Berbagi Cinta : Aku Tak Mau Dimadu

Berbagi Cinta : Aku Tak Mau Dimadu
Karma


__ADS_3

Di sebuah kamar, terlihat seorang wanita paruh baya tengah meneteskan air matanya. Hatinya sangat sakit ketika mendengar suara-suara nakal dari perempuan yang tengah menikmati olahraga malam bersama suaminya.


Kenapa ini semua bisa terjadi padaku? Sungguh sakit rasanya, mendengarkan mereka bersenang-senang di atas sakitku! Jadi, seperti ini rasanya di duakan, apakah ini karma bagiku? batin Hana.


Sejak dirinya sakit, Jonathan terang-terangan membawa istri barunya masuk ke rumah mereka. Alasan Jo membawa istri keduanya agar dia tidak susah harus mengurus Hana sekaligus istri barunya.


Meskipun sudah menikah lagi, Jo memang masih setia mengurus Hana yang sudah tak bisa apa-apa lagi. Sudah lebih setahun Hana mengalami Stroke hemoragik.


Stroke hemoragik merupakan pecahnya salah satu pembuluh darah di dalam otak, yang memicu perdarahan di sekitar otak. Akibatnya, aliran darah pada sebagian otak berkurang atau terhenti, yang kemudian menyebabkan pasokan oksigen ke otak berkurang, sehingga memicu kematian sel otak dan dapat mengganggu fungsi otak secara permanen. 


Penyakit itu muncul ketika tekanan darah Hana terus saja tinggi, karena sering bertengkar dengan Jo maupun Rigel, sampai akhirnya membuat Hana mengalami stroke.


Di dalam kamar lain, terlihat sepasang suami istri sedang mengatur nafasnya, setelah pelepasan mereka.


Jo duduk bersandar dia tas ranjang, dengan memeluk istri keduanya.


"Sayang, kenapa kamu tidak bercerai saja dengan wanita itu?" tanya Sofia seraya memainkan jemarinya di atas dada bidang Jo.


" Aku tidak menceraikannya karena dia pernah menjadi wanita yang kucintai , sekaligus wanita yang sudah menemaniku sampai bisa berada di titik ini," jelas Jo.


" Tapi, dia sudah tidak bisa melakukan apapun. Jadi, buat apa kamu masih mempertahankan wanita berpenyakit itu? Aku sudah lelah menjadi yang nomor dua!" gerutu Sofia yang sudah melipat tangan di depan dada dengan bibir manyun.


Jo tersenyum saat melihat tingkah menggemaskan istri mudanya ini.


" Sayang ... meskipun kamu nomor dua, tapi cintaku lebih besar kepadamu. Jadi, jangan cemberut seperti itu lagi ya," bujuk Jo seraya memegang bibir merona itu. Saat Jo ingin kembali mencium bibir itu, Sofia segera menghalangi dengan telapak tangannya.


"Jika kamu belum mau meninggalkan wanita itu, maka aku tidak akan mau melayanimu lagi!" Sofia tidur dengan posisi membelakangi Jo.


"Sayang, janganlah seperti itu," rengek Jo. Namun tak di hiraukan oleh Sofia, dia justru menutup telinganya dengan kedua tangan.


Dia benar-benar tidak habis pikir, kenapa Jonathan masih bersedia merawat serta mempertahankan Hana. Di saat Hana hanya bisa menyusahkan serta merepotkan Jonathan saja untuk merawat sekaligus membayar pengobatannya yang tak murah.


Jo turun dari ranjang, dan segera memakai piyamanya. Dia pergi ke balkon untuk menghirup udara segar, serta menghisap rokok. Permintaan yang di ajukan oleh sofia sangat berat baginya.


Meskipun Hana sudah tidak bisa berbuat apa-apa, tapi Jo juga tidak bisa menelantarkannya dalam kondisi seperti ini. Tapi di sisi lain, Jo juga tak sanggup kalau kebutuhannya tak tercukupi lagi.


Siapa yang harus ku pilih? Hana atau Sofia? batin Jo yang kembali mengisap rokoknya.


***

__ADS_1


Di sisi lain terlihat seorang pria masih di sibukkan dengan pekerjaannya. Selama tiga tahun ini, dia terus menyibukkan diri dengan bekerja agar bisa melupakan Elia.


Matanya mulai mengantuk, saat ingin minum, ternyata air di dalam cangkirnya telah habis. Rigel menghembuskan nafas panjang, dan bangun dari tempat duduknya.


Dia berjalan menuju dapur untuk membuat kopi kembali sebagai obat penghambat rasa kantuk. Dia memasukkan blok kopi kedalam mesin pembuat kopi dan menunggu sampai cangkir itu terisi penuh kembali.


Setelah selesai, Rigel mencoba kembali ke ruang kerjanya. Hembusan angin, membuat gorden di jendelanya beterbangan. Rigel baru ingat kalau dia belum menutup jendela.


Saat ingin menutup Jendela, tiba-tiba Rigel ingin menikmati angin itu sebentar saja untuk merilekskan Diri. Perlahan, Rigel berjalan menuju balkon, menatap gemerlap panorama kota Jakarta.


Tiba-tiba Rigel teringat kembali dengan Elia.


"Kamu suka angin?" tanya Rigel.


"Ya, *aku menyukainya."


"Apa yang membuatmu suka dengan angin?" tanya Rigel.


"Aku menyukai angin karena hembusannya dapat menenangkan hati dan pikiran*," jelasnya.


Rigel memeluk Elia dari belakang. "Jika kamu harus memilih, kamu lebih suka angin atau aku?"


Elia tersenyum dan memutar balik tubuhnya. Lalu menakup wajah tampan seorang pria yang kini menjadi suaminya.


Rigel semakin menatap lekat wajah Elia. "Kalau begitu, seberapa besar cintamu padaku?"


Elia tersenyum. " Aku tidak bisa mengukur kadar cintaku, yang jelas itu tak terbatas," ungkapnya.


Setelah itu mereka berdua berciuman, saling menyalurkan rasa cinta dalam hati.


Rigel menatap langit yang berbintang.


" El, bagaimana kabarmu di sana? Apakah kamu sudah bahagia bersama anak kita? Aku merindukanmu, El. Sangat Rindu, semoga kelak kita bisa bertemu kembali dalam keadaan saling cinta bukan benci," Rigel bermonolog. Tidak terasa buliran bening nan hangat menetes dari kelopak matanya.


***


Pagi telah menyapa, tanpa sadar ternyata Rigel tertidur di sofa. Dia mulai mengerjapkan mata, ketika cahaya sang surya menyilaukan matanya.


" Sudah pagi, " Rigel bangun dari tidurnya dan mengambil ponsel yang ada di atas meja. Perlahan dia membuka layar ponsel itu, dan terperangah ketika melihat jam menunjukkan pukul 8 pagi.

__ADS_1


"Astaga! Aku ada meeting pagi ini." Rigel segera berlari menuju kamar mandi. Tak butuh waktu lama, Rigel sudah keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk yang melingkar di pinggangnya.


Rigel berjalan menuju lemari pakaian, dan mulai bersiap-siap. Setelah semuanya siap, dia segera pergi ke kantor karena hari ini ada meeting penting.


Saat membuka pintu, sudah ada Aster yang berdiri di depan apartemennya.


"Selamat pagi bos, kenapa anda tak kunjung membuka pintu dan mengangkat telepon saya bos?" tanyanya.


"Saya tidak dengar!" jawab Rigel singkat.


Setelah itu, mereka pergi menuju tempat parkiran. Sejak kakinya sembuh, Rigel sudah tidak tinggal bersama Hana dan Jonathan. Awalnya Hana menolak, dia berharap Rigel untuk tinggal di sana saja. Lagi pula Rigel masih sendiri, belum menikah lagi.


Namun, Rigel bersikeras keluar dari rumah agar tak lagi mendengar ocehan Hana yang terus mencarikannya seorang istri. Saat mengetahui Hana sakit, Rigel kembali lagi, tapi tak bertahan lama karena mengetahui Jonathan membawa seorang wanita pulang ke rumah dengan mengatakan bahwa dia adalah istri barunya.


Saat itu, Jo dan Rigel sempat berdebat besar.


"Pa, apa maksud Papa membawa seorang wanita lain pulang ke rumah?" tanya Rigel.


"Panggil dia mama, karena dia sekarang adalah mamamu juga."


Rigel mengerutkan keningnya, dia tak habis pikir bahwa Jo akan berpoligami di saat Hana tengah sakit.


" Mama?" ulang Rigel, lalu tersenyum kecut. "Apakah Rigel tidak salah dengar? Umurnya saja tak jauh beda dengan Rigel, apa alasan Rigel untuk memanggilnya dengan sebutan mama!" tolaknya.


" Karena dia adalah istri papa, otomatis dia juga menjadi ibumu," jelas Jo.


"Rigel tidak akan pernah memanggilnya dengan sebutan Mama, karena Mama Rigel hanya satu, tidak ada duanya."


Rigel geleng-geleng kepala. "Rigel tidak menyangka, Papa bisa berbuat seperti ini kepada mama di saat mama sedang sakit," lanjutnya.


Rigel memang sedikit kecewa dengan Jo, karena saat ini Hana sedang membutuhkan support, bukan penghianatan.


Jonathan tersenyum. "Memangnya kenapa? Apakah salah jika Papa menikah lagi di saat mamamu sudah tak bisa melayani papa, toh papa juga masih mengurusnya," pungkas Jo.


"Tentu saja salah, saat ini Mama sedang membutuhkan support dari papa. Jika papa berbuat seperti ini, sama dengan menambah luka dan beban pikirannya!"


...****************...


Hai guys, gimana karma buat Hana, apakah sudah setimpal?

__ADS_1


Nih, Rigel gak sadar apa ya kalau di juga pernah seperti itu! Hem... Bapak sama anak sama aja ternyata...


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya yang banyak ya...


__ADS_2