Berbagi Cinta : Aku Tak Mau Dimadu

Berbagi Cinta : Aku Tak Mau Dimadu
Oleh-oleh


__ADS_3

Saat mendengarkan ucapan Elia tentang alasan kenapa dia bimbang, membuat Runi dan Jingga tahu apa yang harus mereka lakukan.


Tak lama kemudian, datanglah seorang putri cantiknya.


"Mami ...," seru Arsy yang berlari menghampiri Elia. Di belakang Arsy ada Simon yang membawakan tas sekolahnya.


Hari ini, Arsy sedang manja dengan Simon sampai sekolah harus di antar dan di jemput oleh Simon, bukan yang lain. Kedekatan Arsy dengan simon bagaikan seorang Ayah dan putrinya.


Sejak kecil, memang Simon yang membantu membesarkan Arsy, bahkan orang yang mengadzani Arsy ketika lahir adalah Simon, karena tak ada orang lain saat itu. Begitupun dengan Simon yang begitu tulus menyayangi Arsy seperti putrinya sendiri.


"Halo cantik," sapa Jingga kepada Arsy.


Arsy diam dan mencoba memperhatikan siapa wanita cantik yang memanggilnya, saat menyadari bahwa itu adalah Jingga.


"Mangga! (Mama Jingga)," seru Arsy dengan tersenyum bahagia.


Jingga tersenyum dan membentangkan tangannya agar Arsy memeluknya, dan Arsi pun segera menghambur dalam pelukan Jingga. Jingga memeluk Arsy dengan erat, dia sudah sangat rindu dengan putri angkatnya ini. Mereka sudah berpisah selama 6 bulan sejak terakhir pertemuan terakhir kali. Jadi pantas saja jika Aray harus mengingat kembali agar bisa mengenalinya.


"Mangga kangen banget sama putri cantik ini," ucapnya sambil mencium kepala Arsy.


Bukan hanya itu saja, setelah melepaskan pelukannya. Jingga menghujami Arsy dengan ciuman bertubi-tubi sampai membuat Arsy merasa geli.


"Mangga, tuan putli geli ...," seru Arsy yang membuat Jingga menghentikan aksinya.


"Habisnya putri mangga menggemaskan sekali." Jingga mencubit hidup mungil Arsy.


"Putli mangga juga kangen," jawabnya dengan tersenyum lebar.


Jingga jadi terharu dan bahagia saat mendengar ungkapan rindu dari Arsy. Meskipun hanya anak angkat, Jingga sangat menyayangi Arsy lebih dari apapun. Dia yang membuat Jingga merubah panggilan Lo Gue menjadi Kamu dan Aku. Dia tidak mau Arsy ikut memanggil dengan sebutan itu.


"Arsy gak kangen sama MaRun (Mama Runi) ...," sela Runi yang iri dengan keakraban Jingga dan Arsy.


Aray menggeleng. "Nggak, coalnya kalo cama Malun kan udah celing ketemu , kalo cama mangga kan nggak," ungkap Arsy.


Runi memanyunkan bibirnya saat mendengar ucapan Arsy.


Sedangkan semuanya tertawa saat mendengar ucapan jujur dari Arsy, Runi memang sering datang ke sini. Jadi, wajar saja kalau Arsy tak terlalu merindukannya, beda dengan Jingga.


"Tapi, Acy tangen cama adik bayi," imbuhnya yang memeluk perut Runi.


Runi jadi tersenyum saat melihat tingkah lucu Arsy, selama ini Arsy memang antusias ingin segera bertemu dengan adik bayi yang berada dalam perut Runi.

__ADS_1


" Sampai jam berapa, kak?" tanya Simon seraya menarik sebuah kursi sebagai tempat duduk.


"Belum lama kok," jawab Jingga.


"Malun, adik bayinya nendang!" seru Arsy saat merasakan bayi Runi menendang.


"Oh, ya? Berarti adik bayi sedang menyapa kedatangan kakak Arsy," ujar Runi.


"O ... halo adik bayi, ini tatak Acy yang tantik!" Arsy mencoba mengenalkan diri di depan Runi.


Tingkah lucu Arsy mengundang gelak tawa semuanya. Pokoknya jika ada Arsy, maka akan ada canda tawa karena melihat tingkah lucunya.


"Mangga," panggil Arsy seraya menghampiri Jingga lagi.


"Iya, sayang ada apa?" tanya Jingga yang mencoba berjongkok agar tubuh mereka setara.


"Acy di bawakan oleh-oleh, nggak?" tanyanya.


Jingga tersenyum saat melihat putri kecilnya itu yang ternyata sedang menagih oleh-oleh yang sempat Ia janjikan.


Jingga menepuk jidatnya. "Yah ... Mangga minta maaf ya sayang___"


"Ududu ... anak mangga gak boleh sedih dong, karena____" meskipun sedih, Arsy masih tetap menunggu ucapan Jingga selanjutnya.


"Karena___ Mangga belikan Arsy mainan yang san__ngat banyak!" pungkas Jingga.


Wajah sendu Arsy kembali berubah menjadi bahagia.


"Hore ...," Arsy berjingkrak-jingkrak kesenangan saat mendengar bahwa Jingga membawakan mainan yang sangat banyak.


Karena sudah tidak sabaran, Arsy menarik tangan Jingga untuk segera membongkar oleh-oleh yang dia katakan.


***


Saat melihat Hana sedang sendirian tanpa seorang perawat di sampingnya, membuat Sofia datang menghampiri.


"Wah ... lagi duduk-duduk santai, ya?" ujarnya.


Hana hanya diam saja, tak menghiraukan kedatangan Sofia.


"Eh, wanita penyakitan! Kamu kenapa masih mau bertahan tinggal di sini, sih! Kenapa gak minta cerai aja atau____" jeda Sofia. Dia mencoba mendekatkan diri ke telinga Hana. " Mati saja!" bisiknya.

__ADS_1


Hana terbelalak saat mendengar bisikan istri kedua suaminya. Dia menatap tajam ke arah Sofia.


"Ja—ngan ber-halap sa-ya a-kan me-le-pas-kan su-amiku be-gitu sa-ja!" Hana tak terima jika wanita pelakor itu bisa menguasai Jo sepenuhnya. Karena dia tidak akan pernah membiarkan Sofia menjadi nyonya Ervinosa.


Apalagi saat ini Jo masih sangat perhatian dan mengurusnya, membuat Hana yakin bahwa Jo hanya ingin bersenang-senang saja dengan wanita pelakor ini.


"Aduh ... Aku gak jelas deh, kamu bicara apa! Ya seharusnya kamu itu sadar diri, bagaimana keadaanmu saat ini! Jangan terus menjadi benalu, dan menyusahkan suami!" hina Sofia.


Hana merasa sangat kesal , ketika mendengar Sofia mengatakan bahwa dia adalah benalu. Padahal yang sebenarnya benalu itu adalah dia, bukan Hana. Benalu yang menempel pada suami orang!


" Kenapa kamu melotot seperti itu! Awas nanti copot loh matanya," ledek Sofia dengan tertawa keras karena melihat ekspresi Hana saat ini.


Saat Sofia ingin pergi, Hana menjalankan kursi rodanya agar membuat Sofia tersandung dan jatuh ke lantai. Dan benar saja, Sofia jatuh tersungkur di lantai.


Sofia merasa kesal saat melihat Hana yang sakit masih bisa membuatnya jatuh seperti ini. Sofia mencoba mendorong kursi roda Hana berjalan kebelakang.


Hana bingung saat melihat kursinya berjalan ke belakang, dia mencoba untuk mengerem, tapi tak bisa. Hana merasa takut sekali, tapi tak bisa melakukan apapun.


Tolong, tolong aku ... teriaknya dalam hati.


Sedangkan Sofia tersenyum bahagia ketika melihat kursi roda Hana masih terus saja berjalan menuju kolam renang, saat kursi roda Hana hampir terjatuh ke kolam renang , Rigel datang menolongnya.


Menyadari bahwa ada yang menahan kursi rodanya, Hana mencoba membuka matanya perlahan untuk melihat siapa orang itu. Ketika sepasang bola mata itu terbuka, hal pertama dia lihat adalah wajah tampan putranya.


"Rl-gel," lirihnya yang masih terdengar oleh Rigel.


Sofia yang melihat Rigel datang, membuatnya menjadi cemas dan ketakutan. Dia takut kalau Rigel mengadukan hal ini kepada Jonathan, dia pasti akan marah besar kalau tahu perbuatannya kepada Hana.


"Mama gapapa?" tanya Rigel.


Hana tak mengucapkan apa-apa, dia hanya menangis dan memeluk Rigel. Sikap Hana menandakan bahwa dia sedang tidak baik-baik saja. Rigel sudah merepalkan tangannya saat melihat istri kedua papanya ingin mencelakai mamanya.


Setelah membawa Hana ke tempat yang aman, Rigel segera menghampiri Sofia.


"Apa yang sudah kamu lakukan kepada mamaku!" bentak Rigel dengan wajah penuh amarah.


...****************...


Kira-kira apa ya yang akan di lakukan oleh Marun dan Mangga?🤔🤔


Jangan lupa ritualnya, like, komen, vote, dan hadiahnya yang banyak ya...

__ADS_1


__ADS_2