Berbagi Cinta : Aku Tak Mau Dimadu

Berbagi Cinta : Aku Tak Mau Dimadu
Alasan kenapa aku memilihnya (Elia)


__ADS_3

Lalu apa yang membuatmu lebih memilih dia, El?"


" Aku tidak ingin membandingkan kalian berdua." Elia bangun dari tempat duduknya, dan ingin pergi meninggalkan rigel yang semakin menjadi.


"Tapi aku ingin tahu, apa kelebihan dia sampai membuat kamu tetap memilihnya! Apa karena dia masih muda?"


Elia menghentikan langkahnya, dan kembali berbalik menatap ke arah Rigel.


"Bukan karena itu!"


"Lalu apa?"


Rigel ingin tahu semuanya dengan jelas apa alasan Elia tidak mau kembali dengannya dan tetap memilih Simon.


"Baiklah! Jika kamu ingin tahu kenapa aku memilihnya daripada kamu. Aku akan bicara, tapi jangan menyesal setelah mendengarnya!"


"Silahkan!" tantang Rigel. Dia benar-benar ingin tahu apa kelebihan pria itu.


"Kamu dan dia itu jauh berbeda, bagaikan bumi dan langit! Kenapa aku memilihnya  karena aku bisa menjadi diriku sendiri, tanpa harus berpura-pura dan berkorban seperti saat bersama denganmu! Dan masih tetap tidak pernah dihargai." 


Dulu karena sangat mencintai Rigel, Elia rela terus berkorban. Dia rela di caci, di hina, dan di rendahkan oleh Hana. Bahkan, Dia sampai rela berpura-pura menjadi seperti orang lain agar bisa menjadi sosok menantu idaman sekaligus wanita yang pantas menjadi istri Rigel. Tapi apa yang dia dapat, sampai usia pernikahannya lima tahun, Hana tetap tak mau mengakui Elia sebagai wanita yang pantas menjadi istri Rigel dan menantu keluarga Ervinosa hanya karena dia bukan berasal dari keluarga kaya.


"Apa maksud kamu berbicara seperti itu, El?" 


"Apa kamu kira aku tidak tahu semuanya? Aku tahu kalau kamu mau bertanggung jawab dan menikahi  Claire agar tidak di keluarkan dari kartu keluarga Ervinosa. Saat itu aku baru sadar, bahwa aku tidak lebih penting dari harta! Jadi, coba tanyakan lagi pada hatimu, apakah aku masih berharga? Cinta dan semua pengorbananku selama ini, tak sebanding dengan uang. "


Rigel terkejut saat mendengar ucapan Elia yang tahu semua itu.

__ADS_1


"El, aku bisa jelasin soal itu!" 


Eli tersenyum. 


"Aku sudah tidak butuh penjelasan itu semua, karena itu hanya masa lalu yang paling menyakitkan bagiku! Semua kepercayaan yang aku berikan padamu, selalu kamu ingkari. Aku sudah ingatkan berkali-kali jangan minum alkohol lagi. Tapi, apa? Kamu masih tetap minum alkohol sampai tidur dan memiliki bayi dari wanita lain! Bukan hanya itu saja, kamu  bahkan diam-diam menikah di belakangku, tanpa berdiskusi sedikitpun tentang masalahmu."


" Apa itu yang dinamakan keluarga? Kamu selalu saja seenaknya  memutuskan semua sendiri, tanpa meminta pendapat dariku. Sebuah keluarga seharusnya saling terbuka satu sama lain, dan mencari solusi bersama. Bukan berbohong demi menutupi sebuah kebohongan!"


Elia sudah benar-benar capek dengan kehidupan pernikahannya dulu. Awalnya dia berpikir bahwa pernikahannya dengan Rigel adalah pernikahan paling bahagia. Karena banyak yang meng idam-idamkan bisa memiliki pernikahan seperti Elia. 


Tapi, ternyata pernikahannya bukan pernikahan impian. Melainkan pernikahan penuh luka, dan pengorbanan. Memang benar, dalam sebuah pernikahan itu pasti akan ada saja cobaan yang datang menghampiri. Jadi, kita harus bisa melewati itu semua bersama. 


Tapi jika sebuah pernikahan yang penuh dengan kebohongan, tidak ada rasa saling terbuka, diskusi dengan pasangan untuk menyelesaikan masalah, berjuang sendiri, tidak ada rasa aman dan saling  percaya. Apakah pernikahan itu masih perlu dipertahankan? 


Cinta boleh saja, tapi jangan terlalu bodoh sampai rela mau terus tersakiti hanya ingin mempertahankan orang yang dicintai. Hatimu hanya kamu yang tahu. Apakah dia masih kuat atau tidak. 


"Tapi buktinya kamu mendua sekaligus menyakitiku terlalu dalam, sampai membuat hati ini sudah hancur tak tersisa! Dan sekarang, setelah aku menemukan kebahagiaanku, kamu datang dan meminta kembali? Sampai kami bertanya kenapa aku lebih memilih dia, daripada kamu! Begitu? "


"Kamu sadar, nggak?kalau kamu itu sudah membuka luka lama yang sudah mengering. Asal kamu tahu, Simon adalah orang yang selalu ada di saat aku terpuruk! Karena dia aku dan Arsy masih hidup, serta bisa bertahan sampai berada di titik ini. Setidaknya dia tidak akan menggadaikan cintaku demi harta, dan lebih percaya kepadaku daripada orang lain! "


Elia mengatakan itu semua karena memang Simon Lah yang membuatnya bisa berada di titik ini. Jika Simon tidak menolongnya dari kebakaran itu, mungkin Elia dan Arsy sudah tidak ada di dunia ini. 


Pengorbanannya bukan main-main untuk Elia dan Arsy. Apa yang dia punya di kota ini, juga bantuan dan perjuangan dari Simon. Perkebunan teh warisan  dari orang tuanya, ternyata sudah dibalik nama menjadi milik orang lain, sehingga membuat Elia tidak mempunyai apa-apa lagi. Hanya ada uang tabungan sedikit. 


Untung saja saat itu masih ada Simon yang membantunya. Meskipun bukan dari keluarga kaya dan yatim piatu, Simon adalah pria yang pekerja keras. Simon sukarela membantu permodalan awal usaha Elia, serta membantu merawat Arsy saat Elia belum bisa menyewa baby sitter. 


Jadi jangan heran jika Arsy sangat dekat dengan Simon. Karena dia adalah orang yang telah merawatnya dari lahir, bahkan sejak dalam kandungan. Ketika Elia mengidam, dia akan memenuhinya seperti suami siaga. 

__ADS_1


Simon memang bukan ayah biologis Arsy, tapi dia adalah orang yang membuat Arsy tidak kekurangan figur seorang ayah. 


" Apakah dia sebaik dan sesempurna itu! Jika dia orang baik, kenapa dia menyembunyikan kamu di tempat ini? Sampai membuat aku mengira bahwa kamu dan anak kita sudah meninggal! " 


"Itu semua dia lakukan agar Aku dan Arsy tetap hidup. Jika tidak ada Simon yang menolongku dalam kebakaran itu, mungkin aku dan Arsy sudah tidak ada di dunia ini. Dan itu semua karena perbuatan istri mudamu itu!"


"Oh ya satu lagi, kamu boleh tetap menemui Arsy karena bagaimanapun, kamu tetap ayahnya. Tapi aku mohon, jangan ganggu kehidupanku dan Simon."


Setelah itu, Elia pergi meninggalkan Rigel yang masih terdiam berdiri di tempatnya. Kini harapan untuk bisa bersama kembali dengan Elia sudah benar-benar hilang tak tersisa. 


Seorang wanita rela berkorban dan setia kepada orang yang dicintainya. Tapi jangan kau sakiti dia, karena ketika hatinya sudah hancur, sulit untuk bisa kembali seperti semula. 


Jika ada wanita yang masih  mau tetap bertahan dengan pernikahan seperti ini, berarti dia sudah benar-benar mati rasa. Memang, ada wanita yang rela di poligami karena ingin mendapatkan surga, dan masih mencintai suaminya. 


Tapi, itu bukanlah Cordelia Almira. Dia tidak ingin mendapatkan surga dari hal itu, karena masih banyak cara lain untuk mendapatkannya. 


Menurut Elia mencintai dan berkorban demi seseorang yang dicintai boleh saja, tapi ingat! Jangan karena cinta kamu menjadi seseorang yang bodoh dan lemah. Berhentilah jika apa yang kamu korbankan sudah tidak dihargai lagi, karena Kebahagiaan hanya  bukan tentang bersama dia saja. 


Terus melangkah, dan memulai kehidupan yang baru. Memaafkan tak sesulit melupakan. Kita bisa memaafkan kesalahan orang lain kepada kita, tapi melupakan sesuatu yang menyakitkan sangatlah sulit. Andai Elia bisa seperti ikan yang hanya ingatannya 7 detik, mungkin dia sudah bisa melupakan masa lalu yang menyakitkan itu. 


...****************...


Sudah ya ... Aku sampai nangis nulis ini, biar feelingnya dapet. Jadi jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya yang banyak.


Aku bukannya melarang poligami, karena dalam syariat itu di bolehkan. Tapi, aku tim wanita yang tidak mau di poligami. Sebenarnya cerita ini di ambil dari cuplikan-cuplikan kisah nyata yang di gabung menjadi satu. Jadi, bukan hanya halu biasa.


Jadi terserah kalian mau tim rela di poligami atau bukan. Jika ada yang bertanya apakah ada laki-laki seperti Rigel jawabannya ada. Dan karakter Rigel ada juga di ambil dari orang itu.

__ADS_1


__ADS_2