringat satu hal lagi. Jadi, Jo menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya.


"Satu hal lagi yang ingin aku katakan kepadamu sebagai seorang suami." Hana menatap kearah Jo menunggu apa yang ingin di katakan olehnya.


"Intropeksilah Han, minta maaflah kepada Elia dan Rigel. Bagaimana juga Kamu tetap Ibunya yang tak bisa tergantikan oleh siapapun, karena Kamu yang mengandung dan melahirkan Rigel. Untuk Elia, Kamu juga seorang Wanita jadi Kamu tahu kan bagaimana perasaan Elia saat ini! Apalagi saat ini dia tengah mengandung cucumu, "pungkas Jo yang berlalu pergi.


Jo melakukan ini semua karen dia tak ingin melihat Elia dan Rigel berpisah seperti ini. Apalagi ketika mendengar bahwa Elia sekarang tengah mengandung anak Rigel membuatnya semakin tak Rela.


Hana terkejut saat mendengar ucapan Jo.


" Apa maksud Papa?" Hana membuka suaranya setelah lama terdiam.


" Elia Hamil," jawab Jo singkat dan melanjutkan langkahnya.


Sedangkan Hana sangat-sangat terkejut saat mendengar bahwa Elia tengah hamil, sampai membuatnya hampir terjatuh ke lantai, untung saja dia masih mendapatkan pegangan untuk menopang tubuhnya.


Meskipun sudah di nasehati oleh Jonatahan, tak membuat kebencian Hana pada Elia memudar karena rasa benci itu telah mendarah daging. Apalagi saat mendengar bahwa Elia mandul, membuatnya semakin kesal.


Jadi, wanita itu tak mandul?! batin Hana dengan tatapan tak suka saat mendengar bahwa Elia bisa hamil juga.


Selama ini Hana tak pernah menginginkan Elia bisa hamil keturunan Ervinosa. Hal itu juga yang membuat Hana, diam-diam mengganti vitamin Elia dengan pil penunda kehamilan dengan bentuk serupa.


***


Selesai berbelanja, Jingga segera kembali ke apartemennya. Bukan hanya berbelanja, tapi Jingga juga sudah memesan pizza, serta sekeranjang ayam goreng KFC sebagai makan malam mereka.


Hari ini Jingga memang sengaja berbelanja lebih banyak dari biasanya, dikarenakan Elia akan menginap beberapa hari.


Sesampainya di Apartemen, Jingga meletakkan belanjaannya kelantai terlebih dahulu, lalu membuka sandi apartemen miliknya. Ketika pintu telah terbuka, apartemen miliknya terlihat sudah bersih dan rapi. Melihat Elia dan Runi yang sudah tertidur di sofa, membuat Jingga tersenyum.


"Aku kira kalian kemana? Ternyata teridur!" gumam Jingga seraya membawa belanjaannya masuk.


Selesai memasukkan bahan makanan ke dalam kulkas, bel pintu apartemen berbunyi. Jingga segera membukakan pintu, dan terlihat dua orang kurir yang datang mengantar makanan.


"Atas nama kak Jingga?" ucap seorang kurir.


"Iya, Saya sendiri."

__ADS_1


Setelah itu, Jingga mengambil makanan yang sudah dia pesan dan kembali menutup pintu. Setelah meletakkan makanan ke atas meja, Jingga membangunkan Elia dan Runi.


"El, Run ... bangun, ayo makan." Jingga terus membangunkan Elia dan Runi dengan menepuk lengan mereka.


Tak lama kemudian, Elia dan Runi terbangun dari tidurnya.


"Kamu sudah pulang, Jingga?" tanya Elia yang mulai merenggangkan otot lengannya yang sempat tertindih oleh Runi.


"Sudah, kita makan yuk.Aku belikan kalian pizza sama ayam goreng," ujar Jingga yang di angguki oleh Elia dan Runi.


Setelah itu, mereka bertiga makan bersama di iringi dengan canda dan tawa. Di karenakan haru sudah terlalu malam, terpaksa Runi ikut menginap di apartemen Jingga juga.


***


Hari demi hari telah berlalu, hari ini sidang pertama Elia akan di mulai. Sejak hari itu, Hana tak pernah datang untuk meminta maaf kepada Elia. Hanya ada Jo yang sesekali menemui Elia, meminta agar dirinya tak bercerai dengan Rigel.


Namun, keputusan Elia saat ini sudah bulat dan tidak bisa di ganggu gugat, Dia akan tetap bercerai dengan Rigel. Untuk urusan anak, Elia sudah berlapang dada memperbolehkan Rigel dan Jonathan datang jika mereka merindukannya. Elia tidak akan melarang karena bagaimana pun, anak ini juga darah daging Rigel.


Sampai saat ini, Rigel masih berada di ruangan ICU, dia belum juga siuman sehingga tak bisa datang saat sidang pertama di lakukan.


"El, apakah Kamu yakin tidak akan mencabut gugatan ini?" tanya Jo.


"El, satu yang harus kamu tahu. Ini semua bukan pure kesalah Rigel, karena ada campur tangan Mama Hana juga," pungkas Jo.


"Elia tahu, tapi dalam hal ini Bang Rigel juga salah. Jika kesalahan itu terjadi hanya sekali, Elia bisa memaafkan bang Rigel. Tapi__ bang Rigel bukan hanya sekali melakukan hubungan itu di belakang Elia, Pa," jelasnya.


"Maksud Kamu apa, El? Jadi Itu bukanlah kesalahan satu malam?" tanya Jo.


"Elia tak tahu jelas bagaimana kejadianny, tapi yang Elia tahu mereka bukan hanya sekali melakukan hubungan intim. Bahkan di saat Elia mencoba untuk bertahan, bang Rigel masih terus menyakiti hati ini berulang kali sampai membuatnya membeku. Jadi, mungkin ini pilihan yang terbaik bagi kita agar tak ada lagi yang tersakiti, "jelas Elia.


" Apa yang Elia katakan benar om, selama ini Rigel tidak bisa bersikap tegas dan adil. Jadi, lebih baik mereka bercerai daripada nanti anak mereka menjadi seperti saya!" imbuh Jingga.


Jonathan mengerutkan kening saat mendengar ucapan Jingga yang mengatakan bahwa dia takut kalau Elia masih bersama Rigel, anak mereka akan menjadi sepertinya? .


" Apa maksud Kamu?" tanya Jo yang masih tak mengerti.


" Saya adalah anak yang sejak kecil hidup dalam keluarga berpoligami," ungkapnya.

__ADS_1


Jo terkejut saat mendengar bahwa Jingga hidup dari keluarga seperti itu. Sepertinya apapun yang Jo katakan saat ini, sudah tak bisa lagi merubah keputusan Elia. Begitu juga dengan Hana yang bersikukuh tak mau meminta maaf, membuat Jo semakin kesal dengan Hana.


Maafkan Papa Ri, sepertinya Papa sudah tak bisa membantumu lagi. Tapi, ini semua salahmu dan Kamu harus menanggung konsekuensinya, batin Jo.


Selesai sidang pertama, Elia, Jingga pergi keluar dari pengadilan. Sedangkan Jo masih ada urusan mengenai sidang selanjutnya. Saat itu, tiba-tiba Jingga mendapatkan telepon. Jadi dia pamit untuk menjauh sebentar.


Elia duduk di kursi roda sendirian, dan tiba-tiba ada seseorang dari atas gedung menjatuhkan sebuah pot bunga.


Untung saja Simon yang baru saja datang melihat hal itu, dia segera berlari dan mendorong kursi roda Elia untuk segera menjauh.


Buk ...


Sebuah pot bunga jatuh dari lantai tiga ke bawah.


"Mbak, gapapa?" tanya Simon dengan wajah cemas.


"Gapapa? Kamu sendiri?" tanya Elia.


"Aku gapapa, maaf Aku datang terlambat!" ucap simon.


Melihat ada benda jatuh dari atas gedung, serta Elia yang di dorong oleh seorang Pria membuat Jonathan segera berlari menghampiri Eli. Begitupun dengan Jingga saat melihat ada benda baru saja jatuh tepat dimana Elia berada, membuat Jingga segera melihat ke atas dan mengejar orang itu.


" El, Kamu gapapa?" tanya Jo yang dijawab sebuah gelengan kepala oleh Elia.


"Terimakasih ya karena sudah menolong menantu Saya," ucap Jo saat melihat Simon masih berdiri didepan Elia.


Simon mengerutkan keningnya saat mendengar Jo mengatakan bahwa Elia adalah menantunya. Setelah itu, Jo memegang Kursi roda Elia dan ingin membawanya pergi, tetapi segera di tahan oleh Simon.


" Jangan bawa mbak Elia pergi!" ucap Simon dengan tatapan tajam.


Jo menautkan kedua alisnya. "Kamu kenal dengan Elia?" tanya Jo.


"Ya, saya mengenalnya."


...****************...


Untung saja berondong gantengku datang... 😁

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya...


__ADS_2